
Selma di perjalanan menuju rumah, Anisa hanya diam dan melihat kearah luar jendela mobil dan sama sekali tidak melihat ke arah Radit walaupun beberapa kali Radit mengajaknya bicara.
dan raditpun selama perjalanan ke rumah selalu di penuhi rasa bersalah dan penyesalan. melihat sikap Anisa yang mengabaikan nya makin membuatnya semakin bersalah.
"tinnnn...tinnn..."
(suara klakson mobil berbunyi, mobil Anisa dan Radit sampai di rumah)
sesampainya di rumah Anisa langsung menuju kamar dan memanggil pelayan untuk membawa ranisa ke ruangan bermain karna Anisa dan Radit ingin bicara di kamar.
radit hanya bisa mengekori Anisa, dan saat ranisa hendak di bawa pengasuh ke ruangan bermain, Radit memeluk dan mencium putri semata wayangnya itu seperti biasa ia pulang kantor.
__ADS_1
kini Radit dan Anisa sudah berada dalam kamar mereka...
"katakan sekarang juga apa kesalahan ku padamu, sehingga kamu hianati aku?" (Anisa yang saat itu duduk di tepi ranjang langsung mengintrogasi Radit)
"aku sudah bilang kan, aku yang salah dan aku minta maaf. stoo dan jangan bahas apa² lagi. kita fokus dengan kehidupan kita dan jangan berfikir macam² lagi. aku menyesali smua perbuatan ku dan aku berjanji tidak mengulangi nya lagi" (Radit trus berusaha membujuk istrinya dengan segala cara)
"ini sangat fatal Radit. anggap saja kamu gagal dalam berumah tangga saat kamu mulai nyalakan api" ( Anisa masih tetap kesal dan trus memaksa Radit untuk bicara )
(Radit hanya bisa berkata maaf dan maaf pada Anisa)
"selama ini aku selalu berusaha membuka hatiku untukmu, aku layani kamu dengan sebagaimana mestinya, aku beri kamu kepercayaan penuh tanpa keraguan, tapi di belakang ku? bayangkan, satu tahun kamu berbuat gila dengan perempuan lain! di mata hati dan perasaan mu Radit!!!" (Anisa menangis dan menutupi wajahnya sambil berlutut di hadapan Radit)
__ADS_1
"jangan lakukan itu sayang, kumohon berdiri lah. aku akan bicarakan smua nya dari awal kalau kamu sudah betul² bisa tenang" (Radit memeluk istrinya dan mendudukkannya di sofa)
"aku akan tenang dan apapun yang kamu bicarakan aku akan simak baik² dan aku terima dengan lapang dada" (Anisa pun mau mendengar nasihat Radit dan menghapus air matanya demi mendengar kan penjelasan radit)
"iya terimakasih, jadi begini, satu hal yang harus kamu ketahui, dari sejak sekolah dulu hingga sekarang, perasaan ku terhadap mu tidak pernah berubah sedikitpun. walaupun aku tahu kamu akan sangat sulit mebuka hatimu untukku tapi aku selalu sabar sampai kamu benar² mau sepenuhnya menjadi milik. dan sila perselingkuhan ku dengan Bella, aku minta maaf karna itu smua terjadi karna ketidak sengajaan, itu berawal dari keraguanku melihat sikapmu padaku yang kursa semakin tidak ada kemajuan apalagi setelah kita punya ranisa,kamu selalu sibuk dengan kesibukanmu di rumah hingga kamu lalai bahwa aku juga harus kamu prioritas kan Daris segalanya, tali aku sadar diri dan aku maklumi karna memang aku bukan prioritas mu, hubungan ku dengan Bella tidak sampai 1 tahun, dia berbohong. sebetulnya aku melakukan dengan hanya sebanyak 1X dan itupun aku di jebak saat aku tidak sadarkan diri waktu peresmian cabang di luar kota yang waktu itu aku mengajakmu tapi kamu menolak. aku fikir saat itu kamu yang datang ke kamarku karna pengaruh alkohol, tapi begitu pagi hari aku terbangun, yang tidur di samping ku adalah Bella, sontak aku terkejut dan tidak percaya tali Bella menahanku dan trus bicara padaku seolah dia menyerahkan dirinya sukarela padaku dan mengajukan penawaran kalau dia akan selalu ada dan siap kapan pun aku membutuhkan nya. saat itu aku mengabaikan omonganya, saat kembali ke aktifitas seperti biasanya di kantor, aku merasa canggung padanya, tapi aneh ya dia sama sekali tidak merasa canggung dan terus menerus berusaha mencuri perhatian ku, kamu tau sendiri bagaimana aku dulu?sewaktu sekolah aku pacaran dengan Claudia pun. bukan di landasi rasa cinta, karna hati dan pikiranku hanya ada kamu.
mungkin saja rasa penasaran ku mulai muncul
saat Bella selalu berusaha mendekatiku, sebagai seorang pria aku tidak munafik dan mungkin siapapun juga akan seperti aku, menerima kehadiran Bella hanya untuk mengisi kejenuhan agar hati dan perasaan tidak lelah dengan pasangan di rumah. jujur sayang, aku hampir menyerah memperjuangkan cintaku untukmu, sejak kehadiran Bella aku merasa aku di perlakukan baik dan di cintai dengan baik , aku minta maaf, tapi aku sadar itu hanyalah tipu muslihat setelah Bella terang²an berdusta mengatakan bahwa hubungan kami sudah 1 tahun lamanya, aku jadi hilang respek lagi terhadapnya, apalagi dia sampai berani menyakiti perasaan mu dengan omong kosongnya, setelah ini aku terserah padamu, aku sudah jelaskan panjang lebar dan smua aku jabarkan tanpa ada yang di rekayasa"
(Radit dengan tenang menjelaskan pada Anisa dan menceritakan smua dari awal sampai akhir apa yang di rasakan oleh Radit)
__ADS_1