"CINTA ANISA "

"CINTA ANISA "
tegang


__ADS_3

setelah beberapa jam kemudian, raditpun benar² tersadar dan merutuki dirinya sendiri.


"wanita ****** sialan!!!" raditpun berteriak penuh amarah tapi tanpa daya dia hanya bisa berbaring di atas ranjang dengan tangan dan kaki yang masih terikat.


****


"aku akan kerumah hari ini juga" Anisa dengan penuh kepanikan nangis meminta di antar pulang oleh Diman dan juga Claudia.


"baik kami akan memberikan gantarmu" Dimas pun mengijinkan Anisa kembali ke rumah.


sesampainya di rumah Anisa langsung menuju kamar dan menagis karna tidak melihat suaminya berada di dalam, ia melihat ponsel milik Radit masih berada di kamar dan mengambilnya.


"Dimas, Claudia, lihat ini, ponsel milik suamiku masih berada di kamar." Anisa menunjukkan itu pada Dimas yang sedari tadi siaga dan sibuk menunggu seseorang.


"pegang saja itu, sebentar lagi kita akan kedatangan seseorang." Dimas pun mencoba bicara tenang agar Anisa tidak panik.


"non biar neng ranisa bibi yang gendong" pelayan itu pun mengambil ranisa dari ge dengan Anisa.

__ADS_1


"bi, semalam gmn kejadiannya?" anisapun melontarkan beberapa pertanyaan pada pelayanan itu.


dan pelayan itupun menceritakan smuanya pada Anisa yang di simak oleh Claudia dan juga Dimas.


tak lama kemudian beberapa polisi datang dan sudah di sambut oleh Dimas.


mereka pun masuk dan berbincang² di dalam.


"BI, tolong bawakan rekaman cctv" Dimas pun meminta pada pelayan itu.


"cctv? sejak kapan rumah kami di Pasang cctv?" anisapun keheranan dengan permintaan Dimas pada pelayanya itu.


"kenapa bibi tidak memberitahukan saya? dan siapa orang jahat itu?" Anisa pun tercebgang makin tak percaya dan heran.


"setahu saya dia adalah non bela non, kalau tidak salah, non bela adalah kekasih dari tuan erik yang saat ini masih berada dalam penjara" pelayan itu pun sedikit memberikan informasi.


"Clau, sini Sebentar." Anisa menarik tangan Claudia dan mengajaknya ke taman belakang untuk bicara .

__ADS_1


"ada apa?" Claudia pun mengikuti Anisa dan bertanya.


"jelaskan smuanya, kenapa bibi tau dan aku tidak tau apapun yang akan terjadi pada keluargaku!" Anisa bertanya penuh penekanan pada Claudia.


"kamu tennag dulu, kami sengaja tidak memberitahukan MU karna khawatir dengan kondisi mu, sedangkan kamu harus fokus mengurus ranisa dan jangan sampai kondisi mu buruk setelah tahu apa yang akan terjadi, kamu tetap tenang, Dimas dan anak buahnya dan juga anak buah Radit akan segera menyelesaikan nya." Claudia pun dengan tenang me jelaskan smuanya pada Anisa dan menenangkan Anisa.


"tapi bagaimana dengan ko dia suamiku sekarang? aku takut terjadi sesuatu padanya" anisapun menangis dalam pelukan Claudia.


*****


"bangunlah!" pria bertubuh kekar itu pun dengan suara lantang dan keras membangun kan Radit.


"ada apa?" Radit bertanya heran penuh curiga pada pria tersebut.


"bangun dan segera tandatangani berkas ini sekarang juga!" pria itupun menyodorkan beberapa berkas itu pada Radit penuh dengan ancaman.


"aku tidak akan menandatangani apapun" raditpun tanpa rasa takut melawan permintaan pria itu.

__ADS_1


"cepat atau alami akan menyakiti keluarga mu!" pri itu masih mengancam dan memaksa Radit.


"terserah! bahkan AU tidak memiliki siapapun lagi!" dengan santainya Radit bicara dan dengan senyum liciknya.


__ADS_2