“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 33 - Mind You


__ADS_3

Han datang ke kantor hanya untuk menerima beberapa dokumen untuk ditandatangani, kemudian pergi kerumah sakit dengan membawa laptop yang berisikan rekaman CCTV di rumahnya, dia akan menyeret siapapun yang telah mencoba untuk membunuh adiknya, dan walaupun itu ayahnya sendiri. 


Han tidak akan memberikan toleransi pada siapapun.


Dia cukup lega mendengar jika kondisi adiknya berlangsung baik dan bahkan tubuhnya memberikan reaksi yang bagus selama pemeriksaan, adiknya harus terus diperhatikan setiap 5 jam sekali, karena melakukan operasi saat tubuhnya hampir alergi karena obat cukup beresiko. Dan bahkan jika adiknya tidak kuat, mungkin saja dia bisa mengalami koma.


Han melewati lorong rumah sakit dengan langkah tegasnya, adiknya berada di lantai delapan. Dia masuk ke dalam lift yang tidak terlalu banyak yang naik, hanya ada satu orang yang sedikit mencurigakan, dia memakai jaket, topi, dan masker. Semua serba hitam.  


Tapi dirinya mencoba mengabaikan, dia sudah merahasiakan keberadaan adiknya dengan tidak memberitahu nama asli sang adik saat dirawat, Han yang seharusnya melakukan pertemuan untuk kerjasama dengan Grup Cho. Harus membuat alasan yang masuk akal untuk bisa meyakini mereka.


Tepat saat lift berhenti di lantai delapan saat Han selesai mengirim pesan pada Keira, dia terlalu banyak membebani sekretarisnya. Mau bagaimana lagi Han belum menentukan orang yang sesuai dengan keinginan untuk menggantikan posisi Keira saat ini.


Han merasa seseorang mengikutinya, dia menoleh ke arah belakang namun tidak ada siapapun disana, dan saat akan membuka pintu ruangan Sean dia melihat pria serba hitam itu lagi, melihat hal itu membuat Han mengurungkan niat untuk masuk kedalam.


“untuk apa bersembunyi?” ucap Han, dia memasukkan kartu akses kamar Sean dalam saku jasnya, dia menatap kearah pria itu dengan wajah datarnya. 


“jika kau ingin melukaiku lakukanlah, kebetulan lantai ini masih sepi” ucap Han lagi.


“Kau akan menyesali apa yang terjadi” ucap pria serba hitam, dia berbalik arah dan masuk ke dalam lift yang belum tertutup. 


Han mencoba mengenali wajah itu, ada sedikit persamaan dengan Jungwon putra Tuan Cho. Tapi tidak bisa dipastikan itu dirinya karena Hana belum terlalu hafal dengan wajah Jungwon. Mengingat pertemuan keduanya sangat singkat.


Dia menunggu sampai lift itu turun kelantai dasar, Han sedikit khawatir dengan Sean sekarang, Han tidak bisa menganggap remeh siapapun apalagi pria itu secara terang-terangan mengatakan hal itu.


Itu berarti orang disekitarnya dalam ancaman atau target untuk menyeret Han, karena tidak mungkin semua ini tidak ada kaitannya dengan dirinya.


Padahal Han tidak pernah menyakiti siapapun, dia juga tidak menjalin hubungan setelah berpisah dengan Yeri, dan Han juga tidak pernah membuat sebuah perusahaan hancur karena dirinya.


Dia melangkah masuk kedalam setelah memastikan jika pria itu tidak kembali, dia berjalan sedikit mengurangi suara, dia melihat sang adik yang tidak begitu banyak dipenuhi alat, sangat berbeda saat berada di ruang UGD.


Han mengeluarkan ponselnya lagi, dia menerima banyak sekali email masuk dan beberapa jadwal yang harus direkap ulang karena segalanya Han undur, jika sudah berganti musim perusahaan akan sangat sibuk untuk bidang pakan dan lainnya.


Saat matanya menatap saat adik, Han dibuat terkejut karena Sean sudah membuka kedua matanya, dia tersenyum dan segera menekan tombol untuk memanggil dokter. 


“kau sudah bangun?” tanya Han, dia menatap sang adik penuh dengan suka cita, dia ingin sekali langsung bertanya apa yang telah terjadi selama dirinya tidak kembali tapi Han tidak ingin langsung membuat sang adik kepikiran dan mengganggu kesehatannya.


Dokter dan beberapa perawat memasuki ruangan, Han sedikit menjauh, memberikan mereka akses untuk memeriksa kondisi Sean, dia berharap dengan sadarnya sang adik memberikan respon yang baik.


Hampir lebih dari lima belas menit. Han mengamati para dokter dan suster memeriksa kondisi sang adik, dia hanya mengintip dari sela-sela yang terlihat, dan kemudian Han sedikit bingung mereka membuat sang adik tertidur lagi.


Dokter membawa Han untuk duduk disofa.

__ADS_1


“bagaimana perkembangan adikku?” tanya Han, dia harus tetap tenang dan percaya pada ahlinya.


“ini suatu kemajuan yang sangat bagus, Tuan Sean bisa melewati masa kritis karena obat tidurnya, dia masih harus tidur panjang karena efek obat itu, tapi Tuan Sean harus menjaga kondisi dan harus berhati-hati lekas operasi” Ucap Dokter.


“bolehkah aku bertanya?”


“Tentu”


“aku berencana memindahkan adikku untuk dirawat  di rumah, apakah itu boleh? Aku sedikit tidak nyaman terus meninggalkan dirinya sendirian disini, aku juga tidak mempunyai kerabat jadi hanya aku saja yang diam memiliki” ucap Han, awalnya dia tidak pernah berpikir akan merawat Sean, tapi menyadari banyak yang mengintai dirinya dan seakan ingin menghancurkan orang terdekatnya, Han harus membuat pilihan ini.


“aku tidak bisa memutuskan sekarang, tapi jika sore hari kondisinya semakin baik, aku akan mengizinkannya” Ucap sang dokter, dia meninggalkan ruangan itu setelah berdiskusi dengan Han.


Han menelpon Keira lagi, pria itu harus memerintahkan semua untuk memperketat penjagaan di Villa, memerintah Keira untuk lebih banyak membawa orang yang tentu sudah dilatih sebelumnya, mencari supir pribadi untuk Lisa dan juga yang bisa mengawasinya selama di sekolah.


“Noona, apa kau sudah membaca semua pesanku?”


Keira : ‘sudah Tuan Han, mereka akan segera menuju rumah sakit, aku juga akan hadir kesana’


“apa kau sudah menghubungi dokterku? Aku membutuhkan dirinya, untuk merawat adikku dirumah” ucap Han, dia berbicara santai dengan wanita itu.


Keira : ‘Dokter Youngbin? Bisakah Tuan Han saja yang menghubunginya? Urusanku masih begitu banyak disini!’


Keira menutup panggilan itu secara sepihak, dia mungkin akan segera mengundurkan diri jika Han terus membebani semua masalahnya pada dirinya, jika Keira sedang tidak bersama bawahan mungkin wanita itu sudah menempatkan kalimat yang bisa merusak gendang telinga pria itu.


Sambil menunggu Keira datang, dirinya memutuskan untuk melihat semua rekaman CCTV yang menghabiskan lebih dari 3 jam, belum lagi jika suatu mencurigakan Han harus memutarnya berulang kali. 


Waktu terus berlalu, setelah berdiskusi panjang dengan Keira dan juga bodyguard yang akan membantu dirinya, Han kembali memutar semua rekaman CCTV selama hampir seharian. 


Selama dua hari menjelang acara itu banyak sekali orang baru yang berkeliaran disana, ada beberapa petugas pembersih yang memang Tuan Kang pesan, mereka juga dengan bebasnya membiarkan adiknya berkeliaran dengan banyak orang disana, ini benar-benar membuat Han geram ingin sekali menegur sang ayah yang ternyata begitu lalai menjaga adiknya. 


Sampai pemutaran dimana ada dua orang berpakaian seragam petugas masuk kedalam Sean setelah menyeret adiknya masuk kedalam, Han menetap detik dan pukul berada itu terjadi, dan mencoba mengingat apakah dirinya sudah datang belum.


Kedua orang itu keluar setelah diluar kamar Sean tanpa sepi, mereka terlalu rapat sampai Han tidak mempunyai cela untuk mencari wajah mereka, kedua orang itu pasti suruhan orang lain yang mungkin ingin menghancurkan keluarganya. 


Tak lama setelah kedua orang itu pergi, Han melihat sang ayah dan Tuan Cho melintas di kamar Sean, pria itu sempat mengintip ke arah pintu kamar yang terbuka sedikit, tapi pria itu langsung mengabaikan saat Tuan Cho mengajaknya segera meninggalkan lotong itu.


Han menyesal tidak bisa memiliki bukti lagi, karena dirumah itu tidak ada CCTV yang mengarah ke dalam kamar sang adik, tapi Han cukup tahu jika sang ayah sudah benar-benar keterlaluan kali ini, walau Sean memiliki kekurangan tidak seharusnya diabaikan seperti itu. 


Sekarang Han melompat pada rekaman sebelum dia mengunjungi rumah sang adik, mungkin saja dirinya bisa menemui sesuatu, karena dokter berkata Sean diberi obat obat tidur dua kali dihari yang berbeda dengan dosis yang berlebihan, bisa jadi hal itu dilakukan hari dimana Han berkunjung.


Pada pukul 11.45 siang, tepat selang 15 menit sebelum Han datang, ayahnya meninggalkan rumah dan saat itu sean sedang bermain dengan mainannya di ruang tamu, seseorang pembantu menghampiri Sean dan mengeluarkan sebuah botol obat. 

__ADS_1


Han dibuat tidak percaya dengan apa yang dilakukan pembantu itu pada adiknya, memaksa Sean untuk meminum pil obat dengan jumlah yang banyak dan dengan kasar menyuruh adiknya masuk kedalam kamar lalu mengunci pintu kamar itu dalam keadaan benar-benar tidak ada siapapun yang melihat.


Han mengepal tangannya dengan kesal, Han yakin kedua pria itu memiliki orang dalam untuk menjalankan segala rencananya, dia bahkan bermain dengan baik dimana melibatkan orang lain dan keduanya bersembunyi.


“Hyung?” panggil Sena denhan suara resak dan terdengar begitu lemas.


Han menatap ke arah ranjang dimana Sean berbaring disana, pria itu menutup laptopnya dan berjalan mendekati sang adik, Han tidak menyadari jika waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. 


“kamu baik? Katakan jika kau merasa sakit di bagian tubuhmu” ucap Han, perasaan begitu rumit saat ini. Dia ingin sekali menemukan kedua orang itu dan menemui pembantu itu juga, menyelesaikan masalah ini secara hukum.


“Hyung? Kenapa aku ada disini?” tanya Sean, dia menatap bingung ke seluruh arah ruangan ini, terakhir dia ingat adalah kamarnya. Dan belum lagi tubuhnya terasa lemas dan juga sedikit rasa sakit yang berasal dari perutnya.


“kita akan segera pulang” Han menghubungi dokter rumah sakit ini, dia tidak bisa menatap berapa wajah sang adik begitu bingung dan wajah yang tidak membenci siapapun, dia begitu polos dan terlalu menyakitkan jika Han menjadi dirinya.


‘kau masih menderita karenaku, jika ada sebuah keajaiban membuatmu sembuh, aku akan memberikan apapun resikonya dan melakukan jika itu harus mengorbankan segalanya’ ucap Han, dia membuat janji untuk Sean.


Tapi pria tidak tahu resiko apa yang akan lebih berat jika Sean sembuh nanti.


note : udah ada yang punya bayangan untuk cerita ini? maaf ya baru update, 2 hari aku down karena sedih, biasku sakit. mungkin kedengaran alay. tapi enggak tahu kenapa susah banget ngumpulin niat buat nulis.


baru hari ini bisa nulis, aku gk janji tapi usahain besok sore update lagi.


jika ada waktu luang, silakan mampir kecerita aku yang lain.




Paper heart and Life ( konfliknya mungkin berat dan ada romantisnya kok, babnya masih dikit )




angel Of death or Siren Prince ( fantasi dan romantis, penuh dengan kisah dongeng dan babnya masih sedikit)




oke, jangan lupa like dan komen untuk bab ini, boleh juga bantu vote cerita ini.

__ADS_1


see you 😍😘


__ADS_2