“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 13 : HeartBeat


__ADS_3

Sesampainya di hotel …


Lisa menutup diri saat Yoona terus mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di antara dirinya dan pria yang baru Yoona lihat, saat menemukan mereka berdua satu sama lain seperti telah terjadi sesuatu hingga Lisa bahkan mau memakai jas pria itu.


Tidak!! 


Pikiran negatif terus memenuhi pikiran Yoona saat ini, dia hanya bisa menatap Lisa yang terdiam di sofa dengan tatapan kosongnya, pertama kalinya Yoona melihat Lisa yang terdiam dan bahkan terus mengabaikan dirinya jika diajak berbicara.


“Lisa” panggil Yoona, dia sedikit menjaga jarak pada putri dengan maksud memberikan ruang pada untuknya dan mencoba berbicara baik layaknya sebagai sahabat putrinya. 


“Mom, Lisa tidak ingin mengatakan apapun”


Lisa pergi dari ruang tamu itu, dia berjalan kearah kamarnya dengan handuk yang masih berada diatas kepalanya, kejadian itu membuat banyak sekali pertanyaan dan juga keanehan yang terus menghantui pikiran Lisa, dia tidak tahu perasaan aneh apa yang sedang dia rasakan. 


Degup jantungnya berpacu lebih kencang sama seperti ketika dirinya bersentuhan dengan pria di toko bunga, jika ingat-ingat dari wajahnya pria yang menariknya jauh kelautan sangat mirip dengan pria di toko bunga, hanya saja Lisa tidak ingat dengan jelas karena kondisi yang terlalu terburu-buru.


Tentu saja kejadian itu juga meninggalkan trauma untuk dirinya, pasalnya sekarang dirinya masih mengingat dengan jelas bagaimana perasaan takut dan panik sampai sesak dan kegelapan di dalam lautan terus membuat Lisa tidak bisa mengatasi rasa syoknya. Bohong jika Lisa baik-baik saja setelah kejadian yang hampir merenggut nyawanya, dan bohong juga jika Lisa tidak memikirkan pria itu yang dengan lancangnya memeluk tubuhnya dan bahkan memberikan dirinya jas milik pria itu.


Saat Lisa sedang merenungkan segala yang baru terjadi, suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya.


 


“Lisa, kamu tidak ingin berbagi pada Mom?”


“Maafkan Mom, jika saja Mom tidak memilih untuk bertemu dengan teman Mom, mungkin ini tidak akan terjadi” ucap Yoona, dia masih terus berusaha berperan sebagai ibu yang sabar, Yoona tahu ini pertama kalinya Lisa berinteraksi langsung dengan seorang pria. 


Tujuan Yoona, melakukan itu untuk memastikan jika pikiran negatif itu salah. “Mom, sangat panik saat kamu belum kembali setelah matahari terbenam, Eonnie Heejin juga merasa bersalah karena tidak bisa menemanimu ke pantai” 


Tentu saja Lisa senang saat sang ibu menyebutkan sang kakak yang ternyata juga memperdulikan dirinya, tanpa diperintahkan untuk segera keluar Lisa sudah membukakan pintu untuk sang ibu. “benarkah? Eoonie mengkhawatirkan Lisa?”


Yoona meneguk air liur, dia hanya berkata bohong tapi Lisa begitu mempercayainya dan sampai menanyakan hal itu lagi untuk memastikan jika itu benar. Dengan terpaksa Yoona mengangguk untuk membuat Lisa semakin yakin jika sang kakak juga mencemaskannya. 


Padahal Heejin sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada adiknya.

__ADS_1


“apakah Eonnie sudah pulang?” ucapnya, siapa sangka senyum bahagia yang Lisa tunjukan pada Yoona membuat hatinya terus merasa bersalah dengan segala kebohongan yang dia buat. 


“maaf sayang, Eonnie harus pulang hari ini karena besok dia memiliki jadwal pemotretan, Heejin mengatakan maaf karena tidak memberitahu Lisa”


“Eonnie pasti sibuk, terimakasih Mom Lisa senang, bolehkan Lisa memesan makan kali ini?”


Yoona mengangguk, dia menerima dirinya ditarik oleh Lisa menuju ruang tamu, banyak sekali kebohongan yang tercipta hanya untuk menbuat Lisa kembali menjadi gadis penurut bukankah itu malah semakin membuat gadis itu terluka lebih dalam jika kenyataan lebih pahit dari manisnya kebohongan?


“bagaimana jika besok kita pergi membeli beberapa aksesoris sebagai kenang-kenangan?”


“baiklah”


********


Sesampainya di hotel, Han segera membersihkan dirinya dan mengemas barangnya, sebelumnya dirinya memang sudah menjadwalkan kepulangan di malam hari sama seperti ketika dirinya akan berangkat.


Dengan santai pria itu menyeret koper untuk segera meninggalkan hotel, sebenarnya yang dia lakukan hanyalah sebuah pengalihan dari kejadian itu, tak biasanya dirinya lepas kendali seperti itu, semenjak dirinya berpisah dengan Yeri tak sekalipun dirinya terbiasa untuk berdekatan dengan wanita lain, Han bahkan secara tidak sadar menolak sentuhan wanita. 


Tapi? Kenapa hanya gadis itu yang dapat membuat Han bisa melupakan rasa yang pernah hilang lama di dalam hatinya, rasa dimana Han bisa merasa degup jantung yang berdetak kencang, rasa panik saat dirinya begitu putus asa melihat gadis itu tenggelam dan rasa kehangatan dari saat dia menarik tangan gadis itu yang hampir Han lupakan.


“Tuan, kita sudah sampai”


“Ah? Ya-- terimakasih pak” ucap Han, dia segera keluar dari taksi dan mengeluarkan kopernya.


‘Siapa dia? Semenit-pun aku tidak bisa mengabaikan wajahnya, aku merasa jika kita pernah bertemu sebelumnya’


Hanya karena kejadian itu membuat perasaan rumit kembali, mengingatkan pada kejadian di toko bunga, saat itu juga Han tidak sengaja menyentuh tangannya.


“apa mungkin dia gadis di toko bunga itu?” tanya Han, dia seharusnya memberikan paspor dan beberapa bukti penerbangannya dirinya malah berhenti di sana sampai membuat antrian yang cukup panjang.


“maaf Tuan, bisa berikan identitas anda?”


“Tuan??”

__ADS_1


“Tuan!! Anda membuat antrian semakin panjang”


Han segera sadar saat di belakangnya menyentuh bahunya.


“maaf, aku Kang Han Jun, penerbangan Seoul” ucap Han, dia segera memberikan apa yang ada di tangannya. 


Tak lama kemudian akhirnya Han bisa mendudukan dirinya di dalam pesawat, dia mengeluarkan ponselnya untuk memeriksa jadwal yang akan dilakukan besok hari, akan ada banyak sekali pekerjaan yang tertunda karena dirinya jadi Han tidak bisa berlama-lama. 


Han menghela nafas, besok hari yang sangat panjang untuknya, banyak keluhan yang terjadi karena pemasaran barangnya sedang menurun belum lagi Han masih harus menangani pertemuan dengan beberapa perusahaan yang akan menanam saham di perusahaannya, tak sengaja tatapan tertuju pada seorang gadis yang sedang berbicara dengan pramugari yang posisi tidak jauh darinya. 


“aku--seperti--mengenali waj--”


Namun itu hanya beberapa detik sampai sebuah panggilan mengalihkan pandangan Han, sudah jelas yang menghubungi dirinya siapa lagi jika bukan Keira, karena Han sudah memberi tanda khusus untuk panggilan sang ayah dan temannya Yeon.


“Apa? Kau merindukanku?” 


‘Yak!! Apa kau bodoh!! Bagaimana bisa aku merindukan pria lain saat aku sudah menikah!! Ingatlah untuk lebih sopan pada seorang yang lebih tua!!’ - Keira. 


Han sedikit menjauhkan ponselnya, walau wanita itu berbicara melalui panggilan telepon tetap saja suara dapat merusak gendang telinganya.


“baiklah, katakan apa yang ingin kamu sampaikan, tidak biasanya Noona menghubungi di malam hari”


‘kapan kau akan kembali?’ - Keira


“aku sedang dalam pesawat, mungkin pukul 9, aku akan sampai”


‘kau harus pulang!! Tuan Kang terus mendatangi kantor selama dua hari, dia sangat marah’ - Keira


“baiklah, aku memang berencana ingin pulang hari ini”


‘itu bagus, jangan sampai telat, besok kau akan menjadi budakku!’ - Keira


Baru saja ingin mengeluarkan suaranya, tiba-tiba panggilan itu dimatikan oleh Keira sehingga membuat Han bisa mengomeli ponselnya. “sekertaris macam apa dia? Berani sekali mengatakan atasannya sebagai budak? Haruskah aku membuka lowongan untuk mencari penggantinya?”

__ADS_1


Baru saja ingin menghubungi Keira kembali, tiba-tiba Han merasa tubuhnya tidak enak dan saat itu juga dirinya terus bersin-bersin selama tiga kali, kemudian entah kenapa Han sangat mengantuk sampai akhirnya dirinya tertidur.


__ADS_2