
Keesokan paginya.
Hari ini cuaca sedikit mendung dan rintihan air hujan memberikan kesan tersendiri, waktu yang tepat untuk menikmati secangkir susu coklat hangat an berbagi cerita dalam hangatnya di balik selimut.
Lisa membuka matanya saat suara hujan mengetuk-ngetuk jendela nya, belum lagi suhu yang terasa lebih dingin, padahal Lisa sudah memakai selimut tebal dan?
Lisa membuka selimut, dia membuang nafas lega karena dia masih memakai pakaian, tapi? Lisa melihat untuk kedua kalinya, dia memakai piyama? Bukankah seingat dirinya Lisa masih mengenakan gaun?
Dia mencoba mengingat apa yang terjadi, tapi itu malah membuat kepalanya sakit dan berakhir dengan dirinya yang sedikit mual, Lisa tidak ingat apapun setelah minum yang diberikan Jungwon jadi malam.
Lisa menatap ke segala arah, mencari seseorang itu, dimana Han? Apakah tadi malam dia tidur sendiri? Atau seperti hari itu Han harus pergi tiba-tiba untuk perjalanan bisnisnya.
Saat akan turun dari ranjang, pintu terbuka dan memperlihatkan sosok pria yang baru saja dia pikirkan, itu secara kebetulan Han langsung muncul, Lisa memutuskan untuk tidak kembali melangkah, area sedikit malu menatap Han sekarang seperti telah terjadi suatu jadi malam.
“kamu baik-baik saja?” tanya Han, dia melangkah mendekati Lisa sambil membawa dua gelas diatas nampan, pria itu seperti baru saja selesai mandi, terlihat jelas dari rambutnya yang masih basah.
“aku? Aku sedikit merasa pusing, dan merasa lemas” ucap Lisa, dia memang merasa lemas sedikit dan mungkin efek karena tadi malam Lisa terlalu memaksakan diri.
“minumlah ini”
Lisa menerima gelas itu, minum susu hangat yang Han buatkan, cukup membantu menghilangkan rasa mual tapi kenapa Han sedikit terlihat bingung, dia memperhatikan setiap gerak-geriknya. “boleh aku bertanya?”
Han menatap kearah Lisa, dia sudah mempersiapkan apapun yang akan Lisa pertanyakan setelah gadis itu bangun, Han juga sudah membuat sebuah kesepakatan baru, yang mungkin sedikit membuatnya tidak terlalu menghancurkan Lisa. “tanyakan saja”
“tadi--, malam apakah Oppa yang mengganti pakaianku? sebenarnya apa yang terjadi?” Lisa bertanya sedikit ragu, ini penting untuknya ketahui karena bisa saja baik Lisa atau Han bisa terbawa oleh emosi lain. Apalagi Lisa tidak mengingat apapun.
“apakah aku boleh bertanya lebih dahulu sebelum menjawab pertanyaanmu?”
Lisa mengangguk, dia meletakkan gelas itu dan mencoba menjadi pendengar yang baik.
“siapa pria itu?” Han cukup penasaran dengan sosok pria yang mendatangi Lisa dan memberikan minuman pada gadis itu, dan yang lebih membuatnya curiga adalah setelah meminum itu Lisa seakan berada dibawah pengaruh obat seperti membangkitkan gairah, dan yang semakin menimbulkan pertanyaan besar apa tujuan pria itu melakukan itu.
Apakah dia suruhan ayahnya? Tapi seperti Lisa mengenalnya. Dan ayahnya tidak terlalu dekat dengan pria itu.
“aku pernah bertemu dengannya beberapa kali, dan yang aku tahu dia adalah mahasiswa di Universitas Seoul, Namanya Cho Jungwon.”
‘Cho?’ Han seperti pernah mendengar marga itu, sepertinya terdengar begitu familiar dan Han seperti mengenal marga itu. “selain meminum itu, apalagi yang kamu makan di acara tadi malam?”
“aku memakan ice cream yang diberikan pelayan” jawab Lisa, dia ingat apa yang tadi malam dia makan dan minum tapi setelah Han menyeretnya pergi, setelah itu ingatannya hilang.
__ADS_1
Han mencoba memikirkan mana yang memberikan Lisa obat itu? Apakah pria itu, atau ayahnya sendiri? Han ingat betapa ayahnya sangat ingin Lisa segera hamil, tapi dengan cara itu bukankah malah membuat Lisa tidak sehat? Dalam arti lain itu berarti Lisa tidak sadar melakukannya dan Han sendiri ingin melakukan karena dirinya ingin dan Lisa bersedia.
“Oppa belum menjawab pertanyaanku?”
Han menatap kearah Lisa, memasang senyuman bingung “sebenarnya---, tadi malam kamu muntah dan demam karena tidak cocok dengan minuman itu”
“benarkah? Apakah itu berhubungan?”
Han mencoba terlihat biasa, dia seharusnya lebih menyadari itu sebelumnya, “tentu, kamu memakai gaun yang sedikit terbuka lalu di ruang terbuka memakan ice cream padahal kamu tahu, kalau kamu belum makan malam dan sekarang lihat? Wajahmu saja terlihat pucat”
“benarkah?” Lisa segera menghadap ke arah kaca, Ya. Wajah terlihat pucat dan belum lagi ada sedikit tanda kemerahan di area lehernya, sejak kapan ada disana?
“Oppa, kenapa banyak tanda kemerahan disini” Lisa kembali menatap kearah Han, sambil menunjuk area lehernya yang terdapat ulah Han tadi malam.
“I--itu--,” Han merasa sedikit brengsek disini, dia tadi malam memang meninggalkan tanda di sana tapi dia tidak sadar sampai meninggalkan lebih banyak disana. “kamu ingin sarapan dengan apa?”
Han sebisa mungkin menghindari tatapan langsung dengan Lisa, dia menjauh dari ranjang Lisa.
“roti bakar dengan selai coklat”
“tunggu, aku akan membuatkannya”
Sambil menunggu Han kembali, Lisa mengambil ponselnya dan sedikit penasaran dengan apa yang terjadi sampai ada banyak sekali tanda, dia mencari di ponselnya dan yang hal mengejutkan terjadi, banyak sekali penjelasan yang menjelaskan jika tanda itu terjadi saat sedang ‘bercinta’.
Potongan-potongan mulai saling terhubung, Lisa mengingat sedikit demi sedikit yang terjadi tadi malam, belum lagi fakta bahwa Han sudah berbohong padanya, bagaimana dia bisa menyembunyikan hal itu.
Lisa menjadi salah paham untuk hal ini.
Dia menatap ke arah bawah ranjang dimana gaunnya yang berada di sana, lalu jas Han. Mungkinkah tadi malam benar-benar terjadi?
‘bukankah Han sudah berjanji akan melakukannya nanti? Bagaimana jika nanti aku hamil?’
Lisa yang larut dalam pikirannya dan merasa telah dibohongi, ketika Han masuk kedalam sambil membawa apa keinginannya, membuat hati dan pikirannya tidak sependapat.
“ini, aku tidak tahu apakah ini sesuai dengan seleramu atau tidak, tapi biasanya aku membuatnya tidak sampai kering” ucap Han, dia memang tidak tahu apa yang Lisa suka tapi selagi Lisa meminta sebisa mungkin dirinya memenuhinya.
“terimakasih” Lisa menerima itu, dia bahkan tidak ingin menatap kearah Han sekalipun pria itu tampak menunggunya, segalanya menjadi runtuh nanya dalam satu pandangan Lisa, dia dengan egois memutuskan secara sepihak.
“hari ini ingin pergi kemana?” Han memang sudah menyiapkan beberapa tempat yang mungkin saja gadis itu ingin kunjungi, sebelum besok mereka kembali beraktivitas lagi. Akan sangat menyenangkan menghabiskan waktu luang pergi kesuatu tempat.
__ADS_1
“tidak perlu, hari ini aku tidak ingin pergi kemanapun” ucap Lisa, dia ingin sekali menyuruh Han meninggalkan dirinya sendiri, dia perlu waktu untuk meyakini semua ini.
“kamu yakin? Aku sudah men---,”
“Oppa! #aku lelah dan aku ingin beristirahat, bisakah meninggalkanku sendiri?” Lisa memotong ucapan Han, dia bahkan menahan air matanya sebelum benar-benar jatuh.
“baiklah, jika membutuhkan sesuatu katakan saja, aku berada di ruang kerjaku” ucap Han, dia melangkah menjauh dari Lisa, perubahan yang terjadi begitu cepat membuat Han tidak memahami apa yang Lisa rasakan, apakah dia salah bicara?
Pintu kamar tertutup setelah Han pergi.
Lisa tidak ada niat untuk menyentuh makanan itu, dia meletakkan itu di meja belajarnya dan mematikan lampu, membuat seisi ruangan gelap ditambah hujan yang sedikit deras.
“kenapa?” Lisa menangis tanpa suara, sangat sakit dia menahan segalanya, dia pikir dia bisa percaya pada Han, tapi apakah yang dikatakan ibu itu benar? Bahwa ucapan dan janji seorang laki-laki tidak bisa dipercaya.
“kamu bahkan berbohong”
Di ruang tamu.
“apa kau melakukan itu?”
Han menghubungi sang ayah saat sampai di ruang tamu, dia perasa yakin jika sang ayah yang terlibat dalam hal ini. Tidak mungkin ayahnya tiba-tiba datang ke Villa mereka bahkan tanpa ada Han disana.
“dimana sopan santunmu? Bagaimanapun aku ayahmu! Aku tidak tahu apa yang kau maksud!” - Tuan Kang.
“ayah yang yang menaruh obat pada makan Lisa bukan!?”
“untuk apa aku melakukan itu! Kau yang seharusnya bertanya padanya bukan ayahmu!”
Tuan Kang menutup panggilan itu, jika Han sempat untuk mengambil gelas itu mungkin dia masih punya bukti siapa yang melakukan itu, tapi sulit karena mungkin saja gelas itu sudah diambil oleh oknum lain.
Belum lagi Lisa yang tiba-tiba menjauh dari dirinya, seakan Han telah melakukan sesuatu yang menyakitkan hatinya dan Lisa bahkan tidak ingin melihatnya, apalagi berada didekatnya.
“Keira, bisakah kau menjadi tahu informasi tentang pria bersama Cho Jungwon” pilihan terakhir Han adalah mencari tahu pria yang Lisa sebutkan tadi, karena dia mungkin tersangka lainnya.
“dan satu lagi aku butuh biodata Grup Cho dan keluarganya, aku mau besok.pagi sudah ada di meja kantorku”
Mungkin sekarang Han lebih harus mengawasi Lisa, mungkin saja ada pihak yang ingin menghancurkan dirinya melalui Lisa atau mungkin ingin mengungkapkan ke publik bahwa Han sudah menikahi seorang gadis yang masih bersekolah.
Jika itu terjadi bukan hanya Grup Kang yang menjadi perbincangan publik tapi kehidupan Lisa akan terganggu dan Han tidak yakin Lisa bisa menjalani kehidupannya setelah bercerai nanti.
__ADS_1
Tapi Han berharap itu tidak akan terjadi.