“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 19 : Regret


__ADS_3

Membuka lembaran demi lembaran buku di hadapan Lisa, gadis itu tidak bisa fokus pada pelajaran hari ini, matanya memang tertuju pada papan tulis didepan tapi pikiran dan hatinya berada ditempat lain.  


Perkataan sang ibu masih berputar di kepala terus berputar tanpa henti, hari ini Lisa menghindari percakapan yang biasa dia lakukan dengan sang Ibu, memberikan alasan jika dia ingin cepat sampai di sekolah dan membahas beberapa materi dengan teman-temannya. 


Itu hanya alasan, sebenarnya Lisa tak ingin mendengar apapun. 


Pernikahan?


Dan satu fakta yang benar-benar menjadi tanda tanya besar, jika sebenarnya Lisa masih memiliki seorang ayah. Tapi kenapa sang Ibu menyembunyikan? Apakah Kakak Heejin tahu?


‘atau hanya aku saja yang selama ini tidak tahu apapun?’


Memikirkan itu semakin muncul banyak sekali pertanyaan didalam pikiran Lisa, satu persatu kecurigaan mulai mencampuri perasaannya. Dengan resah Lisa membuang nafas panjang, dia menenggelamkan wajahnya di persilangan tangannya, dia malah memilih untuk mengabaikan pelajaran hari ini.


Sampai waktu istirahat tiba, barulah Lisa bisa mengatur pikirannya, ada rasa kesal dan juga kecewa yang membuat Lisa tak ingin kembali pulang. 


“ini untukmu” Mina memberikan sebuah kotak susu coklat dan sandwich yang dia beli di kantin, Mina memang tidak tahu apa yang sedang mengganggu pikiran temannya, tapi sejak jam pelajaran dimulai Mina terus memperhatikan Lisa yang hanya diam dan tidak biasanya Lisa terus merasa resah. 


Lisa sedikit tersenyum, dia mengambil kotak susu coklat dan sandwich itu, dia sudah tidak mengisi perutnya sejak terakhir makan bersama Mina, setidaknya mengisi perut bisa membantu suasana hatinya. “Terimakasih Mina”


Mina mengangguk, dia mengambil duduk disamping Lisa, udara di area lapangan basket, mengingat sudah akan memasuki musim semi.


“aku siap mendengarkan, jika kamu ingin menceritakannya” Ucap Mina, walau Mina tahu Lisa bukankah orang yang mudah membagi masalahnya pada orang lain tapi tidak ada salahnya mencoba, lagi pula mereka sekarang sudah bersahabat dan sahabat akan selalu membagi suka citanya.


“entahlah, ini terlalu rumit Mina. Aku sendiri bahkan tidak mengerti, aku takut semakin memperbesar masalah jika aku membaginya” 


Mina mengangguk mengerti, mungkin saat ini Lisa masih butuh ruang privasi, dia hanya mengusap bahu Lisa.


“baiklah, jika itu keputusanmu, tetaplah semangat! Ingat ujian akhir sudah dekat” Mina bangkut dari kursi, dia mengulurkan tangan pada Lisa “jadi, ayo berjuang sampai akhir!”


Lisa tersenyum, dia melupakan jika sekolah begitu penting untuknya, seharusnya dia bisa menyesuaikan dimana dia seorang pelajar dan seorang gadis. Butuh beberapa detik barulah Lisa mengambil tangan Mina dan menuntun gadis itu untuk segera meninggalkan lapangan basket dan menuju kelas.


‘semua ini akan berlalu seiring berjalannya waktu, mungkin bukan saatnya larut dalam kekecewaan ini, tapi lebih baik menjadi kuat daripada harus terluka nantinya’ ucap Lisa dalam lubuk hatinya, karena jika ingin bangkit kita sendiri yang harus membangun semangat itu.


“Mina, ayo berjuang bersama!”


Mina mengangguk senang, memang banyak sekali hal yang ingin Mina bagi dan juga ingin dia tahu dari Lisa, tapi baginya itu hanyalah tambahan plus untuk sebuah hubungan persahabatan, intinya saling percaya dan saling mendukung memiliki arti yang penting dalam persahabatan itu.


Lain kisahnya dengan Han yang justru begitu merasa ada keanehan antara Ibu Lisa yang seakan menutupi tentang putrinya. 


Beberapa hari yang lalu Han memang meminta Keira untuk membawakan profil lengkap tentang keluarga calon istrinya, alasanya utama Han hanya penasaran apa yang membuat ayahnya begitu kuat untuk menjodohkan dirinya dengan gadis bernama ‘Lisa’ itu. Mungkin saja keluarga Lisa memiliki hutang sampai merelakan putrinya dinikahkan oleh dirinya.


Tapi hari ini, saat membuka dokumen berisikan profil lengkap keluarga Park itu, Han dibuat terkejut dan tak percaya, mereka termasuk keluarga cukup terpandang di Seoul, dan bahkan Lisa memiliki keturunan inggris. Dan yang lebih membuat Han tak percaya jika Lisa memiliki seorang kakak? 

__ADS_1


Tunggu!? 


“Heejin?” Han benar-benar tak percaya, gadis yang kini menjadi kebanggaan korea selatan karena menjadi model dimajalah new york dan London, itu ternyata putri dari calon istrinya? 


“tapi kenapa? Ibunya lebih milih Lisa? secara usia Heejin sudah ilegal untuk menikah sedangkan Lisa? Dia bahkan belum menyelesaikan pendidikannya”


Keira yang datang membawa kopi kesukaan Han, tiba-tiba merasa aneh dengan Han yang berbicara sendiri, pria itu memang tampak begitu serius melihat dokumen di tangannya tapi kenapa dia juga berbicara sendiri. 


Keira mendekati sampai melihat apa yang sedang Han lihat, “kemudiannya tampak mirip sekilas, apakah mereka kembar?” tanya nya.


“Kau! Tidak bisakah, jangan menggangguku” Han menutup dokumen secara refleks, dia saat tidak suka diganggu seperti ini. 


“kau bisa meletakkan kopi di meja, tidak perlu sampai melihat apa yang sedang aku lihat!” 


Keira yang merasa tidak salah hanya terdiam memandangi Han, “apa yang ingin kau lakukan pada foto kedua gadis itu?”


“bukan urusanmu! Apakah penting mengetahui semua yang sedang aku lakukan? Kau bekerja disini untuk perusahaanku bukan mengurus masalah ku!” ucap Han, dia kesal. Padahal Keira tak seharusnya ikut campur dalam hal apapun, Han memang tahu jika wanita itu bisa memberikannya solusi disetiap masalah nya tapi sekarang terlalu canggung Han pembahasanya.


“setidaknya berbicaralah sopan pada yang lebih tua!”


Ruangan menjadi hening kembali, Han kembali membuka dokumen dimana foto Heejin dan Lisa, kedua gadis ini seakan memiliki karakter begitu berbeda, di profil Yoona juga terdapat jika dirinya sudah lama bercerai. Mungkinkah Heejin kembali setelah merasa cukup diasuh oleh ayahnya.


Mungkin juga hubungan keduanya tidak baik? Tapi bukankah itu kesempatan untuknya lebih menjodohkan Han dengan putri pertamanya?


“perasaan wanita sulit dimengerti” 


Seseorang dari depan pintu ruangan membuka pintu itu dengan paksa, membuat yang di dalamnya sedikit terkejut. Dia berjalan mendekati meja kantor Han.


“apa sebelumnya aku sudah membuat janji dengan anda?” ucap Han, baru saja dia menutup profil tentang mantan suami Yoona, kini di depannya sudah ada putri pertama mereka, wajahnya begitu kesal dan jika bukan di kantor mungkin gadis itu sudah menampar Han.


“Kau! Walau banyak sekali hal yang tidak aku mengerti, tapi apakah seorang Ceo sepertimu begitu terobsesi menikahi gadis SMA? Usiamu tak layak menikahi gadis itu!” Heejin melangkah mendekat, dia menatap Han lebih dingin “aku tak akan membiarkan masa depan Lisa hancur!”


Han hanya diam, masalah akan semakin rumit dan memperjelas jika dia membela fakta itu, pasalnya Han juga bukan pihak yang ingin menikahi Lisa juga, dia tetap diam sampai gadis itu meninggalkan ruangan itu.


*********


Beberapa jam sebelumnya ……


Heejin hari ini memutuskan untuk terbang ke korea untuk menghabiskan waktu liburnya, pekerjaan begitu padat hingga tiga bulan kedepan, dia juga tidak memiliki banyak waktu walau untuk dirinya sendiri, setelah perdebatan dengan asisten akhirnya Heejin diberikan 5 hari untuk kembali ke negara kelahirannya. 


Hari ini juga dia mengunjungi makam nenek dan kakeknya sesampainya kekorea, Heejin tak terlalu memiliki kenangan bersama nenek dan kakeknya, jadi dia tidak terlalu merasa kesedihan mendalam saat melihat makam mereka, setelah itu dia segera kembali pulang kerumah untuk mengistirahatkan tubuhnya. 


Namun, kepulangan kali ini membuat Heejin sedikit kesal dengan ibunya, ketika pulang Heejin menerima suarat dari seorang kurir yang kebetulan baru tiba, dia memang tidak terlalu peduli apa yang terjadi dengan keluarganya saat ini tapi entah kenapa Heejin ingin mengetahui surat itu. 

__ADS_1


Itu surat dari ayahnya, Heejin tidak tahu jika ayahnya masih menghubungi ibunya walau dari surat. Dia membuka pintu sambil membawa surat, mendudukan dirinya di sofa dan mengambilkan kopernya di belakang pintu. 


Surat itu ditulis dengan bahasa inggris, untung saja Heejin mengerti.


‘aku tahu, kau akan selalu membuang surat ini tanpa mau membuka nya.


Yoona, setelah putri kita besar, aku baru sadar jika cintaku tumbuh bersama mereka. Jika kita bertemu sebelum perjodohan ini mungkin kita akan menjadi keluarga bahagia. 


Aku hanya akan menyampaikan, tolong jaga mereka


Jangan sampai aku mendengar lagi jika kamu ingin menjodohkan mereka dengan perjanjian masa lalumu,


Biarkan mereka menjadi apa yang mereka inginkan ’ - Cristian 


Satu fakta lagi, Heejin yakin jika perjodohan itu bukan untuknya tapi Lisa. 


Dia mengeluarkan ponselnya dan segera meninggalkan rumah, dia menelpon ibunya untuk pertama kalinya. 


“Mom, dimana?” suara Heejin begitu canggung, pasalnya dia tidak pernah memanggil Yoona dengan sebutan itu.


“baiklah, tunggu aku akan kesana” ucapnya lagi, dia menghentikan taksi di hadapannya.


Beberapa menit kemudian …


Heejin memakai kacamata dan topi untuk menutupi identitasnya, dia sebenarnya malas bertemu dengan penggemarnya. 


Dia segera mendekati Yoona yang duduk di sudut ruangan cafe.


Yoona tersenyum canggung, dia belum pernah secanggung ini dengan Heejin, apalagi berbicara berdua dengannya. 


“kapan kamu kembali? Bagaimana pekerjaanmu?” tanya Yoona sebagai awalan pembukaan pembicaraan ini.


“baru hari ini, pekerjaan aku rasa tidak terlalu penting” ucap Heejin, dia mengeluarkan surat dari ayahnya. 


Yoona terkejut, terlihat jelas jika di surat itu terdapat nama Christian. “ini apa?”


“apakah Mom, ingin jodohkanku?” awalnya Heejin ingin menanya jika itu adalah Lisa, tapi dia merubahnya dengan dirinya, mungkin dengan ini Yoona bisa lebih jujur.


“T-tidak, perjodohan itu untuk Lisa”


“Lisa? Kenapa? Apakah kau memiliki hutang?”


“Heejin, aku bisa menjelaskan semuanya”

__ADS_1


Yoona menjelaskan segalanya tanpa meninggalkan satu hal fakta, jika Heejin sudah terlanjur tahu maka tidak ada hal yang bisa disembunyikan lagi.


Mendengarkan itu entah kenapa Heejin begitu kesal dan meninggalkan cafe begitu saja.


__ADS_2