"CINTA ANISA "

"CINTA ANISA "
"Buka hatimu...buka lah sedikit... untuku..."


__ADS_3

***


Anisa dan raditpun melaju menuju rumah sakit bersama².


selama perjalanan Anisa merasa salah tingkah dan selalu memalingkan pandangannya ke arah luar jendela di sampingnya.


radit pun menyadarinya dan hanya tersenyum memperhatikan tingkah Anisa yang malah membuatnya menggemaskan.


radit selalu merasa berdebar ketika berdekatan dengan Anisa. karena memang baru pertama kalinya, setelah sekian lama kenal, Radit bisa sedekat ini dengan Anisa, kalau biasanya Anisa kemana² selalu di dampingi Dimas dan juga Santi, kali ini Radit hanya berdua saja dengan Anisa.


ditengah perjalanan...


"Heiii lihat di depan itu, apa kmu mau???" (Radit membuka obrolan menawarkan es cream untuk mencairkan suasana)


"eh..iya...tapi masih terlalu pagi kan...tapi...boleh lah...biar gak panik" (Anisa ragu² tapi akhirnya mau dengan apa yang Radit tawarkan)


"ayo! kita masuk sama²?" (setelah mobil masuk lahan parkiran suatu toko, Radit reflek memegang dan menggenggam tangan anisa untuk mengajaknya kluar mobil)


"hah...ehhh..emmmmzzz..." (Anisa semakin salah tingkah, sedikit terkejut dan hanya bengong dan merasa malu karena tangannya di sentuh oleh Radit)


"ehhh...maaf...maaf...reflek.ayo ikut kedalam, biasanya kan kamu hanya menunggu aja di mobil, karna kali ini kita hanya ber dua saja jadi kamu ikut ya." (ajakan Radit pada anisa)


"baiklah, aku ikut" (dengan singkat Anisa menjawab dan kluar mobil)


mereka pun masuk kedalam toko bersamaan


"nah...ini kamu pasti suka, atau mau pilih yang lain atau mungkin mau di kasih toping apa gitu???" (setelah masuk Radit langsung menuju etalase es cream dan menunjuk ke varian rasa vanila yang kebetulan rasa es cream favorit Anisa)


"ah...kamu tau aja. boleh lah kalau begitu aku mau yang ini" (Anisa semakin salah tingkah)


"itu saja cukup?" (tanya Radit)


"iya ini saja cukup kok, makasih" (jawab malu² manja Anisa pada Radit)


lalu mereka kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit


******


.


sesampainya di rumah sakit, santi yang keti waktu itu sedang berada dalam ruangan menjaha mamah anisa, langsung berdiri ketika melihat Anisa dan Radit datang.


"hai Santi, bagaimana kondisi mamahku?" (tanya khawatir Anisa pada Santi)


"tinggal nunggu dokter datang dan nyonya akan di pindah ke ruangan operasi kak" (jawab Santi )


"baik kalau begitu aku masih bisa temui mamah sampai tunggu dokter datang" (Anisa langsung duduk ketida masuk ruang rawat mamahnya)


"hi Santi? kita masuk dulu ya" (sapa ramah Radit pada Santi sambil ikut masuk ruangan)

__ADS_1


"iya silahkan" ( santi pun mempersilakan)


" hi mah selamat pagi?" (sapa Anisa pada mamanya)


"hi sayang sudah datang lagi." (mamah Anisa antusias walau sedang menahan sakitnya)


"lihat mah siapa yang bersama dengan ku?" (Anisa sebari sedikit memberikan motivasi)


"wahhhh ada nak Radit juga ya. sini nak." (mamah Anisa pun mempersilakan)


Anisa dan Radit duduk d kursi yang berada di samping mamahnya.


"Anisa, sebelum Mama operasi. mumpung ada orang nya, kamu taukan harapan mamah?


dan, kamu masih ingat kan?" (mamah Anisa membahas soal Anisa untuk menerima radit)


" iya mah, Anisa masih ingat. mamah tenag saja, mamah harus tenang jangan banyak beban fikiran sebelum tindakan di mulai)


"makasih sayang jika kamu sudah bisa berfkir dewasa" (mamah Anisa pun lega mendengar nya)


kretekkkkk....


suara pintu ruangan yang di buka oleh perawat yang akan bawa mamah anisa pindah ruanga dulu lakukan tindakan.


"selamat pagi sus...???"(sapa Anisa pada suster yang masuk)


" iya selamat pagi juga... "(sahut suster tersebut )


****


ketegangan pun menyelimuti Anisa, Santi dan juga Radit.


Anisa gelisah di ruang tunggu saat mamahnya sedang di operasi...


Santi pun selalu setia menenangkan Anisa.


Raditya yang berdiri di samping nya juga berusaha menenangkan Anisa.


sudah setengah jam berlalu.


tidak lama kemudian seorang dokter keluar...


Anisa langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut...


" akhirnya keluar juga! dok..dok...gi..gimana keadaan mamah saya dok? mamah saya baik2 saja kan? operasi nya berhasil kan dok?"(tanya panik Anisa pada seorang dokter)


Raditya menghampiri dan menenangkan Anisa sebari memeluk pundaknya dan menyandarkan ya di bahu kekarnya.


santi pun ikut menenangkan dan mengelus2 lengan Anisa

__ADS_1


semua tegang.


"tenang tenang.


semuanya berjalan dengan baik, ibu Anda berhasil melalui operasi nya dan akan segera di pindah keruang inap untuk pemulihan" (dokter memberikan kabar baik)


"haah..alhamdulilah...syukhur lah...terimakasih ya ALLAH...kau selamatkan mamahku..." (Anisa menghela nafas panjang menangis bahagia)


"alhamdullilah..." (Raditya dan santi turut bersyukur)


5jam kemudian setelah Bu Fania di pi dah ke ruang inap...


Santi menyarankan Anisa untuk pulang dan Santi siap menjaga Bu Fania dengan baik....


tapi Anisa ingin melihat mamahnya siuman dari biusnya...


dan tiba2 mata mamah anisapun terbuka sedikit demi sedikit... jari jemarinya bergerak...


mulutnya bergerak2 seakan hendak berkata sesuatu...


"A...a...arghh...sassaakit..." (mamah anisa siuman dan mulai sadar kembali)


"Mama.." (Anisa kegirangan dan menghampiri, melihat mamahnya sadar kembali)


"Anisa sayang..." (Bu Fania tersenyum melihat Anisa)


"akhirnya mamah siuman...makasih ya mah...mamah sudah kuat melalui smua nya...makasih mamah tetap bertahan ...Anisa takut banget kehilangan mamah...jangan sakit lagi ya mah...Anisa sayang banget sama mamah..." (Anisa memeluk tangan sebari menciumi pipi mamahnya merengek manja layaknya anak kecil)


"mamah baik2 aja kok sayang...tinggal tunggu pemulihan kalau kondisi mamah sudah membaik mamah boleh pulang dan berkumpul kembali dengan kalian...Oya papah dan Dimas di mana?" (mamah Anisa tersenyum gemas pada anisa )


"Oya lupa...papa dan Dimas ada urusan kantor dan harus meeting keluar kota mendadak. tapi katanya malam ini pulang lagi kalau meeting nya sudah selesai" (Anisa pun menyampaikan pada mamahnya karena papanya dan Dimas tidak ada di rumah sakit)


******


selama mamahnya di rawat ,kemana2 Anisa dan Radit lebih sering bersama2 ... dan anisa pun mulai bersikap terbiasa lagi terhadap radit...dan tanpa di sadari anisa dan radit pun semakin dekat...setiap hari Anisa selalu mengunjungi mamahnya di dampingi oleh radit


Santi dan bi Inah yang bergantian mendampingi menjaga Bu Fania di rumah sakit...


sedangkan Dimas lebih sering mendampingi papah Anisa karena ada suatu project baru di perusahaan yang dimilikinya...


******


dan setelah dua bulan ibu Fania di rawat di rumah sakit tiba saatnya pulang ke rumah....


dan di suatu pagi Anisa, Dimas ,Santi dan juga Radit sudah siap menjemput Bu Fania untuk membawanya pulang ke rumah...


*******


satu bulan kemudian kondisi Bu Fania mulai pulih dan sembuh total...

__ADS_1


hari2 pun berjalan seperti biasa...


__ADS_2