
Anak takdir?
Jin Dan mengerutkan kening. 'Apakah ada seseorang di luar gua?'
Dia dengan cepat memeriksa asalnya.
[Chen Santian adalah inkarnasi dari kejahatan. Dia memiliki afinitas yang sangat kuat terhadap teknik dao jahat. Ketika dia masih muda, dia pergi mengembara bersama orang tuanya. Waktu itu orang tuanya dibunuh oleh bandit dan kekuatan jahatnya terbangun. Dia, yang baru berusia tujuh tahun, membantai lebih dari 100 bandit. Sejak saat itu, dia menjadi suka membunuh. Pada akhirnya dia bergabung dengan Sekte Hutan Jahat dan menjadi sangat sukses. Saat ini, dia diperingkatkan sebagai murid inti tertua dari Sekte Hutan Jahat.]
Seperti yang diharapkan, itu memang seseorang dari Sekte Hutan Jahat!
Murid inti…Jadi, dia belum mencapai level seorang penatua, tidak perlu khawatir!
Jin Dan tahu kalau kekuatan Sekte Hutan Jahat dan Sekte Gunung Perak bisa dibilang hampir sama.
Jadi Chen Santian ini paling banyak hanya berada di Tingkat 9 Alam Inti Emas!
“Kenapa dia ada di sini di Sekte Gunung Perak? Apakah dia sendirian, atau apakah ada kelompok besar yang bersembunyi di sekelilingnya?”
Jin Dan segera bangkit dan dengan hati-hati berjalan ke pintu masuk gua.
Dia melihat keluar dan melihat seorang pria berpakaian hitam berjalan keluar dari hutan, gerak-geriknya terlihat sangat mencurigakan.
Jin Dan sedikit terkejut karena ia tidak bisa merasakan kehadiran pria itu.
Jika dia tidak menyaksikannya dengan matanya sendiri, dia mungkin tidak akan menemukannya.
Namun selain Chen Santian, tidak ada orang lain yang berarti dia sendirian.
Saat Chen Santian berjalan kearah pintu masuk gua, tatapannya jatuh pada sebaris kata di dinding tebing.
“Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian… Hahaha betapa menggelikannya kata-kata ini. Orang-orang dari Sekte Gunung Perak memang pengecut!”
Chen Santian mencibir tanpa tahu kalau Jin Dan saat ini merasa sangat tersinggung.
Anak ini meminta untuk dibunuh!
Jin Dan segera mengaktifkan Teknik Tiga Pedang Bayangan Murni. Tiga bayangan pedang melayang di belakangnya, siap membunuh Chen Santian kapan saja.
Karena formasi susunan, Chen Santian tidak bisa melihat Jin Dan dan tidak bisa merasakan auranya.
Keduanya hanya berjarak kurang dari sepuluh langkah.
Chen Santian melihat-lihat sebentar dan merasakan ada yang tidak beres.
"Mungkinkah ini gua tempat tinggal seseorang?" Chen Santian menyipitkan matanya. Dia kemudian mengeluarkan pedang dan dengan lembut menusukkannya ke dinding tebing.
Namun tiba-tiba saja.
Swish! Swish! Swish!
Tiga cahaya pedang yang menyilaukan segera melesat kearahnya yang menyebabkan Chen Santian tanpa sadar menutup matanya, dia lalu secara naluriah melompat mundur.
Namun Tiga bayangan pedang itu menembus tubuhnya secepat kilat, tidak membiarkannya bereaksi dan darah langsung berceceran di mana-mana.
Chen Santian langsung diterbangkan belasan meter jauhnya seperti dan menabrak pohon besar yang menyebabkan daunnya jatuh berguguran.
"Aargh…!!" Chen Santian mengertakkan gigi dan melihat ke atas. Terlihat tiga bayangan pedang melayang di atas kepalanya, siap menebas kapan saja.
Hal itu langsung menyebabkannya mati ketakutan, dia buru-buru berteriak memohon, "T-tuan, tolong berhenti!"
__ADS_1
Jin Dan yang berdiri di dekat pintu masuk gua menggeleng-gelengkan kepalanya ketika ia menyaksikan Chen Santian yang ditumbangkan dengan sangat mudah.
'Orang ini sangat lemah? Dia bahkan tidak bisa menahan satu serangan pun! Atau apakah Teknik Tiga Pedang Bayangan Murni ku yang terlalu kuat ya...?' Jin Dan menyentuh dagunya dan merenung.
Setelah diserang oleh Teknik Tiga Pedang Bayangan Murni, aura energi spiritual Chen Santian akhirnya terungkap.
Jin Dan langsung membuat perbandingan. Energi spiritual Chen Santian ini hampir setingkat dengan miliknya.
Namun, dia sama sekali tidak bisa melihat tingkat kultivasi Chen Santian.
Dengan kata lain, tingkat kultivasi Chen Santian lebih tinggi darinya, tetapi kekuatan energi spiritualnya tidak sekuat miliknya.
Keunggulan Teknik Enam Jalan Reinkarnasi akhirnya terungkap. Jin Dan segera berada dalam suasana hati yang baik.
Dia kemudian memandang kearah Chen Santian dan bertanya, "Mengapa kamu datang ke Sekte Gunung Perak?"
Chen Santian langsung menjawab, “ O-oh tuan, saya hanya kebetulan melewati tempat ini dan saya tidak memiliki niat apapun untuk memasuki Sekte Gunung Perak.”
'Anak ini sangat pandai berbohong!' Jin Dan segera mengangkat tangannya dan Tiga bayangan pedang langsung jatuh kerahnya.
Melihat serangan ini, Chen Santian langsung merasa ngeri dan dengan cepat bergerak ke samping untuk menghindar. Namun sayangnya kaki kanannya tertusuk oleh bayangan pedang dan dipaku langsung kedalam tanah.
"Aarrgh!! Asuu…!!" Chen Santian yang kesakitan menjerit dengan sedih.
Dia adalah murid inti tertua dari Sekte Hutan Jahat, namun dia langsung ditundukkan bahkan sebelum dia bisa bergerak.
Tiga bayangan pedang itu terasa seperti hantu. Kecepatan mereka sangat cepat. Ketika bayangan pedang itu dipakukan ke kakinya, bayangan pedang itu langsung menguras energi spiritualnya.
'Benar-benar menakutkan, Mantra macam apa ini yang bahkan bisa menyerap energi spiritual lawannya?' Chen Santian saat ini merasa panik, bisa dibilang dia bahkan belum pernah merasa sepanik ini sebelumnya.
Dia telah menyelidiki Sekte Gunung Perak sebelumnya. Sekte ini bukanlah sekte yang mengkhususkan dirinya dalam dao pedang. Di antara para penatua juga tidak ada yang memiliki mantra pedang yang begitu kuat seperti ini.
Mungkinkah orang ini adalah Penatua Agung yang misterius?
Ekspresi Chen Santian segera berubah drastis. Hatinya sedang dilanda gejolak.
Bagaimana orang ini bisa tahu latar belakangku?
Dengan perasaan bingung yang menakutkan, Chen Santian buru-buru bersujud ke arah gua dan berkata dengan nada ketakutan, “Tuan! Saya salah! Saya salah! Beri saya kesempatan! Saya tidak pernah membunuh murid dari Sekte Gunung Perak!”
Jin Dan ragu-ragu apakah dia harus membunuh Chen Santian. Biasanya keajaiban seperti ini kalau mati pasti akan langsung diketahui oleh para penatuanya, dan di masa depan para penatua tersebut pasti akan menargetkannya sebagai target balas dendam.
Meskipun dia tidak takut, dengan kekuatannya saat ini dia tidak bisa berbuat banyak.
“Kenapa aku tidak menangkapnya saja? Jika Master Sekte ditangkap di masa depan, kita bisa menggunakannya sebagai alat tawar menawar kan?” Jin Dan berpikir dalam hati.
Sungguh pemikiran yang bagus Jin Dan!
Bagaimanapun juga, dia mengenakan Jubah Ilahi Mystic Cicada Emas. Jadi tidak mungkin bagi Chen Santian untuk menyakitinya walau hanya sedikit saja.
Setelah selesai memikirkannya, Jin Dan segera melambaikan tangan kanannya, dan tiga bayangan pedang langsung menghilang ke udara tipis.
Chen Santian tidak berani melarikan diri. Dia hanya bisa berlutut di tanah dan menggigil.
Dia saat ini sudah terluka. Dengan kekuatan Jin Dan, bahkan jika dia mencoba yang terbaik untuk melarikan diri, dia tidak akan bisa.
"Masuk." Jin Dan berkata.
Pintu masuk gua segera muncul, dan pintu batu itu langsung terbuka.
__ADS_1
Ketika Chen Santian melihat Jin Dan, dia tidak bisa menahan rasa keterkejutannya.
Sungguh pria muda yang begitu tampan!
Namun dia hanya berpikir kalau Jin Dan adalah murid dari penatua itu dan tidak pernah berpikir kalau Jin Dan sendiri adalah orang yang menyerangnya, dia kemudian mengertakkan giginya dan berdiri.
Setelah Chen Santian masuk, Jin Dan kembali mengaktifkan formasi susunan dan langsung menutup pintu gua.
Jin Dan berbalik dan berjalan ke dalam gua.
Namun Chen Santian tiba-tiba saja meraih Jin Dan dan mencengkramnya. Pedang di tangannya langsung diletakkannya di depan leher Jin Dan sebelum dia berteriak dengan suara yang dalam, “Penatua lepaskan aku. Jika tidak, aku akan membunuh muridmu!”
“…”
Gua itu langsung jatuh ke dalam keheningan.
Chen Santian melihat sekeliling dengan gelisah.
Jin Dan kemudian berkata dengan suara rendah, "Aku tidak punya murid."
Tubuh Chen Santian langsung membeku ketika mendengar ini.
Clang!
Pedangnya seketika jatuh ke tanah, dia tiba-tiba berlutut sambil memaksakan senyum dan berkata. “Senior… a-aku hanya bercanda…”
Dia bisa merasakan kalau tingkat kultivasi Jin Dan hanya di Alam Pembangunan Fondasi Tingkat 9.
Mustahil! Ini pasti penipuan!
Untuk dapat secara langsung menekanku dan bahkan memprediksi latar belakangku, orang ini pasti seorang ahli yang hebat!
Jin Dan tidak menghiraukannya dan berjalan lebih jauh ke dalam gua sebelum berkata, "Ikuti aku."
Chen Santian dengan cepat mengikuti.
Jin Dan datang ke tempat tidur kayunya dan duduk. Chen Santian berlutut di depannya dan tampak sangat hormat.
Jin Dan kemudian melihat kearahnya dan berkata dengan suara lembut, "Ambil pedangmu dan tusuk aku dengan seluruh kekuatanmu." Jin Dan berkata seperti ini karena dia ingin menguji kekuatan pertahan dari Jubah Ilahi Mystic Cicada Emasnya.
Chen Santian yang menangkap maksud lain segera menggigil dan meratap. “Penatua, maafkan aku penatua! aku tahu aku salah!”
"Ayolah, Jika kamu tidak mencoba sekarang, kamu pasti akan terus berpikir bagaimana caranya untuk menyergapku dimasa depan.”
“Aku tidak berani…”
“Aku tidak akan menyalahkanmu. Lakukan saja."
"Penatua, aku akan bersujud padamu penatua, jadi ampuni aku!" Chen Santian hampir menangis saat dia buru-buru bersujud kepada Jin Dan.
Dia berpikir kalau Jin Dan hanya sedang mencari alasan yang tepat untuk membunuhnya.
Melihat adengan memalukan didepannya ini, Jin Dan tidak bisa tidak terdiam. Apakah aku terlihat begitu menakutkan?
Ketika Jin Dan membaca latar belakang dari Chen Santian ini dia berpikir kalau orang ini adalah orang yang sangat kejam dan lebih baik mati daripada tunduk. Dia tidak pernah berharap kalau orang ini terlihat begitu pengecut sekarang.
Jin Dan hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah dan berkata, “Mulai hari ini dan seterusnya, kamu akan tinggal di sini dan menanam herbal spiritual untukku. Kamu juga bisa berkultivasi disini,"Jin Dan memberinya perintah.
“Oke… Sebelum itu kapan aku bisa pergi dari sini penatua?”
__ADS_1
"Apa!?"
“E-eh aku tidak mengatakan apapun kok penatua, hanya saja tadi ada buwung puyuh lewat…”