
baru saja bela dan anak buahnya keluar dari kamar mandi dan hendak melarikan diri, polisi sudah lebih dulu masuk dan menyergap Meraka smua dan menyeretnya kedalam mobil untuk di proses di kantor polisi.
"sialan kamu Radit!" bela pun menangis penuh kekecewaan dan memaki² Radit yang jelas² Radit tidak ada di tempat tersebut.
****
di ruang khusus di rumah sakit, Radit sedang di rawat oleh beberapa suster untuk mengobati beberapa luka dan mengecek bagian lainya.
"sayang! bagaiman kondisimu? aku sangat merindukanmu, maafkan aku" tiba² Anisa datang dan langsung memeluk dan menciumi Radit yang sedang duduk dan melihat beberapa luka yang baru saja di obati.
"sayang, kamu ada di sini? mana anak kita?" raditpun terkejut dan membalas ci*man dari istrinya dan memeluk erat.
"aku ttipkan ranisa pada bibi, aku khawatir dan aku ke sini bersama dengan Claudia" anisapun terus memeluk erat suaminya dan menangis karna bahagia suaminya baik² saja, walaupun ada beberapa luka.
"maaf pasien belum selesai di obati, sebaiknya Anda tunggu d luar sampai kami selesai menangani pasien." perawat itu pun meminta ijin untuk kembali mengobati Radit.
"oh iya maaf sus, silahkan sus, kami akan menunggu d luar" anisapun tersadar dan mengijinkan kembali pada perawat tersebut.
__ADS_1
******
di lain tempat Bella dan beberapa anak buahnya sudah di proses oleh kepolisian dan smua urusan di serahkan pada kuasa hukum Radit dan di bantu oleh Dimas dalam proses nya.
***
tak lama Dimas pun datang menemui Radit di rumah sakit karna mendapat kabar dari Claudia kalau dia juga sedang berada di sana bersama Anisa.
"bagaiman keadaan Radit?" dimaspun memeluk dan mengecup kening Claudia dan menanyakan Radit pada anisa.
"mungkin selesai di obati lukanya Radit boleh pulang" anisapun menjawab asal .
dan benar saja, tak lama menunggu ternyata Radit d bolehkan pulang dan hanya di anjurkan kontrol ketika ada keluhan.
"akhirnya boleh pulang juga" anisapun sumringah kegirangan lalu memeluk suaminya lagi sambil terus menangis bahagia.
"aww, pelan² sayang, masih sakit di bagian ini" raditpun mengerang kesakitan di bagian lengan yang terluka dan terbalut perban.
__ADS_1
"maafin sayang aku terlalu antusias, ranisa pasti senang melihat papanya kembali lagi." anisapun menyela air matanya dan melepaskan pelukannya itu dan hanya menggandeng lengan Radit dan berjalan menuju mobil untuk kembali pulang.
****
sesampainya di rumah Radit langsung di sambut ranisa yang di gendong oleh pengasuh.
raditpun langsung menggendong ranisa, memeluk dan menciumi Putri kecilnya itu.
kluarga yang tampak sangat bahagia, itu lah yang kini di saksikan oleh Dimas dan Claudia.
****
beberapa hari kemudian, kedua orangtua Anisa datang dari Eropa dan beberapa hari berikutnya di susul orang tua Radit yang juga pulang k Indonesia dari kesibukan nya di Eropa juga.
mereka pun kini berkumpul bersama di kediaman milik orang tua Anisa untuk mengurus dan menyiapkan segala persiapan pernikahan Dimas dan juga Claudia.
Dimas yang sudah di anggap anak sendiri oleh orang tua Anisa pun segala persiapan nya smua yang urus orang tua Anisa, bi Inah pun tampak bahagia dan sangat bersyukur tak lupa berterimakasih pada kedua orang tua Anisa atas segala kebaikan mereka pada Dimas.
__ADS_1
semua anggota keluarga sudah berkumpul, termasuk orang tua Claudia juga yang sudah hadir mempersiapkan segala keperluan.