“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 37 - Hidden


__ADS_3

Dengan seragam berwarna dominasi antara putih dan abu-abu, dia melangkah melewati jalanan kota Seoul di pagi hari, hanya perlu menyebrang untuk sampai di sekolahnya. 


Hari ini cerah sesuai dengan suasana hatinya, sampai menggenggam ranselnya, pria itu melangkah ke penyebrangan jalan, di sana tidak terlalu banyak mobil yang melintas. Dan hanya beberapa siswa yang berlawan arah melintas.


Pandangan pria itu tertuju pada seorang gadis kecil yang menyebrang dengan orang tuanya, dia cantik dengan dua rambut yang diikat dan seragamnya. tersenyum lebar disetiap langkahnya, bahkan hal seperti itu membuat dirinya terlihat saat menggemaskan.


Pria itu terlalu fokus hingga dari arah kejauhan mobil dengan kecepatan tinggi melintas dan kecelakaan itu benar-benar terjadi. 


Dan menghancurkan masa depan pria itu.


-


-


-


-


-


-


Malam ditemani rembulan yang indah.


“Lisa?” Han mengetuk pintu yang terhubung dengan kamarnya dan kamar Lisa, dia mendadak membuat pintu terhubung ini semenjak Sean tinggal disini, besok masih ada satu hari libur tapi Han tidak bisa mengajak Lisa walau hanya sekedar berjalan-jalan di sore hari.


“kamu sudah tidur?” tanya Han lagi, dia masih mengetuk pintu yang padahal tidak terkunci. Sampai ketukan yang tiga, Han memutuskan untuk membuka pintu. telah menunggu respon Lisa yang tidak kunjung menanggapinya.


“Oppa!” protes Lisa, dia baru saja selesai mandi dan ingin bermaksud untuk mengatakan itu, tapi nyata pria itu sudah ada di dalam kamarnya, dimana Lisa hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh polos.


“ak--aku pikir kamu sudah tidur, ja-jadi aku membuka pintu ini” Han menundukkan pandangannya, dia gugup melihat tubuh basah Lisa seperti itu, belum lagi gadis itu sangat cantik dan menggoda yang dibawah sana.


Lisa menutup pintu itu dan menguncinya, dia tidak terbiasa dengan suasana yang seperti ini, apalagi Han. Mungkin saja pria itu akan mengajaknya saat ini juga.


“aku akan menunggu--, sampai kau terbiasa dan percaya padaku” ucap Han, dari balik pintu penghubung itu.


Lisa terdiam, ucapan Han seakan menjawab isi hatinya saat ini, lalu bagaimana dengan perjanjiannya, bukankah Han bisa meminta itu kapanpun setelah Lisa menyelesaikan ujian sekolah.


“apa yang kamu maksud?” Lisa sedikit menempelkan tubuhnya di pintu penghubung itu, dia penasaran dengan tujuan Han mengatakan itu, walau dia tahu maksudnya.


“aku rasa kamu tahu” 


Han mendorong pintu itu sampai tubuh Lisa menyentuh dinding kamar, pria itu berjalan masuk dan menatap Lisa penuh dengan tatapan ‘passionnya’. Membentangkan tangannya, mengunci Lisa dalam tubuhnya.

__ADS_1


“apakah ini latihan? Sudah lama oppa tidak mengajak latihan lagi” ucap Lisa penuh dengan polos, bagaimana bisa dia menganggap semua ini latihan bahkan saat gadis itu meminum obat perangsang.


Han tersenyum tapi sedikit meringai, dia sudah menghancurkan kepolosan Lisa dengan hanya sebuah ajakan ‘latihan’ padahal itu hanya sebuah penyembunyian dari rasa ingin tahunya. 


“latihan seperti apa?”


Lisa bingung, dia juga tidak begitu paham dengan latihan yang dilakukan beberapa kali itu.


Han mengangkat dagu Lisa, mempertemukan kedua mata mereka, suasana menjadi lebih tegang dan kecepatan jantung terus berdetak. “katakan Lisa”


“aku tidak tahu” jawab Lisa dengan suara polosnya, mengangkat seluruh saraf untuk tetap mencari apa tujuan latihan itu, dan kenapa dirinya menanyakan hal akan menjebaknya.


“latihan membuat baby?” ucap Han, dengan kondisi Lisa saat ini mana bisa Han hanya diam, jika di rumah ini tidak ada dua pria itu, mungkin handuk itu sudah lepas dan tergeletak di lantai. Pikiran kotor mulai mengalihkan tujuan pria itu ke kamar Lisa.


“bagaimana caranya?” 


“kita harus saling berkeringat dan mungkin sedikit lelah, tapi menyenangkan” ucap Han, pria itu sudah diluar kendalinya dan terus memancing Lisa untuk berkata ‘Ya, aku ingin mencobanya’.


Lisa seperti haus saat ini, dia terbawa dengan suhu yang seakan semakin panas, belum lagi tubuh Han begitu dekat dengannya, membuat dirinya tidak bisa bergerak bebas. “apa itu semacam olahraga? Aku tidak suka pelajaran olahraga”


“olahraga kali ini kamu pasti menyukainya” jawab Han, dia menatap area dimana Lisa begitu sangat ingin Han sentuh.


Lisa terdiam, dia tidak bisa menjawab apa yang sekarang Han katakan, kedengaran asing untuknya dan membuat juga penasaran. “dimana olahraga itu dilakukan”


Lisa meneguk air liurnya beberapa kali, apa yang sebenarnya Han ingin ajarkan, ini begitu sulit daripada memecahkan rumus matematika. Tak punya pilihan Lisa hanya mengangguk.


Han yang sudah diambang ‘passion’ terus mengingat jika Lisa akan sangat terkejut jika Han mengajaknya melakukan hubungan intim walau mungkin jika saling menyatu. dia mengangkat tubuh Lisa dan mengajaknya untuk duduk diatas ranjang dengan Lisa yang ada diatas pangkuannya.


“tunggu! Oppa--aku belum memakai pakaian” ucap Lisa, dia berusaha untuk bangun namun Han menahan dirinya dan bahkan menempelkan kedua tubuh mereka. 


“tidak perlu Lisa, kamu percaya padaku,kan?” 


Lisa mengangguk ragu, dia menjauh tangannya yang berada di dada bidang Han, dia merasa malu dengan kondisinya saat ini dan belum lagi tatapan Han membuatnya juga sedikit takut. Han memberikan tatapan serius yang berbeda, dan Lisa tidak pernah melihat tatapan itu.


“a-apa--yang--akan kita lakukan?”


“Lisa, aku hanya datang kesini untuk meminta bantuanmu” Han mengalahkan keinginannya kali ini, dia tidak bisa melakukannya sekarang dan belum lagi Han takut Lisa sedikit takut jika Han melakukannya sekarang.


“bagaimana dengan latihannya?” kenapa Lisa jadi seperti ini, di seakan kecewa dengan hal yang Han katakan.


“apa yang kamu inginkan Lisa? Latihan? Aku takut, tidak bisa menahan diri, jadi kali ini bantu aku dulu”


Han menurunkan Lisa dari tubuhnya, membiarkan gadis itu untuk memakai pakaian tidurnya.

__ADS_1


“bantuan apa? Aku akan usahakan untuk membantu dengan baik” ucap Lisa, sedikit canggung saat memakai pakaian didepan Han.


“bisakah kamu menghubungi Mina? Aku ingin memintanya untuk membantu penyembuhan Sean, mungkin kedengaran seperti aku ingin menjodohkan mereka tapi hanya aku tidak bisa menyuruh wanita lain”


“apakah Mina mau? Temanku ini---,”


“aku tahu, minta menyukai Yeon bukan? Aku akan mempertemukan mereka dan apapun yang Mina inginkan sebisa mungkin aku akan mengusahakan”


Lisa sedikit bingung, dia berjalan mendekati Han dengan membawa ponselnya, “aku harus mengatakan apa?”


Han menarik tubuh Lisa untuk duduk disampingnya, memeluk tubuh gadis itu dan menikmati aroma lavender dari tubuhnya. “katakan saja jika kamu ingin mengajaknya keluar dan aku akan bertemu dengannya”


Lisa mengangguk mengerti, dia langsung mengikuti apa yang Han katakan dan segera mengirim pesan pada temannya, dia sedikit merasa mengantuk dan tidak sengaja menguap di depan Han.


“aku sudah melakukannya, sekarang apa lagi?”


“bagaimana dengan kamu tidur lebih awal, besok kita mungkin bisa menghabiskan waktu berdua”


“apa Oppa akan tidur dikamarku?”


Han menggeleng, menarik Lisa untuk berbaring di ranjangnya, menutupi tubuhnya dengan selimut dan mengucapkan kata yang biasa dilakukan sebelum Lisa tidur.


“selamat malam, mimpi indah Lisa. Jika mimpi buruk kamu bisa pergi ke kamarku”


Lisa memajukan bibirnya, dia sedikit tidak rela melepaskan tangan Han saat pria itu akan meninggalkan kamarnya, entah kenapa Lisa lebih sensitif akhir-akhir ini, dia ingin lebih banyak bersama dengan Han.


“Oppa juga”


Han terkejut, saat dia menutup pintu terhubung dirinya melihat Sean yang ada di dalam kamarnya, dia menunjukkan wajah sedih dan juga seakan kesal pada sesuatu.


“Sean? Ada apa?”


Sean tidak menjawab, dia meninggalkan kamar Han begitu saja.


Han tak yang langsung mengejar Sean, dia memikir apa yang telah Sean lihat, mungkin dia melihat dirinya dengan Lisa di dalam kamar gadis itu, karena Han lupa untuk menutup pintu dengan rapat.


“Sean!”


Han baru mengejar adiknya, dia menatap ke segala area dan diluar begitu kacau, main berserakkan sembarang. Dan yang paling membuatnya terkejut Sean yang berada di tepi kolam renang dan jika Youngbin menarik mungkin adiknya sudah jatuh kesana.


Han melangkah mendekati kedua orang itu dan Sean tidak mau menatap ke arahnya sama sekali, dia tidak suka kehadirannya disana.


“aku rasa Han kita harus berbicara”

__ADS_1


__ADS_2