“Istri Lugu Presiden Han”

“Istri Lugu Presiden Han”
Chapter 23 - Tight Merried


__ADS_3

Hari itu tiba …


Dari dimana aku melihat diriku dengan segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, menatap diri pada cermin rias dengan seribu pertanyaan. 


Untuk apa semua ini?


Bertanya apakah ini begitu penting untuk kehidupan dimana Lisa hanya gadis biasa, yang hanya memikirkan belajar dengan baik, masuk kedalam perguruan tinggi sesuai harapan, dan berbagi cerita dengan orang terdekat. 


Tapi? Seakan takdir berkata ‘kau berbeda dengan yang lain’ seakan Lisa memang harus menghadapi takdir yang tidak bisa dia harapkan dan tidak sedikitpun terlintas dalam pikirannya. 


Menikah? 


Dirinya rias dengan penuh kehati-hati, padahal acara ini begitu tertutup dan biasa dikatakan hanya kedua belah pihak saudara yang hadir, lalu hanya beberapa orang yang ada disana, salah satunya sahabat Lisa. Yaitu Mina Eun Jung, karena Lisa ingin sahabatnya ada disisinya untuk melewati semuanya. 


Awalnya memang sulit untuk dimengerti oleh Mina dan dia juga begitu terkejut mendengar kabar sahabatnya akan menikah diam-diam, seakan pernikahan itu hanya untuk tujuan lain, Mina malah berpikir jika Lisa hamil tapi setelah perdebatan antara keduanya, Mina setuju untuk datang dan merasakan segalanya.


Tadi malam Lisa menerima surat dari Han, mungkin kedengarannya aneh saat Han mengirimkan surat itu pada dirinya dihari menjelang pernikahan mereka, tapi surat itu begitu membuat Lisa tidak bisa berpikir dengan baik. 


Bagaimana tidak? Han mengirimkan foto dirinya dengan seorang gadis dan isi suratnya tertulis jika mereka adalah pasangan kekasih.


Lisa tentu saja bersedih, kenapa harus dia yang terlibat. Jika Han sendiri sudah memiliki kekasih, bukan seharusnya Han mencoba membujuk ayahnya dan mengatakan segalanya? 


Bagaimana-pun dia juga seorang wanita dan belum lagi Lisa akan menjadi istrinya, tidak seharusnya Han seperti itu walau dia memiliki kekasih.


“kau terlihat tidak bahagia?” ucap sang penata rias.


Lisa menatap kearah cermin, melihat kearah sang penata rias dengan senyum yang dia paksa, mungkin orang yang diperintahkam oleh Ibunya juga terbawa orang suasana Lisa yang tidak begitu senang. 


“aku hanya gugup” ucap Lisa singkat, tidak mungkin dia mengatakan jika dirinya tidak bahagia. “aku tidak tahu harus menunjukkan perasaanku untuk saat ini, dan bahkan ketika berjalan nanti” 


Satu hal juga yang membuat Lisa bahagia hari ini, karena Ayahnya akan menghadiri pernikahannya untuk membawanya nanti ke altar. Ini pertama kalinya dia bertemu dan merupakan hal bersejarah karena ayah hadir untuk menghadiri pernikahannya.


Lisa belum bertemu dengan ayahnya sejak kemarin kedatangannya, Yoona sendiri yang melarangnya untuk bertemu apalagi menyemputnya dibandara,padahal banyak hal yang ingin sekali Lisa tanyakan dan tentu saja mengenal sosok ayahnya yang tidak pernah dia temui selama bertahun-tahun lamanya.


Saat Lisa sedang sibuk menatap keluar arah jendela sambil menunggu ayahnya menjemput dirinya, Yoona masuk kedalam ruangan itu dengan pakaian yang seragam dengan punya kakaknya.


Yoona memberikan buket bunga mawar putih kearah putrinya.


“Lisa, ingatlah walau kau sudah menjadi seorang istri, kamu tetaplah putriku, jadi kerumah ini selalu terbuka untukmu dan kapanpun kamu ingin kembali” ucap Yoona, hal ini sudah dia pikirkam sejak Lisa mutuskan untuk setuju menikah, dia menatap putri dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan, menatap Lisa seperti ini tidak memungkiri dirinya bahagia dan bahkan Yoona sendiri tidak menunjukan jika dia sedih. 


“Terimakasih Mom, aku akan selalu menghubungi diwaktu luang” 


Yoona mengangguk, dia mencium kening putri selama 5 detik, memberikan usapan sayang pada pangkal kepalanya, “putriku sudah dewasa, semoga kamu bahagia”


Lisa tersenyum, tidak bisa berbohong jika Lisa ingin mengatakan bahwa dia ingin selalu menjadi putri kecilnya tapi kali ini satu langkah besar melewati lingkaran aman adalah pilihannya saat ini, jadi Lisa harus kuat dalam keputusannya.

__ADS_1


“Aku pasti akan merindukanmu” Yoona menahan air matanya, entah kenapa perasaan bersalah menjadi lebih dominan saat ini dan belum lagi jika Lisa adalah hal tidak bisa Yoona lepaskan dalam kehidupannya.


“aku juga, aku pasti sangat merindukan Mom dan Eonnie”


Kedua wanita itu yang sedang bertukar perasaan lnya saat ini tanpa sadar jika.dibalik pintu itu ada seseorang yang juga ingin menemui putrinya, namun dia memilih untuk diam, dia tidak mampu menganggu mereka. Siapa lagi jika bukan ayahnya Lisa dan Hee-jin.


Jam sudah menunjukan pukul 08.30 pagi, dan sebentar lagi acara akan segera dimulai, dihalaman sebuah Villa terlihat beberapa orang sudah berdatangan, ya ini adalah Vila yang akan menjadi tempat tinggal Lisa dan Han. Tuan Kang sendiri yang menghadiahkan tempat ini untuk mereka berdua. 


Dia belum melangkah keluar setelah Ibunya pergi, karena setelah sang ibu pergi tak lama sang ayah memasuki kamar itu dengan pakaian rapinya. Ayahnya begitu berbeda dari yang Lisa bayangkan. 


“Ayah?” 


Christian terdiam, ini pertama kalinya dia mendengar putri keduanya memangilnya, dia tidak pernah berpikir akan menemui ketika Lisa sudah dewasa atau mungkin waktu yang berjalan begitu cepat, Christian tahu kenapa Heejin dan Lisa begitu berbeda.


Karena dirinya-lah yang membuat keduanya berpisah. 


“aku tidak pernah membayangkan akan berdiri didepanmu, bertemu karena sebuah peristiwa seperti ini, aku pikir aku selalu ingin mengunjungi putriku tapi hingga saat ini aku tidak pernah melaksanakan itu, kamu putri yang tidak mengenal sosok ayahmu dan tumbuh tanpa kasih sayang dariku, tapi hari ini aku ingin mengatakan jika aku bahagia melihatmu, kau tidak pernah membenciku dan menerima kehadiranku” 


“terimakasih, aku senang setidaknya kita bisa bertemu sekarang, aku juga senang Eonnie dirawat oleh ayah dengan baik disana”


Christian mengenggam tangan putrinya, mengalungkan dilengannya dan melangkah meninggalkan ruangan ini bersama.


“apa pria itu mencintaimu?” tanya Christian, pertanyaan ini memang tujuan utama dirinya membela diri untuk datang kesini, karena dia tidak berharap Lisa merasakan apa yang dirinya dan Yoona terjadi dimasalalu. 


Christian hanya diam, dia menatap Lisa dari sudut pandang disampingnya. Jika ucapannya berbohong tapi matanya gadis itu menjelaskan segalanya, walau kenyataan dirinya tidak begitu dekat dengan Lisa tapi ikatan tetaplah ikatan. Karena Lisa masih putrinya dan Christian bisa merasa kegelisahannya. 


Dari cara Lisa menatap para tamu dan juga sahabatnya. Ada sebuah perasaan rumit bercampur dengan gugupnya, karena secara langsung Lisa melakukan kontak langsung dengan Han, pria itu sedang berdiri didepan altar, dengan senyuman palsu.


“Ayah, terimakasih” entah kenapa Lisa ingin mengatakan itu sebelum tangannya diberikan pada Han, suasana menjadi lebih emosional untuk Lisa rasakan, dibangku paling dekat ada sang Ibu, sang kakak dan sahabatnya. 


Dan hal yang paling ditunggu semua orang, menyaksikan sebuah ikrar yang akan segera menyatukan kedua orang dalam ikatan pernikahan dan sebuah janji seumur hidup, semua orang disana menggunakan keheningan ini untuk mengabadikan moment yang tak terlupakan untuk segalanya. 


Baik Lisa maupun Han, keduanya mengikuti segala hal yang dikatakan oleh pendeta, mengucapkan setiap kalimat yang memikir makna kata sendiri dan tidak sembarangan orang mampu memenuhinya untuk sekali dalam seumur hidupnya.


Kegugupan semakin memuncak ketika semua berteriak memerintah kedua pasangan itu untuk berciuman setelah bertukar cincin, tentu saja ini hal sebenarnya Lisa hindari, karena dirinya tidak tahu cara berciuman. 


“Lisa, dengarkan aku” bisik Han saat dia menarik Lisa, melingkarkan tangannya pada pinggang rampingnya. “biarkan aku yang mengambil alih”


Lisa mengangguk mengerti, di jarak sedekat ini mana mungkin dia bisa mengucapkan kalimat apalagi Han yang begitu dekat dengannya.


Han memiringkan wajahnya, menyatukan kedua benda kenyal itu yang diiringi sorakan gembira daripada undangan, itu hanya menempel tidak ada yang ingin melakukan hal lain dan segera berakhir dalam 5 detik.


Kedua pasangan itu turun ke altar untuk menyambut segala ucapan dari para tamu, memasang wajah bahagia sesuai yang sudah disepakati sebelumnya.


“Lisa, aku senang atas pernikahanmu” ucap Mina, dia memeluk sahabatnya dengan perasaan yang membuatnya ingin menangis, bagaimana tidak? Mina tidak bisa lagi mengajak Lisa berbelanja dan pergi ketempat yang biasa mereka datangi.

__ADS_1


“Mina, jangan menatapku seperti ini, kita masih bisa bertemu di sekolah” tanpa berpikir panjang Lisa memberikan buket mawar itu pada sahabatnya, tidak tahu kenapa Lisa berpikir mungkin saja Mina akan segera menyusul dirinya.


“Why? No Lisa! Aku masih harus menunggu sampai aku bisa bertemu dengan Chul Yeon Kim”


“mau aku beritahu rahasia?” 


“katalah Lisa, aku tidak suka jika kau mengatakan seperti itu!”


“baiklah--,” Lisa berbisik di telinga Mina dan mengatakan “kau tahu jika Chul Yeon Kim adalah sahabat Han”


“What? You Lie?” 


“No Mina! Kau lihat meja disana? Pria yang bersma Han itu adalah Chul Yeon Kim, aku sendiri yang melihat dirinya tado berbicara dengan Han”


Betapa senang Mina sekaligus gugup, bisa bertemu dengan idolanya secara tidak sengaja seperti ini, tiba-tiba Mina menatap buket bunga yang ada di tangannya, dan tanpa sadar tersenyum sendiri.


“Mina?”


“Mina?”


“Minaaaaa!”


“Ya! Bisakah kau tidak berteriak padaku, aku sedang menatap masa depanku” ucap Mina, pandangan terus mengarah pada pria berjas hitam dengan masker yang menutupi wajahnya. “Lisa, apakah ini mimpi, dia.benar-benar sangat tampan”


“sudah! Berhenti menatapnya kau membuat dirinya tidak nyaman, bagaimana jika kita melihat makan, beberapa hari yanh  lalu aku menjalani diet, kali ini aku ingin memuaskan perutku”


Mina yang sebenarnya tidak rela hanya bisa pasrah ketika Lisa menyeretnya menjauh dari sang Idol. “Lisa, jika kau bukan sahabatku mungkin aku sudah menolaknya”


Pesta berjalan dengan baik, sampai sesi memasuki pesta dansa dimulai. Semua undangan yang mayoritas untuk menikah segera mengisi lantai dansa dengan pasangannya, tentu saja hanya ada beberapa yang memilih untuk tetap duduk, salah satunya Mina dan Yeon yang duduk tidak berjauhan.


Pusat dansa dimiliki oleh kedua pasangan yang baru menikah, baik Lisa dan Han keduanya melewati sesi dansa ini dengan sedikit canggung, padahal sebelumnya mereka sudah berlatih bersama tapi tetap saja rasanya canggung jika sudah sedekat ini, karena sepanjang tarian keduanya harus saling menatap. 


“mau berdansa denganku?” Mina menatap pria yang berdiri di hadapannya, dia sedikit terkejut karena Yeon sendirilah yang menawarkan diri, belum lagi Mina begitu tegang saat pria itu mengeluarkan tangannya, rasanya seperti sebuah halunya menjadi kenyataan. 


Dengan tangan gemetar dan gugup luar biasa Mina mengulurkan tangannya untuk menaruhnya pada tangan Yeon, sebisa mungkin Mina memperlihatkan dirinya untuk tidak berteriak saat ini padahal dalam hatinya dia menjerit sekencang-kencangnya.


Keduanya berjalan ke lantai dansa, mengikuti yang lainnya ketika musik diputar kembali. Mina sekali lagi dibuat gemetar saat Yeon meletakkan tangannya di pinggangnya dan menuntun dirinya untuk meletakan kedua tangannya di bahunya, jika Mina tahu akan berdansa mungkin dia akan memilih untuk memakai gaun yang tidak terlalu panjang. 


“A-aku, tidak bisa menari” setelah menyesal menginjak sepatu Yeon, akhirnya Mina buka suara jika dia tidak pernah berdansa. 


Pria dihadapannya tersenyum, wajah tegang Mina begitu lucu untuknya, belum lagi Mina seakan berhati-hati setiap menatapnya “tenanglah, aku bisa mengajarimu”


Pesta pernikahan itu berjalan dengan baik sesuai skenario yang sudah dituliskan diatas kertas perjanjian, semua orang memang tidak menyadari jika segalanya hanya kepura-pura untuk membuatnya menjadi kenyataan.


 

__ADS_1


__ADS_2