“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 20 : Wan't


__ADS_3


Lisa “jika itu adalah hal yang baik untuk menghilangkan segalanya, bisakah aku melakukannya?”


Segalanya menjadi kacau, Yoona bingung dan juga kesal, keadaan membuatnya selalu ditekan sebuah perjanjian, jika keadaan saat itu Yoona tahu jika Tuan Kang akan segera memaksa dirinya memberikan putrinya, mungkin dari awal Yoona menolak kerjasama itu. 


Hari sudah menjelang sore, baik Lisa mau Heejin keduanya tidak menampakkan sebuah tanda akan pulang, ini jelas menambah beban pikiran Yoona saat ini, belum lagi tapi pagi Lisa menghindar untuk bertemu dengannya terus Heejin yang pergi begitu saja setelah Yoona menjelaskan apa yang terjadi. 


Dia sudah beberapa kali menghubungi Lisa namun tidak sedikitpun putrinya menjawab panggilannya, padahal seharusnya Yoona memaksa Heejin saja mungkin keadaan tidak akan begitu kacau. 


Suara mobil di depan rumahnya mengalihkan perhatian Yoona, dia terburu-buru untuk menarik pintu, dan saat itu Yoona melihat Lisa yang diantar pulang oleh Heejin, sebuah pemandangan yang jarang terjadi, dimana putrinya bisa begitu dekat. 


Yoona memang senyum kaku sekaligus canggung, dia mendekati kedua putrinya. “kalian pulang bersama?”


Lisa dan Heejin saling bertatapan, namun detik berikutnya Heejin segera merangkul Lisa dan menunjukkan keakraban yang belum pernah terjadi. “kami habis makan bersama, aku tadi menjemput Lisa”


“Ah! Benarkah? Kenapa tidak mengajak Mom?” tanya Yoona, dia mengatakan dengan suara sedikit gemetar, Yoona membukakan pintu untuk kedua putrinya masuk.


“Mom, bolehkan aku langsung kekamar? Lisa ingin segera mandi” ucap Lisa, dia memang wajah terpaksa senyum di dalam rangkulan sang kakak.


“tentu saja, Lisa bisa kembali”


Kini hanya tinggal Heejin dan Yoona saja yang belum meninggalkan ruang tamu, dengan ragu Yoona mendekati Heejin yang sedang mengambil minum di dapur.


“bisa kita bicara? Aku rasa masih ada banyak hal yang ingin dikatakan” ucap Yoona, dia memulai percakapan dengan pengucapan seperti seorang teman.


“apapun hal yang ingin Mom katakan tidak akan pernah benar dan salah, karena Lisa bukan pihak yang menguntungkan untuk perjanjian ini” ucap Heejin, walau suara begitu kecil tapi itu cukup jelas dan tegas. “apalagi Lisa gadis lugu, hidupnya mudah hancur! Jauh dengan aku yang dibesarkan dengan kenyataan pahit itu!”


“maaf, Mom tahu salah, tapi Heejin--bisakah kamu mengerti? Mom dipihak antara tidak bisa berbuat banyak” 

__ADS_1


“aku tadi pergi ke Grup Kang---”


“Grup Kang?” Yoona bergegas mendekati Heejin lebih dekat, dia tidak tahu putrinya akan melakukan hal itu setelah mendengarkan penjelasannya, bukankah tindakkan itu terlalu gegabah. Bahkan Heejin tidak sepenuhnya mendengarkan penjelasan tentang pria bernama ‘Han’ itu. 


“Ya, aku hanya memastikan jika pria itu bukan pria tua yang mengejar gadis muda, dia memang terlihat lebih tua dari Lisa atau bahkan dia melebihi usiaku? Mom--pikirkan bagaimana Lisa nanti?”


“Heejin, bisa saja pria itu memang ditakdirkan untukmu” 


“Mom! Masa depan Lisa lebih penting! Jika mereka ditakdirkan bersama--sejauh apapun mereka berbicara pasti akan selalu dipertemukan, aku juga tahu. sudah cukup aku hancur karena perceraian kalian! Lisa? Aku tidak akan biarkan itu” ucap Heejin, dia tidak ingin bertengkar dengan Ibunya tapi dia selalu kesal dengan sikap Ibunya. Heejin bahkan tidak bisa menepis jika Ibunya tidak pernah ingin tahu kabar dirinya.


Yoona menghela nafas, dia memijat keningnya yang terasa begitu pusing, akhir-akhir ini kondisi tidak begitu stabil sehingga tekanan darahnya tidak menentu. “Mom, hanya ingin melihat kali---,”


Yoona jatuh tanpa melanjutkan kalimatnya, Heejin yang melihat itu segera menepuk-nepuk wajah sang Ibu sambil memanggil namanya.


“Mom! Mom!”


“bangunlah!”


“Mom!”


“Eonnie apa yang terjadi? Kenapa--Mom?” tanya Lisa, suaranya begitu terdengar gemetar dan mencoba menahan tangisannya.


“Lisa, dengarkan aku, semua akan baik-baik jadi tetap tenang, ayo kita angkat Mom kemobil” ucap Heejin, dia tak tahu pertengkaran ini akan membuat sang Ibu seperti ini. Jadi sebagai kakak dia harus menjadi pihak yang tetap tenang.


Beberapa menit berlalu …. 


Lisa dan Heejin duduk berdampingan sambil menunggu di depan ruangan IGD, kedua kakak beradik itu semakin dekat setelah hal sebenarnya tidak sengaja Heejin lakukan, awalnya itu bukan sebuah rencana yang Heejin ingin lakukan saat setelah mengunjungi Grup Kang. 


Awalnya Heejin hanya ingin mengatakan pada Lisa jika dia layak untuk menolak perjodohan itu dengan yakin, tapi Heejin malah mengubahkan dengan mengajak Lisa makna bersama di restoran cepat saji, malah semakin tidak diduga Heejin adalah dirinya ternyata begitu menyukai sikap Lisa yang baik kepada siapapun. 

__ADS_1


Membuat Heejin menyesal telah membenci Lisa karena kesalahan orang tuanya, itu juga tidak sepenuhnya salah Yoona, perceraian itu terjadi karena keduanya bersama bukan karena mereka menginginkannya jadi Heejin sedikit berfikir dewasa untuk sekarang. Apalagi kasus ini akan turun ke Lisa tanpa diduga olehnya.


“Eonnie--, apakah semuanya akan baik-baik saja?” tanya Lisa, saat dirinya terburu-buru ingin meninggalkan ruang tamu sebenarnya Lisa hanya ingin tahu apakah Ibunya akan memaksa kakaknya untuk menggantikan diri untuk perjodohan itu. Jadi Lisa bersembunyi untuk mendengarkan percakapan mereka, tapi Lisa semakin dibuat terluka karena Sang Ibu tetap kuat untuk menjodohkannya, belum lagi fakta bahwa selama ini Ibunya terus berbohong. 


Tapi sekarang? Lisa bahkan tidak bisa berbohong jika dia juga tidak ingin terjadi apapun pada sang ibu, dan memilih untuk menuruti segala jika itu baik untuk Ibunya maupun orang lain, dalam kata lain Lisa bersedia menerima perjodohan itu.


Heejin mengangguk “aku yakin, semua akan baik”


Setelah 20 menit menunggu, akhirnya dokter mangatakan jika kondisi sang ibu sudah kembali normal, dan keduanya boleh melihatnya setelah dipindah keruangan rawat. 


Disinilah Lisa, dia duduk tetap disamping sang Ibu yang sedang tertidur, wajahnya begitu pucat dan terlihat begitu lelah.


“maafkan Lisa, jika saat itu Lisa langsung setuju mungkin Mom tidak akan begitu tertekan” ucap Lisa, dua menggenggam tangan sang Ibu, di dalam hanya ada dirinya karena kakaknya tiba-tiba memiliki kepentingan sehingga membuat harus pergi sekarang juga.


“Lisa takut, Lisa juga tidak ingin melihat Mom bersedih sampai seperti ini, dahulu apapun yang Mom katakan Lisa selalu menurutinya dan menerimanya, sekarang? Apakah Lisa menjadi anak yang nakal?”


Yoona membuka kedua matanya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah sedih Lisa, putrinya menangis sambil menggenggam tangannya. “kenapa kamu menangis? Apa yang membuat putriku menangis?”


Lisa menghapus air matanya, “Mom, aku mau menikah”


Yoona mengerutkan keningnya, dia bingung dengan ucapan Lisa yang begitu tiba-tiba seperti ini “Lisa--,”


“Tidak! Lisa serius, Lisa mau menikah dengan pria itu, Lisa akan belajar menjadi istri yang baik, lagipula Mom selalu mengatakan ingin melihat putrinya menikah bukan?” ucap Lisa, dia mengatakan semua dengan wajah yang senang dan menambahkan senyuman diselanya. Meyakini jika dirinya tidak bersalah. 


“Lisa--pernikahan tidak semudah yang kamu pikirkan, bahkan kamu tidak mengenal pria itu, kalian baru bertemu beberapa kali”


“Tidak, aku pernah bertemu dengannya sebelum perjodoh ini, seperti di toko bunga dan pulau jeju, dia pria yang aku selamatkan saat akan bunuh diri” ucap Lisa, sebenarnya Lisa memang tahu siapa pria itu tapi tidak bisa dikatakan Lisa sangat mengenalnya, bahkan pertemuan mereka tidak terjadi berulang kali, hanya beberapa kali saja.


Yoona tak langsung merespon, hal yang dikatakan Lisa itu juga tidak terlalu baik, karena Yoona tahu betapa takutnya Lisa saat dirinya menemukan Lisa bersama Han saat itu di pantai jeju, dia bahkan menghindari saat Han mengajaknya berbicara.

__ADS_1


“kita bisa membicarakannya lain kali”


__ADS_2