"CINTA ANISA "

"CINTA ANISA "
bye²


__ADS_3

"Ting tong...."


(suara bel rumah berbunyi)


tidak lama pelayanan segera membukakan pintu.


"permisi den Radit, ada tamu yang ingin bertemu Aden" (pelayan pun menghampiri Radit dan memberi tahu)


"siapa bi?" (Radit pun heran dan bertanya pada pelayanan)


"kurang tau den, belum pernah lihat sebelumnya, tapi tamu yang datang perempuan" (pelayan pun memberi tahu dengan ragu²)


dan raditpun menuju ruang tamu dengan rasa penasaran dan heran...


"hai sayangku, aku kangen banget sama kamu, kamu sombong banget sama aku, kenapa hah? kamu fikir terkejut ya? kamu pasti fikir aku hanya menggertak aja kan?" (tanpa basa basi bela langsung menyambut Radit lalu memeluk dan mlenye² pada Radit tanpa rasa takut ataupun malu )


"lepaskan aku! apa maumu datang ke rumah ku! tidak tahu malu!" (raditpun marah dan mencoba melepaskan pelukan bela)

__ADS_1


"sayang kamu mau kemana, kumohon aku tidak tau soal ini kenapa dia bisa ada di sini" (raditpun melihat Anisa yang tiba² keluar kamar dengan. beberapa koper di tangannya)


"lepaskan aku, jangan pedulikan aku dan juga ranisa, aku dan ranisa akan segera angkat kaki dari rumah ini, dan silahkan kalian mau apapun juga aku tidak perduli" (Anisa terus berjalan tanpa menghiraukan suaminya)


"oh, bagus lah kalau tau diri, segera pergi yang jauh ya, dan jangan ganggu lagi hubungan kami!" (tanpa rsa malu bela pun merasa menang dengan kepergian Anisa)


"plakkkk!!! diam kau wanita ******"(satu tamparan mendarat di wajah cantik bela dari Radit)


" apa²an kamu Radit!!"(bela pun terkejut dan heran dengan sikap Radit)


dan saat Anisa sudah dalam mobil, anisapun melihat keheranan ke arah Radit dan juga bela.


"terlambat! jalan pak" (anisapun tanpa banyak bicara langsung. penutup jendela mobil dan meminta sopir segera jalankan mobil)


Radit pun seketika itu langsung bergegas masuk dalam mobilnya dan mengejar mobil anisa.


dan saat itu juga bela di abaikan oleh Radit dan tidak di anggap apa² ataupun ada.

__ADS_1


bela pun insiatif menyusul Radit dan juga Anisa dengan tujuan membuat suasana makin panas dan menghalangi Radit agar tidak mendapatkan lagi kepercayaan dari Anisa.


"tunggu sayang! mau pergi kemana kamu kebandara?" (dan raditpun sampai di bandara bersamaan dengan Anisa, dan raditpun menghalangi Anisa)


"menyingkirlah, kamu tidak perlu tau aku mau kemana, nanti pengacara yang akan urusi smua perceraian kita, smoga kamu bahagia" (anisapun terus mengabaikan Radit)


"stop dan berhenti menghakimi ku seperti ini! kamu lebih percaya iblis perempuan itu di banding aku suamimu?" (raditpun mempertegas Anisa dan menghentikan langkah Anisa)


"aku sangat percaya padamu, tapi dulu, setelah aku tau kamu berani bermain gila di belakang ku, mulai saat itu juga rasa percaya ku hilang tanpa sedikitpun sisa! jadi aku minta maaf, aku tetap dengan keputusan ku dan jangan halangi aku" ( anisapun mempertegas pilihannya pada Radit lalu pergi meninggalkan Radit)


"jangan gila kamu! ranisa anaku, seharusnya kita bicarakan dulu smua nya , jangan ambil keputusan sepihak seperti ini" (Radit pun mematung dengan lemas seakan putus harapan)


tapi Anisa mengabaikan nya.


tak lama kemudian bela sampai dan menemukan Radit yang sedang berlutut di belakang Anisa yang sudah mulai berjalan menjauh.


"hei, sayang, apa yang kamu lakukan, kamu tidak pantas bersikap seperti ini, kamu ini laki² tidak boleh lemah dan hilang harga diri, masih ada aku di sini." (belapun bertingkah seolah menjadi pahlawan kesiangan)

__ADS_1


saat bela mencoba membantu Radit berdiri, Anisa melihat ke arah Radit, dan saat itu juga Anisa mulai tidak bisa menahan air matanya tapi terus mencoba tegar dan mengabaikannya.


__ADS_2