
walaupun Radit sedang tidak memegang ponsel, Radit tidak kehilangan akal.
ia melompat dari atas dak ke balkon dengan penuh hati² , menjikan kakinya di sisi² tembok yang sekiranya bisa ia pijak untuk menuju balkon di lantai dua lalu ia menyelinap kedalamnya dan melihat lagi situasi di sana aman.
Radit terus mengendap² sampi ia .menemukan jalan menuju lantai bawah dari arah belakang tanpa ada penjagaan di sana.
sampailah Radit di pintu gudang belakang rumah itu di lantai bawah yang langsung berhubungan dengan pi tu keluar melalui jalur belakang rumah yang biasa di gunakan untuk membuang sampah, melihat ada kesempatan raditpun dengan buru² menyelinap dengan hati² sambil melihat situasi dan sembunyi d balik bak sampah yang begitu besar.
ada dua penjaga yang hendak masuk melalui pintu itu tanpa menyadari ada Radit yang tengah sembunyi di balik bak sampah.
tidak mu ggu lama saat situasi mulai aman raditpun lari dan memanjat pagar yang tidak terlalu ti ggi di belakang halam rumh itu.
raditpun jatuh di beberapa timpukan kardus di dekat pembuangan sampah di luar pagar belakang rumah itu.
raditpun berlari mencari pertolongan, tidak jauh dari pintu kluar komplek, Radit menemui satpam dan meminta pertolongan dengan meminjam ponsel untuk pertolongan pada Dimas.
satpam itu pun langsung mengamankan dan menyembunyikan Radit agar aman dan tidak di ada anak buah bela yang melihatnya, satpam uang lainya segera menghubungi polisi u tuk mengepung rumah yang di gunakan Bella untuk menyekap Radit.
__ADS_1
raditpun sangat bersyukur karna kebaikan beberapa satpam tersebut.
tak lama kemudian anak buah dimaspun dan bebrapa polisi datang dan menuju pos satpam untuk menyelamatkan Radit.
"bagaimana keadaan mu?" dimaspun memeluk Radit dan memastikan keadaan Radit.
"aku baik saja, hanya sedikit ternodai oleh wanita sialan itu" raditpun memastikan dirinya baik² saja lalu dengan senyum jengkel Radit memberitahu kejadian dimana bela menodainya.
"haha.. dunia terbalik, anggap saja itu bonus " dimaspun menggoda Radit dengan terkekeh.
tak lama beberapolisi mengamankan Raditya untuk mendapatkan perawatan karena ada beberapa luka goresan² karena menyelinap melalui celah plafon tadi.
selama perjalanan raditpun mersa lega karena sudah aman bersama Dimas dan Anggita polisi.
"bagaiman dengan istriku? apakah dia masih marah padaku?" Radit pun menanyakan kabar Anisa dan menghawatirkan kondisi istrinya.
"jangan khawatir tidak mendapatkan jatah di ranjang, aku dan Claudia sudah memberitahukannya karna dia terus mendesak dan memaksaku untuk menjelaskan smuanya." dimaspun dengan terkekeh menjelaskan smuanya pada Radit.
__ADS_1
"syukur lah kalau begitu, orang tuaku dan mertuaku bagaimana? mereka masih aman kan?" Radit pun tak lupa menanyakan keadaan orangtua dan juga mertuanya.
"mereka masih aman dan sangat menghawatirkan MU, tapi aku dan Claudia selalu menenangkan mereka agar mempercayai smuanya pada ku dan beberapa anak buah yang sudah di kirimkan oleh ayah Anisa dan juga ayah mu." Dimas dengan tenang menjelaskan pada Radit.
"terimakasih untuk smua yang sudah kau lakukan, aku lega rasanya." Radit pun menghembuskan nafas lega sambil memejamkan matanya.
*****"
"sayang? lama sekali? sepertinya kamu sengaja mengajak bermain di dalam kamar mandi ya? aku masuk ya?" bela terus menggoda dan memanggil² rafit yang ia kira masih berada dalam kamar mandi, tapi ia tidak juga mendapat kan jawaban dari Radit membuatnya makin curiga.
"nona, nona, ada beberapa erapa mobil polisi di depan gerbang" beberapa anak buah bela mengetuk² pintu dan memberitahu bela adanya kedatangan polisi di kediaman nya.
"sialan! Radit, buka pi tu kamar mandi ini atau anak buahku akan mendobrak nya secara paksa!" bela pun murka dan menyuruh anak buahnya itu untuk mendobrak pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
"Gubrakkkkkkkk..." ketika pintu kamar mandi berhasil di dobrak bela dan beberapa anak buahnya membulatkan mata mereka dan menganga karna tidak mendapati Radit berada di dalam kamar mandi dan hanya ada sower yang menyala tanpa ada siapapun.
beberapa anak buah bela pun melihat seluruh ruangan kamar mandi yang mewahbitu tanpa melihat ada kecurigaan sedikitpun, tidak ada hal mencurigakan yang membuat Radit bisa lolos melarikan diri dari kamar mandi itu.
__ADS_1
"sialan! beraninya dia kabur dari sini!" bela pun marah dan membanting beberapa barang yang ada di dekatnya.
"ayo nona kita pergi melalui pintu belakang, karna tidak ada waktu lagi sebelum polisi itu masuk dan menangkap kita" anak buah bela pun mengajak bela untuk melarikan diri sebelum tertangkap.