
Suara musik dari DJ di dalam klub Hyewon, terletak di pinggiran kota gangnam dengan fasilitas yang cukup bagi untuk kalangan atas sampai menengah, klub yang terdiri dari dua lantai dan beberapa ruangan VVIP, begitu mengiringi malam panjangan dengan suara teriakkan dari berbagai kalangan untuk menyalurkan segala kesenangan atau sebuah perasaan frustasi karena sebuah stress dalam menjalani hidup, semua yang berada di lantai dansa menari bagaikan tidak ada hari esok untuk sekedar mengingat mereka punya rumah.
Semua begitu bersemangat dengan musik yang tidak kenal takut akan mengguncangkan klub malam, begitu berisik hingga untuk berbicara saja harus saling berbisik, jika tidak seperti itu, namanya sebuah klub malam bukan?
Tak hanya menyediakan berbagai kebutuhan entah itu musik, ruangan VVIP, di Klub Hyewon menyediakan banyak sekali minuman yang bisa membuat orang lain melupakan segala frustasi dalam kehidupannya, salah satunya yang begitu tak asing dan banyak sekali orang tahu minuman itu, tentu saja Wine minum anggur itu begitu disukai segala jenis kalangan karena keunikan yang tidak bisa dimiliki oleh jenis alkohol lainnya, karena semakin tua Wine rasakan akan semakin enak kata orang yang mendalami bisnis Wine seperti Yoona contohnya.
Dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya Han bersama temannya melangkah masuk setelah melakukan pertemuan, mereka teman yang sudah sangat lama sebelum Han mengambil alih Grup Kang.
Chul Yeon Kim, atau biasanya Yeon Kim ini merupakan Han di sangat keduanya bersekolah di SMA ‘Sofa’ pertemanan yang terjalin saat itu hanya suatu kebetulan bagi Han maupun Yeon, awalnya mereka menjadi rival di SMA-nya namun kini sudah berubah menjadi pertemanan yang begitu akrab hingga jika Han atau Yeon membutuhkan sesuatu keduanya akan saling membantu.
Jika Han adalah seorang Ceo dari Grup Kang, saat berbeda dengan Yeon yang sebenarnya seorang aktor di salah agensi terkenal di South Korea, siapa menyangka jika pria itu akan menjadi seorang aktor padahal dulu Yeon dan Han sama-sama rival dalam urusan basket, ya terkadang memang seperti apa yang kita sukai tidak mungkin menjadi pekerjaan yang kita inginkan tapi bisa jadi itu sebaliknya.
Keduanya memilih untuk duduk di tempat yang tidak terlalu terusik oleh berisiknya suara musik yang seperti diputar dengan volume yang tinggi, sudah lama sekali Han tidak bertemu dengan Yeon semenjak pria itu memiliki banyak sekali tawaran drama dan beberapa film.
“kau tidak pernah berubah Han! Masih menjadi pria yang menunggu wanita yang sudah melupakanmu” ucap Yeon, di klub seperti ini-pun pria masih saja menutup dirinya untuk tidak dikenali oleh orang lain, Yeon terlalu tertutup dalam pakaian.
Sedangkan Han, pria itu begitu santai dan bahkan sekarang Han sudah membuka jas-nya, meninggalkan kemeja putih dengan bagian lengannya sudah pria itu lipat hingga siku yang memperlihatkan betapa kekar dirinya.
“aku tidak menunggunya, aku hanya sulit melupakannya, kau tahu sendiri aku tidak semudah dirimu yang mudah sekali jatuh cinta dan mudah melupakan” ucap Han dengan nada yang begitu santai seperti dirinya memang tidak lagi memikirkan wanita itu dan berharap dia akan kembali, tapi lebih tepatnya Han tidak ingin merasakan perasaan itu untuk saat ini.
__ADS_1
Itu berarti Han ingin bebas dalam urusan hati.
Dengan sekali tegukkan Vodka itu terasa begitu pahit jika di minum saat pertama kali, tapi itu akan berubah setika satu tegukkan dia lakukan, Han benar-benar menikmati berada klub Hyewon daripada dirumah atau di kantornya, seperti Han kembali mendapatkan kehidupannya tanpa sadar.
“seorang aktor juga tidak boleh melibatkan perasaan dalam pekerjaan, jadi jangan merasa hanya kau saja yang frustasi dengan masa lalu Han”
Yeon mengangkat gelas kecilnya kehadapan Han yang tentu langsung direspon pria itu, mereka bersulang untuk memulai pertemuan yang sangat jarang dilakukan, padahal mereka masih tinggal di satu negara yang sama namun untuk bertemu saja butuh satu tahun lamanya.
“tapi aku sering sekali melihat kabar skandal-mu dengan beberapa artis”
“itu hanya buatan untuk meninggikan rate di setiap dramaku saja, kenyataan aku tidak pernah berkencan dengan mereka apalagi bertemu di cafe”
“walau sulit tapi aku menikmatinya, ada banyak fans yang begitu mencintaiku walau terkadang itu bisa mengancamku” ucap Yeon, dia meneguk vodka sekali lagi setelah Han menuangkan untuknya.
“itulah hidup Yeon, terkadang begitu manis tapi memiliki sisi yang selalu pahit”
“ayo kita bersulang untuk merayakan kehidupan yang tidak akan selamanya abadi” ucap Yeon.
Keduanya mengangkat segelas masing-masing lalu membenturkan segelas mereka dan meneguknya secara bersamaan seperti yang biasa orang lain lakukan.
__ADS_1
Dari kejauhan seorang gadis cantik dengan pakaian super mini mengalihkan mata kaum pria hanya dengan langkahnya, dia berjalan dengan sorotan mata yang tak pernah lepas darinya, siapa yang tidak kenal dia?
Si model cantik Heejin yang begitu seksi dan masih sangat muda, dia juga masuk dalam list wanita cantik di kota Seoul setelah memenangkan Miss World tahun ini dan akan mewakili South Korea di Paris bulan depan.
‘Heejin?’ ucap Han dalam hatinya, baru beberapa hari yang lalu dirinya melihat gadis itu di toko bunga dengan penampilan yang sedikit feminim tapi malam ini? Gadis itu begitu dewasa dengan pakaian gaun mini-nya dengan aura yang sangat berbeda, Han tentu saja menyadari itu karena gadis tidak sepolos saat Han bertemu dengannya.
“aku sudah yakin jika dia akan mengunjungi klub Hyewon” ucap Yeon, dia itu juga ikut terpikat dengan pesona yang begitu terpancarkan oleh Heejin, ketika gadis itu lebih memilih untuk duduk sendirian di bar.
“kau mengenalnya, dia Park Heejin bukan?” tanya Han, sebenarnya pria itu tidak terlalu mengenal sosok model yang sedang naik daun itu tapi Han hanya pernah melihat gadis itu beberapa kali di majalah.
“ya, dia Park Heejin, wanita yang ingin sekali ku dekati, aku selalu berharap bisa dapat bekerjasama dengan untuk majalah pemotretan atah iklan dengannya, apapun itu kontrak aku ingin sekali mengenalnya”
“kenapa tidak kau kencani saja dia?” ucap Han, dia tidak terlalu tertarik dengan wanita bernama Heejin itu, entah kenapa rasa begitu berbeda dari Heejin yang dia temui sebelumnya.
“kau ingin membuatku diserang oleh agensi dan juga lara fansku?”
“itu urusanmu, aku ingin kembali sekarang, aku tidak bisa terlalu mabuk, besok banyak sekali urusan di kantor jadi aku akan meninggalkanmu sendirian disini ” ucap Han, dia mengambil jas dan kunci mobil miliknya, dia ingat jika besok dirinya akan melakukan pertemuan dengan beberapa investor, jadi daripada pulang dengan keadaan mabuk lebih baik Han menghentikan itu terjadi.
“Han!! Lain kali hubungi aku jika kau sedang memiliki banyak waktu!!” teriak Yeon pada Han yang belum jauh darinya.
__ADS_1
Dan Han hanya mengangkat tangannya sebagai tanda jika pria itu mengerti.