Abadi

Abadi
Manusia Terjelek


__ADS_3

"Sudah berapa tahun lamanya aku tidak bertemu dengan anak takdir yang baru, dan sekarang aku akhirnya kembali melihat anak takdir lainnya." Jin Dan merasa tertarik dan segera memeriksa latar belakangnya.


[Chou Loude: Alam Pembagunan Fondasi Tingkat 7, reinkarnasi dari Ginseng Spiritual Kuno. Dalam kehidupan sebelumnya, ia dibesarkan oleh umat Buddha di alam atas. Karena nasibnya dengan seorang iblis wanita, ia jatuh ke dalam perangkap cinta. Para Buddha sangat marah dan mengirimnya ke dunia fana untuk mengalami kesengsaraan emosi selama puluhan ribu tahun. Hanya dengan benar-benar melupakan dirinya sendiri dan memutuskan emosinya, dia bisa lepas dari rasa sakit reinkarnasi. Ini adalah reinkarnasinya yang ketiga puluh sembilan. Direinkarnasinya yang kali ini, Chou Loude dilahirkan dalam sebuah keluarga kultivasi. Meskipun dia berbakat, dia memiliki penampilan yang sangat jelek, sehingga dia tidak disukai oleh orang yang dicintainya. Setelah diejek oleh orang yang dicintainya, dia patah hati dan mencukur kepalanya untuk menjadi seorang biarawan. Ketika dia mendengar bahwa Penatua Pembunuh Dewa dari Sekte Gunung Perak adalah kultivator nomor satu di dunia ini, dia secara khusus datang untuk mengakui dia sebagai masternya. Dia ingin berkultivasi dibawah naungan Penatua Pembunuh Dewa dan melupakan dunia fana.]


[Pengingat khusus: Chou Loude adalah Ginseng Spiritual Kuno yang dapat meningkatkan energi spiritual dalam kisaran tertentu. Ini juga alasan mengapa Chou Loude memiliki bakat yang luar biasa.]


Jin Dan tercengang. 'Reinkarnasi dari Ginseng Spiritual Kuno? Dan dia secara khusus datang kesini untuk mengakuiku sebagai masternya?'


Jin Dan lalu memperhatikan kalimat terakhir yang ada dipengenalan.


Ginseng Spiritual Kuno dapat meningkatkan energi spiritual dalam kisaran tertentu!


Wow! Apakah anak ini mesin penghasil energi spiritual berbentuk manusia yang ada didalam legenda-legenda?


Jin Dan segera menyapu indra ilahinya untuk menemukan Chou Loude.


Saat ini, Chou Loude telah tiba di kaki Gunung 'Rajin Berkultivasi dan Menjadi Gunung Abadi.'


Setelah dilihat-lihat, orang ini benar-benar jelek. Fitur wajahnya terlihat aneh, dia memiliki satu alis dan beberapa tahi lalat hitam panjang di wajahnya. Sosoknya hanya bisa dikatakan biasa saja. Dia mengenakan kasaya di tubuhnya dan memiliki kepala botak mengkilap.


Chou Loude berjalan ke sebuah lempengan batu dan bergumam, "Rajin berkultivasi dan menjadi gunung abadi... Ini pasti gunung dimana gua tempat tinggal Penatua Pembunuh Dewa berada."


Mata Chou Loude langsung terbakar oleh semangat, dia berlutut di depan tablet batu dan kemudian menyatukan kedua telapak tangannya sebelum berteriak sekeras mungkin, "Saya Chou Loude. Saya ingin menjadi murid dari Penatua Pembunuh Dewa!"


Setelah mengatakan itu, dia mulai bersujud.


Sejak 19 sekte kembali dengan kegagalan dalam penyerangannya, Penatua Pembunuh Dewa telah berubah menjadi dewa di dunia kultivasi Xia yang Agung. Legendanya mulai menyebar kemana-mana.


Selain terkenal kuat, yang paling terkenal darinya adalah kegigihannya dalam berkultivasi.


Chou Loude telah bertemu dengan murid-murid Sekte Gunung Perak sebelumnya, dan dari bisik-bisik mereka dia telah mendengar bahwa Penatua Pembunuh Dewa memang seorang pertapa. Selain menerobos dan menghentikan penyusup, dia tidak pernah meninggalkan guanya.


Chou Loude merasa bahwa orang ini akan dapat membantunya keluar dari kesengsaraannya.


Dia tidak ingin mencintai lagi. Dia tidak ingin memikirkan wanita itu lagi.


Jin Dan mendengar seruannya tetapi memilih untuk mengabaikannya. Meskipun Chou Loude dapat membantu meningkatkan energi spiritual di guanya, itu juga dapat menarik masalah.


Jin Dan tidak mau menerima murid dengan mudah, jika tidak semua orang pasti akan berbondong-bondong untuk menjadi muridnya dan membuat keributan yang tentu saja pasti akan mengganggu kedamaiannya dalam berkultivasi.


Chou Loude yang tidak menerima balasan, memutuskan untuk terus berlutut.


Musim semi berlalu dan musim gugur datang.


Selama periode ini, Chou Loude telah menjadi terkenal di Sekte Gunung Perak, dikatakan ada seorang kultivator independen yang telah berlutut di depan gunung dari siang hingga malam selama bertahun-tahun, ingin menjadi murid dari Penatua Pembunuh Dewa.


Tekadnya yang gigih inilah sesuatu yang orang suka bicarakan. Dari waktu ke waktu, para murid akan lewat kesini hanya untuk melihatnya.


 


...


 


Chou Loude tidak berteriak lagi sejak pertama kali dia berteriak. Dia terus berlutut di depan lempengan batu dan sesekali bersujud.


Dia berlutut selama lima tahun.

__ADS_1


Ya lima tahun! Dia bahkan tidak pernah berdiri sekalipun.


Saat ini Jin Dan sudah mulai tergerak oleh kegigihannya. 'Keinginan hati orang ini dalam berkultivasi tidak buruk. Dia seharusnya tidak membuat masalah setelah datang ketempatku, kan?'


Pada hari ini, Yang Lin datang berkunjung ke gua tempat tinggalnnya.


Sudah beberapa dekade sejak terakhir kali Jin Dan melihatnya.


Jin Dan lalu melambaikan tangannya dan memindahkannya kedalam gua tempat tinggalnya.


Setelah tidak melihatnya selama beberapa dekade, Yang Lin tidak lagi terlihat seperti orang yang tidak berpengalaman seperti sebelumnya, saati ini dia lebih terlihat seperti seorang peri.


Dia mengenakan jubah hitam dan menatap Jin Dan dengan tatapan rumit.


Jin Dan melihat tatapannya dan bertanya sambil tersenyum, "Nona Yang, apakah kamu akan mengikuti saudaramu dan menjadi iblis?"


Yang Lin menghela nafas dan berkata, "Itu benar. Aku berencana untuk pergi meninggalkan Sekte Gunung Perak dan mengikuti saudaraku untuk pergi membalas dendam."


Pembalasan dendam?


Jin Dan mengerutkan keningnya dan berkata, "Itu sudah bertahun-tahun berlalu, tidak bisakah kamu melepaskan dendam?" Dia lalu diam-diam segera mengirimkan indra ilahinya kepada Di Siman untuk memberitahunya tentang masalah ini.


“Aku pikir aku telah melepaskannya, tetapi sejak aku mulai berkultivasi, kebencian di hatiku telah menjadi iblis batinku Saudara Jin. Jika aku tidak bisa melewatinya, iblis dalam diriku ini pasti akan selalu menahanku, membuatku tidak dapat melewatinya dan tidak bisa untuk mencapai alam Jiwa Baru Lahir."


"Aku datang ke sini untuk mengucapkan selamat tinggal padamu."


Yang Lin mengambil napas dalam-dalam dan berkata dengan nada sendu, "Di seluruh Sekte Gunung Perak, selain keluargaku, kamu adalah orang yang paling aku sayangi. Kamu menyelamatkanku sebelumnya, dan kamu juga satu-satunya pria yang telah menggerakkan hatiku. "


Jin Dan semakin mengernyitkan dahinya ketika mendengar ini. 'Astaga...apakah wanita ini akan segera mengaku?


"Aku memberitahumu ini bukan karena aku ingin kamu melakukan apa pun untukku. Aku tahu kamu ingin mengejar Dao. Jika aku bisa kembali di masa depan, aku pasti akan berkultivasi bersama denganmu dan mengejar Dao Besar bersama-sama." Yang Lin tersenyum.


Jin Dan tidak menghindar. 'Lagian itu hanya ciuman di pipi kan?'


Yang Lin lalu mundur dengan wajah memerah sebelum sesaat kemudian bertanya dengan gugup, "J-Jin Dan, jika aku bisa kembali dengan selamat, apakah kamu bersedia menikah denganku?"


Jin Dan menatapnya dan berkata dengan tenang, "Bukankah bagus untuk berkultivasi bersama? Kita bisa membicarakan ini setelah kita menjadi abadi."


Yang Lin langsung tersenyum setelah mendengar ini, senyumnya sangat indah. 'Jin Dan tidak menolak. Itu sudah cukup bagiku.'


Setelah itu, Jin Dan menggenggam kedua tangannya, yang membuat wajah Yang Lin langsung bertambah merah.


Dia lalu menatapnya dengan penuh harap. Namun, Jin Dan dengan cepat melepaskan tangannya.


Jin Dan menggenggam tangannya bukan karena apa, tapi dia hanya ingin mencetak Lambang Enam Jalan pada jiwanya. Karena andai saja nanti dia tidak bisa menembus Alam Jiwa Baru Lahir dan mati karena usia tua, Jin Dan bisa mencari reinkarnasinya dan menempatkannya disisinya.


Perbedaan tingkat kultivasi mereka terlalu besar, jadi Yang Lin tentu saja tidak bisa merasakannya.


"Sudah, itu saja," Jin Dan berkata tanpa ekspresi.


Yang Lin salah tingkah sebentar, sebelum mengangguk dan memutuskan untuk pergi.


Disaat dia berbalik, dia serasa ingin menangis.


Dia bertanya-tanya apakah mereka akan bertemu lagi.


Kenapa dia tidak memintaku untuk tinggal…

__ADS_1


Kenapa dia tidak mengikutiku…


Yang Lin mengembangkan berbagai pemikiran didalam hatinya, Tapi dia dengan cepat menenangkan diri. Bagaimanapun juga, ini adalah jalan yang dia pilih.


Setelah meninggalkan Gua tempat tingggalnya, Yang Lin langsung ditangkap.


Ya, dia ditangkap secara langsung oleh Taois Xusin dan Di Siman.


Kamu ingin mengkhianati sekte? Oh tidak mungkin!


Setelah dia menyatakan niatnya, Jin Dan langsung menggunakan Indra ilahinya untuk memberi tahu Di Siman tentang ini.


Bagaimana mungkin Di Siman berani membiarkan Yang Lin untuk mengkhianati sekte? Berapa banyak masalah yang telah ditimbulkan oleh saudaranya Yang Mo kepada sekte tersebut? Dan sekarang dia ingin mengikuti jejak saudaranya tersebut? Oh tidak mungkin...


"Jin Dan!!" Suara Yang Lin dipenuhi dengan kepahitan. Kemudian, dia segera dibawa pergi oleh Di Siman untuk dikurung.


Jin Dan secara khusus mengingatkan Di Siman untuk tidak memperlakukannya dengan buruk dan menyuruhnya mengatur tempat dimana Yang Lin dikurung sebagai tempat yang kaya akan energi spiritual supaya kultivasinya tidak terhambat.


Di hutan, seekor ayam hitam gemuk berteriak dengan gembira setelah melihat Yang Lin dibawa pergi , "Kamu ingin memakan tuanku? Bermimpilah, nona!"


Jin Dan memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya lagi dan memilih untuk fokus kepada Chou Loude yang sedang berlutut di kaki gunung.


"Orang ini telah berlutut selama 5 tahun, tidak ada salahnya bagiku untuk mengambilnya sebagai murid. Dengan tekadnya, dia seharusnya tidak memiliki keinginan untuk pergi berlari kesana-sini seperti anjing gemuk itu kan?"


Selama dia tinggal di gunung untuk berkultivasi bersamanya, itu pasti tidak akan ada masalah.


Jin Dan segera melambaikan tangannya dan memindahkan Chou Loude kedalam gua tempat tinggalnya.


Chou Loude sedikit bingung, tapi dia masih tetap berlutut di tanah.


"Kenapa kamu tidak memanggilku master?" Jin Dan berkata dengan dingin.


Chou Loude tanpa sadar menatapnya.


'Berengsek! Orang ini benar-benar jelek.' Jin Dan tidak bisa untuk tidak mengutuk didalam hatinya


Ketika dia melihat wajahnya dari dekat, dampak visual yang diterima matanya terlalu luar biasa. Sehingga dia tidak bisa untuk tidak mengutuk orang ini karena hampir membuat matanya sakit setelah melihat wajah jeleknya.


Chou Loude tiba-tiba tersentak bangun. "P-penatua?"


Dia buru-buru bersujud kebawah kaki Jin Dan.


"Murid Chou Loude menyapa master!"


"Murid Chou Loude menyapa master!"


"Murid Chou Loude menyapa master!"


Chou Loude menangis dengan gembira. Lima tahun! Dia telah berlutut selama lima tahun!


Setelah itu, beberapa pemberitahuan tiba-tiba muncul di depan Jin Dan.


[Kamu telah mengangkat tiga Anak Takdir sebagai muridmu. Takdirmu telah meningkat. Perkembangan kultivasimu telah berubah. Kamu memiliki pilihan sebagai berikut:]


 


...

__ADS_1


 


Sekilas info: Bagi yang tidak tahu apa itu kasaya, kasaya adalah baju yang sering dipakai oleh para biksu-biksu buddha.


__ADS_2