
**1 bulan setelah kepergian Aditya**
selama pemulihan Raditya di rumah sakit ... tiba saatnya ia pulang ke kediaman nya bersama orang tuanya yg sudah siap membawanya ke dalam mobil...
*Anisa*
ketika mendengar kabar bahwa nyawa Aditya tidak bisa tertolong Anisa sempat pingsan dan tidak sadarkan diri... Anisa tidak percaya bahwa impiannya untuk bersanding menjadi istri Aditya pun kandas karena tragedi yg tak pernah ia sangka akan terjadi dan menimpa nya...
setelah 1 bulan kepergian Aditya.. Anisa lebih sering murung di kamarnya...
serasa hidupnya sudah tidak berarti lagi.
tapi beruntung ada Santi dan juga Dimas yang selalu setia mendampingi nya dan juga menghibur nya...
kembali lagi ke keluarga Raditya..
tibanya di rumah Radit merasa hampa tanpa adanya Aditya... tapi sesaat kemudian Radit mengelus dadanya dan menangis... karena jantung yang berdetak dalam tubuhnya adalah jantung Aditya ...
bukan senang/bahagia Raditya mendapatkan donor jantung dari kakaknya...tapi malah penyesalan...
radit berfikir...kenapa bukan dia saja yang mati...kenapa harus kakaknya...dan kenapa kakaknya masih mau berkorban lagi untuknya dan memberikan jantungnya untuk Radit...
dan kenapa juga kakaknya selama ini berbohong...kalau sebetulnya perjodohannya dengan Anisa hanya sebagai bukti baktinya pada orang tua...bukan karena memang tulus mencintai Anisa ...
begitu banyak sekali pertanyaan2 yang ada d kepala Radit...
"Anisa...apa Anisa masih mau menjumpai ku...setelah apa yang terjadi dan setelah apa yang dia ketahui tentang perasaanku selama ini padanya..." (Raditya berbicara pada dirinya sendiri )
__ADS_1
tok tok tok tok....
"radit...apa boleh masuk..." (ibu Radit memanggil Radit dan hendak berbicara padanya)
"boleh mah ...silahkan..." (sahut radit)
"bagaimana keadaanku sayang... ada keluhan kah??? atau bagaimana" (tanya mamah Radit )
"sedikit membaik mah..." (jwab Radit)
"sayang....kamu kenapa??apa kamu habis menangis??? ada apa dengan mu??? kamu pasti masih mengingat Abang mu Adit ya???" (mamah Radit melihat mata nya sebab seperti habis menangis)
"iya..itu sudah pasti mah...tapi... yang lbh Radit sesali...dan membuat Radit sakit merasakannya...kenapa Abang kasih jantungnya untuk....aku yang sehatusnya rela memberikan nyaku untuk nya...aku yang seharusnya mati bukan Abang.." (Radit putus asa)
"jangan begitu Radit... kamu tidak boleh begitu...bukan hanya kamu yang sedih...bukan hanya kamu yang kehilangan... smua ...semuanya merasakan hal yang sama...papa..Mama juga sama sakitnya seperti kamu!!!" (Mama Radit menangis sebari menasihati Radit yang putus asa?
"maafin Radit mah...maafin Radit...Radit merasa sedih dan kecewa dengan diri Radit sendiri..." (Radit memeluk mamahnya dan meminta maaf)
"baik mah ..aku berjanji akan menjaganya sebaik mungkin" (jwab Radit)
********
di kediaman anisa...
"non...ada kabar mengenai tuan Radit...saat ini tuan Radit sudah kembali Ali kerumahnya..." (sinta memberikan kabar kepada Anisa)
"hah...ohh...iya .. iya..eumm.. iya nanti saya akan jenguk dia" (jawab ragu kaget dan bingung Anisa )
__ADS_1
"aku harus bagaimana... rasanya aku masih belum sanggup menemuinya...tapi..." (Anisa kebingungan dan berbicara pada dirinya sendiri)
1 Minggu kemudian
telolettttelotettt....
suara handphone Anisa berbunyi...
"iya halo... kenapa dim?" (Anisa mengangkat telfon dari Dimas)
"saya di tugaskan tuan dan nyonya mengantarkan mu kerumah Radit...saya sudah di bawah...bergegaslah..." (Dimas menelfon Anisa karena ditugaskan orangtuanya untuk menjenguk Radit)
"sialannn...kenapa dia tidak memberitahuku sebelumnya... huuufffff...gimana ini....aku harus gimana!!!" (Anisa sedikit jengkel pada Dimas yang tiba2 menelfon dan menunggunya dalam mobil untuk bergegas )
"non...sudah siap...saya di suruh nyonya ikut juga ke rumah tuan Radit" (Sinta menghampiri Anisa)
"iya sudah...Ayo.." (ajak Anisa)
sesampainya dalam mobil...
"Dimas!!! apa2an kamu tidak ngasitau aku sebelumnya kalau mammah dan papah nyuruh aku jenguk Radit!!!" (tegur Anisa yang sedikit jengkel pada Dimas)
"aku juga tidak tahu...aku tiba2 di suruh tuan dan nyonya...lagian tanpa dan dengan di suruh Mama papamu kan memang kita harus jenguk Radit!!! radit itukan kawan kita...kawanmu juga kan!!!" (jawab Dimas dengan tegas mengingatkan Anisa)
"iya tapi kamu tidak tahu gimana dengan perasaanku mengetahui perasaan Radit yang sebenarnya selama ini ke aku dan gimana sedihnya aku dengan Adit yang mendonorkan jantungnya untuk Radit!!" (jawab Anisa lagi mencoba menjelaskan perasaanya)
"aku masih gak sanggup dengan kenyataan ini..." (Anisa mengeluh seolah2 menolak untuk bertemu radit)
__ADS_1
"sabar non...non harus bangkit...non harus bisa lupain smua tragedi yang terjadi...bawa happy dan sambut masadepan dengan kebahagiaan!!! kasian juga tuan Adit di atas sqnakalau tau non Anisa sedih terus2an" (nasihat Sinta mencoba menghibur Anisa)
sesampainya di rumah Radit...