
"aku sudah menyekapnya, dan sebentar lagi kamu akan bebas setelah dia menandatangani beberapa berkas yang sudah ku titipkan pada anak buahku." bela menjrnguk dan berbicara banyak hal pada Erik.
"bagus, tinggal sedikit lagi rencana kita akan berhasil" erikpun merasa puas dan tersenyum licik .
****
"Dimas, katakan padaku siapa sebenarnya Bella? apa yang dia incar dan apa tujuannya?" Anisa bertanya banyak pada Dimas saat para petugas telah pergi dari rumahnya itu.
" duduk lah dengan tenang dulu, aku akan ceritakan semuanya." Dimas pun meminta Anisa agar tetap tenang dan akan. menceritakan kan segalanya.
*****
__ADS_1
di lain tempat Bella kembali ketempat dimana Radit sedang di sekap.
"kalian sudah dapatkan tandatangannya?" belapun masuk dan bertanya pada anak buahnya.
"belum nona, dia begitu keras kepala dan tidak mau menandatangani berkas yang nona berikan" anak buahnya pun hanya bisa menunduk pasrah karna takut pada bela.
"biar aku yang selesaikan!" bela pun mengambil berkas yang di pegang oleh anak buahnya dengan kasar lalu masuk kedalam kamar di mana Radit sedang berbaring.
"mau apa lagi kamu wanita ****** sialan!" raditpun menyadari kedatangan Bella dan langsung menatapnya penuh rasa jijik dan marah.
"jangan coba² lakukan apapun lagi pda ku! wanita sialan , kamu sungguh menjijikan, tidak tau malu!" raditpun masih marah dan memaki² bela dengan penuh marah.
__ADS_1
"hahah, terserah kamu mau bicara apa, lagi pula kamu tidak bisa melakukan apapun dan aku leluasa melakukan apapun padamu" bela terus bicara sinis seolah meremehkan Radit.
" apa sebetulnya yang kamu inginkan dariku!" raditpun mencoba menenangkan dirinya dan mencoba menayakan maksud tujuan bela.
"apa kamu benar² mau mendengarkan nya?" bela pun menatap sinis pada Radit.
"jangan banyak basa basi cepat katakan!" raditpun menaikan nada bicaranya.
" kalau mau tau sebetulnya yang ku inginkan adalah Aditya, bukan kamu! waktu di new York aku satu departemen dengan Adit, kita jalani bisnis bersama setelah lulus dari universitas, tapi sekian lama aku jalani hubungan dengan Adit, ternyata aku baru tahu kalau sejak lama Adit memiliki seorang wanita yang sudah di tetapkan menjadi istri nya, disitulah aku mulai merasa kecewa dan tanpa sengaja Erik mengajak kerjasama dalam bisnis di perusahaan yang ku dirikan sendiri, dan tanpa sengaja pun ternyata Erik adalah musuh Aditya, rencana awal Erik berhasil melenyapkan Aditya tanpa sepengetahuan ku, padahal niat awalku adalah ingin melenyapkan Anisa saat pesta pernikahan mereka akan di laksanakan, dari situ aku mulai membenci Erik dan berusaha membuat nya jatuh hati padaku,agar nanti aku bisa membuatnya sakit hati, setelah aku jalani hubungan beberapa tahun lamanya, tenyata Erik pun diam² menyukai Anisa , dan kali kedua kalinya Erik menghianatiku, dulu Aditya, sekarang Erik, kenapa smua orang begitu menyukai Anisa! dari situ aku punya rencana lain untuk menghancurkan Anisa dengan pura² menjadi karyawan dan mendapatkan posisi sebagai sekretaris mu, hahha tidak ku sangka rencana ku berhasil, kamu masuk perangkap ku dan Anisa hancur kecewa lalu meninggalkanmu, niatku hampir tercapai, mendapatkan mu dan mengambil alih perusahaan mu itu, tapi satu hal yang ku benci darimu, kenapa kamu tidak juga melupakan wanita sialan itu! apa perlu ku habisi juga wanita itu baru kamu akan benar² mau membuka hatimu untuk ku!" bela pun menjelaskan panjang lebar seakan seperti seorang yang depresi saat menjelaskannya pada Radit, sesekali ia marah, sesekali ia merasa kegirangan dan tertawa.
"apa kamu sudah gila hah?! kalau kau menginginkan ku lalu kau kemanakan Erik! dasar bodoh!" raditpun menertawakan kebodohan bela.
__ADS_1
"haha. jangan pedulikan pria jahanam itu, biarkan saja dia membusuk di penjara, aku hanya mengelabuhi nya kalau aku akan menolongnya dan membebaskan nya dari penjara, padahal aku hanya memanfaatkan nya untuk mendapatkan beberapa anak buah nya yang mampu dan bisa ku andalkan dalam menjalankan misiku." belapun berterus terang pada radit.
"apakah kau tahu? kau lebih menjijikan dari pada seorang pelacur, sedikit saja kau sentuh istri atau anaku maka tamatlah riwayat mu!" raditpun menekankan pada bela agar tidak berbuat macam-macam pada keluarganya.