
Melihat Ye Sanlang yang akan segera menghilang di kedalaman cakrawala, Jin Dan langsung menggunakan Teknik Dewa Angin dan segera berubah menjadi embusan angin untuk mengejarnya.
Dalam waktu kurang dari tiga detik, dia berhasil menyusul Ye Sanlang. Dia lalu mengangkat tangannya dan segera mengeksekusi mantra badai petir, petir yang dahsyat langsung memenuhi seluruh langit sebelum berubah menjadi sebuah jaring petir yang langsung ditembakkan kearah Ye Sanlang.
Saat ini Ye Sanlang beanr-benar putus asa, dia buru-buru menoleh dan berteriak, "Aku mengaku kalah! aku menyerah! Jangan bunuh aku !"
Melihat target yang sudah menyerah, Jin Dan segera menggunakan Teknik Penyerapan Jiwa Enam Jalan dan menyedot Jiwa Baru Lahir-nya ke dalam tangannya.
Energi Spiritual Enam Jalan segera melilit Jiwa Baru Lahir Ye Sanlang seperti belenggu yang tak terlihat dan langsung melumpuhkannya.
Jin Dan kemudian berbalik. Dia pertama-tama pergi ketempat dimana tubuh Ye Sanlang hancur dan mengambil cincin penyimpanannya sebelum kembali ke gua tempat tinggalnya.
Ketika Ayam Hitam kecil merasakan kedatangan Jin Dan, diasegera membuka matanya dan melihat dengan rasa ingin tahu pada sosok kecil yang ada di tangan Jin Dan.
Jiwa Baru Lahir Ye Sanlang saat ini sedang bergetar ketakutan.
Jin Dan lalu menempatkannya di atas tanah dan duduk di ranjang kayunya sambil menatapnya dengan dalam.
"Apa niat Sekte Banteng Merah?" Tanya Jin Dan.
Ye Sanlang mengertakkan gigi saat dia menjawab, "Hancurkan Sekte Gunung Perak dan tangkap para jenius mereka bersama-sama. Setelah Sekte Gunung Perak dihancurkan, para jenius ini pasti tidak punya tempat untuk kembali dan hanya bisa bergabung dengan Sekte Banteng Merah."
Jin Dan terus bertanya, "Apakah kalian hanya melawan Sekte Gunung Perak atau seluruh dunia kultivasi?"
"Seluruh dunia kultivasi ..."
"Kalian sangat berani! Apakah ada kultivator Formasi Jiwa di sektemu?"
"Tentu saja…" Ye Sanlang menjawab dengan jujur. Dalam menghadapi kematian, dia tidak lagi peduli dengan rahasia sektenya.
"Apakah ada orang di Alam Kekosongan?" Jin Dan bertanya dengan mata menyipit.
Ye Sanlang berkata tanpa daya, "Alam Kekosongan adalah Alam yang legendaris. Setidaknya, aku belum pernah mendengar ada orang yang mencapainya di sekte kami. Namun, pemimpin kami sudah berada di puncak Alam Formasi Jiwa."
"Jika Sekte Banteng Merah begitu kuat, mengapa kalian memilih untuk bersembunyi didalam kegelapan?"
"Tidak peduli seberapa kuat kamu, kamu tidak bisa melawan seluruh dunia kultivasi secara langsung. Pelajaran menyakitkan dari seribu tahun yang lalu membuat pemimpin kami sangat berhati-hati."
"Di mana para jenius dari Sekte Gunung Perak dipenjara?"
“Yah… aku benar-benar tidak tahu. Aku hanya seorang penatua biasa…”
'Tingkat 7 Alam Jiwa Baru Lahir hanya seorang penatua biasa?' Jin Dan segera merasakan kalau Sekte Banteng Merah ini sangat berbahaya.
Ye Sanlang berkata dengan hati-hati, "Senior, tolong lepaskan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi ... Aku bersumpah, aku tidak akan datang ke Sekte Gunung Perak lagi!"
[Ye Sanlang telah mengembangkan kebencian terhadapmu. Kebencian Saat Ini: 6 bintang. Kebencian sudah tidak dapat diselesaikan kecuali kematian.]
Jin Dan segera mengangkat alisnya tidak senang, 'Anak muda, kamu ini benar-benar munafik seperti nama sektemu! Sejak kapan pula ada banteng warna merah di dunia ya kan?'
Jin Dan lalu mengangkat tangannya dengan kecepatan kilat dan segera saja Jari Pedang Ilahi yang Tak Tertandingi menembak dan langsung membunuh Jiwa Baru Lahir Ye Sanlang.
Ayam Hitam kecil langsung bergidik melihat ini, Ini adalah pertama kalinya dia melihat Jin Dan membunuh musuh.
Setelah Ye Sanlang meninggal, Jin Dan mulai memeriksa cincin penyimpanannya.
Seperti yang diharapkan dari ahli Alam Jiwa Baru Lahir Tingkat 7, sumber daya di cincin penyimpanannya benar-benar berlimpah.
Cincin penyimpanan ini sangat besar. Terdapat banyak batu roh yang menumpuk menjadi bukit-bukit kecil, ada juga berbagai peralatan, manual teknik kultivasi, pil obat, dan banyak harta lainnya.
Jin Dan pertama-tama melihat kearah manual teknik kultivasi. Dia sudah mempunyai teknik kultivasi terbaik jadi dia tidak terlalu tertarik.
Adapun peralatan, mereka hanya digunakan oleh kultivator jahat.
__ADS_1
Jin Dan kemudian mulai memeriksa pil. Didalamnya dia menemukan beberpa pil kultivasi Alam Jiwa Baru Lahir.
Jin Dan segera mulai mengkonsumsinya.
…
Dua tahun kemudian.
Jin Dan berhasil menerobos ke Tingkat 6 Alam Jiwa Baru Lahir.
Saat ini Ayam Hitam kecil itu sudah berubah dari seekor anak ayam lugu menjadi seekor ayam jago yang sangat besar. Kecerdasannya juga akhirnya setara dengan kecerdasan anak berusia tujuh atau delapan tahun. Ayam itu bahkan sudah bisa berbicara dalam bahasa manusia sekarang.
Perlu disebutkan bahwa ketika Ayam Hitam ini berhasil memupuk jejak kekuatan iblisnya. Ayam itu sebenarnya mewarisi sebuah teknik kultivasi iblis. Hal itu membuat Jin Dan sangat terkejut.
Jin Dan langsung mengerti kalau ini adalah teknik kultivasi Saint Iblis yang berasal dari kehidupannya yang sebelumnya.
Jin Dan merasa kalau itu adalah hal yang bagus karena dia tidak perlu mengajarkannya terlalu banyak.
....
Kali ini, Di Siman datang mengunjunginya lagi dan berbicara tentang Sekte Banteng Merah.
Baru-baru ini, Sekte Banteng Merah tampaknya telah menghilang dan tidak lagi menargetkan Sekte Gunung Perak. Di Siman juga mengatakan kalau ia akhirnya berhasil menemukan lokasi di mana para jenius dari Sekte Gunung Perak dipenjara.
Maksudnya datang kali ini mungkin karena dia ingin meminta Jin Dan untuk pergi membebaskan para jenius tersenut.
Di Siman langsung terdiam.
Hal itu memang sangat mungkin.
Kalau begitu, bahkan jika Jin Dan berhasil menyelamatkan para jenius, itu akan sia-sia.
"Kalau begitu aku akan pergi melakukannya sendiri. Penatua Jin, aku akan menyerahkan Sekte Gunung Perak kepadamu," Kata Di Siman dengan sungguh-sungguh.
Jin Dan mengangguk. "Kecuali kita bertemu dengan Ahli Alam Kekosongan, tidak ada yang bisa mengalahkan Sekte !"
Wajah Di Siman langsung berseri-seri ketika ia mendengar ini.
Tampaknya Jin Dan menjadi jauh lebih kuat selama periode ini!
Di Siman segera pergi dengan puas.
Jin Dan berpikir sejenak dan memulai percobaan simulasi.
Dia kemudian mengatur tingkat kultivasi Mo Fucuho ke Tingkat 9 Alam Formasi Jiwa.
Jin Dan nyaris tidak bisa bertarung dengan hasil imbang, Hal ini langsung membuatnya panik.
"Aku harus menerobos ke Alam Formasi Jiwa sesegera mungkin. Kalau tidak, aku tidak akan bisa tidur nyenyak." Jin Dan berpikir dalam hati.
Dia kemudian mengklik hubungan antarpribadi dan memeriksa status teman-temannya.
[Muridmu Zhuo Fan, diserang oleh Sekte Banteng Merah.] x29
[Temanmu An Jing, diserang oleh Sekte Banteng Merah.] x48
__ADS_1
'Haish...Muridku yang malang ini masih dipukuli.' Jin Dan tidak terlalu khawatir. Setelah diserang berkali-kali, muridnya ini masih hidup!
Apa artinya itu? Artinya Sekte Banteng Merah saat ini benar-benar membutuhkan bakat dan tidak tahan untuk membunuh mereka.
'Mungkinkah Sekte Banteng Merah bukan bagian dari jalan iblis?' Jin Dan berpikir dalam hati.
Kemudian, dia kembali berkultivasi dengan rajin.
Murid yang terkasih, tunggulah mastermu ini!
Mastermu masih berkultivasi dengan rajin. Ketika mastermu ini berhasil dalam terobosannya, dia pasti akan datang menyelamatkanmu!
…
Di sebuah paviliun yang gelap, empat pria berjubah merah duduk mengelilingi sebuah meja.
Mereka menggunakan topi jerami yang menyembunyikan wajah mereka.
Salah satu dari mereka bertanya dengan suara rendah, "Mengapa Ye Sanlang masih belum kembali?"
Yang lain segera menimpali. "Apakah sesuatu terjadi?"
"Ye Sanlang adalah seorang ahli di Tingkat 7 Alam Jiwa Baru Lahir. Selain Penatua Pembunuh Dewa, tidak ada seorang pun di Sekte Gunung Perak yang dapat menahannya, belum lagi ada mata-mata yang berkoordinasi dari dalam dan luar."
"Siapa mata-mata itu?"
"Aku tidak yakin, hanya Ye Sanlang yang tahu tentang itu, karena hanya ada satu kontak antara setiap mata-mata dan master sekte."
"Master Sekte memang terlalu berhati-hati. Menurut pendapatku akan lebih baik jika kita langsung saja menginjak-injak Sekte Gunung Perak itu. Juga, para murid dari Sekte Gunung Perak itu harus dibunuh jika mereka tidak menyerah!"
Mereka berempat mulai mengeluh tentang Master Sekte mereka yang pengecut.
Menurut pendapat mereka, meskipun Penatua Pembunuh Dewa dari Sekte Gunung Perak itu sangat kuat, dia masih bukan tandingan Master Sekte. Dan juga selain Master Sekte masih ada ahli Formasi Jiwa lainnya di Sekte Banteng Merah.
Bang!
Pintu paviliun tiba-tiba ditendang dan terbuka.
Seorang pria berjubah emas melangkah ke dalam ruangan. Jubah emasnya disulam degan menggunakan motif harimau dan naga dan dia juga mengenakan mahkota giok biru-perak yang sangat indah. Dia memiliki wajah yang tampan, mata yang cerah dan terlihat rasa bangga di wajahnya.
Keempat pria berjubah merah itu langsung menampar meja dan bangkit.
"Beraninya kau!"
Salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan bersiap untuk menebas pria berjubah emas itu.
Tatapan pria berjubah emas itu menjadi dingin dan tekanan yang mengerikan langsung meletus. Seluruh paviliun bergetar hebat, hal itu membuat keempat pria berjubah merah sangat ketakutan sehingga mereka tidak berani bergerak.
Salah satu dari mereka mengertakkan gigi dan bertanya, "Siapa kamu?"
Pria berjubah emas itu berkata tanpa ekspresi, "Aku Li Qingzi dari Sekte Pedang Api. Tadinya aku mendengar kalau kalian berasal dari Sekte Banteng Merah. Kebetulan aku ingin pergi dan menantang Sekte Banteng Merah. Katakan, di mana master sekte kalian?"
Li Qingzi!
Mereka berempat gemetar lebih keras.
Baru-baru ini, ketenaran Li Qingzi menjadi terlalu besar!
Salah satu pria berjubah merah tiba-tiba berkata, "Jika kami mengatakannya, kami pasti akan mati. Namun, jika kamu menantang Sekte Gunung Perak terlebih dahulu, kami dapat memberi tahumu lokasi Sekte Banteng Merah."
__ADS_1