“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 40 - Anymore


__ADS_3

Lisa memperhatikan semua itu dari atas, kenapa dia tidak ikut merasakan senang yang terlihat jelas di wajah Han dan Dokter Youngbin. Pikirannya terus terpaku pada ucapan ayah Han dan juga pria itu, apa devini dirinya disini? 


Lisa merasa semakin merasa segalanya menjauh, entah itu Han atau bahkan dirinya yang sudah mulai berubah. Padahal Lisa tidak pernah merasakan perasaannya semacam ini, dan ini benar-benar mengganggu dirinya. 


Membalik badan dan kemudian sepintas Lisa memikirkan hal yang tidak masuk akal, dia berpikir untuk menyerahkan dirinya pada Han, saat ini juga dan kemudian Lisa mencari caranya di internet.


Han menghantar Mina, dia membukakan pintu untuk gadis itu untuk masuk kedalam mobil, Han sedikit memikirkan rencana kedepannya untuk kesembuhan Sean secepatnya. Dan menghabiskan honeymoon-nya dengan Lisa.


“Maaf, karena aku mengatakan kau menyukai Sean itu tadi, aku tidak punya pilihan lain.” ucap Han. Dia melirik kearah Mina sebentar dan kembali fokus melihat kedepan.


“tidak apa-apa, lain kali bisakah jangan memutuskan hal secara sepihak? Aku tidak suka dengan hal itu, bagaimana jika Sean benar-benar menyukai diriku?” tanya Mina, dia bingung. Bohong jika Mina tidak takut dan tidak ingin melakukan hal yang salah, dan tidak ingin kehilangan sesuatu.


“aku janji tidak akan melakukan itu lagi, lain kali aku akan membicarakannya denganmu.”


Mina mengangguk, dia memeriksa ponselnya yang berdering, tentu saja ada sebuah pesan yang masuk kedalam ponselnya. Dengan sedikit menjauh Mina membaca pesan itu dan segera membalasnya.


Hal itu terus membuat Mina fokus pada ponselnya dan mengabaikan hal yang akan Han rencanakan kedepannya.


“Mina?”


Mina terkejut sampai menjatuhkan ponselnya, “Ha? y-ya. Maaf aku tidak fokus.”


Han terdiam, dia terlalu banyak bicara hari ini, karena dirinya tidak sabar menunggu Sean sembuh dan kembali mengingat segalanya. Dia juga terlalu jauh memaksa Mina.


“Baiklah, lain kali kita akan membicarakannya.”


“bisakah Ahjussi menurunkanku di halte depan sana.” ucap Mina, dia menunjuk pada salah satu halte disana. Yang dibelakangnya terdapat hotel mewah.


“Tapi--bukankah ini masih jauh dengan rumahmu? Untuk apa kau berhenti disini?” 


Mina kelihatan bingung, dia harus segera mencari cara agar tidak kelihatan mencurigakan. “Aku tidak bisa dihantar oleh-mu, ayahku akan menyulitkan diriku.”


Han mengangguk mengerti, dia tahu mungkin Mina akan dibeerikan seribu pertanyaan saat nanti Han mengantarnya sampai rumah. 


“baiklah.” Han menghentikan mobilnya sampai di depan halte bus itu, dia segeta meninggalkan area itu setelah Mina melambaikan tangannya. 


Namun ada hal aneh yang membuat Han bingung, tak lama Han menurunkan Mina, ada sebuah mobil tidak asing menghampiri dirinya dan membawa Mina pergi.


“mungkin itu ayahnya” ucap Han, dia tidak bisa ikut campur dalam kehidupan gadis itu. Yang terpenting Mina bisa kembali pulang dengan baik.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. 

__ADS_1


Setelah mengantar Mina, Han tidak kembali pulang. Keira menelponnya dan mengatakan jika ada hal mendesak yang harus Han tangani sendiri, jadi mau tidak mau hanya harus kenator dengan pakaian biasanya. 


Walau itu terlihat aneh, karena mereka tahu Han adalah pria yang sangat suka kerapihan dan tidak pernah memakai pakaian santai ke kantor, kecuali jika perusahaannya sedang mengadakan kegiatan Workshop.


Dia menyelesaikan semua tugas itu sampai, tidak sadar jika waktu sudah menujukkan pukul 10 malam, dia melepaskan kacamata miliknya dan menutup laptop, bersiap untuk kembali pulang.


Mengambil ponselnya, terdapat 10 panggilan dari Lisa dan beberapa email dari perusahaan lain, Kening berkerut. Lisa jarang sekali menelponmya sampai sebanyak ini, apalagi Han yang Lisa tidak akan menganggu dirinya.


Pria itu segera menuju lift sampai ke tempat mobilnya terparkir, dia mencoba menghubungi Lisa kembali tapi tidak ada jawaban dari gadis itu. Segera-lah Han berlari saat lift terbuka dan mengendarai mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Biasanya butuh waktu 30 - 35 untuk sampai, dengan kecepatan tinggi itu Han hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai di Villa. Saat membuka pintu, semua begitu gelap. Mungkin karena sebagai sudah dimatikan lampunya.


Han melangkah menaiki anak tangga, segera menuju kamar Lisa, tapi saat sampai Han tidak menemukan sosok gadis itu di dalam kamarnya. Han menarik pintu penghubung dari kamar Lisa menuju kamarnya.


Matanya membuat sempurna, wajahnya begitu terkejut. Dan Han terdiam di depan sana, mengedipkan matanya bebetapa kali dan mencoba memastikan apa yang dilihat dirinya itu benat-benar nyata.


“Lisa?” Han melangkah masuk kedalam kamarnya, sebagaian lantai terisi penuh dengan kelopak bunga dan aroma lilin menyengat penciumannya. 


Yang lebih membuat Han tidak bisa mengalihkan pandangan tak percayanya pada Lisa, siapa yang mengajari gadis itu memakai gaun super tip body. Yang secara gaun itu mrnunjukan seluruh lekukan tubuhnya, melihatkan kaki jenjangnya dan tubuh indahnya dalam balutan warna hitam. 


Lisa duduk diranjang Han, sambil menatap pria itu penuh tatapan yang sulit diartikan, dia melangkah turun aaat Han tak kunjung melangkah lagi, memperlihatkan paha mulusnya dan rambutnya yang terurai. 


“Lisa, apa yang terjadi? Ken--kenapa kau berpakaian seperti itu?” Ucap Han, sebisa mungkin menahan dirinya dan menyadarkan bahwa ini salah. 


Han hanya bisa mengikuti apa tujuan Lisa melakukan ini, dia ikut serta membalas ciuman gadis itu, dengan hati melangkah maju kedepan.


Sampai akhirnya mereka jatuh diranjang, yang langsung dijatuhi oleh kelopak mawar merah, Lisa melepaskan tangannya dan mulai membuka kancing pakaian Han.


Han yang terkejut menjauhkan wajahnya, menatap Lisa dengan wajah yang sangat serius, membuat Lisa terpaku takut. “Lisa--,”


Han berniat untuk bangkit namun secepat itu Lisa menahan dirinya dengan kedua kakinya. Terpaksa Han menyangga kedua tangannya sebagai batasan agar tidak sepenuhnya menindih tubuh Lisa. “katakan apa maksud dari semua ini?”


Lisa terkejut, kenapa reaksi Han berbeda dengan yang dia harapakan, bahkan jauh berbeda dari yang dia baca. Padahal dia menyiapkan segalanya untuk Han dan bahkan membeli gaun ini. Mempelajari tutorial untuk make up yang dia gunakan sekarang.


“Oppa tidak suka?” tanya Lisa dengan sedih, apa yang salah? Padahal Lisa sudah melakukan dengan baik.


Han meneguk air liurnya seperti meminum Soju. Saat sulit dan terasa membakar tenggorokannya. “Lisa, apa yang mengganggu dirimu, katakan padaku.”


“tidak ada, aku hanya ingin menyerahkan diriku. Tapi--Oppa terlihat tidak ingin sekali menyentuhku dan bahkan tidak suka!” Lisa menutup wajah dengan kedua tangannya, dia menangis dan merasakan hal aneh lagi. Seakan ada sebuah penolakan yang menyakitinya.


Han membuka pakaiannya, menarik kedua tangan Lisa dan menahannya di kedua sisi wajahnya. “Lisa, dengarkan Aku. Apa kau melakukan ini karna perkataan pria tua itu?” 

__ADS_1


Lisa menatap Han, dia mengangguk dan sedikit gugup saat tahu Han sudah menangkal pakaiannya. 


“jika karena itu, aku tidak akan mau. Lihatlah untuk apa kau melakukan semua ini, aku tidak butuh Lisa. Bahkan dengan dirimu yang seperti ini tidak membuatku tertarik apapun, aku menyukai dirinya seperti biasanya, persetanan dengan segala hal. Bohong jika aku tidak ingin menyentuhmu setiap saat, kau seperti Soju untukku, sangat membuatku kencanduan.” jelas Han, mungkin ini kali.pertama Han begitu prontal menyampaikan hal yang dia pikirkan, tapi itulah kebenarannya inilah Han yang sebenarnya.


Lisa merasa bersalah, tangisannya semakin menjadi dan seakan seperti disini-lah Lisa yang terlalu menganggap segalanya berlebihan, dia tidak tahu jika Han akan menyukai hal biasa ada dalam dirinya bukan hal istimewa seperti ini.


“Jadi tepatlah menjadi Lisa, gadis lugu-ku.” ucap Han, dia mengecup kening Lisa cukup lama dan segera melepaskan gadis itu. 


Lisa menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, dia sangat malu dan rasanya ingin berlari kekamarnya, menggubur dirinya dalam selimut tebalnya. 


Han berjalan untuk mengabil ponsel Lisa, memeriksa hal apa yang sudah gadis itu cari disana dan sedikit terkejut melihat Liaa menggunakan indentitas ibunya untuk mencari semua ini. “aku akan menyita ponselmu untik sementara waktu.”


“Baiklah, aku tahu salah. Oppa bisa memberikan hukuman lain tapi please jangan mengambil ponselku.” ucap Lisa, di berlari mendekati Han, melipat kedua tangannya sebagai permohonan.


“Tidak bisa!” tegas Han, dia seharusnya lebih mengawasi gadis itu mulai sekarang, dan jangan sampai membiarkan youngbin menjadi teman dekatnya. Bisa rusak jika Lisa menanyakan suatu hal padanya.


Lisa menyerah, dia tidak bisa merayu Han joka pria itu sudah mode tegas. Dia menyesal meletakkan ponselnya dikamar pria itu. “nanti kalau aku bosan bagaimana?”


“Kau bisa bermain ponsel jika aku berada disampingmu.”


Han meletakan ponsel Lisa didalam lemari pakaiannya.


“Ta--tapi. Ta--tapi, Oppa!” Lisa terkejut dengan kehadiran seseorang, dia bersembunyi dibelakang tubuh Han.


Youngbin yang mengetuk pintu kamar Han beberapa kali tidak diberikan kesempatan itu masuk, terpaksa membuka pintu dan membuat kedua orang didalam sana menatapanya terkejut. 


Han segera menyembunyikan Lisa didalam lemari pakaiannya, menyembunyikan sebisa mungkin agar Youngbin tidak melihat tubuh indahnya. 


“Han, ada hal--aku pikir--aku salah datang diwaktu yang tidak tepat.” Youngbin dengan cepat menutup pintu dan menghindar dari tatapan tajam Han.


Setelah pintu tertutup Han segera membantu Lisa keluar dari lemari pakaiannya, mengambil salah satu kemeja besarnya dan menutupi tubuh Lisa. “aku akan menutup toko yang menjual pakaian ini, persetannan dengan segala hal, gaun sangat membuat orang kesal.”


Han mengendus dengan kesal, menutup rapat-rapat tubuh Lisa, sia tidak suka ada yang melihat yang hanya boleh dirinya lihat.


Lisa hanya diam, apa yang membuat Han kesal justru membuat dirinya tersenyum bahagia, dengan lembut Lisa memeluk tubuh pria itu, dia merasa sangat mengerti karakter Han secara perlahan. 


“Oppa, aku ingin tidur.”


Han segera memberikan Lisa tidur diranjangnya, menutup tubuhnya dengan selimut, “Goodnight dan mimpi indah, aku harus mandi dulu.”


Lisa mengangguk, membiarkan Han mengunci pintu dan pergi membersihkan dirinya.

__ADS_1


Lisa, pikir Han adalah pria yang memiliki tingkat tinggi dalam hal cemburu. Dan sangat posesif.


__ADS_2