
saat kondisi Radit sudah benar² pulih, pada suatu malam, Radit pun melepaskan segala RI di yang terpendam, begitu pula dengan Anisa, ia pun melayani suaminya dengan penuh kasih sayang, merekapun memadu kasih seolah seperti pengantin baru.
"aku minta maaf sudah sempat salah paham dan tidak mempercayai mu" Anisa memeluk suaminya seakan takut kehilangan.
"sudah lupakan, salahku juga tidak menceritakan semuanya dari awal, sekarang aku berjanji akan menjaga keluarga kita dengan baik" raditpun menenangkan istrinya dan membalas pelukan tak lupa mendaratkan ciuman di kepalanya Anisa.
*****
tibalah di hari pernikahan Dimas dan juga Claudia, wanita yang sejak lama Dimas cintai kini benar-benar akan bersanding denganya sehidup semati bersama.
Anisa dan Radit pun tampak tampan dan cantik dengan gaun dan jas yang senada.
seluruh ruangan tampak di isi oleh senyum bahagia dengan pernikahan yang berlangsung.
dan selama prosesi pernikahan pun smuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun.
****
beberapa Minggu kemudian, Claudia dan Dimas pun berpamitan hendak kembali ke Swiss dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat terbengkalai.
dan kini tinggal raditia fokus mengurus perusahaan nya dan menjaga keluarganya.
****
beberapa bulan kemudian di suatu pagi.
"howeh, huwek." Anisa terbangun dari tidur dan langsung berlari ke kamar mandi karena rada mual yang hebat ia rasakan.
saat itu Radit sudah pergi ke kantor lebih awal karena ada rapat pimpinan yang harus ia lakukan.
pelayanan yang menyadari itupun bergegas mengetuk pintu dan meminta ijin masuk melihat kondisi nya.
__ADS_1
"non baik² saja? pucat banget muka non, si i biar bibi bantu kembali istirahat ke kasur, ini silahkan minum teh hangat nya non" pelayan itu pun khawatir dan membantu Anisa kembali berbaring di ranjang.
"mual banget bi, uhug uhug." Anisa tidak berdaya dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur.
"biar bibi anter ke dokter ya non?" pelayan itu pun menyarankan agar Anisa periksa ke dokter.
"biar aku sama supir aja bi, bibi jaga ranisa baik² di rumah." Anisa pun meminta pelayan nya tetap di rumah menjaga putrinya dan ia akan pergi bersama supir.
"ba'baik non, hati² non, saya akan hubungi den Radit memberitahu kondisi non Anisa" pelayan itu membantu Anisa berjalan sampai ke mobil.
"ja'jangan hubungi tuan BI, aku tidak mau dia khawatir, lagian akhir² ini dia sibuk di kantor kasian nanti gak bisa fokus kerja" anisapun melarang pelayan itu mengadu pada suaminya.
"baik non kali begitu, hati² non smoga baik² saja dan lekas sembuh" pelayanan itu pun menutup pintu mobil dan masuk kedalam rumah.
anisapun berlalu pergi bersama sopir menuju rumah sakit.
****
setibanya di rumah sakit Anisa langsung d bantu supir dan beberapa perawat naik ke berangkar.
"bagaimana kondisi saya dok?apakan saya keracunan makanan?" anisapun bertanya panik pada dokter tersebut.
"apakah sebelumnya Anda memakan katak nona?" dokter itu pun bertanya seolah membingungkan.
"katak? tidak dok, terakhir saya makan mie instan karna sedang tidak selera makan apapun" Anisa yang mendengar pernyataan dokter itun menvoba mengingat² apa yang sudah di makanya.
"maaf nona, tapi saat ini anda sedang positif keracunan kecebong." dokter itupun tak kuasa menahan tawanya dan menutupi dengan tangannya.
"hah? tapi saya benar² hanya makanmie instan dok" Anisa mendadak kemot dan masih belum sadar dengan candaan dokter itu.
"nona maaf saya bergurau, saat ini anda itu sedang positif mengandung" dokter itu pun gemas dan langsung memperjelas maksud nya.
__ADS_1
"apa dok? hamil? terimakasih dok, terimakasih" anisapun terkejut lalu menyalami dokter untuk mengungkapkan rasa berterimakasih nya.
****
sepulangnya Radit dari kantor, raditpun datang dengan membawa sebuket bunga dan kotak hadiah di tangannya, karena hari ini bertepatan dengan hari pernikahan nya dengan Anisa.
Anisa yang sudah di rumah pun dengan segala persiapan serba mendadak sudah menunggu kedatangan suaminya.
"hi sayang, selamat hari pernikahan kita, aku sangat mencintaimu" Radit yang membuka pintu langsung di sambut hangat oleh istrinya yang berpenampilan cantik dengan gaun putih **** yang di kepalanya.
"selamat hati pernikahan juga sayang, aku juga sangat mencintaimu" lalu ania membalas pelukan dan ci*man suaminya.
lalu kedua duduk di meja makan yang sudah di dekor di halaman belakang rumah dekat dengan kolam renang dengan banyak hiasan lilin , lampu dan juga balon berwarna putih .
"trimakasih sudah menyiapkan segalanya untuk kita, oya sayang ini hadiah untuk mu, smoga kamu suka." Radit pun duduk dan memberikan buket bunga dan juga kotak hadiah untuk istri nya.
"akan ku buka nanti, dan ini hadiah untukmu, smoga kamu menyukainya sayang, aku mau kamu buka sekarang juga di sini" anisapun menerima hadiah dari istrinya dan memberikan kotak kecil pada suaminya.
"apa ini sayang? harusnya kamu jangan repot² hadiah istimewa ku cukup kamu dan ranisa sehat bahagia aku pun ikut bahagia" Radit tidak menyadari apa yang istrinya berikan dan membuka dengan berlahan sambil terus berbicara.
Anisa yang tak sabar melihat ekspresi suaminya pun trus mengautkan kedua tangannya dengan senyum yang berbinar berdoa dalam hati smoga suaminya bahagia dengan kehadiran anggota baru yang masih berada dalam rahim Anisa.
"apa ini sayang? ini serius? kamu saat ini sedang mengandung anak kita? terimakasih sayang, semoga kalian sehat selalu ya" raditpun mematung ketika melihat isi kotak itu dan tak lama langsung mengucap syukur dan menghampiri istrinya memeluk dengan penuh rasa bahagia.
"terimakasih sayang, tak lama lagi keluarga kita akan kehadiran anggota baru"
dan merekapun makan malam bersama dengan penuh rasa bahagia.
****kisah ini tamat ya teman², terimakasih karna kalian masih setia membaca dan suport karya ku yang masih awam ini, smoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat dan bahagia****
sampai jumpa di karya lainya...
__ADS_1
mampir dan suport karya ku yang berjudul *semua tentang aku dan kisah hidupku*
jangan lupa klik favorit, like, vote dan hadiahnya juga ya. smoga rejeki kalian berlimpah.