
"Dengan bakatku, mustahil bagiku untuk mengejarmu junior." Su Qianqian menghela nafas dan berkata dengan murung.
'Apakah aku benar-benar layak untuk Jin Dan? Saat ini saja aku sudah memiliki dua pesaing di sekte dalam, belum lagi pesaing dari luar nanti.
Bakat Yang Lin bahkan melampaui bakat milikku.
Haish...'
Melihat Su Qianqian yang sedang bermurung hati, Jin Dan segera menghiburnya. "Tidak perlu berkecil hati senior, Kamu memang tidak akan bisa mengejarku, tapi yang perlu kamu hanyalah berkultivasi sekeras yang kamu bisa, umur panjang adalah hal terpenting bagi kami para kultivator senior."
Ketika ia mendengar perkataan Jin Dan, suasana hati Su Qianqian bahkan menjadi lebih murung.
Setelah itu, dia mulai berbicara tentang apa yang terjadi di sekte baru-baru ini. Saat ini Master Sekte telah memimpin para murid dari sepuluh puncak untuk menyerang Sekte Hutan Jahat, sedangkan delapan puncak lainnya ditugaskan untuk menjaga sekte.
Sejak terakhir kali diserang oleh Sekte Hutan Jahat, suasana perkultivasian di sekte dalam jauh lebih intens dari sebelumnya, saat ini semua muridberkultivasi dengan sangat rajin.
An Jing telah mencapai Alam Pembangunan Fondasi Tingkat 9 dan sedang bersiap untuk melampaui kesengsaraan Alam Inti Emas.
Reputasi Sekte Gunung Perak di dunia kultivasi telah meningkat pesat. Saat ini Sekte Gunung Perak bisa dibilang seperti pemimpin sekte ortodoks sekarang. Meski dari segi kekuatan keseluruhan, Sekte Gunung Perak bukanlah yang terkuat.
Kisah tentang Penatua Pembunuh Dewa juga telah menyebar keseluruh dunia kultivasi Xia yang Agung, meskipun Jin Dan ingin tetap low profil, nama samarannya langsung menjadi terkenal hanya karena satu pertempuran yang sangat mengagumkan untuk didengar.
....
Setelah empat jam bercerita, Su Qianqian akhirnya pergi.
Setelah formasi susunan pengumpulan energi spiritual diaktifkan, konsentrasi energi spiritual di gua tempat tinggalnya mulai meningkat secara eksplosif.
'Sepertinya status sekte juga sangat penting. Itu bisa mempengaruhi kecepatan kultivasiku.' Jin Dan berpikir dalam hati.
Kemudian, Jin Dan kembali melanjutkan kultivasinya.
…
Setengah tahun kemudian sebuah pemberitahuan muncul di depan mata Jin Dan.
[Sekte Hutan Jahat akhirnya telah menyerah untuk menargetkan Sekte Gunung Perak. Kamu akan mendapatkan sebuah peralatan dan manual mantra.]
[Selamat telah mendapatkan Tali Pengikat Iblis dan Mantra Badai Petir.]
[Tali Pengikat Iblis: Tali ini memiliki efek mengikat yang kuat. Tali ini dapat mengikat semua makhluk hidup di bawah Alam Formasi Jiwa dan melumpuhkan mereka.]
[Mantra Badai Petir: Mantra ini adalah mantra tipe guntur. Mantra ini dapat menyebabkan Energi spiritual guntur dari Surga dan Bumi untuk melepaskan badai petir yang dahsyat. Area kehancurannya sangat besar.]
"Sekte Hutan Jahat ini akhirnya menyerah. Sejujurnya, mereka bisa dibilang sangat gigih. Mereka telah dipukuli sampai melarikan diri dari markas mereka, namun mereka masih berani merencanakan balas dendam."
"Dari kelihatannya Sekte Hutan Jahat ini sepertinya akan segera dilenyapkan. Jadi mulai sekarang, Dunia kultivasi Xia yang Agung tidak akan lagi memiliki Sekte Hutan Jahat di dalamnya." Jin Dan tersenyum dan mulai mengikatkan Tali Pengikat Iblis kepada dirinya.
Setelah selesai mengikatkannya, dia mulai mewarisi Mantra Badai Petir.
Mantra Badai Petir memiliki efek area yang sangat luas. Itu cocok dengan selera Jin Dan.
__ADS_1
Dia sejak dulu memang menyukai mantra agung semacam ini, ketika menggunakan mantra seperti ini pesonanya pasti akan meningkat berkali lipat.
....
Malam itu.
Awan petir di atas sekte dalam terlihat bergulir dilangit dan aura surgawi yang menakutkan langsung menyelimuti delapan belas puncak, hal itu menyebabkan semua orang menggigil ketakutan.
"Apa Sekte Hutan Jahat itu kembali menyerang kita lagi?"
"Tidak mungkin, Sekte itu sudah hancur!"
"Mungkinkah itu sekte jalan iblis lainnya?"
"Itu mungkin saja. Bagaimanapun juga, Sekte Hutan Jahat bukanlah yang terkuat di antara sekte jalan iblis."
"Mari bersiap untuk bertempur!"
…
Para murid dari delapan puncak yang tetap berada di sekte dalam sangat gugup. Bahkan para penatua tidak bisa menahan rasa cemas.
Namun tidak berlangsung lama, para penatua akhirnya melihat kalau energi spiritual berasal dari gua tempat tinggal Jin Dan dan awan petir yang bergulir di langit itu sama sekali tidak menyebabkan kerusakan pada sekte dalam.
'Apakah orang itu sedang berlatih mantra? Wow…' Setelah melihat ini, para penatua bahkan lebih menghormati Jin Dan.
Awan petir di langit dengan cepat menyebar dan sekte itu segera kembali mendapatkan kedamaiannya.
Setelah berita ini menyebar, para murid segera menjadi lebih tenang.
Setelah pertempuran hebat beberapa tahun yang lalu, Penatua Pembunuh Dewa adalah pilar dukungan terbesar mereka.
Mereka yakin selama Penatua Pembunuh Dewa ada, tidak akan terjadi apa-apa pada mereka!
…
Dua tahun kemudian Kultivasi Jin Dan masih di Tingkat 2 Alam Jiwa Baru Lahir, tapi dia sudah sangat dekat dengan Tingkat 3.
Kecepatan kultivasi seperti ini bisa dibilang sudah sangat cepat. Sejak Jin Dan bergabung dengan sekte dalam, sebagian besar Kultivator Jiwa Baru Lahir dalam hubungan antarpribadi bahkan tidak memiliki peningkatan dalam kultivasi mereka walau hanya sedikitpun.
Jin Dan merasa puas dengan kemajuannya.
Bagaimanapun juga, dia masih memiliki lebih dari 800 tahun untuk hidup, menerobos ke Alam Formasi Jiwa adalah hal yang pasti baginya.
"Apakah kamu sedang bebas, Penatua Jin?" Sebuah suara terdengar dari luar gua tempat tinggalnya.
Itu adalah Di Siman.
Jin Dan segera melambaikan tangannya dan membuka pintu batu gua untuk membiarkannya masuk.
Wajah Di Siman saat ini terlihat penuh dengan cahaya. Sekte Gunung Perak saat ini sedang berada di puncak kejayaannya. Sebagai Master Sekte, dia secara alami merasa sangat senang.
__ADS_1
Dia segera masuk dan melihat kesekeliling gua, setelah selesai melihat-lihat, dia kemudian tersenyum dan berkata, "Gua tempat tinggal ini masih agak kecil untukmu Penatua Jin. Apakah kamu ingin pergi ke Puncak Utama untuk berkultivasi?"
Jin Dan lalu menggelengkan kepalanya dan mejawab. "Tidak apa-apa di sini. Aku sudah terbiasa."
Saat ini dia bisa merasakan kalau ada seseorang yang sedang berdiri di luar guanya. Kultivasinya rendah, dia mungkin baru saja mencapai Alam Pembangunan Fondasi
[Mendeteksi anak takdir, silahkan periksa asalnya.]
Sederet kata muncul di depan Jin Dan. Dia segera saja memeriksanya.
[Zhuo Fan memiliki garis keturunan Saint Iblis. Dia terlahir setengah manusia dan setengah iblis. Potensi kultivasinya tidak tertandingi. Namun, ketika dia masih muda, dia kehilangan kendali dan berubah menjadi iblis. Dia kemudian melukai sesama muridnya dan dipenjarakan oleh Sekte Hutan Jahat. Untungnya, Sekte Gunung Perak menyelamatkannya.]
'eh...anak takdir lainnya?
Sekte Hutan Jahat ini cukup mengesankan! Mereka benar-benar memiliki dua anak takdir yang tersembunyi di dalam sekte mereka!' Jin Dan merasa terkejut didalam hatinya.
"Karena itu masalahnya, maka aku tidak akan bertanya lagi. Tetapi jika kamu memiliki permintaan, katakan saja kepadaku. Aku sudah memberi tahu semua penatua bahwa semua permintaa mu adalah masalah penting bagi sekte ini." Di Siman berkata sambil tertawa.
Jin Dan juga membalas tersenyum dan berkata, "Terima kasih atas niat baiknya master sekte."
"Omong-omong Penatua Jin, apakah kamu ingin menerima seorang murid? kamu bisa dengan santai memberinya bimbingan dan tidak perlu untuk terlalu repot karena orang ini memiliki banyak potensi. Ketika dia tumbuh dewasa nanti, dia pasti juga bisa sangat membantumu," Di Siman bertanya sambil mempertahankan senyumnya.
Dia kemudian berbalik dan melihat kearah pintu masuk gua lalu memanggil Zhuo Fan untuk segera masuk.
Zhuo Fan tampak seperti berusia awal dua puluhan. Fitur wajahnya terlihat sangat jelas dan meskipun wajahnya tidak terlalu tampan, dia masih bisa dikategorikan dengan kata tampan. Ada aura jahat kuat yang mengelilingi sekujur tubuhnya, Jubah Taois dari Sekte Gunung Perak tampak agak aneh jika dikenakan pada dirinya.
Dia kemudian berlutut di depan Jin Dan dengan rendah hati.
Melihat ini, Jin Dan tanpa sadar ingin menolak, tetapi setelah dipikir-pikir, tidak buruk untuk mengasuh seorang murid. Mereka bisa menjadi babunya untuk melakukan beberapa hal ketika mereka dewasa nanti.
"Aku bisa menerimanya sebagai muridku, tapi dia perlu diajari teknik kultivasi dari Sekte Gunung Perak. Aku hanya akan bertanggung jawab untuk mengajarinya mantra dan kekuatan mistik," Jin Dan berkata dengan suara rendah.
Di Siman tersenyum dan segera membalas, "Tidak ada masalah dengan teknik kultivasi. Aku bisa memberinya teknik kultivasi sekte dalam. Tapi dia bukan murid Sekte Gunung Perak kita. Jadi dia harus berkontribusi untuk mendapatkan kesempatan mempelajari teknik kultivasi rahasia sekte kami. "
"Oke."
Di Siman lalu mengeluarkan beberapa token dengan tulisan "Pembunuh Dewa" yang terukir di atasnya.
"Ini adalah tokenmu. Kamu bisa memberikannya kepada murid-muridmu nanti di masa depan."
Setelah mengatakan itu, dia segera mengucapkan selamat tinggal sebelum berbalik dan pergi.
....
Setelah Di Siman keluar, Jin Dan segera melambaikan tangan kanannya dan sebuah token langsung terbang kearah Zhuo Fan.
[Zhuo Fan memiliki kesan yang baik tentangmu. Kesukaan saat ini: 1 bintang.]
Eh? Hanya 1 bintang?
Jin Dan lalu menyipitkan matanya dan berkata kepada Zhuo Fan, "Aku sudah menyimpulkan latar belakangmu. Namamu pasti Zhuo Fan bukan? kamu ini setengah manusia dan setengah iblis dan kamu telah dipenjarakan oleh Sekte Hutan Jahat sebelum diselamatkan oleh Sekte Gunung Perak, apakah aku benar?"
Zhuo Fan langsung mendongak kaget ketika ia mendengar perkataannya. Sebelum dia datang kesini, Di Siman telah secara khusus menginstruksikannya untuk tidak mengungkapkan masa lalunya kepada Jin Dan.
Dia tidak berharap kalau Jin Dan dapat menyimpulkannya dengan mudah.
'Jadi inikah sosok perkasa yang dapat membunuh seorang kultivator Alam Formasi Jiwa hanya dengan satu serangan pedang?' Zhuo Fan segera menaruh rasa hormat yang besar didalam hatinya.
[Kesan Zhuo Fan terhadapmu telah meningkat. Kesukaan saat ini: 3 bintang.]
__ADS_1
Zhuo Fan segera berkata dengan hormat, "Master, anda memang sangat mengesankan. Saya tidak menyangka kalau anda bisa menyimpulkannya sampai sebanyak ini. Saya merasa sangat terkesan."
Dia kemudian berhenti sejenak sebelum kemudian melambaikan tangannya dan sebuah bulu bewarna merah muncul di tangannya, dia kemudian langsungb erkata dengan serius, "Master, bulu ini ditinggalkan oleh ayah saya yang berisikan teknik pamungkasnya. Saya harus mencapai alam Formasi Jiwa sebelum saya dapat mengolahnya. Saya masih jauh dari alam itu sekarang. Jadi master, anda dapat mempelajarinya terlebih dahulu, lalu ajari saya kembali nanti di masa depan."