
malam itu adalah malam yang melelahkan bagi Radit dan juga Anisa...
"huuffff... akhirnya bisa rebahan..." (Radit merebahkan badannya d atas kasur)
"heiiiii...kamu tidak mandi dulu??? kan kotor habis dari luar..." (Anisa melihat heran dan menegur Radit yang sedang meluruskan punggung nya d atas kasur)
"hemm??? apa ??? mandi??? selesai mandi lalu mau apa? " (Radit menggoda Anisa)
"euuuu...ya istirahat lah...mau apalagi emang..." (Anisa salah tingkah dan baper dengan candaan Radit lalu masuk kamar mandi)
"Heiii...hati² jangan sampai teriak untuk ke dua kalinya gara² kecoa atau serangga lainnya... karna kalau sampai terjadi aku tidak akan bisa menahannya...hahhaha" (Radit meneriaki Anisa dan menggodanya lagi)
"bodo amat....mana ada kecoa di kota seindah dan sebersih ini...lagian kebersihan di rumah ini juga sangat apik..." (sahut Anisa dari dalam kamar mandi)
setelah itu Radit kembali duduk d atas ranjangnya dan menyalahkan TV...
Anisa masih menikmati mandinya ....
dan tiba²...
duarrrrrrrrrrr...(terdengar suara ledakan kencang dari arah luar rumah...)
"aarggggggggg....raditttttt....tolong...tolong bawa center atau HP kesini... gelap sekali OMG Radit cepat aku takut.." (Anisa teriak histeris di dalam kamar mandi berharap bantuan dari Radit)
"tenang... tenang.... aku akan ambil HP dan center ..." (sahut Radit)
suasana menegang...Anisa yang lagi asik mandi berendam tiba² mendadak gelap gulita...
Radit panik mencari HP n center untuk di bawanya ke kamar mandi untuk menolong Anisa ...
"heii...buka pintunya....aku bawakan center buatmu..." (Radit hendak masuk tali pintu kamar mandi terkunci dari dalam)
"OMG ... tapi aku masih berendam dan handuknya tidak terlihat...gimana caranya aku bisa buka di sini gelap...." (Anisa merengek keinginan dan panis)
"haduhhh...aku coba beri cahaya dari ventilasi ya...gimana??? agak terbantu tidak???masih kurang terang???kamu hampiri cahayanya berlahan² ya...awas licin nanti jatoh ...jangan panik...pelan² aja " (Radit mencoba menenangkan Anisa dan memberi arahan padanya agar bisa membukakan kunci pintu kamar mandi)
"Ok...terlihat dan aku akan ambil handuk dulu..." (Anisa pun mengikuti arahan radit)
__ADS_1
ceklekkkk...(Anisa membuka pintu kamar mandi)
"Radit aku takut...ada apa ini tiba² gelap begini?" (rengek anisa pada Radit sambil memeluk Radit)
Radit secara sepontan memang terkejut tapi berusaha tetap tenang dan siaga
"aku juga tidak tahu...dan belum ada yang ngasitau... kita coba ke ruang tengah... siapa tau yang lain juga pada kumpul di ruang tengah" (Radit mengajak Anisa keluar kamar)
"tapi dingin sekali Radit ...aku kan baru selesai mandi dan masih pakai kimono...aku bisa² jadi manusia es karna beku kedinginan...." (Anisa menolak n ngeluh)
"kau ini kenapa sih...di ruang tengah kan ada penghangat..kamu bisa menghangatkan tubuh dekat api ...kecuali kalau kamu mau aku yang menghangatkan di sini...hahhaha" (Radit mencoba menggoda Anisa lagi)
"hah...sejak kapan kamu jadi ngelantur gini Radit ...sepertinya suhu udara di sini tu bikin syaraf otak mu tegang y..." (Anisa pura2 marah dan ngambeg)
"hahhaha...tidak hanya syaraf otak saya sayang...tapi ....... hahahhaa...sudah lah ayo kita kerja g tengah dan tanya ada apa" (raditpun mengajak Anisa lg)
tok tok tok tok...
"non...den....maaf ini lampu emergensi nya untuk di kamar" (seorang art datang membawa kan lampu emerganci untuk Anisa dan Radit)
"huf...akhirnya...terimakasih ya bi." (Anisa merasa lega)
"kurang tau den...tapi tuan besar sedang mengurus smuanya" (jawab art itu)
"nahhhh terang lagi deh...
biar kamu bisa ganti pakaian mu..." (Radit membawa lampu emerganci dan menyimpannya di atas meja sambil mengajak bicara Anisa)
setelah Selesai berganti apakaian anisapun langsung lompat dan merebahkan badanya di atas kasur...
"aku keluar dulu ya...kamu baik2 aja kan aku tinggalin sebentar?" (Radit ingin memastikan ada apa dengan listriknya)
"ahhh gak mau...biarkan aja mereka yang urus...aku takut di sini kan gak terlalu terang..." (Anisa merengek enggan di tinggalkan Radit)
"yasudah..." (Radit pasrah dan menuruti kata anisa lalu duduk bersandar di atas kasur)
Anisa duduk memeluk Radit karna takut dan raditpun memeluk Anisa untuk menenangkan...di luar cuaca sedang turun salju yang sudah pasti akan sangat dingin sekali...
__ADS_1
radit sangat gemas melihat Anisa...
dan tiba² meng*c*p Anisa yang sedang bersandar di bahu Radit....
anisapun terkejut dan melihat ke arah Radit tanpa berkata2...
tidak lama Radit memegang dagu Anisa dan mendekatkan wajah Anisa dengan wajahnya lalu menyentuh bibir mungil Anisa dengan lembut dan penuh kasih sayang...
anisapun memejamkan matanya dan membalasnya dengan ragu² namun menikmatinya tanpa perlawanan...
radit trus mencumbu Anisa sambil memeluk erat dalam pelukannya...
Dengan suasana yang remang² hanya di terangi oleh lampu emerganci yang mulai meredup karna kekurangan daya...
dari posisi duduk bersandar di atas ranjang kini posisi mereka berlahan2 mulai berbaring sambil terus berpelukan dan berpangut..
radit berlahan2 menghempasakn helai demi helai apapun yang melekat pada Anisa sambil terus sibuk di area sensitif kembali bermain petak umpet di atas ranjang dalam kegelapan.
Anisa pun merasa melayang² d atas awan akan kenikmatan yang pertama kalinya ia rasakan.
dan saatnya ...
"maaf sayang aku tidak bisa menunggu dan menahannya lagi..." (bisik lembut Radit pada Anisa dengan nafas yang berat dan sudah mulai di ujung ubun²)
tanpa jawab apapun Anisa hanya mengangguk² tanda menyetujui nya dan raditpun akan memulai permainanya..
"pelan² nanti sakitttttttt" (Anisa menjerit dan menggeliat kesakitan tapi menikmatinya, ketika tongkat sakti Radit telah menembus pagar pembatas)
"maaf sayang..." (bisik lembut Radit di telinga Anisa)
tidak lama kemudian Radit mempercepat durasinya dengan nafas yang semakin berat dannnnnn...
***gollllllllll!!!!!!!!!!!***
"trimaksih sayang...akhirnya sampai juga ke langit ke 7..."
(seru Radit merasa lega)
__ADS_1
dan mereka berdua pun tidur bersama dan berpelukan sampai terlelap ....