
"Pohon Fusang?" Jin Dan melihat benih yang tiba-tiba muncul di tangannya dan mengangkat alisnya sedikit.
Pohon Fusang sangat terkenal dalam legenda kuno didunianya dulu, dikatakan kalau pohon itu terkait dengan matahari.
*Dikatakan kalau pohon ini bisa menarik Gagak Emas sepuluh ribu tahun kemudian, tetapi bukankah Gagak Emas adalah matahari itu sendiri?***
Satu juta tahun kemudian, pohon ini bisa terhubung dengan dunia lain ...
Jin Dan langsung mengabaikan poin yang satu ini.
Satu juta tahun terlalu lama!
Setelah dilihat-lihat, benih Pohon Fusang ini berbentuk seperti buah persik dan tampak tidak biasa. Sulit membayangkan bahwa persik ini sebenarnya adalah benih dari Pohon Ilahi.
Jin Dan lalu berbalik dan memanggil Chuo Loude untuk datang kepadanya.
"Master, ada apa?" Chuo Loude dengan cepat bergegas datang dan bertanya, terlihat rasa antisipasi memenuhi matanya saat ini.
Mungkinkah master ingin mengajariku sebuah Kekuatan Mistik?
Jin Dan lalu menyerahkan benih itu ke tangannya dan berkata, "Murid, ini adalah benih yang berharga. Mulai hari ini dan seterusnya, tanamlah benih itu di sini dan bermeditasi di depannya setiap hari. Kamu harus melindunginya dengan baik. Jika benih ini tidak tumbuh dengan baik, itu akan menjadi salahmu."
Bingung, Chuo Loude dengan gugup bertanya, "S-salahku?"
"Iya salahmu!"
"Oh...tidak!" Chuo Loude panik.
Jin Dan mengabaikannya dan langsung memasuki gua tempat tinggal untuk terus berkultivasi.
Chuo Loude kemudian berjongkok dan menatap benih Pohon Fusang dengan gugup. Dia segera menggali salju di sekitarnya untuk mencegah benih tersebut menjadi dingin.
Ini adalah pertama kalinya Jin Dan memberinya misi, secara alami ia tentu saja sangat gugup.
Yang paling penting adalah jika benih ini mati, tidak akan ada lagi kesempatan kedua untuknya!
…
Dunia yang luas tertutup salju.
Di sebuah pegunungan, iblis yang tak terhitung jumlahnya terlihat meringkuk di hutan. Iblis-iblis tersebut terlihat mengenakan jubah yang berbalut salju dan tampak seperti patung es.
Di situ, Zhuo Fan berdiri di bawah pohon dan menunggu. Tubuhnya juga tertutup salju.
Dia berpakaian hitam dan memiliki penampilan khas seorang iblis, rambutnya sebagian besar berwarna putih dan pupil matanya berwarna merah darah.
Saat ini tatapannya tertuju pada puncak gunung di depannya.
Puncak gunung ini seperti pedang yang menunjuk ke langit, puncak itu lebih tinggi dan lebih lurus daripada puncak-puncak yang ada di sekitarnya.
Salju turun di gunung dan meleleh, dan orang-orang disekitarnya bisa dengan samar-samar melihat gumpalan aura iblis sedang melingkari puncak tersebut.
Zhuo Fan memandang iblis pohon tua di sampingnya dan bertanya, "Berapa lama lagi?"
Iblis Pohon Tua itu mengguncang-guncang tubuhnya sebentar untuk mengusir binatang pengerat yang belum terbangun dari tubuhnya sebelum berkata, "Mungkin segera. Dia adalah Tuan Iblis terkuat yang ada di Xia yang Agung sejak zaman kuno, Tuan Iblis Ah Su. Begitu dia terbangun kembali, kita akan mengikutinya dan mengantarkan era kemakmuran bagi ras iblis."
"Jika dia benar-benar sekuat itu, mengapa dia tidur selama dua ribu tahun?" Zhuo Fan melengkungkan bibirnya dan bertanya.
Zhuo Fan adalah orang yang sangat ambisius, ia ingin menjadi tuan iblis yang paling kuat di Xia yang Agung. Namun ketika ia baru saja akan memulai jalannya untuk menjadi tuan iblis terkuat, iblis berusia sepuluh ribu tahun ini malah bangkit kembali pada saat bersamaan. Hal ini membuatnya sedikit tidak senang.
__ADS_1
Tetapi semua tuan iblis yang ada diseluruh Xia yang Agung datang untuk memberi hormat. Jadi Zhuo Fan tidak punya pilihan lain selain mengikutinya juga.
"Lebih dari dua ribu tahun yang lalu, masih belum ada Xia yang Agung. Tempat ini tidak berpenghuni dan merupakan surga bagi kita para iblis. Tuan Iblis Ah Su adalah satu-satunya Tuan Iblis di negeri ini."
"Semua iblis mendengarkannya sampai suatu saat, ketika seorang kultivator manusia secara tidak sengaja memasuki tanah ini, Tuan Iblis Ah Su melihat bahwa dia terluka parah dan menyelamatkannya."
"Namun setelah selamat, orang itu bukannya berterima kasih, dia malah menarik banyak kultivator kesini untuk menyerang kita. Perang yang berlangsung selama beberapa dekade meletus. Pada saat itu Tuan Iblis Ah Su digempar terus menerus dan pada akhirnya disegel di sini. Kami para iblis yang mengikutinya mati atau melarikan diri. Hanya sepersepuluh dari kami yang tersisa pada waktu itu."
Iblis Pohon Tua mulai berbicara tentang masa lalu, nadanya dipenuhi dengan kebencian.
"Kami telah menunggu Tuan Iblis Ah Su untuk bangkit dan kembali. Para kultivator kuat yang ada pada waktu itu sudah pergi jauh. Xia yang Agung saat ini tidak akan bisa untuk menghentikan kemulian Tuan Iblis Ah Su!" Iblis Pohon Tua tersebut berbicara dengan penuh ekspresi kefanatikan.
Zhuo Fan mengerutkan kening dan bertanya, "Apakah para kultivator itu tidak khawatir Tuan Iblis Ah Su akan bangkit kembali?"
Iblis Pohon Tua lantas mengejek, "Hati manusia lebih buruk daripada hati iblis. Setelah dua ribu tahun, mereka tidak lagi bersatu melawan musuh bersama. Mereka mungkin saja sudah saling membunuh, hanya sedikit dari mereka mungkin yang masih hidup sampai sekarang."
Zhuo Fan terdiam, dia tidak bisa untuk tidak kembali memikirkan masternya yang sedang berada Sekte Gunung Perak dan bertanya, "Ketika Tuan Iblis Ah Su dibangkitkan, apakah dia pasti akan membantai seluruh umat manusia yang ada di Xia yang Agung?"
"Tentu saja." Iblis Pohon Tua mengakui.
Mata Zhuo Fan langsung berkedip beberapa kali.
…
Badai salju yang melanda Xia yang Agung berlangsung selama dua tahun, menyebabkan banyak orang biasa mati. Dinasti tidak punya pilihan lain selain mencari bantuan dari dunia kultivasi. Dengan bantuan para kultivator, bencana itu akhirnya bisa diringankan.
Suatu hari, aura iblis yang menjulang tinggi meletus, menyebabkan langit berubah warna dan membuat dunia kultivasi gelisah.
Di Siman langsung bergegas datang untuk mencarinya. Jin Dan tidak menyembunyikan apa pun dan langsung mengatakan bahwa iblis berusia sepuluh ribu tahun telah muncul.
Namun, iblis misterius berusia sepuluh ribu tahun yang dibicarakan itu sama sekali tidak datang, bahkan batang hidungnya tidak kelihatan sama sekali.
Dalam sekejap mata, lima tahun lagi berlalu.
Saat ini Jin Dan masih sedikit kurang dari Tingkat 7 Alam Kekosongan.
Mengenai fakta bahwa mengapa iblis berusia sepuluh ribu tahun itu tidak segera menyerang Xia yang Agung, Jin Dan menduga bahwa iblis itu baru saja bangun dan kultivasinya belum sepenuhnya pulih.
Salju yang menutupi Xia yang Agung juga telah mencair.
Perdamaian kembali.
Jin Dan berhenti berkultivasi dan memutuskan untuk berjalan-jalan keluar sebentar.
Setelah tujuh tahun, Pohon Fusang telah tumbuh menjadi anakan.
Chuo Loude sangat berhati-hati dalam merawat Pohon Fusang, takut pohon itu tidak akan tumbuh dengan baik.
Melihat Jin Dan keluar, dia buru-buru bangkit.
"Master..." Chuo Loude membungkuk hormat.
Jin Dan mengangguk kepadanya dan menatap Pohon Fusang dengan seksama.
Pohon Fusang tampak seperti dua pohon murbei yang saling terkait. Itu terlihat sangat mempesona.
Saat ini, Pohon Fusang sudah mulai menghasilkan energi spiritual Langit dan Bumi. Meskipun energi spiritual yang dihasilkannya masih sangat lemah, itu merupakan pertanda baik.
Perbedaan antara pohon ilahi dan pohon biasa adalah bahwa ia memerlukan waktu yang sangat lama untuk tumbuh.
__ADS_1
Jin Dan juga tidak terburu-buru. Dia hanya berharap kalau Pohon Fusang ini bisa tumbuh dengan lancar, itu saja.
Setelah selesai mengamati Pohon Fusang, Jin Dan mulai meregangkan tubuhnya. Dia telah bermeditasi terlalu lama, jadi ada baiknya untuk berolahraga sesekali.
Chuo Loude mengamati apa yang disebut dengan 'berolahraga' ini dengan seksama.
Dia menemukan bahwa meskipun olahraga yang dilakukan Jin Dan ini tampak sederhana dari luar, olahraga tersebut mengandung beberapa makna yang mendalam.
Dia tidak mengerti, tapi itu tetap saja mengesankan.
Olahraga memang sangat biasa terjadi di kehidupan sebelumnya, tapi itu sangat baru di dunia ini, tidak pernah ada orang yang berlatih pemanasan disini.
Pada saat yang sama, Jin Dan mulai menguji orang terkuat yang ada di Sekte Gunung Perak ini selain dia. Dia takut kalau iblis berusia sepuluh ribu tahun itu akan datang sambil menyusup ke sekte ini.
[Taois Tiankong: Alam Kekosongan Tingkat 9, Penatua Sekte Api Darah.]
Sekte Api Darah? Bukankah ini nama sekte yang menyatukan seluruh dunia kultivasi Wei yang Agung itu kan?
Jin Dan masih ingat dulu Di Siman berkata kalau Sekte Api Darah pasti akan datang untuk menaklukkan Xia yang Agung cepat atau lambat. Dia tidak berharap kalau mereka akan mengirim orang mereka kesini dengan begitu cepat.
Jin Dan mulai menguji lokasi Taois Tiankong ini
Saat ini, dia menyamar sebagai murid sekte dalam dan berkeliaran di sekitar Paviliun Hewan Peliharaan.
Jin Dan sedikit ragu-ragu tentang cara membunuh orang ini. Jika dia bergerak sekarang, dia mungkin saja akan melukai murid lain yang tidak bersalah nantinya.
…
~Paviliun Hewan Peliharaan.~
Dengan menyamar sebagai seorang murid laki-laki muda, Taois Tiankong saat ini sedang memegang sebuah buku yang mencatat spesies binatang iblis apa saja yang ada di Alam Sepuluh Ribu Iblis.
"Ini adalah sekte nomor satu dari Xia yang Agung? Betapa lemahnya." Taois Tiankong berpikir dengan jijik.
Dia telah menyusup ke Sekte Gunung Perak selama beberapa waktu dan menemukan bahwa fondasi sekte ini dalam semua aspek jauh lebih rendah daripada Sekte Api Darah.
"Jadi sekarang tinggal Penatua Pembunuh Dewa yang belum aku selidiki." Taois Tiankong kemudian meletakkan buku yang ada ditangannya dan berjalan keluar dari Paviliun Hewan Peliharaan.
Lokasi Penatua Pembunuh Dewa sangat mudah untuk ditebak. Gunung yang bernama 'Rajin Berkultivasi dan Menjadi Gunung Abadi' adalah tempat dengan energi spiritual terkaya di seluruh sekte. Para murid dapat menebak bahwa di sanalah Penatua Pembununuh Dewa berada dalam pengasingannya.
"Kultivator terkuat Xia yang Agung heh? Aku bertanya-tanya betapa menyedihkannya kamu akan terlihat ketika kamu nanti berlutut di depanku dan memohon belas kasihan." Taois Tiankong berpikir dalam hatinya sambil tertawa bangga.
Dia saat ini sudah berada di Tingkat 9 Alam Kekosongan. Bahkan pendiri Sekte Gunung Perak tidak akan cocok jika bertarung dengannya!
Setelah membunuh Penaua Pembunuh Dewa ini, haruskah dia memusnahkan Sekte Gunung Perak tanpa ada yang memperhatikan?
...
"Di antara dedaunan pohon Fusang yang berkilat, hidup sepuluh matahari yang nakal. Mereka tinggal di pulau itu untuk bermain-main, mengacuhkan orang tua mereka, dewa matahari (Dijun) dan dewi matahari (Shiho). Setiap hari, Shiho meninggalkan kayangan dengan kereta kerang mutiara yang dikendalikan enam naga api muda dan melintasi pohon Fusang. Para matahari bergantian mendaki puncak pohon dan berlompatan menuju kereta dan mengelilingi ibu mereka yang suaranya bergerumuh. Itulah tugas matahari; sebagai dewi, Shiho mengendarai keretanya melintasi langit untuk memancarkan cahaya da kehangatan setiap kali melintasi dunia dan membagunkan ayam jantan. Namun Shiho harus memarahi anak-anaknya untuk mengendalikan panas yang berlebihan di tempat yang disenangi anak-anaknya."
Ini adalah kisahnya yang aku baca dalam artikel-artikel. Jika diceritain panjang banget nanti habis pula chapter ini dengan sejarah pohon fusang dan gagak emas.
Gagak emas ini dalam legenda dikatakan adalah matahari, tetapi dia selalu nakal dan berbuat keonaran. Merasa geram sang dewi lalu menyuruh seorang pemanah ulung yang bernama dewa yi untuk memanah kesepuluh anak matahari tersebut. Anak matahari tersebut jatuh ke bumi dan berubah menjadi seekor gagak emas.
Bagi yang pernah membaca komik "Menyempurnakan Qi selama 3000 tahun." pasti tau dengan legenda ini kan? meskipun dengan sedikit perbedaan.
__ADS_1