“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 18 : If You


__ADS_3

Disinilah Lisa, duduk diantara kedua pria itu lagi, sebenarnya setelah kejadian itu, Lisa enggan untuk melihat pria yang bernama Han itu, atau mungkin calon suaminya, ralat! Pria yang bahkan belum Lisa bayangkan akan menjadi pendamping hidupnya.


Lisa hanya diam ketika sang Ibu terus menggenggam tangannya, memaksa Lisa untuk terus berada disampingnya padahal Lisa tahu hari sudah mulai mendekati tengah malam dan mengingat begitu banyak hal yang harus Lisa lakukan, tapi semua ini membuat dirinya tidak memiliki kemampuan untuk pergi.


Bagaimana nanti pada akhirnya semua tahu, jika dalam hitungan bulan Lisa harus menikah. 


Dia bahkan tak tahu apapun tentang arti sebuah pernikahan, apalagi menjadi istri yang baik yang baru saja Tuan Kang katakan pada dirinya, belum Lisa begitu polos dalam segala hal, mungkin juga dirinya bodoh dan buta dengan dunia luar. 


“aku bisa menghancurkan segala hal yang kau miliki nyonya Park dan aku akan menjamin jika putri tidak akan bisa masuk ke universitas yang dia inginkan” ucap Ayah Han dengan tegas, dia benar-benar tidak bermain-main dalam urusan ini, pria paruh baya iti seakan tidak goyah dengan apapun yang Han katakan.


“tapi kenapa harus aku?” ucap Lisa dengan cepat, walau mungkin kedengaran begitu tidak sopan karena mencela ucapan Tuan Kang. 


“Lisa!”


“Kenapa Mom? Eon---.” mulut Lisa ditutup begitu rapat oleh sang Ibu saat dia akan menyebutkan nama sang kakak yang sedari tadi tidak pernah dibahas oleh ibunya, ibunya seakan menganggap jika Lisa-lah putri satu-satunya yang dia miliki, seakan Heejin tak ada diantara dirinya dan Yoona.


“Maaf, putriku seperti begitu kelelahan, aku akan mengantarnya ke kamarnya” ucap Yoona, ucapan Lisa benar-benar diluar pikiran Lisa sampai membuatnya sedikit kasar pada putri. “Lisa, istirahatlah dan jangan lupa untuk memeriksa tugasmu”


Yoona menelan air liurnya seperti dirinya begitu haus, dia kembali keruang tamu setelah membujuk Lisa kembali ke kamarnya, setidaknya Han dan Lisa sudah bertemu,  untuk masalah selanjutnya Yoona masih bisa mengatasinya sendiri, mungkin dia perlu menjelaskan segalanya kepada kedua putrinya.


“aku ingin mereka berdua mengenal sebelum menikah” ucap Tuan Kang.


Han dan Yoona langsung menatap kearah pria paruh baya, duduk disana benar-benar seperti sedang melakukan senam jantung, Han sampai tidak punya kalimat untuk menolak pernikahan ini, tak ada jalan dan hasilnya tetap sama. 

__ADS_1


Dimana pria harus menikahi gadis SMA!


“aku akan mengatur pertemuan keduanya” ucap Yoona, dia berbicara seakan tak tahu akan menyakiti siapa, dia terus mengikuti lalu melupakan apa yang akan terjadi, bagaimana Lisa bisa menghadapi segalanya pada adanya bimbingan dari dirinya. 


Walau di dunia ini begitu berharap melihat putri menikah dan bahagia. Tapi bukan ini yang Yoona inginkan, mungkinkah Lisa akan bahagia?


“seperti sudah jelas, bagaimana jika kita kembali? Tidak baik berada dirumah orang lain begitu lama” ucap Han, dia ingin segera kembali kerumah dan menganggap ini adalah satu beban yang akan lepas ketika dia menutup matanya dan keesokan harinya dirinya bisa sedikit bernafas.


Ayah Han mengangguk mengerti, dia mengambil tongkat dan berjalan ke arah luar rumah dimana para supir dan pelayan pribadinya menunggu dirinya.


“Han, masuklah” ucap Tuan Kang, dia mengatakan itu untuk memperingati putra untuk satu mobil dengannya, padahal jika diingat Han kesini dengan mobil miliknya.


“Shit!” Han membanting pintu mobil begitu keras, hari ini rasanya kepalanya begitu ingin meledak menghadapi setiap orang yang ada di hadapannya. Dia berjalan mendekati mobil sang ayah dan menyerahkan kunci di salah satu pelayan. 


Dia membuat nafas, ada sedikit kelegaan saat membuka pintu kamar Lisa, rupanya putrinya sudah tertidur dibalik selimut kesayangannya. 


Bagaimana? Lisa gadis lugu yang begitu penurut dan juga polos, Yoona tidak bisa membayangkan segalanya menjadi seperti ini, apalagi Lisa yang baru saja duduk di kelas 3 SMA. Bagaimana jika temannya tahu, bagaimana nanti dirinya menahan segala kesalahpahaman yang temannya pertanyakan.


Yoona berjalan untuk mengelus kepala sang putri. 


“mungkin Mom bukan seorang ibu yang baik dan juga seseorang yang tidak bisa melindungimu, Mom begitu menyayangimu sampai tanpa sadar Mom ada banyak luka disana” 


Yoona menatap wajah lelah Lisa sambil menahan air matanya, rasanya Yoona tidak ingin hari itu terjadi. 

__ADS_1


“Mom harus bagaimana? Semua Ibu pasti ingin melihat putrinya menikah tapi akan begitu menyakitkan melihat putrinya terluka”


Yoona teringat bagaimana pengertian Lisa, disaat teman lainnya begitu membanggakan sosok ayah mereka didepan teman kelas lainnya, putri bahkan tidak bisa melihat wajah itu, pertemuan mereka begitu singkat. 


Yoona juga teringat saat Lisa sakit dan kalimat pertama yang dia ucapkan dalam setiap tidurnya adalah ‘aku yakin ayahku adalah pria baik, walau aku tidak pernah bertemu dengannya’ Lisa mengatakan itu setiap dirinya demam dan merindukan ayahnya.


Itu memang benar, perpisahan Yoona dan Cristian. Membuat Yoona menghilangkan segalanya yang berhubungan dengan mantan suaminya sampai tak ada satupun bagi Lisa lebih mengenal sosok sang ayah, keegoisan Yoona melupakan nasib Lisa yang masih membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya.


“Maaf” Yoona menghapus sepucuk air mata yang mengalir di pipinya, suara terus menahan untuk tidak mengeluarkan isakan yang bisa mengganggu tidur putrinya. “Mom, yakin Lisa akan mengerti semua ini kenapa Lisa tidak pernah bertemu dengan Daddy, Mom Juga yakin pernikahan ini akan memberikan banyak sekali penjelasan yang mungkin tidak bisa Mom jawab, tapi ingatlah satu hal. Rumah ini selalu menunggu kepulanganmu”


********


Setelah 15 menit sang Ibu meninggalkan kamar, Lisa mengibaskan selimut yang menutupi tubuhnya. Dia benarnya tidak tertidur, Lisa hanya terkejut saat sang Ibu masuk kedalam kamarnya dan memutuskan untuk berpura-pura jika dirinya sudah tertidur, tapi Lisa tidak tahu jika tujuan sang Ibu datang kemari untuk menjelaskan segalanya. 


Lisa tentu kecewa, dia merasa telah dibohongi selama ini, dia pikir sang ayah memang sudah meninggal sejak dirinya baru menginjak 5 tahun, dan begitu percayanya Lisa saat sang Ibu berkata jika kakaknya belajar di luar negeri dan tinggal bersama teman Ibunya, Lisa juga begitu menuruti setiap hal yang Yoona katakan tanpa satu kalimat pun untuk membantahnya.


Tapi sekarang? Lisa merasa asing dengan sosok wanita yang menangis tadi, mungkinkah itu ibunya? Begitu berbeda dari sebelumnya dari sebelum Lisa tahu faktanya dan begitu menyakitkan untuk Lisa pendam sendiri. 


Kenapa harus pada dirinya? Lisa tidak mengerti apapun disini, dia merasa dirinya-lah pihak yang dimanfaatkan dan dibuat tidak tahu apapun, Lisa merasa jika kepolosan ini karena tuntutan sang Ibu. 


“siapa yang salah? Siapa pihak yang harus disalahkan?” 


Haruskah Lisa diam sampai dirinya mengerti segalanya? Atau menjadi dirinya yang berbeda untuk mengetahui semua fakta?

__ADS_1


__ADS_2