
Sesuai janji yang Han katakan, dia akan menceritakan segalanya tentang kehidupan Sean jika Lisa berhasil meyakini Mina untuk mau menjadi seseorang yang mungkin membantu Sean. Dimana Han akan menceritakan asal muasal terjadinya Kecelakaan itu dan apa yang menyebabkan pria itu kehilangan ingatan dan menjadi seperti itu.
Hari ini Han dan Lisa sendiri yang akan menemui Mina di Cafe tidak jauh dari kantor Han, pria itu harus kantor untuk mengurus berkas yang tidak bisa ditangani manajernya dan asistennya, dia memang memindahkan semua pekerjaannya di rumah tapi Han akan sesekali ke kantor untuk melihat perkembangan perusahaan itu.
Jadi Lisa dan Mina menunggu cukup lama, kedua gadis itu menunggu kedatangan Han dengan berbagi cerita selama mereka tidak bertemu. Lisa senang bisa melihat sahabatnya, tapi Mina terlihat sedikit berbeda dengan terakhir dia bertemu.
“kamu terlihat bahagia Lisa. Apakah kamu menyukai Ahjussi itu?” Tanya Mina, sambil minum Vanilla latte yang dia pesan, dan sebuah Cake sebagai pelengkap.
Bola mata Lisa melebar menatap ke arah Mina, dia menaruh minumannya yang hendak akan dia minum. “kenapa aku harus bersedih? Dia baik padaku.”
Kening Mina mengerut keatas, dia ingat jelas sebelum keluarga Lisa menyuruh gadis itu menikah, dan saat Lisa berbicara bahwa dia takut akan terus bersedih setelah menikah, tapi nyatanya Mina melihat Lisa yang jauh lebih bebas dari tinggal bersama Ibunya.
“Lalu kenapa kau mengajakku untuk bertemu denganya? Jangan menyuruh untuk hal aneh-aneh!” ucap Mina.
“Itu---,” Lisa bingung, dia tidak tahu jika Mina akan menanyakan pertanyaan sekarang. Dia menunjukkan senyuman senang saat Han yang berada diluar Cafe, pria itu segera masuk kedalam Cafe.
“Maaf, membuat kalian menunggu.” ucap Han, dia menarik kursi di samping Lisa, dan melepaskan jas yang dia kenakan dan melepas kacamata membingkai wajahnya.
“Oppa ingin meminum sesuatu?” Mina menatap kearah Han, dan menunjukkan wajah cerianya.
“Ice Americano.”
Lisa mengangguk mengerti, dia meninggalkan Han dan mina disana untuk saling berbicara.
“Senang bertemu denganmu, aku dengar kamu menjalin hubungan temanku Yeon.”
Mina tersedak padahal dia tidak sedang minum, suasana menjadi panas ketika Mina menatap kearah Han. Dia menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
“itu berarti benar, aku pikir pria itu akan sibuk memikirkan karirnya, apakah kalian sudah berkencan? Apakah Yeon mengajakmu ke apartemennya.” Ucap Han, dia tidak ingat siapa yang diajak bicara di depannya.
__ADS_1
Mina menunduk malu, apakah Yeon menceritakan semuanya, apa yang harus dia katakan sekarang.
“kau terlihat tegang, kamu tidak perlu menjawabnya, tujuanku mengajakmu bertemu bukan untuk membahas itu, tapi lebih ingin meminta bantuanmu.” jelas Han, dia berbicara begitu serius. Sampai tidak sadar jika dari kejauhan Lisa terus menatap pria itu.
“apa itu kaitannya dengan Oppa Yeon?” tanya Mina dengan ragu, dia tidak berpikir Han sendiri yang meminta bantuan jika Yeon memutuskan sesuatu. Padahal hubungan mereka cuman teman, lain berbeda dengan Mina yang sudah menjadi kekasihnya.
“Tidak ada kaitannya dengan pria itu, sebelum aku berbicara, bisakah kau berjanji untuk bersedia dulu?”
Lisa kembali dan memberikan apa yang Han inginkan, dia duduk disamping pria itu lagi.
“aku? Kenapa harus berjanji? Kan yang membutuhkan Ahjussi bukan aku.” ketus Mina, bukannya tidak mau berjanji hanya saja, dia takut malah tidak bisa melakukannya setelah berjanji.
“Mina, kenapa kamu berkata seperti itu?” Lisa menyela ucapan.
“Aku akan membantu untuk tetap hubungan bertahan lama dengan Yeon, hanya padamu seseorang bisa menikmati hidupnya kembali.”
Mina diam, kenapa harus dirinya. Dia tidak memiliki bakat apapun, bagaimana dia bisa membantu Han dan Lisa. “baiklah, aku berjanji.”
“Terimakasih, aku ingin memintamu membantu adikku, namanya Kang Sean Oh. Dia---,” Han bercerita dengan singkat, padat dan jelas. Dia hanya menjelaskan hal yang sudah Lisa ketahui dan belum menjelaskan proses itu terjadi.
Mina mendengarkan semua penjelasanya, dia ragu untuk mengikuti segala instruksi yang Han sudah rencanakan, dan itu sebagian besar Mina harus berintraksi dengan adiknya dan ada beberapa hal Mina harus berkontak fisik dengannya.
Han mengantarkan Mina kembali pulang, Lisa sempat tertidur di dalam perjalan kembali ke Villa, semakin hari Han memperhatikan Lisa, semakin Han menyimpulkan sesuatu jika Lisa sangat sadar dalam beberapa hal, tidak ada sikap dimana dia merasa terbebani dengan statusnya sebagai istri Han. Dan Han pikir tidak seharusnya gadis itu bersamanya.
Menggendong Lisa sampai kembali ke kamarnya, dan kembali sibuk pada pekerjaan yang tidak kenal usai, padahal Han juga butuh istirahat.
Hari ini Sean dan Youngbin harus menjalani beberapa periksakan di rumah sakit untuk luka di kepala Sean, bertambahnya tahun kemungkin akan sembuh mungkin tidak banyak tapi Han mulai percaya jika hasil tidak pernah menghianati usahanya.
Hingga Han tidak sadar jika hari sudah melewati malam.
__ADS_1
Dia baru menyadari saat Lisa masuk ke dalam ke kamarnya melalui pintu penghubung, terlihat wajah Lisa yang baru bangun dan biasanya dia akan merengek meminta minum.
“kamu ingin minum?” tanya Han, dia meletakkan laptopnya.
Lisa menggeleng, dia menghampiri Han dan tiba-tiba memeluk tubuh pria itu, menyandarkan kepalanya pada dada bidang Han dan Lisa memeluk Han dengan kencang.
“aku mimpi buruk, dan tidak bisa kembali tidur saat memikirkan cerita tentang Sean, bisakah Oppa menceritakan sekarang? Aku tidak suka menunggu dan berpikir.” ucap Lisa, dia bertingkah seperti anak kecil.
Han memang terkejut, Lisa jarang bersikap seperti ini, sebelum bercerita dia mematikan laptopnya, memberikan Lisa segelas air dan menutup kedua tubuh mereka di balik selimut tebal.
“aku tidak tahu cerita ini akan membuatmu tidur tenang, tapi malam ini aku akan memelukmu sampai terlelap.” Han menghela nafas sebelum menceritakan segalanya.
“saat aku sibuk mengurus kuliahku di amerika, aku jarang menghubungi Sean dan hanya bisa kembali saat libur, mungkin itu sebulan sekali. Aku mendapatkan cerita ini dari salah satu pelayan di rumah, awalnya kecelakaan terjadi karena Sean tidak memperhatikan jalan, benturan keras antara dirinya dan mobil. Membuat beberapa saraf dalam otaknya terganggu, dokter tidak mengetahui itu di awal dan hanya mengatakan jika Sean mengalami gegar otak ringan---lalu semua kembali normal, namun saat Sean akan mengikuti olimpiade internasional. Tiba-tiba dirinya mengalami kesakitan luar biasa sampai harus membatalkan keikutsertaan lomba itu, ayah benar-benar kecewa dan Sean koma saat itu--,”
Han terdiam, dia menyesal tidak bisa berada disamping adiknya selama kejadian itu terjadi, bahkan hal yang sangat menyakitkan adalah Ayahnya yang tidak memberitahunya, dan Han baru mengetahuinya setelah Sean koma, tepat saat Han mendapatkan cuti kuliahnya.
“Sean koma hampir lebih dari setahun, aku hanya bisa menemainya diwaktu liburku, itu sangat menyakitkan dan aku menyesalkan hal itu hingga sekarang, saat sadar ingatan Sean hanya berhenti saat dia akan berangkat saat mengikuti lomba. Namun bukan hanya itu, ayah yang langsung membawanya pulang dan memaksa Sean untuk kembali mengejar yang tertinggal, aku tidak tahu bagaimana tersiksanya Sean saat itu. Sampai akhir Sean benar-benar menjadi anak kecil dan sering mengingat kejadian kecelakaan itu setiap malam, dia tidak bisa mengingat hal yang terjadi hari ini dan selalu kembali pada kejadian saat usianya 17 tahun.”
Lisa mengelus dada dan menepuknya, kalimat yang keluar dari mulut pria itu seperti sebuah penyesalan tiada akhir, Lisa mungkin akan menangis jika menjadi Han saat bercerita.
“aku yakin, jika Oppa bisa membuatnya sembuh, aku akan selalu mendukung dan membantu Oppa, sebaik mungkin.”
Han mengelus pangkal kepala Lisa, bercerita seperti ini memberikan kesan berbeda saat Han hanya bisa memendamnya selama beberapa tahun, dia lega dan dia senang, ada satu orang yang mau mendengarkan dan memberikan dukungan.
“terimakasih Lisa.”
Lisa menggeleng dalam pelukan Han, tidak seharusnya Lisa mengatakan itu, pasti sangat berat bisa melewati semua ini sendiri dan sangat sulit menceritakan semuanya, seakan Han kembali luka lama yang sedang ditutupi.
“Oppa, apakah Mina akan melakukannya dengan baik?” tanya Lisa, dia mengangkat kepala untuk menatap Han, tapi dia malah melihat wajah Han yang sudah tertidur.
__ADS_1
“kamu pasti lelah.” lanjut Lisa lagi, dia mematikan lampu dan kembali menyandarkan tubuhnya di dada bidang Han, ini posisi yang nyaman karena Lisa bisa mendengar suara detak jantung Han yang berdetak kencang sama seperti dirinya. “selamat malam Oppa.”