"CINTA ANISA "

"CINTA ANISA "
fakta yang terungkap


__ADS_3

"hi sayang, mengapa kamu tidak mau menemui ku padahal kamu sedang berada di sini?" bela tiba² nylonong masuk kamar masuk walaupun pelayan sudah sekuat tenaga menahan dan menghalang-halangi.


"bela!!! sebenernya apa maumu!" Radit beranjak dari ranjang dengan gerakan kasar karena terkejut oleh kehadiran bela yang tiba² sudah berada di kamar nya.


"tidak usah munafik, bukan kah disini kita hanya berdua saja, aku yakin sekali kalau kamu juga merasakan hal yang sama. sudah lah, lupakan saja wanita itu?" bela terus berusaha menggoda dan mendekati Radit tanpa sedikitpun malu.


"plakkkkkk" satu tamparan tepat mengenai pipi kanan bela. "keluar sini dan angkat kakimu dari rumahku, jangan coba² kau injakan kakimu lagi di sini!" Radit mengusir bela dengan penuh amarah.


"hahh, beraninya kamu seperti ini padaku!" bela pun tersenyum licik lalu pergi meninggalkan Radit.


*********


"aku sudah belajar mencintai nya sejak lama, tapi dia menghianatiku, aku tidak percaya awalnya tapi smua terlihat nyata" Anisa pun menangis di hadapan Diman dan Claudia.


"kamu jangan khawatir, ini smua adalah rekayasa, aku yakin cepat atau lambat smua akan terungkap, hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu kan MU tentang sebenarnya." ternyata Dimas sudah tahu segalanya yang terjadi pada Radit dan juga Anisa.

__ADS_1


"iya benar ,bulan depan kita akan menikah di Indonesia, jangan bilang kamu lupa akan hal itu." Claudia mencoba mencairkan suasana dan sedikit menggoda Anisa.


"oh iya" Anisa pun Mengi gat sesuatu kalau Claudia dan Dimas akan menikah tidak lama lagi, tapi apa daya dirinya sedang tidak baik² saja.


"kita akan ke Indonesia bersama2 Minggu ini" Dimas pun mengambil keputusan akan mengajak pulang ke Indonesia lebih cepat dari rencana sebelumnya.


******


"halo, temui aku di tempat biasa" suara seorang wanita pada orang d sebrang telfon.


dan di suatu tempat tempat tersembunyi dan asing pun terparkir mobil di Depanya.


"kami sudah sampai nyonya" telfon dari laki² yang tadi di telfon.


"masuklah segera dan pastikan semuanya aman" perintah wanita pada lelaki tersebut.

__ADS_1


"nyonya Bella, apa yang Anda perintahkan pada kami sudah kami selidiki, dan sedikit lagi kita akan segera mendapatkan nya" beberapa laporan yang di serahkan pada bela dari tangan lelaki itu.


"kerja bagus, setelah ini kita akan habisi mereka smua" perintah licik bela.


********


dan tibalah waktunya Anisa ,Claudia dan juga Dimas pulang ke Indonesia.


"aku akan tidur di rumah lama mu saja Clau" minta Anisa pada Claudia.


"tapi, bagaimana dengan radit? bukan apa², tidak masalah kamu mau tinggal di rumahku, rapi kasihan pada ranisa, dia pasti sangat merindukan Radit" Claudia pun menasihati Anisa.


"lagipula kami sudah beritahu kamu smuanya kan, dan kamu harus bisa maafkan Radit, pulanglah, jangan bersikap seperti anak kecil, kasihan anak kalian." Dimas pun ikut menasihati Anisa dengan pelan dan hati2, takut salah bicara maka nanti yang ada Anisa akan makin menggila.


"aku akan pulang jika waktunya akan tiba, aku tidak bisa untuk sementara waktu ini, ini kan aku menenangkan diriku tanpa Radit, kumohon." anisapun memohon penuh harap pada Claudia juga Dimas.

__ADS_1


"ada benar nya juga dim, Anisa dan ranisa sebaiknya kita amankan, dan jangan ada yang tau kalau kita sudah ada di Indonesia, agar semua rencana kita berjalan lancar." minta Claudia pada Dimas agar mengijinkan Anisa tetap dalam persembunyian.


__ADS_2