
Beberapa hari kemudian …
Kehidupan masih berjalan seperti biasanya, dimana cuaca kadang berubah di setiap harinya dan terkadang berbeda dari harapan, wajar saja jika dihitung dari pergantian musim sudah seharusnya menjelang kedatangan musim semi.
Walau semua terdengar baik, tapi seindah apapun pergantian musim tak akan sempat Han lihat, pria terlalu sibuk dengan banyak sekali pekerjaan, itu hanya satu pengalihan saja dia hanya sibuk menghindari bertemu langsung dengan ayahnya, mulai dari dirinya harus lebih sering mengunjungi rumah calon istrinya dan terus meluangkan waktu untuk pertemuan yang sangat Han hindari.
Menurutnya dia terlalu terburu-buru jika harus langsung bersikap jika dia setuju walau tidak punya peluang untuk menolak, Han ingin melakukan pendekatan secara pribadi, dia sangat menentang jika harus diatur apalagi diperintahkan seperti beberapa hari yang lalu, untung Han bisa menolaknya dengan alasan jika dia sakit.
Tapi mungkin dalam minggu ini, Han tidak punya alasan lagi untuk menolak pertemuannya dengan calon istri, mungkinkah Han punya trauma dengan pernikahan?
Dia sempat berpikir tentang dirinya yang akan berdiri di depan altar, tapi baginya tidak ada kesan apapun yang ingin Han rasanya, memikirkannya saja membuat Han sangat malas, jika tujuan pernikahan mereka untuk menghasilkan seorang anak untuk apa harus ada pernikahan?
Bukankah Han hanya perlu memilih wanita yang sehat dan mengandung anaknya selama 9 bulan lalu setelah itu tidak ada hubungan yang perlu dipertanggungjawabkan, terkadang Han begitu muak terhadap pemikiran sang ayah tapi bagaimanapun Han tidak membantah perintah, karena seburuk apapun sikap sang ayah bagi Han dia tetaplah seorang ayah yang sudah selayaknya dia sayangi dan cintai.
Sedangkan kehidupan Lisa semakin membingungkan, beberapa hari yang lalu dirinya mendengar langsung jika dia akan menikah, bagaimana bisa Lisa menikah? Dia bahkan belum lulus sekolah dan jika dilihat seharusnya Lisa lebih fokus untuk ujian nanti, umurnya bahkan belum melewati 17 tahun tidak mungkin dia menikah.
Jika memang itu terjadi, seharusnya Heejin yang lebih tepat jika dia harus menikah, bagi Lisa dirinya terlalu jauh untuk masalah menikah belum lagi sikapnya yang tidak pantas dijadikan seorang istri untuk calon suami.
Beberapa hari saat pulang sekolah Lisa mendengar pertengkaran hebat antara ibunya dengan seorang yang wanita itu hubungi, lagi-lagi pernikahan yang menjadi inti permasalahanya, Lisa tidak mengerti apa yang membuat mereka terus memaksa ibunya menyerahkan salah satu putrinya.
Apakah mungkin dirinya akan di jual?
__ADS_1
Jangan katakan padaku jika aku akan di nikahnya dengan pria tua karena di masa lalu ibu memiliki masalah dengan mereka.
“Lisa? Kau baik-baik saja?” ucap Mina, dia menepuk bahu sahabatnya. Dia tidak percaya jika kebiasaan baru Lisa adalah melamun.
“Ya” jawabnya, entah kenapa Lisa jadi ikut campur dengan permasalahan ibunya, banyak sekali hal yang ingin diketahui dan tentu saja seribu pertanyaan yang ingin diajukan, tapi jika Lisa melakukan sekarang dirinya takut malah semakin mempersulit keadaan.
“ada masalah? Kau tampak sedang memikirkan sesuatu? Jangan ragu untuk bercerita jika kamu ingin, mungkin aku bisa memberikan solusi untuk permasalahanmu?” ucap Mina dengan sedikit menurunkan suaranya, pasalnya mereka berbicara di waktu dimana jam belajar masih berlangsung.
“aku juga tidak tahu, aku belum bisa memastikan itu”
“bicaramu seperti orang dewasa, semenjak kamu kembali dari Jeju, kamu sedikit berubah, kamu banyak sekali melamun dan menghindari saat kita membicarakan hal lain, jangan bilang kau punya--”
Lisa menutup mulut Mina, dia hanya tidak ingin guru didepan mereka terus menatap ke-arah keduanya karena mengobrol di waktu belajar, “diamlah mina! Tidak lihatlah kau jika kita sedang diawasi?”
********
“Tuan ada seseorang mencari anda” ucap Keira, dia mendekati Han yang tengah sibuk mengurus dokumen dan membalas beberapa email dari perusahaan lain, bisa terlihat jelas jika Han dalam mode ‘prince ice’ dimana dia akan lebih dingin pada orang lain saat begitu fokus pada pekerjaan.
“apa sebelumnya kau sudah membuat janji dengannya?” Han tidak menoleh ke arah keira, matanya terus sibuk menatap layar monitor di hadapannya, sudah dikatakan jika setiap pergantian musim dia akan sibuk meluncurkan produk terbaru agar para pelanggannya tetap setia menggunakan produknya.
“Belum Tuan, dia hanya mengatakan jika ingin bertemu dengan anda”
__ADS_1
“Buk--,” ucapnya terpotong melihat sosok yang melangkah masuk begitu saja, Han memang pernah bertemunya satu kali, beberapa tahun yang lalu saat dirinya masih duduk dipangku kuliah.
“Nyonya Park?” Han merapikan jasnya, kemudian dia berjalan mendekati wanita yang sedang memainkan jarinya, dia tampak sedikit gugup. “Keira kamu bisa kembali”
Han mempersilahkan wanita itu untuk duduk di sofa miliknya.
“sebelumnya maaf Tuan Kang, telah mengganggu waktu anda, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan langsung pada anda” ucap Yoona, dia sudah pilihan lagi jika tidak menemui pria itu secara langsung, desakkan dari ayahnya akan terus membuat Yoona tidak bisa menunda waktu.
“tidak masalah Nyonya Park, masalah apa yang ingin anda bicarakan?”
“Hm--, aku rasa ayahmu sudah membicarakannya denganmu, akhir-akhir ini Ayahmu sering sekali menghubungi dan terkadang dia melakukan pertemuan denganku, dia ingin segera menjodohkan putriku denganmu, tapi masalah--,” Yoona menggigit bibir bawah dengan gelisah, haruskan aku mengatakanya? Atau tetap memaksa Lisa jadi pilihan terakhir.
"putriku masih terlalu dini, bahkan usianya belum melewati 18 tahun, aku tidak bisa memaksa untuk menikah denganmu, bisakah kau membicarakan dengan ayahmu untuk menunda sampai setidaknya putriku lulus SMA”
“aku tidak mengerti masalah apa yang membuat anda dan ayahku begitu kuat dalam ikatan perjodohan ini, tapi--apakah tidak terlalu memaksa jika anda ingin saya menikahi putrimu yang bahkan masih memakai seragam SMA, berbicara dengannya? Aku rasa aku tidak akan bisa membantu apapun” ucapnya, Han tak ingin memberikan harapan apapun, dia sendiri saja tidak bisa menentang apa yang diperintahkan sang ayah apalagi meminta untuk menunda.
“aku mohon! Tidakkah kamu pikirkan bagaimana nasib putriku, ketika harus tinggal bersamamu lalu melakukan sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya?”
Yoona ingin sekali mengembalikan apa yang pernah Tuan Kang berikan pada dulu, dia lebih baik tidak mendengarkan kata sang ibu daripada harus kehilangan putri, Lisa. Dia gadis lugu, tidak mengerti apapun kecuali tidak pernah Yoona ajarkan.
Ruangan begitu hening, Han tidak memberikan respon apapun, dia juga tidak mengerti bagaimana dia bisa menjawab setiap kata Nyonya Park, belum lagi dia dibuat terkejut dengan fakta jika yang akan menikah dengannya seorang gadis yang lebih pantas memanggilnya Ahjussi dari Oppa.
__ADS_1
Gadis yang masih berseragam SMA.