“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 41 - Maze Love


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Mungkin terdengar aneh jika pagi ini Lisa memutuskan untuk meninggalkan Villa, kemarin malam ibunya menelpon dan mengatakan dirinya sakit dan membutuhkan bantuan Lisa untuk membantu sang kakak, Ya. Hee-jin yang terlihat semakin sibuk setelah memenangkan kompetisi waktu lalu.


Kabar baik juga untuk Lisa karena bisa bertemu dengan kedua orang yang dirindukan beberapa hari terakhir, dia mengelus kepala Han seperti anak kecil, pria itu sangat berat melepas Lisa pergi, apalagi gadis itu akan berada diluar negeri selama kurang lebih tiga sampai lima hari.


Dia tidak bisa ikut, karena besok Sean akan memulai terapi ingatan dan mau tidak mau Han harus berpisah dengan Lisa, dia juga mengatakan pada untuk menyuruh orang lain menemani Kakaknya dan tidak sungkan untuk menyewa seorang untuk menjadi asisten untuk sang kakak beberapa hari, dia tidak ingin Lisa jauh darinya dan membayangkan hal itu membuat Han begitu frustasi.


“Lisa. Jangan pergi, nanti aku bagaimana?” Han merengek saat Lisa mulai memasukkan pakaiannya kedalam koper. Bahkan dengan sengaja keluarkan kembali pakaian gadis itu.


“Oppa! Jika seperti tidak akan selesai, aku pergi tidak lama, kenapa Oppa sangat menyebalkan!” ucap Lisa, dia mendorong Han, melepaskan tangannya yang melingkar sempurna ditubuhnya, mengikuti setiap hal yang Lisa lakukan, membuat dirinya kesulitan.


“Kau yang lebih menyebalkan, kenapa langsung setuju begitu saja, apa kau lupa? Suami-mu ini bisa menggantikan orang lain dengan uang-ku.“ ucap Han, dia nahan Lisa, menghempitnya dipintu lemari, tangan berkuasa dengan mengunci setiap pergerakkannya.


“Oppa, mengerti-lah kali ini, mereka keluargaku. Aku tidak bisa menyuruh orang lain, apalagi Ibu-ku yang memintanya langsung, itu berarti dia hanya percaya padaku.” Ucap Lisa, melepaskan dirinya, waktu sudah akan semakin dekat, di mana dia akan dijemput oleh Hee-jin dan segera terbang ke London, karena waktu yang ditempuh hingga belasan jam didalam pesawat, apalagi ini pertama kalinya Lisa melakukan perjalanan keluar negeri.


Walau bukan untuk berlibur.


“Kau harus sering menghubungi, sehari kau harus meenghubungi sebanyak 10 kali.” Ucap Han, dia melepaskan tubuh gadis itu dan membiarkan dia mengambil beberapa pakaian terakhir.


Pada akhir Han harus membiarkan gadis itu pergi bukan?


“bagaimana aku bisa menghubungi Oppa, jika ponselku ada padamu.” Ketus Lisa, dia masih kesal dengan Han yang masih menahan ponselnya. Padahal Lisa sudah berjanji tidak akan melakukan apapun lagi seperti tempo hari.


“aku akan mengembalikan ponselmu dengan satu imbalan.” Ucap Han, dia menarik lengan Lisa, menabrakkan dua tubuh mereka, dan melingkarkan tangannya pada pingggang ramping Lisa.


“Oppa! Aku tidak bisa mengemas jika terus ditarik seperti ini, jika Oppa tidak bisa mengembalikan ponselku, aku masih bisa mengunakan ponsel Eonnie Hee-jin nanti disana.”


Han terkejut, sekarang gadis itu sudah bisa membuat dirinya tidak bisa mengelak ucapannya, Lisa belajar dengan baik, Han bahkan dia merasa baru kemarin mereka menikah dan sudah banyak perubahan yang terjadi pada Lisa.


“sekarang kamu sudah pintar menjawab ucapanku, siapa yang mengajari?” tanya Han, masih setia menahan Lisa dalan pelukannya.


“bukan seperti itu hanya saja--, Oppa seakan tidak percaya padaku, dan ini bukan Oppa yang aku kenal. Sangat manja dan tidak mau mengalah, aku hanya pergi beberapa hari, itu juga bukan untuk berlibur. Tapi membantu orang lain, aku tidak mungkin ada waktu untuk melihat pria lain disana, apalagi berkenalan, aku sangat buruk dalam bahasa inggris.” Ucap Lisa. Kalimat itu membuat priia itu terpukau tidak percaya, Lisa berkata seakan tahu isi pikirannya saat ini, dan itu semakin membuat Han takut.


Seperti kejadian dimana Lisa memakai pakaian super pendek itu, Youngbin langsung mulai menganggu dirinya dengan pikiran kotornya, mengatakan jika Han sangat payah dan sangat bodoh telah mengabaikan kesempatan itu.

__ADS_1


Padahal jika tidak kedua pria itu, mungkin setelah selesai ujian hari itu, Han tidak ragu untuk membuat Lisa tidak bisa berjalan dengan baik untuk beberapa hari, tapi karena ada mereka berdua, Han mencoba terus berpikir sehat.


“jadi ingin aku terus menghubungi Oppa atau tidak sama sekali?” Tanya Lisa, dia seakan membalik keadaan dimana sekarang Han yang harus segera memberikan keputusan, karena Lisa harus segera pergi.


“Baiklah. Aku akan mengembalikan ponselmu, tapi biarkan aku mengantar dirimu sampai bandara.”


Lisa mengangguk, dia mulai membawa kopernya keluar, karena suara yang Kakak yang sudah memanggilnya, namun, Han tidak membiarkan Lisa membawa, dia mengambil alih koper itu dan mengandeng tangan Lisa, membawa gadis itu turun bersama dengannya.


Diruang tamu, sudah ada Hee-jin yang sedang mengobrol dengan Youngbin, keduanya langsung bangkit ketika Lisa dan Han sudah berhenti diruang tamu, Lisa langsung memeluk tubuh sang kakak menghilangkan segala rasa rindunya.


“kau bahagia disini? Apakah mereka menyulitkanmu?” tanya Hee-jin, dia menatap tajam kearah Han dan Youngbin, dirinya tidak percaya adiknya tinggal bersama dengan dua pria.


Lisa mengganguk, dan tidak mengatakan apapun.


“baiklah, kita harus segera berangkat.” Ucap Hee-jin lagi, dia menarik tangan Lisa untuk segera meninggalkan Villa, mungkin sampai Di London nanti Hee-jin akan menanyakan banyak hal pada adiknya dan memastikan sesuatu.


“Tunggu!” cegah Han, dia menghalangi keduanya sebelum mengapai pintu.


Lisa dan Hee-jin menatap bingung pada Han, menunggu hal apa yang akan pria itu sampaikan.


“aku ingin mengantar Lisa sampai bandara”


“aku membawa mobil kesini.” Ucapanya dengan singkat.


“aku tahu, kau bisa mengunakannya untuk dirimu, aku hanya akan mengantar Lisa dengan mobilku.” Ucap Han, sebelumnya Lisa sudah setuju, itu berarti Han masih bisa menyampaikan beberapa hal.


“Tida---,”


“Eonnie, maaf. Tapi aku sudah berjanji padanya.” Sela Lisa, dia mencoba menghilangkan ketegang antara kakaknya dan suaminya.


Hee-jin membuang nafas pasrah, dia melepaskan tangan Lisa, kembali melangkah keluar sendirian. “Baiklah, tapi cepatlah, waktu keberangkatan tidak lama lagi.”


Han tersenyum senang, dia memerintahkan Lisa menunggu diluar selagi dirinya mengeluarkan mobil di dalam garasinya, dan tentu saja memasukkan koper milik Lisa.


Kedua mobil segera meninggalkan area Villa, mobil Han berada dibelakang mobil Hee-jin, tangan tidak bisa melepaskan tangan Lisa, dia akan sangat merindukan gadis itu mulai dari, dirinya yang akan mengeluh ketakutan jika tidur sendiri, kebiasaan hausnya saat malam hari, dan terkadang menganggu Han yang sedang mengerjakan tugas pekerjaannya.

__ADS_1


“kenapa harus selama itu? Siapa yang akan membawakan air minum jika kau haus tengah malam, nanti siapa yang memelukmu saat kau takut tidur sendiri?”


Lisa yang sedari tadi fokus melihat jalan, menatap kearah Han tidak percaya, pria itu benar-benar masih membahas ini. Bahkan Lisa sudah menganggapnya selesai, dia tidak habis pikir Han akan mengatakan itu, apakah jika Lisa jauh darinya, dirinya tidak bisa melakukan apapun sendiri?


“Oppa! Kau membahas ini lagi, aku bukan anak kecil. Aku bisa mengatasinya sendiri.”


“aku hanya mengkhawatirkanmu, London. Itu negera yang jauh, aku tidak mengawasimu selama 24 jam, dan apa yang akan terjadi, aku tidak bisa melakukan apapun.”


Lisa tersenyum, dia mengelus lengan Hsn “aku pastikan akan menjaga diri dengan baik.”


Sampai akhirnya mobil itu sudah berhenti dibandara Icheon.


Han membawa koper Lisa dan mengikuti gadis itu dibelakangnya, melihat Lisa yang selalu kagum dengan bandara itu, bagaimana Han bisa tenang jika wajah polos itu bisa memancing pria brengsek disana.


“Lisa.”


Han menarik kedua tangan Lisa, menatap gadis itu dengan segala hal yang dia rasakan saat ini, padahal kakaknya sudah memberikan tatapan peringatan agar segera melepaskan Lisa.


“kali ini aku akan mengatakan jika aku percaya padamu. Tolong kembali dengan keadaan seperti ini, aku akan selalu menunggu kabarmu, selalu siap mendengarkan apa yang akan kamu katakan, dan bahkan jika hanya sebuah kejadian kecil, aku tak tahu. Tapi aku yakin, selamanya kau akan selalu menjadi milikku, jadi jangan biarkan orang lain mematahkan hal itu.”


Lisa mengangguk mengerti, ini hal yang ingin dia dengar sejak lama, hal yang menjelaskan segalanya, dan hal yang tidak pernah dia harapkan keluar dari orang lain, walau Lisa sendiri masih belajar mengartikan apa itu cinta.


“Aku mencintaimu Lisa.”


Hal itu sukses membuat Lisa sedikit meneteskan air mata, apalagi setelah mengatakan hal itu Han tidak sungkan untuk mencium keningnya sangat lama, membuat Lisa jadi ragu untuk meninggalkan pria itu.


Tak hanya itu, Han memberikan ponsel miliknya, dengan sedikit ada perubahan, pria itu memasangkan case dimana dibelakang ada foto mereka berdua.


Han menarik tangan kiri Lisa, mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya, dan memakaikannya di jari manis gadis itu.


“aku ingin kamu memakainya, dan jangan lupa untuk menghubungiku.” Ucapnya.


Han melepaskan Lisa, melangkah mundur membiarkan gadis itu segera menyusul sang kakak, dengan senyuman terpaksa Han menjauh dari Lisa.


Lisa mengganguk, dia melangkah mundur dan melambaikan tangannya kearah Han, dia ingin sekali menangis dengan sikap manis yang baru saja Han lakukan, tapi rasanya itu akan semakin membuat Han sedih.

__ADS_1


Setelah itu Lisa berlari mendekati sang Kakak, melewati twmpat dimana dia akan masuk kedalam pesawat. Sekali lagi Lisa menolah kebelakang dan melambaikan tangannya pada Han.


‘aku juga mencintaimu Han.’


__ADS_2