"CINTA ANISA "

"CINTA ANISA "
gegana


__ADS_3

akhirnya Anisa tiba di suatu bandara di Swiss...


ya Swiss adalah tempat tujuan Anisa pergi membawa putrinya ranisa.


"hei Anisa, apa kamu sudah gila, kenapa tidak kamu selesaikan dulu baik² dengan suamimu?" (Dimas dan Clau ternyata sudah tiba menyambut & menjemput anisa di bandara)


"bawa dulu aku kerimah baru akan aku ceritakan smuanya" (anisapun tidak terlalu menanggapi pertanyaan Claudia dan juga Dimas)


"iya baik kita sebaiknya pulang dulu, biar Anisa dan ranisa istirahat dulu." (Claudia pun menambahkan )


akhirnya mereka pun pulang kerumah.


sepanjang perjalanan Anisa tidak banyak bicara dan hanya diam saja dengan tatapan kosong seakan banyak beban fikiran di kepalanya.


Dimas dan Claudia pun saling berbalas tatapan melihat Anisa yang murung sepanjang jalan.


"hi ranisa sayang, sini sama Tante di depan yuk, kita lihat² pemandangan di sekeliling" (Clau pun insiatif mencairkan suasana dengan menyapa ranisa)


Anisa pun memberikan ranisa pada Claudia lalu kembali termenung sambil bersandar di kaca mobil.


"nah sekarang kita sudah sampai rumah deh" (Claudia pun memberitahukan ranisa bahwa mereka sudah sampai rumah)


"Anisa? kita sudah sampai, ayo masuk dan istirahat lah" (Dimas pun membangun kan Anisa yang tertidur pulas dala. mobil)

__ADS_1


"oh, sudah sampai y?" (anisapun bangun dan langsung kluar dan masuk rumah)


Dimas menggeleng²kan keoalasanya melihat Anisa yang seolah terlihat masih sangat labil dalam menghadapi permasalahan.


"oma, lihat siapa yang datang?" (Claudia memberi kejutan pada orang rumah dengan kehadiran Anisa dan juga ranisa)


"lhoo.. cucu Oma datang" (mamah Claudia bangkit dari duduknya dan menghampiri ranisa)


"lucu kan?" (Claudia pun gemas dengan ranisa yang langsung akrab dengan orang rumah walaupun baru pertama bertemu)


"kenapa cuma berdua? Radit mana?" (mamah Claudia pun heran dengan tiadanya Radit)


"eung..." (Anisa hanya bisa membisu dan bingung mau jawab apa )


"oh, begitu ya, pekerja keras ya Radit" (mamah Claudia pun tidak curiga dan langsung membawa ranisa untuk duduk di halaman belakang )


"hei Anisa, aku harap kamu jangan dulu buka suara tentang permasalahan mu dengan Radit" (Dimas pun membisikan Anisa untuk keep silent)


"aku mengerti, aku masuk kamar dulu ya" (anisapun me jawab singkat dan langsung masuk kamar)


"kasihan dia, aku tidak pernah menyangka, kalau Radit Setega itu pada istrinya" (Claudia pun melihat Anisa dengan penuh rasa iba)


"tapi aku rasa ini smua hanya salah paham, aku paham betul siapa Radit, cepat atau lambat akan selesai masalah nya, salahku juga aku tidak langsung datang dan bantu Anisa waktu Anisa memberi tahu kejadian itu" (Dimas pun merasa ada sedikit penyesalan)

__ADS_1


"tidak apa², nanti kita bantu mereka selesaikan masalah nya sebelum acara pernikahan kita jatuh tanggal" (claupun memberi semangat pada Dimas)


_______________________


di lain tempat Radit termenung di kamarnya.


banyak hal yang di fikirkanya.


kenapa istrinya bisa Semarang dan senekat itu.


padahal ini smua seolah adalah jebakan baginya.


"Ting tong...Ting...tong..." (suara bel rumah berbunyi)


dan tidak lama


"tok...tok...tok.." ( suara pintu kamar pun berbunyi)


"ada apa bi?" (raditpun bertanya pada pelayanya)


"maaf den Radit, ada yang mencari Aden, non yang kemarin kesini datang lagi ingin bertemu Aden" (pelayan pun memberi tahu dengan ragu² )


"kresekkkk!!! mau apalagi dia kemari! bilang saja saya tidak ada di rumah" (raditpun penuh amarah setelah tahu kalau bela ternyata masih datang mencari nya)

__ADS_1


"baik den" (pelayan pun meninggalkan kamar radit)


__ADS_2