
Hari ini Lisa harus lebih larut malam, dia harus mengikuti segala kegiatan menjelang dirinya mendekati ujian kelulusan padahal ujian itu akan berlangsung bulan depan tapi Lisa sudah bertekad untuk mendapatkan nilai terbaik dan masuk ke universitas bersama temannya Mina, dalam harapan kecil Lisa, dia ingin sekali menjadi seorang pianis, bermain piano adalah hal yang selalu Lisa lakukan setiap dirinya memiliki waktu luang.
Sebelumnya Lisa tidak memberitahu sang Ibu jika dia akan mengikuti pelajaran tambahan setelah pulang sekolah, hari ini juga entah kenapa Lisa lupa segalanya, dia bahkan tidak fokus mengikuti pelajaran dan beberapa kali mencoba tertidur di jam pelajaran.
“Mina, bagaimana caraku pulang? Aku tidak tahu jalan pulang” ucap Lisa, dia memegang tali tasnya dengan cemas, hari sudah memasuki waktu senja dan Lisa tidak tahu harus kembali pulang, dia juga tidak bisa memesan taksi online karena ponselnya tertinggal di rumah.
Mina yang sedang mengetik sesuatu di layar ponsel menatap kearah Lisa.
“aku juga tidak tahu Lisa, aku lupa membawa dompetku, itulah sekarang aku sedang menghubungi ayahku” ucap Mina, dia juga sama seperti Lisa, anak yang sejak lahir dimanjakan dengan kekayaan kedua orangtua yang dia miliki, sehingga jika terjadi sesuatu dia hanya bisa mengandalkan keluarganya.
Kedua gadis itu sibuk memikirkan bagaimana cara pulang kembali kerumah, baik Mina dan Lisa tidak menyadari jika sebuah mobil berwarna putih menghampiri keduanya dan tepat berhenti di hadapan mereka.
“apa itu ayahmu Mina?” tanya Lisa, dia melirik ke arah mobil di depannya, Lisa tahu jika Mina hanya memiliki ayah dan ibunya sudah lama meninggal karena penyakit.
“Mobil ayahku? Aku rasa itu bukan ayahku, itu mungkin ibumu atau Unnie-mu mungkin”
“Mom? Aku tahu mobil yang biasa Mom pakai, dan Eonnie Hee-Jin tidak pernah mengendarai mobil”
Harapan Lisa ataupun Mina ternyata jauh berbeda saat pintu mobil itu terbuka, seorang pria dengan kaos putih dan celana jeans hitam berjalan mendekati mereka dengan membuka kacamata hitamnya.
Mungkin reaksi siswa lain melihat pria itu melangkah akan seperti bertemu seorang idol, tapi Lisa dan Mina keduanya malah takut, karena mungkin saja itu pria jahat yang ingin menculik mereka.
“Lisa, kamu mengenal pria itu?” Tanya Mina, dia sedikit melangkah mundur yang tentu diikuti dengan langkah Lisa.
“jika aku mengenalnya, aku tidak akan takut sama sepertimu, Mina”
Han mengerutkan keningnya tidak percaya, pria tampan seperti dirinya malah di takuti oleh kedua gadis itu, dengan ekspresi wajah datar Han melangkah mendekati mereka dan menarik tangan yang dia tahu adalah Lisa, gadis yang akan dijodohkan olehnya.
Sebelum dirinya terpaksa berada disini dan menjemput gadis berseragam SMA itu, siapa lagi yang bisa membuat dirinya berada disekolah ini jika bukan perintah sang ayah, jika hari ini ibu dari gadis itu tidak mendatanginya mungkin Han sekarang sedang beristirahat di apartemen atau ruang rahasia di kantornya.
Tapi, Masalah semakin membuat Han tidak ada pilihan lain, dia juga tidak terlalu peduli pada perjodohan ini, tidak ada untungnya dan sama sekali membuat Han semakin ingin pergi dari rumah besar itu, dia lebih menyukai kehidupan yang sederhana daripada kehidupan penuh tekanan dan paksaan.
“Hey! Tenanglah aku tidak akan melakukan suatu pada kalian” ucap Han, dia membuka topi hitam yang dia kenakan, dia mendekati kedua gadis berseragam SMA tersebut.
“apa yang ingin Ahjussi lakukan disini?” ucap Lisa dengan sedikit menurunkan pandangannya, sebisa mungkin dia menyembunyikan Mina dibelakang tubuhnya walau sebenarnya Lisa juga takut.
__ADS_1
Lisa menepis tangan pria itu dengan di sedikit memaksa.
“Ahjussi? Apa aku setua itu untukmu, ayolah Lisa jangan membuang waktuku, ada makan malam yang harus kau hadiri” ucap Han, dengan sedikit kasar pria itu menarik pergelangan tangan Lisa, memaksa gadis itu untuk segera meninggalkan gerbang sekolah.
Lisa merintih tak suka, selama 17 tahun dirinya tidak pernah diperlakukan kasar seperti oleh siapapun, “Ahjussi! Lepaskan aku!! Aku tidak mengenalmu!”
Segala cara Lisa lakukan sampai terpaksa dia menggigit tangan pria yang tidak dikenali.
“Akh!!” refleks Han melepaskan pergelangan tangan gadis itu, Han benar-benar tidak memahami sifat anak SMA jaman sekarang yang tidak mengerti apapun tapi sikapnya sangat membuatnya kesal. “Kau! Berani melangkah jauh, aku pastikan---,”
Baru merasakan sakit di tangannya, kini milik Han harus di rusak oleh gadis itu, dengan mudahnya gadis itu menendang miliknya tepat saat dirinya baru ingin mengejarnya. “Kau--, Akh! Sakit”
Lisa menggunakan kesempatan itu untuk kembali berlari mendekati Mina, dia mengisyaratkan Mina untuk ikut bersama meninggalkan sekolah.
“Mina! Ayo!”
Dia mengulurkan tangan dan langsung disambut oleh Mina, keduanya berlari meninggalkan sekolah tanpa memikirkan nasib pria yang sedang kesakitan, untung saja di sekolah tidak terlalu ramai jadi tidak banyak orang yang melihat dirinya.
“Sial!!” Han mencoba untuk bangun walau rasanya begitu sakit sampai berdiri dirinya begitu kesulitan, hancur sudah gelar ‘prince ice’ dalam dirinya, padahal saat kuliah Han pernah mengikuti salah satu kegiatan bela diri tapi dia bahkan tidak bisa menahan gadis itu dan berakhir seperti itu.
Sedangkan Mina dan Lisa keduanya sudah jauh meninggalkan sekolah, untung saja keduanya memiliki kemampuan baik dalam urusan berlari jadi melarikan diri adalah andalan keduanya.
“Mina maaf ya” ucap Lisa, dia menggerakkan seragamnya untuk menghilangkan sedikit dehidrasi dalam tubuhnya, dan memutuskan untuk mengikat rambutnya.
“tidak apa-apa Lisa, kamu ingin apa? Mineral? Kopi? Atau Jus?” tanya Mina, dirinya sibuk menentukan apa yang ingin dia minum sambil sedikit mengurangi keringat di tubuhnya.
“Mineral, dan aku ingin sekotak susu coklat dan roti” ucap Lisa, sebenarnya dia juga lapar karena hari ini dia mengikuti pendalaman materi tanpa memberitahu Ibunya dan secara otomatis dia tidak mendapatkan tambahan uang ataupun bekal.
“Lisa lapar? Bagaimana jika kita membeli ramen dan makan disini?”
Mina yang tadinya tidak merasa lapar, ikut menjadi lapar saat mendengarkan perut Lisa yang berbunyi.
“baiklah”
Beruntung karena hari ini Lisa masih membawa uang saku yang dia simpan, keduanya menikmati ramen dan beberapa makanan di luar toko, udara tidak terlalu dingin dan waktu yang sudah menunjukkan pukul 7 malam, membuat Lisa dan Mina menjadi perhatian beberapa orang yang berlalu lalang di depan toko.
__ADS_1
Mungkin karena seharusnya mereka sudah berada dirumah, kehidupan disini sangatlah menjunjung tinggi kedisiplinan dan toleransi yang kuat jadi wajar jika Lisa dan Mina menjadi pusat perhatian beberapa orang, karena jika seorang siswa duduk di depan toko seperti itu bisa memberikan kesan negatif.
“Mina, apa keluargamu tidak ada yang menjemput? Ini sudah malam, tidak baik kita masih berkeliaran dengan seragam sekolah” Lisa menutup cup ramen dan membuangnya di tempatnya, dia meminum kotak susu yang tadi dia beli.
“aku sudah memberitahu ayahku, tidak lama lagi ayahku akan datang” Mina terus membalas chatting dari sang ayah, dirinya begitu disayang karena Mina anak satu-satu dan mengingat ibunya sudah tidak ada, mungkin itu kenapa ayahnya begitu menjaga Mina.
“baguslah, aku ingin beli sesuatu” rasanya tidak cukup dengan hanya makan ramen dan sekotak susu, karena usianya masih dalam masa pertumbuhan Lisa membutuhkan banyak sekali asupan makan apalagi jika dirinya seharian hanya memakan bekal buatan ibunya, setidak Lisa ingin membeli ice cream dan beberapa makan ringan.
“baiklah jangan lama” Mina masih sibuk menghabiskan ramennya.
Lisa mengangguk mengerti, sambil membawa dompet dirinya melangkah masuk kedalam minimarket, dia langsung mendekati area makanan ringan, tak jauh dari tempatnya ada pria yang berpakaian serba hitam, dia begitu tertutup sampai tidak bisa kenali wajahnya.
Melihat itu Lisa sedikit menjauh darinya, jika Lisa perhatikan pria itu seperti tidak ingin membawanya pergi tapi sebaliknya dia seperti ingin mencuri suatu, melihat itu Lisa memberanikan diri untuk mendekatinya.
“Kau! Aku tahu jika kau ingin mencuri suatu disini,kan?”
Pria yang berpakaian serba hitam menatap ke sumber suara, dia tidak menyangka akan dituduh sebagai pencuri padahal biasanya orang akan langsung mengenalnya seperti sasaeng ( fans fanatik ).
“Tidak! Aku tidak mencuri, aku ingin membeli makanan” ucapanya.
Lisa menyempitkan kedua matanya, dia melipat kedua tangannya di depan dadanya, ucapan pria itu benar-benar tidak bisa dipercaya sama sekali.
“aku tidak percaya!”
“apa kau tidak mengenalku?”
Lisa menggelengkan kepalanya, dia masih menatap tajam pada pria dihadapannya.
“Lisa! Kamu lam--” Mina terpaku saat melihat pria dihadapan Lisa, dia mengedipkan matanya berulang kali, keajaiban apa yang telah dia lakukan sampai bisa bertemu dengan pria tampan yang menghiasi kamarnya.
“Ch--ul--, Yeon! Oh astaga!! Oppa Yeon!” Mina berteriak kegirangan dia berlari mendekati pria berpakaian serba hitam.
“Chul Yeon?” Lisa bertanya bingung, dia tidak mengenal nama yang Mina sebutkan hingga membuat wanita itu seperti ingin menarik pria itu.
Pria yang berpakaian serba hitam itu segera meninggalkan tempat itu begitu saja, dia tidak mau mengambil resiko apapun, belum lagi Minimarket ini cukup ramai.
__ADS_1
“Oh Sial! Aku kalah cepat, padahal aku baru saja bertemu dengan Oppa Chul Yeon” Mina menunjukan ekspresi sedih, baru saja dia ingin mengeluarkan ponselnya atau setidaknya meminta tanda tangan pria itu tapi dirinya benar-benar kalah cepat.
“Mina sudahlah, ayahmu sudah datang bukan? Ayo kita segera menemuinya” ucap Lisa, dia menarik Mina untuk segera meninggalkan minimarket dan mencoba membuat sahabat lupa dengan pria bernamakan ‘Chul Yeon’