Abadi

Abadi
Sekte Banteng Merah


__ADS_3

Jin Dan segera menerima bulu bewarna merah tersebut dan langsung menelitinya dengan indra ilahinya.


Segera setelah itu, dia merasakan kekuatan yang kuat menghalangi indra ilahinya untuk menerobos.


Mungkin hanya indra ilahi dari seorang kultivator Alam Formasi Jiwa yang bisa memaksa masuk ke dalam bulu ini.


Zhuo Fan memiliki kesukaan bintang 3 terhadapnya, jadi apa yang dia katakan itu mungkin benar.


"Kalau begitu, aku akan menerimanya dulu. Baiklah, kamu bisa mengolah energi spiritualmu disini selama sepuluh tahun pertama. Aku ini suka mereka yang berkultivasi dengan rajin, jika kamu berkinerja baik, aku pasti akan mengajarimu sebuah mantra nantinya," Jin Dan berkata dengan tenang.


Zhuo Fan dengan cepat mengucapkan terimakasih kepadanya.


Jin Dan lalu menunjuk ke samping dan berkata, "Temukan tempat bagimu untuk bermeditasi dan berkultivasi di dalam gua ini."


Kemudian, dia menutup matanya kembali dan mulai meneruskan kultivasinya yang sempat tertunda.


Zhuo Fan segera berdiri dan menemukan tempat disudut gua untuk bermeditasi.


Dia tidak berani melihat kearah Jin Dan karena takut menyinggung perasaannya, jadi dia segera saja mulai berkultivasi.


Segera setelah dia mulai berkultivasi, dia langsung merasakan kalau energi spiritual di gua ini sangat padat.


'Ini adalah tempat yang sangat bagus untuk berkultivasi!' Zhuo Fan berseru senang didalam hatinya.


 



 


Sejak formasi susunan pengumpulan energi spiritual dan harta alam baru ditambahkan kedalam gua tempat tinggalnya, Energi spirirtual di sana menjadi semakin padat yang menyebabkan kultivasi Jin Dan menjadi semakin efisien.


Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu.


Pada saat yang sama, Jin Dan akhirnya mencapai Tingkat 4 Alam Jiwa Baru Lahir.


Kecepatan terobosan semacam ini pasti melampaui kecepatan kultivasi manusia fana manapun yang pernah ada.


Menurut kecepatan kultivasinya saat ini, menerobos ke Alam Formasi Jiwa pasti tidak akan terlalu lama lagi.


Jin Dan kemudian membuka matanya.


Dalam sepuluh tahun ini, kultivasi Zhuo Fan telah mencapaiTingkat 6 Alam Pembangunan Fondasi.


'Enam tingkat dalam sepuluh tahun. Dia cukup cepat. Dia memang jenius!' Jin Dan berpikir sambil mangut-mangut.


Jin Dan kemudian memanggilnya, "Fan'er."


Zhuo Fan tiba-tiba bangun dan buru-buru bersujud kepadanya.


"Bagaimana perasaanmu selama sepuluh tahun ini?" Tanya Jin Dan.


Zhuo Fan segera menjawab, "Saya mendapat banyak manfaat master, tidak hanya tingkat kultivasi saya meningkat, tetapi saya juga memahami banyak prinsip."


'Ya ampun! Akhirnya sudah sepuluh tahun berlalu!' Zhuo Fan meratap didalam kepalanya.


Dalam sepuluh tahun ini, dia sudah menjadi putus asa karena bosan yang tak tertahankan berkali-kali. Namun, dia merasa kalau ini adalah ujian dari Jin Dan untuknya, jadi dia tidak berani untuk bersantai. Jika dia bahkan tidak bisa melewati tahap pertama, Jin Dan pasti tidak akan memperlakukannya sebagai muridnya.


Jin Dan segera mengangkat alisnya ketika mendengar apa yang dikatan Zhuo Fan kepadanya.


'Anak ini memahami banyak prinsip? Omong kosong apa yang anak ini katakan! Aku telah mengasingkan diri selama lebih dari seratus tahun, tetapi aku bahkan belum memahami apa pun.' Jin Dan segera merasa kalau Zhuo Fan ini perlu mendapatkan lebih banyak pengalaman supaya tidak mengatakan omong kosong lagi.


Dia kemudian berkata, "Pergi dan lakukanlah beberapa misi Fan'er. Aku ingat kalau gedung misi sekte memiliki daftar kontribusi bulanan. Kamu dapat kembali kesini ketika kamu nanti sudah menjadi yang pertama dalam daftar tersebut."


Zhuo Fan segera berdiri, tapi ketika dia akan berdiri, dia hampir terjatuh lagi, setelah duduk selama sepuluh tahun, tubuh bagian bawahnya menjadi kaku.

__ADS_1


Setelah menyesuaikan diri, dia dengan cepat membungkuk dan pergi.


Jin Dan lalu melambaikan tangannya dan membuka pintu gua.


Setelah Zhuo Fan pergi, Jin Dan merenung sejenak sebelum mengeluarkan Pil Kognisi Ilahi yang diperolehnya dari membunuh Mo Fucuho.


Pil-pil itu digunakan untuk meningkatkan indra ilahinya. Setelah memperkuat indra ilahinya, dia bisa mencoba menembus bulu merah yang diberikan Zhuo Fan kepadanya.


Ada sembilan pil di dalam botol, Jin Dan segera mengeluarkan satu.


Setelah meminum pil Kognisi Ilahi, Jin Dan langsung merasakna pusing yang hebat dikepalanya.


Beberapa waktu berlalu.


Setelah rasa pusingnya mereda, dia langsung merasakan kalau indra ilahinya telah meningkat pesat.


Dia merasa terkejut dan segera berseru dalam hatinya. 'Pil ini cukup kuat!'


Jin Dan mulai meminum pil tersebut secara teratur.


Setengah bulan kemudian, sembilan Pil Kognisi Ilahi akhirnya telah dikonsumsi sepenuhnya. Efeknya sangat luar biasa. Indra ilahinya melonjak sepuluh kali lebih kuat!


Jin Dan kemudian mengeluarkan bulu merah itu lagi dan langsung memeriksanya dengan indra ilahinya.


Boom-


'Penghalang yang kuat itu muncul kembali!' Jin Dan segera mengertakkan giginya dan mencoba yang terbaik untuk bertahan.


Indra ilahinya segera bergesekan keras dengan penghalang tersebut, Setelah sekitar tiga detik, dia akhirnya berhasil dengan paksa menerobos penghalang tersebut.


Segera setelah itu, sejumlah besar ingatan mengalir kedalam benak Jin Dan.


Didalam bulu tersebut ternyata terdapat sebuah Kekuatan Mistik yang bernama Tiruan Langit dan Bumi!


Kekuatan mistik ini adalah kekuatan mistik yang memungkinkan tubuh seseorang untuk tumbuh menjadi sepuluh ribu kali lipat lebih besar, jadi ketika kekuatan ini berhasil dikuasai, seseorang bisa memiliki tubuh setinggi sepuluh ribu meter!


 



 


Di jalanan pegunungan, sekelompok kultivator terlihat sedang bergegas dalam perjalanan mereka.


Pemimpin dari perjalanan sekelompok kultivator itu adalah Yang Mo, saat ini Yang Mo telah mencapai Alam Inti Emas dan telah menjadi murid inti sejati.


"Apakah Sekte Gunung Perak sudah ada di depan kita?"


"Haiz, apakah aku akan gagal dalam ujian seleksi masuk nanti?"


"Itu normal untuk gagal. Tidak mungkin bagi semua orang untuk diterima kalau bakatnya kurang."


"Oh ya, puncak mana yang terkuat dari delapan belas puncak?"


"Aku tidak yakin. Senior Yang pasti akan memperkenalkan setiap puncak kepada kita ketika saat kita tiba di sekte nanti."


Para pemuda ini adalah murid baru dari Sekte Gunung Perak. Yang Mo baru-baru ini menerima misi dari masternya untuk bertanggung jawab merekrut murid baru.


Taois Petir Tua ingin mendukungnya. Menjadi murid inti saja tidak cukup, Yang Mo juga perlu membangun otoritasnya.


Merekrut murid adalah cara termudah untuk membentuk koneksi dan membangun otoritas.


 


....

__ADS_1


 


Yang Mo tersenyum hangat ketika ia mendengarkan diskusi para murid di belakangnya.


Kembali pada hari-hari ketika dia baru masuk sekte juga, dia juga merasa sangat bersemangat seperti mereka.


Namun tiba-tiba saja sebuah panah melesat kearah mereka.


Shuu!


Terdengar suara menusuk datang dari arah depan. Yang Mo tanpa sadar segera menghunuskan pedangnya ke udara yang menyebakan panah bambu itu langsung hancur. Segera setelah itu, pecahan panah bambu tersebut berubah menjadi kabut beracun yang menyebar ke segala arah.


"Mundur, kita bertemu musuh!" Yang Mo langsung berteriak dengan suara yang dalam, dia lalu melompat kedepan dan mengayunkan pedangnya ke arah si penyerang.


Terlihat seorang pria yang menggunakan jubah merah dengan logo banteng bewarna hitam, dia menggunakan topi jerami untuk menutupi wajahnya. Pria itu lalu mengeluarkan dua bilah melengkung yang terlihat berkilau dan dingin dari punggungnya.


Melihat Yang Mo yang menyerbu ke arahnya, pria berjubah merah itu langsung bergerak dan segera membentuk lima klon. Mereka semua langsung menyerbu balik kearah Yang Mo.


Yang Mo dengan cepat menebaskan pedangnya. Terlihat petir berkedip dari ujung pedang yang segera berubah menjadi jaring besar yang menutupi pria jubah merah beserta klonnya.


Pria  berjubah merah itu dengan cepat berputar dan berubah menjadi angin puyuh hitam yang dengan paksa merobek jaring petir tersebut.


Yang Mo tidak merasa panik, dia dengan cepat melakukan segel tangan dengan tangan kirinya lalu menembakkannya kedalam tanah. Petir lalu menjalar di sepanjang tanah dengan kecepatan yang sangat cepat.


Pria berjubah merah itu baru saja mendarat di tanah ketika petir menyambarnya, hal itu menyebabkan seluruh tubuhnya menjadi gemetaran.


Yang Mo yang melihat serangannya berhasil segera menyerbu ke depan, bersiap untuk menaklukkan si penyerang.


Namun sebuah ledakan tiba-tiba terjadi.


Tanah di sampingnya tiba-tiba meledak dan seorang pria berjubah merah lainnya terlihat melesat keluar dari dalam tanah, tanpa basa-basi pria itu langsung mengayunkan pedangnya ke arah Yang Mo.


Ketika Yang Mo melihat pria berjubah merah lainnya keluar dari dalam tanah, dia segera mengutuk di dalam hatinya. 'Siapa pula orang-orang ini? Beraninya mereka menyebabkan masalah di sekitar Sekte Gunung Perak!'


Tepat saat dia akan bereaksi, sebuah jimat muncul dari tanah di belakangnya dan dengan cepat menempel di punggungnya. Yang Mo segera membatu dan terpaku pada posisinnya tidak bisa bergerak.


Pu!


Pria berjubah merah itu langsung menusukkan pedangnya ke dada Yang Mo yang menyebabkan darah langsung memercik di sepanjang bilahnya.


Pupil mata Yang Mo segera melebar karena rasa sakit yang tak tertahankan.


Para murid baru dibelakangnya langsung melangkah mundur dengan panik ketika mereka melihat Yang Mo terluka parah.


"Kalian semua berlututlah. Kami hanya ingin menangkap Yang Mo. Jika kalian berani mengganggu kami, kalian semua pasti akan mati!" Salah satu pria berjubah merah itu berteriak dengan suara yang dalam. Para murid langsung ketakutan sehingga kaki mereka menjadi lemas seperti jeli dan secara naluriah langsung berlutut.


Para murid baru ini belum pernah melihat pemandangan yang seperti ini sepanjang hidup mereka. Wajah mereka pucat pasi sementara seluruh tubuh mereka gemetar dan tidak berani berbicara.


Yang Mo saat ini tidak bisa bergerak, dia lalu menatap pria di depannya ini dan bertanya dengan suara rendah, "Siapa sebenarnya kalian?"


"Kami adalah duo hantu dari Sekte Banteng Merah. Sekte Gunung Perak-mu itu telah melakukan kesalahan besar, jadi kami di sini untuk menangkapmu sebagai langkah pertama. Saat ini bencana besar sedang menunggu sektemu!" Pria berjubah merah itu berbicara dengan suara rendah dan serak.


Mata Yang Mo langsung melebar tak percaya.


 


...


 


Boom!


Pada waktu bersamaan terdengar suara ledakan bergema diantara pegunungan.


Siluet sebuah raksasa besar lalu muncul di antara pegunungan tersebut. Tubuh bagian atasnya tertutup oleh selimut awan dan puncak tertinggi di sekelilingnya hanya mencapai pinggangnya, dia terlihat sangat tirani dengan tubuh besarnya.

__ADS_1


Di depan raksasa ini, semua orang merasa kecil, seolah-olah mereka semut yang melihat manusia.


Kedua pria berjubah merah itu langsung ketakutan hingga tangan mereka gemetar ketika melihat kalau raksasa itu sebenarnya mengenakan Jubah Taois dari Sekte Gunung Perak!


__ADS_2