5 Tahun Kemudian

5 Tahun Kemudian
#Aku Mau Menjadi Madu


__ADS_3

Sebelum pergi ke rumah sakit, Adam memeluk erat Binar, mencium setiap inci wajahnya, tak luput bibir merah yang selalu menjadi candunya tiap saat. "Aku pasti merindukan mu," lirihnya.


Binar tersenyum simpul, entah berapa kali suaminya akan memeluknya dan ini yang ke tiga kalinya, sampai di depan pintu suaminya akan kembali memeluknya. "Aku pasti akan merindukan suami tersayang ku."


"Benarkah? apa nanti aku boleh menghubungi mu?"


"Tentu saja, tapi kau harus ada waktu dengan Andra."


Adam mengurai pelukannya, rasanya ia belum rela melepaskannya. "Bagaimana kalau aku tiba-tiba merindukan mu?"


Ingin sekali Binar menarik hidung mancung suaminya, entah yang ke berapa kalinya pembicaraan suaminya berputar-putar dengan kata 'Merindukan'


"Sayang, kau tidak pergi ke luar negeri, hanya berjarak beberapa meter saja ke rumah sakit," ucap Binar. Dia kembali harus mengulang perkataannya untuk meyakinkan suaminya. Dalam hatinya merasa kasihan pada Andra, pasti anak itu sedang menunggu ayahnya.


"Pergilah,"


"Kau mengusir ku?" tanya Adam dengan kesal.


Binar mengusap wajahnya secara kasar, ingin sekali ia berteriak, namun hatinya kembali tenang melihat wajah menggemaskan suaminya yang seperti bocah kehilangan mainannya.


"Dengar! Aku sangat mencintai mu. Besok aku akan kembali ke rumah utama, tapi aku akan membawa Nadira dan Farhan," ucap Binar.

__ADS_1


Karena hubungannya sudah membaik, ia ingin kembali lagi ke rumah utama dan menghapus segala kenangan pahit di rumah itu dan menggantinya dengan kenangan baru.


"Benarkah?" tanya Adam dengan antusias.


"Iya, tapi jangan pernah mengecewakan aku, kalau tidak, aku akan pergi lagi, tidak ada kesempatan dua kali."


"Terima kasih sayang,"


Adam kembali memeluk Binar sambil mengucapkan kalimat dari lubuk hatinya.


"Baiklah, aku akan pergi, tunggu besok aku akan menjemput mu."


Cup


***


Sesampainya di rumah sakit, Adam memasuki ruangan tempat rawat inap Andra. Wajahnya yang berseri-seri membuat Ayu penasaran dan bertanya-tanya? atau kah bahagia karena Binar atau karena bertemu dengan Andra.


"Dia sudah tidur?" tanya Adam. Dia melihat putra pertamanya tidur begitu terlelap sampai tidak menyadari kedatanganya.


"Dari tadi dia menunggu mu, tapi kau malah sibuk dengan istri mu."

__ADS_1


Adam tak menanggapi, sebisa mungkin dia menjaga jarak dengan Ayu.


"Mas, bisakah kau adil? bukan hanya untuk istri mu, tapi juga Andra," ujar Ayu. Dia meminta keadilan anaknya di mulai dari lima tahun yang lalu.


"Aku sudah berusaha membaginya," ucap Adam, dia tidak suka pada Ayu lantaran selalu ingin memaksanya mengutamakan Andra, masalah Andra tidak mendapatkan kasih sayang, itu karena Ayu yang tidak mau jujur. Seharunya dulu Ayu mempercayainya dan mau berjuang bersama demi mendapatkan restu kedua orang tuanya.


"Kau tidak bisa membaginya, kau selalu mengutamakan mereka. Lihatlah, sejak tadi Andra selalu menanyakan mu,"


"Ayu, aku sudah memiliki kehidupan baru dan sekarang aku tidak ingin membahasnya. Aku akan tidur di sofa," ucap Adam. Dia melangkah ke arah sofa, badannya sangat letih dan ingin cepat tidur.


Tanpa Adam sadari, Ayu memeluk tubuhnya dari belakang dan membuat pria itu membatu.


"Lepaskan Ayu!" Adam membuka kedua tangan Ayu yang memeluknya dengan erat. Ia tidak mau ada yang melihat dan salah paham.


"Tidak! aku sangat merindukan mu, selama ini aku selalu memendam kerinduan ku. Mas, apa kita tidak bisa kembali? kita saling mencintai, dulu kita sepasang kekasih yang sangat bahagia. Kita sudah punya Andra Mas, setidaknya demi masa depan Andra."


Adam langsung melepaskan kedua tangan Ayu dengan kasar dan berbalik. "Aku sudah mengatakannya, kita tidak bisa kembali, sekalipun adalah Andra alasannya, karena aku tidak mencintai mu lagi."


Jantung Ayu seakan copot, kedua matanya menatap pahatan indah di depannya tanpa berkedip. "Lima tahun, lima tahun aku memendam cinta ini untuk mu, lima tahun aku mengandung Andra demi dirimu, tidak bisakah kau melihatnya? sampai saat ini aku masih mencintai mu."


"Maaf Ayu, aku mohon mengertilah. Aku tidak mencintai mu lagi, aku sudah mencintai Binar dan ingin membahagiakannya. Masalah Andra, aku akan tetap bertanggung jawab dan tidak akan meninggalkannya, kau tidak perlu takut. Carilah pengganti ku, aku yakin kau pasti mendapatkannya. Sekarang aku berjuang untuk kepercayaan istri ku." Adam memberikan penjelasan dengan lembut. Bagaimana pun juga, kini Ayu adalah ibu anaknya. Ia masih memandang Andra yang merupakan anak Ayu.

__ADS_1


Adam pun berbalik, namun tubuhnya tertahankan karena ucapan Ayu.


"Jadikan aku istri kedua, aku mau di madu demi Andra."


__ADS_2