"CINTA ANISA "

"CINTA ANISA "
penelfon misterius


__ADS_3

malam itu Radit sukses meng eksekusi istrinya dan kemenangan di pegang oleh Radit...


"kamu tidak bisa berbuat seperti ini Radit! aku masih tidak bisa memaafkan perbuatan mu!" (selesai Radit melepaskan amunisi nya Anisa pun menangis dan berontak atas tindakan Radit)


"maaf sayang tapi kamu juga tidak bisa terus menerus bersikap acuh terhadap ku" (raditpun terlentang menjawab brontakan istrinya dengan enteng)


"aku benar-benar tidak mengenal mu lagi, kamu jadi berbeda sekarang, kamu bukan seperti Radit yang ku kenal dulu" (Anisa pun makin meluapkan kekesalannya)


"oh iya tentu saja aku bukan Radit yang kamu kenal dulu! karna jantung yang berdetak dalam tubuh ku adalah jantung Aditya kakakku yang tidak lain adalah mantan calon suami mu! jadi kamu paham kenapa aku banyak berubah?" (tidak seperti biasanya raditpun turut meluapkan kekesalannya dan berbicara lantang pada istrinya)


"beraninya kamu bicara seperti itu! hei, kamu tidak pantas ungkit² masalalu! harusnya kamu bersyukur bisa hidup lebih panjang lagi! dan atas smua perubahan buruk mu tidak ada sangkut pautnya dengan donor jantung dari Aditya!" (Anisa pun makin meledak²)


"terserah lah, aku pusing dengar ocehanmu, ayo kita tidur, aku lelah!" ( raditpun mengabaikan istrinya lalu berbalik badan dan tidur)


"bisa² nya dia!!! " ( Anisa menggerutu kesal melihat sikap Radit yang seolah tanpa dosa)


_______________________

__ADS_1


_______________________


pagi harinya Anisa bangun lebih awal dan beraktivitas seperti biasanya.


saat Anisa menggendong ranisa tiba²...


"trinngggg....tringggg... tringgg....." (suara telfon rumah berdering)


"non ada yang menayangkan tuan" (pelayanan yang mengangkat telfon pun memberi tahu Anisa kalau ada yang menelfon menanyakan Radit)


"dari siapa bi?" (Anisa menanyakan balik)


"halo dengan siapa ini?" (Anisa menjawab telfon dan bertanya pada penelfon itu)


"hi, bagaimana dengan kabar Radit setelah tidak bersama ku lagi?" (suara penelfon di sebrang sana dengan nada meledek)


"bela! kamu bela? apa mau mu? kenapa kamu telfon ke rumah kami?" (Anisa pun mengenali suara penelfon itu yang tak lain adalah bela, mantan sekretaris Radit)

__ADS_1


"haha,ternyata suara ku familiar ya sampai kamu tau kalau itu aku, Ok aku tidak mau berbelit² lagi, aku hanya mau beritahu kalau aku tidak akan melepas suamimu begitu saja! cepat atau lambat aku akan mendapatkan nya kembali!" (bela pun memberi kan ultimatum pada Anisa)


"oh, jadi itu maumu? silahkan saja pungut bekas ku, lagian tidak lama lagi kamipun akan berpisah!" (anisapun dengan lantang menjawab bela tanpa rasa takut)


"siapa yang mau berpisah! jangan sembarangan bicara kamu!" (tiba² Radit sudah ada di belakang ranisa dan memotong pembicaraan Anisa dengan bela)


"apa sih" (anisapun bertanya heran dengan perkataan radit)


"he wanita ******! jangan pernah lagi kamu ganggu kluarga kami! atau kamu tidak kamu akan berurusan dengan ku!" (Radit pun mengambil paksa telfon dan bicara memperingatkan bela untuk tidak mengganggu kluarganya lagi)


"hahha...itu yang MU mau sayang ,aku sangat suka berurusan dengan MU, aku merindukanmu sayang, kapan kita bisa bertemu? atau aku sendiri yang datang menemui mu di rumah mu?"(belapun semakin menantang Radit dan berharap pada Radit)


" plak!!!prempuan kresek!!!"(Radit membanting telfon dan menggerutu)


"silahkan selesaikan urusan mereka dengan wanita mu itu! aku akan segera selesai kan juga urusanku dengan mu!"(Anisa pun pergi ke kamar sambil memberi peringatan pada Radit)


" apa maksudnya? tarik lagi ucapan mu!"(Radit tercengang heran marah dengan ucapan istrinya)

__ADS_1


"aku tidak main² dan smua yang ku ucapkan sudah menjadi kepusan ku!" (anisapun menjawab dengan yakin lalu menutup pintu kamarnya dengan keras)


"tu... tunggu sayang aku belum selesai bicara!!" (raditpun mengejar Anisa tapi pintu kamar sudah di tutup istrinya)


__ADS_2