“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 17 : Talk Sad


__ADS_3

Lisa dihantar oleh Mina sampai didepan gerbang rumahnya. 


“Mina, sampah jumpa dan terimakasih” ucap Lisa, dia melambaikan tangan di kaca mobil saat mobil Mina akan segera meninggalkan area rumahnya.


Lisa sedikit bingung melihat mobil yang terparkir di depan rumahnya, itu mirip sekali dengan mobil yang pria tadi menariknya dan seakan pria itu mengenal dirinya. 


“Aigo! Apakah itu benar? Apa yang harus aku lakukan?” Lisa menggigit jarinya dengan panik perkataan pria itu benar-benar sulit untuk dirinya mengerti, sesampainya di depan teras rumah Lisa sedikit mengintip dari jendela rumahnya. 


Dan itu benar! Ada pria itu di sana, duduk bersebrangan dengan ibunya. 


“haruskah aku masuk?” Lisa antara takut dan bingung, jika dirinya kabur kemana dirinya akan pergi dan saat dirinya memutuskan untuk masuk apa yang harus Lisa katakan pada ibunya. 


Lisa tersenyum senang, dia ingat jendela kamarnya tidak pernah terkunci, dia berjalan meninggalkan teras rumahnya, Lisa tidak ingin bertemu dengan pria itu apalagi jika Ibunya menanyakan kenapa dirinya telah melukai pria itu.


Namun belum lama Lisa melangkah kebelakang suara sang Ibu membuat langkahnya berhenti saat itu juga.


“Lisa? Kamu mau kemana?” ucap Yoona, untung saja dia keluar saat mendengar suara mobil masuk kedalam area rumahnya, dan benar feeling seorang Ibu tidak pernah salah, walau sebenarnya yang Yoona harapkan muncul adalah putri pertamanya. 


Tentu saja Yoona tidak ingin memberikan Lisa untuk di jodohkan, dia masih terlalu muda dan Yoona tidak mau kejadian dirinya dimasa lalu bisa terulang kembali pada putrinya, apalagi Yoona tahu jika Lisa tidak akan mudah menerimanya dan bisa kemungkinan Lisa akan membenci dirinya seperti Hee-Jin.


“Mom? A-aku--,” Lisa bingung balas apa saat sang Ibu berdiri tidak jauh dari dirinya, Lisa bahkan tidak mau membalik tubuhnya untuk menatap sosok di belakang dirinya. ‘apa yang harus aku lakukan?’


“Lisa, saat kau berbicara dengan orang lain, tidak baik jika tidak menatapnya, bukankah Mom sudah mengajarimu tentang sopan santun dalam berbicara dengan orang lain?” 


Yoona berjalan mendekati sang putri, dia tidak bisa membiarkan Lisa pergi dari rumahnya dan terus membuat Tuan Kang mendesak dirinya, sekarang waktu tepat untuk mempertemukan jodoh Lisa, mungkin---, Yoona sendiri belum yakin tapi jika mereka ditakdir bersama Yoona tidak akan bisa memisahkan keduanya.


“Ayo ikut Mom” Yoona menyeret Lisa untuk masuk dalam rumah melewati pintu belakang terhubung dengan halaman belakang atau area kolam renang, dia membawa Lisa kedalam kamarnya dan menyuruh gadis itu berganti pakaian.


“Mom, siapa sebenarnya mereka?” Lisa menahan diri saat dirinya kembali dibawah keluar setelah mengganti pakaian, dia menahan sang Ibu untuk berhenti melangkah, dan ini pertama kalinya Lisa mencoba bersikap tegas walau sebenarnya takut melukai hati sang ibu.

__ADS_1


“Lisa, kamu ingat saat Mom, mengajakmu pergi ke sebuah Cafe dan bertemu pria yang duduk disana?”


Tatapan Lisa tentu mengarah pada pria paruh baya yang duduk sofa ruang tamu bersama pria yang Lisa hancurkan masa depannya, “Ya, Lisa ingat”


“sebelahnya adalah putranya, dia yang akan dijodohkan dengan Lisa” 


“Apa!?? Mom, Lisa tidak mengerti? Dijodohkan?”


Yoona tahu inilah reaksi pertama yang akan Lisa tunjukkan, “Mom, akan menjelaskan nanti”


Yoona kembali menarik Lisa untuk berjalan, dia melakukan selain melanjutkan perjodohan konyol yang bodohnya dia setujui begitu saja. 


“Mo---,” Lisa terpaku saat tatapannya tidak sengaja bertemu dengan pria itu, tatapan begitu dingin dan tajam membuat dirinya tertancap di sana tanpa bisa menggerakkan anggota tubuhnya. 


“Maaf membuat kalian menunggu” 


“Aku rasa tidak perlu terlalu lama membuat waktu lagi, kau sudah membawa putrimu dan aku juga membawa Han, yang akan aku jodoh-kan dengan putrimu”


Lisa menatap tidak percaya pada sang Ibu, dirinya akan di jodoh? Bagaimana mungkin? Dirinya bahkan belum melepas pakaian putih abu-abunya.


“Mom? Aku tidak mengerti” Lisa sedikit mengecilkan suaranya saat dia mengajak sang ibu berbicara.


Dan Han, pria itu hanya diam disana, sekeras apapun dirinya membantah segala aturan sang Ayah itu semakin menyeret Han kedalam pernikahan yang benar-benar tidak dia butuhkan untuk saat ini. 


Karena pernikahan tidak cukup tanpa adanya rasa mencintai walau keduanya mampu.


“Tuan Kang, bisakah anda menunda sampai putriku lulus?” 


“Tidak! Aku ingin bulan depan mereka menikah” ucap Tuan Kang penuh dengan ketegasan, dia benar-benar keras pada siapapun walau lawan bicaranya seorang wanita.

__ADS_1


“Ayah! gadis itu masih SMA, tidakkah peduli pada pendidikannya? bagaimana jika teman sekelasnya tahu? Dan pikirkan aku juga Ayah! Bagaimana bisa Ayah ingin menjodohkanku dengan gadis SMA?” Ucap Han, dia meluapkan segalanya. 


“Kita bisa melakukan pernikahan ini diam-diam dan ketika lulus baru pernikahan kalian akan diresmikan” 


Lisa semakin dibuat bingung dengan pembicaraan ini, pernikahan? Perjodohan? Peresmian?


“Maaf, aku menyela pembicaraan ini, aku ingin pergi ke toilet sebentar” Lisa segera meninggalkan tempat yang terasa begitu menegangkan dan bernafas saja begitu sulit untuk dirinya. 


“Tuan Kang, ini tidak boleh dilakukan, bagaimana nasib putriku? Kelulusannya hanya menunggu tiga bulan lagi, setelah lulus aku sendiri yang akan menyerahkan putri-ku” ucap Yoona, dia memikirkan nasib Lisa dimasa depan, mungkinkah Lisa akan menjadi seperti dirinya.


Han benar-benar muak berada disana mendengarkan perbincangan yang tidak memiliki sedikitpun keuntungan untuknya, saat kedua orang itu lengah Han memutuskan untuk menemui gadis yang sudah melukai miliknya.


Tepat saat melewati lorong dimana gadis itu pergi, dirinya bertemu dengan gadis itu yang akan melintas, Han menggunakan kesempatan itu untuk memblokir langkahnya dan menghimpitnya di antara lengan kekarnya.


“A--apa-yang-ingin--kam--u--lakukan?” Lisa tentu saja gugup, dia berada diposisi tidak bisa mengelak saat dirinya begitu dekat dengan pria itu, aroma mint memenuhi penciumannya. 


“Aku peringatkan, jangan senang dengan perjodohan ini! Karena---,” Han mengandung kalimat dengan sengaja, dia mengangkat dagu gadis itu sampai memperlihatkan area leher mulusnya. 


Lisa meneguk air liurnya seperti sedang meminum air, tatapan pria itu membuat Lisa takut dan mampu untuk menghindar dari dingin sikapnya. “Karena--apa?”


Han menunjukkan seringainya, jarinya menelusuri dari pipi, bibir, hingga berhenti di dagu Lisa dan sedikit menundukkan kepala, tepat berhenti di telinga gadis itu  “tak ada kebahagian yang kau dapatkan” 


Semua lepas bersama dengan berakhirnya kalimat itu, Han meninggalkan Lisa dengan peringatan yang dia buat, padahal Lisa belum mengerti apapun tapi pertemuan ini terasa begitu memberikan mimpi buruk akan masa depan.


Lisa menatap kepergian itu bagaikan serpihan kepingan kebahagian yang akan segera lenyap saat punggung itu semakin menjauh dan ditelan oleh kegelapan. 


'aku harus bagaimana?'


Lisa menghapus air mata yang mengalir begitu saja, semua ini masih terasa asing untuk langsung Lisa mengerti, padahal kehidupan sebelumnya terasa begitu normal untuk di jalankan tapi sekarang arah kehidupan berubah seperti dunia Lisa baru saja kembali berputar, dimana dirinya ada dititik paling bawah dan harus berlari untuk sampai di atas.

__ADS_1


__ADS_2