
beberapa waktu kemudian mamah Anisa tersadar...
dan melihat Anisa tertidur lelap sebari menggenggam tanganya yg berada di sampingnya...
lalu mamahnya mengelus kepala Anisa dengan lembut...
keuangan itu ada Dimas yang tertidur d sofa ruangan nyonya Fania...
kemudian Anisa tersadar dari tidurnya merasakan belaian mamahnya itu ...
"mamah...mamah sudah sadar...mah...mamah kenapa...mamah cepat sembuh ya mah...Anisa khawatir sekali ..." (Anisa merengek manja khawatir dan menangis)
"iya sayang jangan menangis dan khawatir...mamah pasti cepat pulih ... kamu pulang saja biar Santi nanti yang datang kesini menemani mamah ..." (mamah Anisa mencoba menenangkan Anisa)
"nyonya Fania sudah sadar..." (Dimas terbangun dan terkejut melihat nyonya Fania dan Anisa sedang berbincang )
__ADS_1
"Dimas ...telfon santi suruh datang k rumah sakit menemani saya,dan kamu antar Anisa pulang untuk istirahat di rumah..."
"tapi mah...Anisa pengen nemani mamah sampai besok selesai operasi..." (Anisa enggan d antar pulang Dimas dan tetap ingin di samping mamahnya)
"Anisa sayang...Anisa sayang sama mamah kan...Anisa bukan anak kecil lagi...Anisa sudah dewasa dan harus nurut ya sayang...di sini rumah sakit tidak baik buat kamu ... kamu istirahat di rumah...kalau mau kesini lagi besok pagi bisa datang di antar Dimas lagi..." (nasihat mamahnya )
"baik mah kalau begitu... Anisa pulang dan Anisa harap mamah baik2 aja.." (akhirnya Anisa menurut dan mau pulang)
"itu baru anak Mama...
tapi Anisa... mamah mau bicara sebentar ..." (sebelum Anisa pulang mamahnya ingin menyampaikan sesuatu hal penting)
"sayang...besok mamah akan operasi besar...dan mamah tidak tahu nasip mamah seperti apa setelahnya... mamah hanya ingin berpesan...mamah mohon...buka hatimu untuk Raditya ... keluarga kita sudah banyak hutang Budi dengan ayah Raditya...panjang sekali ceritanya... mamah hanya ingin kamu menikah dengan anak dari Bu Ratih dan bapak dirgantara... lupakan tragedi yang sudah terjadi pada Aditya... buka lembaran baru dengan Radit... hanya itu pesan mamah...karena mamah tidak tahu besok mamah masih hidup atau tidak setelah operasi..." (permintaan mamah Anisa )
"mamah jangan bilang seperti itu... Anisa jadi sedih...mamah tenang aja...Anisa akan lakukan apapun yang mamah perintahkan asalkan mamah sehat lagi..." (tanpa berfikir panjang Anisa meng iyakan permintaan mamahnya karena Anisa terlalu takut dan khawatir dengan kondisi diai mamahnya itu)
__ADS_1
"wahhh...apakah itu benar yang barusan kamu ucapkan sayang???" (mamah Anisa kegirangan mendengar jawaban dari Anisa)
"eh..hah...apa yang barusan aku ucapin ya..." (Anisa pun tersadar dan lupa dengan ucapannya sendiri)
"engggg..iya mah iya...bener...Anisa janji asal mammah sehat lagi..." (entah karna mengantuk atau apa Anisa mng iyakan dan janji pada mamah nya)
"terimakasih sayang...mamah juga janji akan berjuang melawan penyakit mammah dan sehat lagi" (mamah Anisa pun ikut berjanji untuk kuat berjuang melawan sakitnya dan sehat lagi)
lalu Anisa pun pulang di antarkan Dimas...
Setelah di mobil dan dalam perjalanan Anisa pun sedikit bercerita pada Dimas dengan apa yang barusan mamahnya katakan...
"dim...aku harus gimana ya...aku tadi gak nyimak sama apa yang mamah ku bicarakan...entah karna mengantuk atau terlalu khawatir sama kondisi mamahku aku iya kan aja tadi apa yang mamahku bilang.." (tanpa jeda dan ciri khas Anisa bercerita pada Dimas)
"ya gak papa dong...anggap aja kamu berbakti sama orang tua MU...dengan jawabanmu itu setidaknya kamu ngasih semangat buat mamah MU yang lagi sakit...kamu apa gak mau lihat mamahmu sehat laggi???" (jawab Dimas yang sedikit menasihati Anisa)
__ADS_1
setibanya di rumah...
*******