“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 29 - Hot?


__ADS_3

peringatan bab ini memiliki unsur 19+.


Lisa merangkul lengan Han dengan kegugupan dan ketegangan, langkahnya saat melewati red carpet membuat ketegangan semakin tinggi melihat ada begitu banyak orang, walau memang tidak ada media atau apapun berhubungan dengan publik, Lisa takut akan mengacaukan segalanya. 


Ini pertama kalinya dirinya melangkah masuk ke acara yang sebenarnya sangat penting hampir yang datang kesini adalah mereka yang sudah terbiasa termasuk Han, dia bahkan sampai menolak untuk datang kesini saat berbicara dengan sang ayah mertua, katalah seperti itu. 


Acara ini di lakukan di balkon rumah Tuan Kang, dibuat sedemikian indah seperti ballroom, belum lagi setiap akan melangkah ke dalam banyak sekali para pelayan yang menyambut kedatangannya dengan baik, padahal ini sebuah acara yang menurut Lisa biasa saja, karena dia berpikir acara menyambutkan kerjasama dengan Grup Cho tidak semewah ini.


“apa sebaiknya aku pulang?” ucap Lisa, dia merasa tidak nyaman dengan suasana ini dan belum lagi gaun yang dia kenakan, awalnya Lisa sudah menuntunkan gaun yang akan digunakan tapi tiba-tiba sang ayah mertua mengirimkan gaun untuknya dan membuat Lisa tidak ingin mengecewakannya. 


Lalu memutuskan memakai gaun yang sedikit terbuka ini. 


“kamu tidak nyaman?” tanya Han, dia itu menggenggam tangan Lisa, membawanya sedikit menepi ke tempat yang tidak terlalu banyak sorotan mata, Han juga sangat risih dengan gaun yang Lisa kenakan, dia ingin sekali membuang gaun itu setelah kembali nanti. 


“hm---, tapi bagaimana dengan ayah?” Lisa belum.sempat bertemu dengan ayah Han, pria itu masih sibuk mengobrol dengan yang lainnya, apalagi rekan kerja yang tidak bisa diabaikan begitu saja. 


“kita bisa---,” Han menghentikan ucapannya saat sang ayah mendatangi meja mereka, pria itu sangat malas bertemu dengan ayahnya, Han sudah pasti menebak apa yang terjadi, jika ayahnya mengajak Lisa berbicara.


“kenapa kalian tidak menemuiku?” 


“itu karena kau terlalu sibuk mengurusi orang lain!” ketus Han.


Lisa tersenyum canggung, dia sebisa mungkin menjaga dirinya untuk tetap diam, “Tuan Kang, terima kasih untuk sambutannya” 


Lisa menunduk untuk menghormati ayah Han, dia mempersilahkan pria paruh baya itu untukku dan dirinya berdiri dibelakang Han.


“kai tanpa cantik dengan gaun itu” ucap Tuan Kang.


“Han kau harus menyapa rekan kerja kita, Tuan Cho ingin bertemu denganmu”


Han tidak menatap kearah ayahnya sama sekali, dia tahu pria tua itu akan menyuruhnya menemui rekan kerjanya dan membiarkan dirinya berbicara dengan Lisa. “kalau begitu temani aku menemui mereka!”


Taun Kang mengangguk, dia tidak ingin Han menolak dan dengan sedikit kesal pria itu menarik putranya. 


“aku perlu berbicara dengan Lisa”


Han menarik kursi untuk Lisa duduk, dia membuka jasnya dan mengenakan keLisa untuk menuruti tubuhnya, Han tidak ingin orang lain menatap Lisa dengan tatapan aneh dan belum lagi jika udara malam tidak baik untuknya. 


“pakai dan jangan lepaskan, ingat kamu harus tetap disini sampai aku kembali” 


Lisa mengangguk mengerti, dia tidak bisa menahan Han disini dan membiarkan pria itu melakukan apa yang harus dilakukan. 

__ADS_1


Lisa menikmati secangkir es cream yang diantarkan oleh salah satu pelayan, dia juga menatap ke seluruh arah, melihat semua orang berbincang-bincang.


“aku tidak tahu, gadis SMA akan ada di acara seperti ini” Jungwon menarik kursi di hadapan Lisa, dia datang dengan membawa dua gelas minuman yang tampak asing untuk Lisa lihat. 


Lisa menghentikan kegiatannya, dia tidak bisa berkata apapun saat bertemu dengan pria itu lagi, dan bahkan dia tampak seperti tamu disini, dengan sedikit takut Lisa merapatkan jas Han di tubuhnya. “bagaimana--kamu--bisa mengenalku?” 


“Cho Jungwon, itu namaku. Aku anak Grup Cho rekan kerja Grup Kang” Jungwon meminum gelas yang tadi dia bawa, dia meletakan satu gelas dihadapan Lisa. 


“Ah--, maaf aku tidak meminum” Lisa menolak dengan sopan, dia tidak bisa memastikan jika minuman itu aman apalagi ini pesta, sudah pasti akan ada minuman yang mengandung alkohol.


“tenanglah, aku juga tidak meminum, ingat aku seorang mahasiswa, aku jamin ini aman untukmu” ucap Jungwon, dia menatap kearah Han yang menatap kearah dirinya, tatapan yang sedikit merasa kesal padanya. “jika kamu meminumnya aku tidak akan mengganggumu”


Lisa sedikit ragu, tangannya ragu untuk menyentuh gelas itu dan belum lagi perasaan mengatakan itu tidak baik, tapi bukan Lisa jika dia tidak mengikuti apa keinginan orang lain, mungkin dia terlalu bodoh atau tidak ingin bertemu dengan pria itu lagi. 


Lisa menggenggam gelas itu dan menatap ke arah pria itu “kau janji?” 


Jungwon mengangkat gelasnya “tentu, aku pria yang tidak suka ingkar janji” 


Lisa membuang nafas sebelum meminumnya, dia menjenguk dalam sekali minum dan langsung dihabiskan saat itu juga, Mengangkatnya ke arah Jungwon “kamu bisa pergi sekarang?”


“baiklah, sampai jumpa lagi”


Lisa tidak sadar Han menatap ke arahnya, sejak kapan pria itu menatapnya? Apakah sejak Jungwon datang? Atau hanya tidak sengaja menatap ke arahnya? 


“dia---di-hmph--!” Han menutupi ucapan Lisa, dia mencium gadis itu di hadapan banyak orang tanpa berpikir panjang, itu sebuah kecupan dan detik berikutnya Han menyeret Lisa meninggalkan acara itu. 


“Tunggu! Oppa bagaimana dengan acaranya” Lisa mencoba menyimbangi langkah Han sedikit cepat, dia harus mengangkat gaun itu dan belum lagi heels yang dia kenakan. 


“aku tidak peduli” 


Han marah? Itu terdengar aneh. Apakah yang pria itu marahi? Lisa tidak melakukan apapun, dia bahkan tidak meninggalkan tempat itu dan melakukan hal aneh di sana.


Di Dalam mobil. Han masih tidak mengangkat suaranya, dia diam selama perjalanan menuju Villa, membuat Lisa sedikit merasa tidak suka sikap Han yang begitu sesuka hatinya. 


Lisa sedikit merasa tidak nyaman, dia membuka jas Han dan mulai menggosokkan dirinya dengan tangannya, tiba-tiba rasa panas menjalar di seluruh pembuluh darahnya, dan tubuhnya mulai berkeringat. “Akh! Panas!” 


Lisa ingin sekali membuka gaun ini, dia merasa perasaan aneh dan gelisah yang begitu tinggi, Lisa terpaksa membuka jendela mobil dan mencoba merasakan terpaan angin malam. “panas!”


Han langsung menatap kearah Lisa, gadis itu bertingkat sang aneh, melihat hal itu membuat Han sedikit merasa khawatir dan mencoba menanyakan apa yang terjadi  “kamu baik-baik saja?”  


Lisa menggeleng, dia sampai melepaskan heels-nya dan mencoba mencari tombol AC. “panas, rasanya tidak nyaman” 

__ADS_1


“Lisa, tenanglah, ini sudah dingin, kau bisa sakit” Han menahan tangan Lisa, gadis itu memang berkeringat dan wajahnya mulai memerah seperti tomat. 


Sentuhan Han seperti air dingin yang menyentuh kulitnya, Lisa merasa aneh hanya dengan Han menyentuhnya. “Oppa, ini sangat panas”


Han segera memarkirkan mobil mereka sesampainya di Villa, dia tidak bisa memastikan apakah yang dia pikirkan itu benar atau bukan, tapi melihat reaksi Lisa seperti itu Han mulai menyimpulkan sesuatu. “apa masih terasa panas?”


Lisa mengangguk resah, dia tidak tahu harus mengatasi panas yang terus bergejolak tinggi, dan perasaan aneh terus menghantui pikirannya. 


Han mengangkat tubuh Lisa sampai kedalam, meletakkan gadis itu di sofa dan mencoba mengambil segelas air dingin, tapi Lisa menahan dirinya. Membanting tubuh Han kesofa dan Lisa naik diatas tubuhnya. Ini sangat aneh seakan tubuhnya bergerak sendiri. 


“Lisa, kamu berada dibawah pengaruh obat” ucap Han, dia sebisa mungkin menyadarkan keadaan saat, dia ingin memanfaatkan keadaan Lisa. 


“Oppa, panas. Aku tubuh sentuhanmu” Lisa menarik tangan Han untuk menyentuh wajahnya lalu area leher sampai pada paha mulusnya, tanpa aadar Lisa terbuai oleh sentuhan Han. 


“Lisa, sadarlah” Han sekali lagi menekankan kesadarannya, dirinya bisa terbawa suasana jika Lisa tidak bisa diam meminta, “Lisa dengarkan aku”


Lisa tidak merespon apapun, dia membuka kemeja Han dan mencium area tersebut. Dia benar-benar sudah tidak terkendali dan Lisanya tidak sadar telah membangkitkan sesuatu disana.


Han membalik tubuhnya dan Lisa, membuat posisi dirinya berada diatas, dia menahan tangan Lisa diatas kepala dengan satu tangan, “Lisa, kau bisa menyesal jika terus melakukan itu”


“Oppa, aku ingin melepaskan semua ini, rasanya begitu panas dan tidak nyaman” Lisa menangis, dia tidak tahu apapun, dan ingin segera mengakhirinya. 


Han tahu, ini obat perangsang dan jika tidak segera dilepaskan Lisa akan sakit, meneguk air liurnya. Tidak harus membuat keputusan. “kamu ingin menghilangkan rasa panas dan tidak nyaman itu?”


Lisa mengangguk cepat, dia masih menangis dan terus bergerak tidak nyaman. 


Han melepaskan tangan Lisa, dia menarik resleting Lisa yang kebetulan berada di depan, dia mulai mengecup dari bibir, area leher, dan terakhir di area yang hampir lebih jauh. 


“Akhh!!” Lisa mendesah tanpa sadar, dia mencengkram rambut Han dan terus mendorong pria itu untuk terus melakukannya. 


“apa itu membantu?” 


“Ya” 


Sekarang Han harus membuat Lisa mengalami pelepasan pertamanya, dia membuka resleting itu sampai membuat area perut mulusnya terlihat, dia mengirimkan sengatan aliran listrik saat meniup tubuh Lisa dan sekali lagi membuat gadis itu terbuai dalam permainannya.


Han mencium bibir gadis itu, ********** sedikit kasar, dia terus menbuat Lisa terbakar gairah tanpa harus melakukan hal lain, tangannya mengelus perut rata Lisa dan henti pada benda kenyal yang tertutupi bra berwarna hitam, Han menatap kearah Lisa. 


Memastikan sampai mana gadis itu akan bertahan, jika cara ini tidak berhasil Han terpaksa mengerutnya sekarang, dia mengelus benda kenyal itu dengan fase yang sangat lembut dan sesekali menariknya secara bergantian. 


Lisa mengerak sedikit mengangkat tubuhnya, dia mendesah panjang dan setelah itu terlelap tidur. 

__ADS_1


Han membuang nafas berat, dia merasa lega Lisa sudah melewati ini semua tanpa membuatnya takut menghancurkan hatinya, dia mengambil tas nya dan menutupi tubuh Lisa. 


Menggendongnya kembali kamar dan memutuskan untuk tidur dikamar tamu.


__ADS_2