
Adam tak henti-hentinya mengucapkan syukur, dia terus menggenggam tangan istrinya sambil duduk di samping ranjang istrinya dan sesekali dia mencium tangannya. Bahkan kadang, air matanya mengalir.
Selama ini dia selalu menginginkan anak, berharap ia bisa menjadi ayah yang utuh yang menemani anaknya dari dalam kandungan sampai melahirkan, ternyata yang di Atas, yang Maha Kuasa memberikannya kesempatan untuk menjadi seorang ayah lagi.
"Terima kasih Binar, kau kau membuat ku merasakan betapa bahagianya seorang ayah."
Meskipun dia telah memiliki Abra, rasanya kurang, dia belum menjadi ayah yang baik untuk Abra, belum ikut andil dalam kehamilan Binar.
"Sayang, emm..." Kekhawatiran yang awalnya menjadi ketakutan, kini sudah di redakan ketika Dokter mengatakan Binar hamil dan karena efek kehamilan hingga membuatnya pingsan.
Adam mengelus kepala Binar dengan lembut dan beberapa saat pun Hana masuk, lalu menaruh segelas susu di atas nakas. Sesuai perintah tuannya tadi yang memerintahkan untuk membeli susu hamil.
Hana pun pamit, namun sampai di ambang pintu dia melihat Andra yang masih memakai baju sekolahnya dan tas yang berada di punggungnya.
"Dimana Mama? apa dia baik-baik saja?"
Hana tersenyum, "Mama Binar lagi istirahat sayang, pelankan suaranya ya kalau mau ketemu Mama Binar."
Andra mengangguk, dia melewati Hana dan langsung menuju ke arah kedua orang tuanya.
"Pa, bagaimana keadaan Mama?" tanya Andra. Saat dia menanyakan keberadaan Mamanya yang biasanya menyambutnya. Salah satu Art di rumahnya mengatakan kalau Binar pingsan dan ternyata dia akan memiliki adik baru.
"Mama baik-baik saja sayang," jawab Adam tersenyum.
"Katanya Andra akan menjadi seorang kakak? benarkah?" tanya Andra memastikan. Hatinya begitu menginginkan adik lagi, apa lagi adik perempuan. Melihat temannya yang memiliki adik perempuan ia juga menginginkannya.
__ADS_1
"Untuk sekarang Papa belum tau, kan adiknya masih kecil."
Emmm
"Ma,"
"Sayang,"
Binar merasakan sekelilingnya bergoyang, bahkan dia melihat bayangan Andra dan Adam yang menjadi dua. Ia pun menggeleng pelan.
"Sayang minum dulu," ucap Adam. Dia membantu Binar dengan benar dan menaruh beberapa bantal di punggungnya.
"Minumlah," Adam menyodorkan segelas susu. Binar pun menurut tanpa berpikir panjang.
"Ma, Mama katanya Andra dan Abra punya adik," ucap Andra yang tidak sabar menanyakannya pada Binar..
Adam mengangguk, air mata Binar langsung keluar. Adam langsung memeluk Binar, sama halnya degan dia yang menangis haru dan dalam hati mengucapkan syukur.
"Aku akan menjadi seorang ibu lagi?"
"Iya sayang, keluarga kita semakin lengkap." Adam mencium kening Binar, lalu beralih lada bibirnya.
"Ups!" Andra langsung menutup kedua matanya. Sekalipun ia sering melihatnya, tapi saat itu ia tanpa sengaja melihat adegan romantis kedua orang tuanya.
"Sayang," Binar mendorong tubuh Adam dan Adam menghela nafas saat sadar kalau Andra masih berada di ruang yang sama.
__ADS_1
"Binar!" panggil Mama Mahira dan Papa Ardey.
"Benarkah kau hamil?" cerocos Mama Mahira dan Binar pun mengangguk.
"Pa, kita punya cucu lagi,"ucap Mama Mahira. Dia langsung memeluk papa Ardey.
"Benar Ma, Alhamdulillah." Papa Ardey mengucap Syukur yang tiada batas.
Mama Mahira pun menghapus air matanya. "Mulai saat ini Mama akan menginap di sini dan menjaga kehamilan mu."
"Iya Ma," Binar merasa senang kedua mertuanya memperlakukannya seperti anak kandungnya sendiri.
"Ingat Binar kamu harus menjaga kesehatan mu dan bla.. bla... blaa ..." Mama Mahira tidak henti-hentinya memberi nasehat dan membuat semua orang tertawa.
"O iya Andra, emm ada hadiah untuk mu dan Abra di ruang tamu." Ucap Mama Mahira.
Andra mendongak, dia menatap neneknya itu. Sekalipun masih ada kecanggungan, tapi ia yakin, neneknya telah menerimanya. Dia pun langsung memeluk kedua kaki Mama Mahira.
"Terima kasih nek, aku sangat menyayangi mu."
Andra pun langsung berlari, dia tidak sabar melihat hadiahnya dan ingin segera memainkannya.
Adam mengelus lengan Binar, dia bersyukur memiliki bidadari pilihan mamanya itu.
"Ma terima kasih," ucap Binar dengan tulus.
__ADS_1
"Iya, itu sudah menjadi tugas ku."