
"nona, kami berhasil membawa tuan Radit pada Anda" anak buah bela pun membawakan hasil tangkapan mereka di hadapan Bella.
" bawa dia di kamar sekarang juga dan ikat kaki dan tanganya di ranjang, akan ku beri pelajaran untuknya setelah ia sadar nanti"bela pun tersenyum licik dan puas dengan kerja anak buahnya itu.
"baik nona" anak buahnya pun menurut apa yang di perintahkan oleh bosnya.
***
dalam kamar bela tersenyum licik pada rafit yang masih saja terlelap karna bius itu, bela mendekatkan dirinya pada Radit, ia membelai lembut wajar Radit sampai dengan dada bidangnya yang berotot.
bela mulai membuka satu persatu kancing piama yang di kenakan oleh Radit sampai smua kancing itupun terlepas dan terbuka, terlihat jelas tubuh rafit yang begitu idela dan **** idaman bagi wanita manapun.
sesaat bela hendak menurunkan celana Radit, tiba² Radit sadarkan diri.
"apa yang kamu lakukan" Radit membentak dan membulatkan matanya melihat apa yang telah bela lakukan padanya.
"tenang sayang, aku akan memberikanmu kenikmatan malam ini." bela pun berdiri dan masih dengan senyum liciknya itu.
"lepaskan aku sekarang juga, dan jangan berani² nya kamu Sentuh aku!" ancaman Radit pada bela dengan penuh amarah dan rasa jijik.
__ADS_1
tak lama bela menyuruh anak buahnya masuk dan menyuntikan obat perangsang pada lengan Radit dan setelah itu anak buahnya keluar lagi.
"setelah ini kamu akan kenikmatan dan tidak bisa menolaknya lagi, hahahhaa, kamu miliki malam ini!" bela tertawa mengerikan saat melihat Radit di suntik dan selerkian menit menunjukan reaksi dari suntikan itu.
melihat pisang tanduk milik Radit yang mulai tegang, belapun tidak segan² membuka celana yang di kenakan Radit.
Radit hanya bisa terpejam setengah sadar dan menggeliat di karenakan efek dari suntikan itu, tubuhnya terasa panas dan tak karuan.
belapun langsung memainkan jemarinya mulai dari leher Radit , dada, perut sampai k inti nya dan memainkan pisang tanduk itu dengan mulutnya.
raditpun menggeliat tak berdaya karena tangan dan kakinya di ikat, dikiranya setengah sadar ingin .menolak tapi ia pun tidak bisa menolak karena efek dari suntikan yang sudah mulai bekerja.
setelah cukup lama bela bermain² dengan pisang tanduk, kini bela membuka smua pakaian yang melekat padanya.
masih dengan senyum liciknya, bela tidak segan² menaiki t7buh Radit dan menelan pisang tanduk milik Radit dengan mulut bawah miliknya.
raditpun mengerang dan tubuhnya bergetar hebat merasakanya.
bela pun mulai memaju mundurkan ,menurun naikan gerakannya dengan berlahan dan sesekali mempercepat gerakannya, Radit makin mengerang² kenikmatan. belapun akhirnya mengarahkan bukit kembarnya pada wajah Radit dan mengarahkan ke mulut Radit menggunakan tangannya agar Radit mau mencicipi boba miliknya.
__ADS_1
raditpun tidak bisa menolak dan dengan cepat langsung menghisap biba yang sudah berada di hadapanya itu.
bela pun ikut mengerang merasakan nikmatnya dan makin mempercepat gerakannya sampai dirinya betul² di puncak kenikmatan, dan "achhh" belapun menyemburkan cairan bening pada pisang tanding milik Radit yang masih menancap di lubang buaya miliknya.
Dengan nafas yang masih tersendat² dan badan yang masih meremang menggeliat di atas Radit, Radit kini yang mengambil alih memompa dari bawah dan makin membuat bela menyemburkan lagi carian bening itu, setiao kali bela menyemburkan cairan itu selalu di ikuti dengan erangan dari bela dan juga Radit.
setelah 25 menit berlalu kini giliran Radit yang sudabdi ujung kenikmatan dan akhirnya mengerang hebat lalu memuntahkan mayonaise miliknya secara berhamburan karena sebelum Radit memuntahkannya bela beranjak melepaskan pisang tanduk milik Radit dari lubang buayanya.
"hahahaha..akhirnya kluar juga, bagaimana sayang??? nikmat bukan?" belapun tertawa licik dan puas melihat Radit yang mulai lemas dan masih setengah sadar karna masih terpengaruh efek dari suntikan.
belapun mendekati Radit kembali dan men**um dan ******* bibir Radit dengan kasar.
"aku mencintaimu, tapi rasa sakit hatiku lebih besar dari rasa cintaku padamu." belapun membisikan itu pada telinga Radit.
setelah puas dengan apa yang ia lakukan, belapun merapihkan lagi baju rafit dan membersihkan beberapa jejak kenikmatan yang telah ia lakukan tadi.
bela pun pergi meninggalkan Radit dan menghampiri anak buahnya.
"kesini kalian, makin tau kan apa tugas kalian?" seakan sudah di susun smua rencananya, bela pun memberi tahkan anak buahnya itu.
__ADS_1