
***ini dia ilustrasi erik berlambang ...pria gila yang biasa anisa dan Dimas sebut***
"Erik...dia adalah pewaris tunggal dari Herlambang group... dan dia adalah pria gila... dia menyukai Anisa dan sempat memaksa mengajak Anisa menikah ..." (penjelasan Dimas pada Radit)
"apa maksudnya memaksa menikah??? aku tidak pernah tau dan dengar soal itu?? sedangkan yang ku tau dari dulu Anisa sudah di jodohkan dengan almarhum kakkau Aditya... bagaimana bisa?" (Radit menegang dan kebingungan dengan penjelasan Dimas)
"jadi gini bro ceritanya... Erik mencoba mengajak kerja sama di perusahaan ayah Anisa di negara ini jauh sebelum aku d rekrut oleh ayah Anisa...tapi karna ketidak cocokan ayah Anisa dengan sistem yang d ajukan Erik lalu ayah Anisa menolaknya...pada waktu itu ayah Anisa berada di negara ini dalam beberapa waktu...setelah pulang tanpa di sengaja Erik juga sedang berada di i donesia juga dan mendatanginya kantor ayah Anisa ... pada waktu itu kebetulan Anisa sedang berkunjung di kantor ayahnya...dan di situlah Erik bertemu anisa ...yang tadinya Erik hendak membujuk ayah Anisa untuk ikut gabung dengan perusahaan nya akhirnya berbelok arah melamar Anisa pada ayahnya...itu sebabnya Anisa menyebut Erik adalah pria gila!!! bagaimana tidak gila...baru bertemu dan belum tau siapa Anisa dan siapa Erik tiba² Erik dengan santainya melamar Anisa...hahahaha" (Dimas dengan lancar menjelaskan smua nya pada Radit)
"bener² gila...iya pria gila... aku tidak akan biarkan dia masuk dalam kehidupan kami" (rafit makin murka dan menahan smua emosinya)
"Santai brow...kan Anisa sekarang milikmu...dan Anisa pun sangat benci pada Erik...tenang saja" (Dimas mencoba menghibur radit)
"aku tidak bisa tenang...melihat gelagat nya saja aku sudah bisa baca pria macam apa dia... aku takut dia merebut paksa Anisa dariku...dan dari nama keluarganya dia adalah pemilik perusahan besar dan kuat" (Radit sedikit ketakutan dan tidak percaya diri)
"tingggg tongggggg"
__ADS_1
suara bel rumah berbunyi...
playan membukakan pintu dan memanggil Anisa memberi tahu ada tamu yang ingin bertemu dengannya...
raditpun mengetahuinya dan langsung bergegas menghampiri Anisa bersama dengan Dimas...
"Radit pria gila itu benar² datang kesini ...aku tidak mau menemuinya...kamu saja kalau mau...tapi ingat...jaga emosimu!!!" (Anisa menolak mentah2 dan mengajukan permintaan pada Radit agar Radit yang menemuinya)
"baik..aku akan menemuinya kamu di kamar saja...biar aku kasi pelajaran pada pria gila itu" (Radit meng iyakan dan menyuruh ansia tetap di kamar)
"haii apakabrmu... mana Anisa??? aku ingin menemuinya...bukan menemuimu...bukankah tadi kita sudah bertemu dan aku beri tahu kalau aku akan singgah menemui Anisa" (dengan gaya arogan nya Erik memaksa ingin bertemu dengan Anisa)
"owhhh...istri mu...hahhahhaha...bangga sekali kamu menjadi suami pelariannya ha-ha-ha...kau fikir aku tidak tahu soal perjodohan kakakmu dengan Anisa hahhaha kasihan sekali kamu cuma di jadikanya sebagai pelarian...padahal dia tidak mencintaimu kan!!!" (Erik bicara santai tanpa rasa takut dan bahkan seolah tau segalanya yang terjadi)
"bugggg..buggg..."
dua tinjuan tepat mengenai rahang dan pelipis Erik...
__ADS_1
"jaga ucapan mu bajigur!!!" (Radit murka seolah merasa terhina oleh ucapan Erik)
Dimas melerai dan smua anggota kluarga kluar menghampiri...
"Radit...Radit jangan Radit...jaga kondisimu" (Anisa berlari menghampiri Radit yang sedari tadi menindih dan menggenggam erat lengan baju Erik uang tersungkur di bawahnya)
"sayang masuk jangan kluar dan jangan beri kesempatan pria gila ini bertemu d dengan mu" (punya Radit pada Anisa ketakutan Anisa menemui Erik)
"hai cantik...ternyata kamu mau menemui ku...ha-ha-ha..sudah ku bilang...dia tidak mencintamu maka dari itu dia kluar memastikan aku benar²/datang...penasaranjuga denganku ya ternyata" (Erik dengan sombongnya dan percaya diri sambil tertawa menganggap Anisa kluar dari kamar karena penasaran dengan kedatangan Erik)
"diam kau kresekkkk" (Radit marah dan memaki² Erik)
"sudah jangan dengarkan omong kosongnya ...ayo kita masuk" (Anisa merangkul dan menggiring Radit masuk kamar)
"hei...percuma kalian tidur satu ranjang lalu di dalamnya tidak ada cinta!!! hahahaha memalukan!!! pri macam apa yang mau hidup dengan seorang wanita yang menganggapnya hanya sebagai pelarian...hahahaha" (Erik berteriak dan terus mengejek Radit)
"hei kau..diam dan pergilah...jangan bikin keributan disini!!!mereka sudah menikah dan jangan ganggu lagi mereka" (Dimas mengusir baik2 Erik)
__ADS_1
"hei brow...terimakasih nasihatmu tapi maaf aku tidak akan tinggal diam... ha-ha-ha lihat saja nanti apa yang akan kulakukan" (Erik bergi sambil mengancam yang entah apa yang di fikirkanya)