5 Tahun Kemudian

5 Tahun Kemudian
#Terulang


__ADS_3

Ayu mengikuti makan malam itu dengan nikmat, meskipun tanpa di ajak. Dia tetap santai mengikuti makan malam itu tanpa rasa malu. Dia merasa pantas ikut makan malam karena dirinya adalah ibunya Andra. Selepas makan malam dia pun pergi tanpa membuat ulah atau emosi. Sedangkan Andra, dia langsung memilih tidur dan ingin melihat obat yang di berikan oleh sang ibu.


"Ini obat apa?" tanya Andra. Dia memutar kedua obat itu, mengamati botolnya. Ada yang aneh di obat itu, tapi ia tidak mengetahui obat apa? ibunya juga bilang kalau hanya sebatas obat vitamin.


"Obat Vitamin? tapi kenapa harus berbagi? bukannya hanya cukup satu botol berdua?"


Lagi-lagi ia semakin penasaran, dia pun menaruh obat itu di dalam lacinya, tapi mengingat tentang perkataan ibunya, ada rasa senang kalau ibunya memang akur dengan Binar.


****


Binar mendesah pelan, hatinya merasa tidak tenang. Seolah akan terjadi sesuatu, tapi ia tidak tahu apa itu? ia resah, ia takut sesuatu akan terjadi pada keluarga kecilnya.


"Aku merasa tidak nyaman."

__ADS_1


Binar memegangi dadanya, dia teringat pada Ayu yang tersenyum. Biasanya wanita itu akan menatapnya dengan tatapan permusuhan atau menatapnya dengan penuh kebencian. Tetapi tadi, ia melihat Ayu yang tampak santai dan tersenyum.


"Sebenarnya apa yang di rencanakannya? apa dia sudah bergerak bersama Andra? kalau iya, lalu apa?"


"Sayang,"


Sebuah tangan melingkar di perut Binar, dia mengecup pipinya, lalu turun ke lehernya terlihat putih dan mulus, ia tergoda dengan harum tubuh istrinya, apa lagi istrinya menggunakan bathrobe dan rambut yang di jadikan satu, lalu di taruh di depan dadanya, sangat menggoda imannya.


"Sayang, aku ingin."


Adam semakin di buat gila, dia menikmati hentakan istrinya yang berada di atasnya, sesekali dia mengangkat tubuhnya dan menikmati salah satu benda naik turun itu.


"Oh sayang, aku emmm ..."

__ADS_1


Binar langsung mendekap tubuh suaminya, saat dirinya mencapai puncak, dan kini giliran Adam lah, dia bahkan harus mengatur nafas serta tubuhnya yang terasa lelah dan terasa hangat.


Tanpa melepaskan penyatuannya, Binar roboh di dada bidang suaminya.


"Terima kasih Sayang, my Honey." Ucap Adam. Dia mendekap erat tubuh istrinya.


***


Ayu, wanita itu tampak senang. Malam ini dunia seakan menjadi miliknya. Dia yakin, semua usahanya akan berhasil dan tidak akan ada satu pun orang yang curiga pada Andra, karena Andra seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Tetapi nyatanya, bocah yang di anggap baik itu menusuk musuhnya.


"Andra, kau memang senjata ku. Sekalipun semuanya terbongkar, aku masih memiliki dirimu dan kamu adalah anak penurut, tentu saja kamu tidak akan membuat mama mu bersedih."


Akan tetapi, dia harus bermain cantik. Dia tidak ingin semua rencananya hancur. Dia tidak sabar menunggu esok malam, ia masih ingat kejadian itu. Ia bahkan membayangkan di mana gelora indah Adam padanya.

__ADS_1


"Semua kenangan akan terulang."


__ADS_2