
Melihat Shangguan Qiujian yang berlutut di depannya, Jin Dan tiba-tiba merasa kasihan.
Mungkin orang ini benar-benar hanya ingin berdebat?
Apakah aku telah menghancurkan hati Dao-nya dengan melepaskan pukulan dahsyat tadi?
Jin Dan lalu menatapnya dengan lembut dan berkata, "Kembalilah, jangan katakan ini pada siapa pun dan aku juga tidak akan memberi tahu siapa pun tentang ini."
Setelah mengatakan itu, Jin Dan berbalik dan bersiap untuk pergi.
Namun Shangguan Qiujian buru-buru berdiri dan bertanya. "Rekan ... uhh Senior, siapa namamu? Bolehkah aku mengetahui nama aslimu senior?"
"Reinkarnasi." Setelah mengatakan itu, Jin Dan dengan cepat mengilang dari pandangan.
Shangguan Qiujian tertegun dan mengulangi kata 'reinkarnasi' beberapa kali dalam hatinya.
Li Qingzi menghiburnya, "Saat itu, keadaanku jauh lebih buruk darimu. Kamu seharusnya baik-baik saja, kamu tidak terluka sedikitpun."
Shangguan Qiujian tersenyum pahit. "Aku tidak menyangka kalau Xia yang Agung memiliki sosok yang begitu kuat sepertinya. Tidak heran meskipun lemah, Xia yang Agung selalu tenang dan tidak ada yang berani menyerangnya."
Dia akhirnya mempercayai perkataan Li Qingzi sebelumnya.
Sosok perkasa yang telah memahami Dao Pedang Abadi berasal dari Xia yang Agung!
"Taois... Reinkarnasi... Tokoh-tokoh dunia yang perkasa hidup dalam pengasingan. Ternyata, aku memanglah seekor katak di dalam sumur." Shangguan Qiujian menghela nafas.
Ketika dia merasakan Di Siman dan yang lainnya terbang mendekat, mereka berdua segera pergi.
Di sisi lain, setelah kembali ke gua tempat tinggalnya, sebaris kata muncul di depan Jin Dan.
[Shangguan Qiujian memiliki kesan yang baik tentangmu. Kesukaan saat ini: 3 bintang]
Jin Dan menggeleng-gelengkan kepalanya setelah melihat ini.
Semua jenius ini sepertinya memiliki sifat yang sama, mereka pasti akan mengembangkan kesan yang baik tentangmu setelah mereka dipukuli.
Saat ini...Jin Dan menangkap aura Di Siman dan yang lainnya tengah berpatroli disekitar gunungnya.
Tiba-tiba dia merasa ada yang kurang.
Setiap kali dia ingin mengintimidasi musuh, dia pasti akan selalu melakukannya dengan menimbulkan keributan besar. Itu benar-benar tidak low profil sama sekali.
'Aku sepertinya harus mencari cara untuk menghadapi musuh tanpa menimbulkan keributan lagi.' Jin Dan mengerutkan keningnya dan mulai berpikir keras.
…
Saat ini Tuan Iblis Ah Su sudah diambang kegilaan!
Sejak mimpi buruk yang menimpanya waktu itu, dia pasti akan kembali mengalami mimpi buruk yang sama lagi setiap tiga tahun sekali.
Dia tidak tahu apa masalahnya. Jika itu benar-benar perbuatan yang abadi, mengapa dia tidak membunuhnya saja?
Ah Su tidak lagi memikirkan ambisinya yang sebelumnya, yang dia pikirkan sekarang hanyalah bagaimana cara melarikan diri dari mimpi buruk ini.
Pada hari ini, putra angkatnya Zhuo Fan datang berkunjung.
Zhuo Fan ada di sini untuk mencari tahu kapan Tuan Iblis Ah Su akan menyerang manusia.
Namun sebelum dia sempat bertanya, Ah Su sudah mulai mencurahkan berbagai keluhannya.
__ADS_1
Ah Su benar-benar sudah tidak tahan lagi. Zhuo Fan adalah putra angkatnya, jadi Ah Su merasa kalau dia setidaknya bisa dipercaya.
Setelah mendengarkan tentang situasi yang dialami Ah Su baru-baru ini, Zhuo Fan langsung terdiam dengan ekspresi muram.
Namun didalam hatinya dia sebenarnya sangat gembira.
'Apakah kesempatanku untuk bangkit akan segera datang?' Zhuo Fan berpikir dengan gembira.
"Ayah, mungkinkah itu terkait dengan rencanamu melawan manusia?" Zhuo Fan dengan cepat menyesuaikan suasana hatinya dan bertanya dengan hati-hati.
Ah Su duduk di atas ranjang es dan berkata dengan lesu, "Aku sudah lama melupakan rencana ini. Apakah kamu ingin aku bersumpah demi surga?"
Setelah dia mengatakan ini, Ah Su tiba-tiba menjadi bersemangat.
Ya! Jika aku bersumpah demi surga, yang abadi itu pasti akan melihatnya!
Ah Su segera berdiri dan mengangkat telapak tangan kanannya. "Aku, Ah Su, bersumpah kepada surga bahwa aku tidak akan pernah menargetkan manusia yang ada di Xia yang Agung lagi. Aku berharap Yang Abadi diatas dapat memaafkanku atas ketidaktahuanku sebelumnya!"
Setelah bersumpah, Tuan Iblis Ah Su menghela nafas lega, dia merasa kalau semuanya pasti akan lebih baik mulai dari sekarang.
…
Setengah tahun kemudian.
Shangguan Qiujian dan Li Qingzi kembali ke Sekte Bela Diri Sejati.
Setelah dikalahkan oleh Jin Dan, hati Dao Shangguan Qiujian hampir hancur. Untuk mengkonsolidasikannya hati daonya kembali, ia terus-menerus menantang berbagai sekte kultivasi yang ada di dalam perjalanan kembali dan memulihkan kepercayaan dirinya.
Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Li Qingzi, Shangguan Qiujian kembali ke paviliunnya.
Namun tepat pada saat dia akan masuk kedalam paviliunnya, langit tiba-tiba berubah. Semburat cahaya ungu warna-warni muncul dan memenuhi langit.
Dia bukan satu-satunya, semua kultivator pedang yang ada di Sekte Bela Diri Sejati melihat pedang mereka dengan kaget.
Lagi!
Terakhir kali, seseorang telah memahami Dao Pedang Abadi. Bagaimana dengan kali ini?
Shangguan Qiujian segera memikirkan wajah tampan Jin Dan.
'Mungkinkah Senior itu telah mendapatkan beberapa wawasan tentang Dao Pedang?' Shangguan Qiujian tersenyum pahit.
Dibandingkan dengan Senior Reinkarnasi, dia benar-benar terlihat biasa-biasa saja.
Bukan hanya pedang di Sekte Bela Diri Sejati saja yang bergetar, pedang-pedang yang ada di seluruh dunia semuanya juga ikut bergetar.
Di sisi lain dunia, di sebuah puncak gunung, terlihat seorang pria berjubah hitam sedang bermeditasi dengan tenang.
Saat ini...pria tersebut tiba-tiba membuka matanya dan melihat bahwa keempat pedang yang melayang di kedua sisinya tengah bergetar.
Pria berjubah hitam itu mengerutkan kening dan bergumam, "Seseorang tengah memahami Niat Pedang ... ini setidaknya Niat Pedang tingkat Abadi ..."
Dia segera mengeluarkan sebuah jimat dan meletakkannya di tanah di depannya, setelah itu dia mulai melantunkan sebuah mantra dengan mulutnya.
Tak lama...keempat pedang yang ada disekitarnya segera mendarat di atas jimat satu per satu.
Sepuluh napas kemudian.
Garis kuas secara bertahap muncul di atas jimat dan membentuk sebuah kata besar.
__ADS_1
REINKARNASI!
Ekspresi pria berjubah hitam itu segera berubah muram setelah melihat kata yang ada di jimat tersebut "Apa artinya ini? Reinkarnasi yang mengacu pada aturan dunia ... atau seorang kultivator tertentu?"
…
~Sekte Gunung Perak~
Mulai dari para penatua hingga murid sekte luar, pedang mereka semua gemetar. Hal ini menyebabkan semua orang menjadi gugup dan segera berkumpul untuk berdiskusi.
"Apa yang sedang terjadi?"
"Aku tidak yakin. Langit berubah warna."
"Mungkinkah makhluk yang kuat telah muncul?"
"Aku pikir yang abadi telah turun!"
"Dikatakan bahwa fenomena seperti itu terjadi beberapa dekade yang lalu."
"Apa Sekte Gunung Perak akan kembali menghadapi bencana?"
…
Tidak lama kemudian, para penatua menerima berita bahwa seluruh langit yang ada di Xia yang Agung memang berubah dan menghela nafas lega.
Reaksi pertama Di Siman adalah pergi mencari Jin Dan, tapi setelah dipikir-pikir, semuanya masih belum jelas. Tidak baik baginya untuk mengganggu kultivasi Jin Dan hanya untuk hal yang belum jelas seperti ini.
Di Siman menengadahkan kepalanya keatas langit dan menghela nafas panjang, "Haish...mengapa ada begitu banyak bencana di generasiku?"
Semakin dia memikirkannya, semakin dia menjadi depresi. Dia hanya bisa berdoa semoga itu bukan bencana.
Pada saat yang sama, di dalam Gua Bawaan.
Jin Dan sedang duduk diatas ranjang kayunya dengan dikelilingi oleh angin kencang yang terbentuk oleh aura pedang, diantara alisnya terlihat sebuah pola pedang kecil.
Seperti yang dipikirkan oleh pria berjubah hitam sebelumnya, Jin Dan saat ini memang tengah memahami niat pedangnya.
Tanpa sadar, dia menyadari kalau dia sebanarnya telah tiba di sungai pedang yang mengalir tanpa batas dengan dikelilingi berbagai bayangan pedang yang memiliki aura yang sangat kuno.
Bayangan-bayangan pedang tersebut lalu menembak ke arah yang sama dengan kecepatan yang sangat cepat. Sinar tujuh warna mengalir dan membentuk sebuah ruang aneh yang terlihat seperti terowongan ruang-waktunya doraemon.
Sosok-sosok yang tidak jelas kemudian muncul di hadapannya. Sosok-sosok tersebut sepertinya terbentuk oleh cahaya pedang yang terlihat kabur.
Jin Dan dengan cepat memasuki keadaan misterius dan segera mengkonsolidasikan niat pedangnya.
Niat pedangnya menekan ke depan dengan kekuatan yang tak tergoyahkan. Niat tersebut terasa seperti lubang hitam yang dalam, seolah-olah niat tersebut dimaksudkan untuk menarik semua makhluk kedalamnya.
Niat tersebut terasa seperti enam jalan reinkarnasi, tiada makhluk yang bisa lepas dari genggamannya.
Ya, Jin Dan memang ingin membuat niat pedang seperti itu, niat pedang yang sangat kuat seperti enam jalan reinkarnasi!
Mengapa dia berkultivasi dalam pengasingan selama ini?
Untuk keabadian! Demi menjadi tak terkalahkan!
__ADS_1
Demi bisa memusnahkan semua makhluk hidup di dunia ini hanya dengan satu serangan pedang!
Apa yang dia inginkan bukanlah kehancuran, tetapi kemampuan untuk melakukan kehancuran tersebut. Hanya dengan menjadi tak terkalahkanlah seseorang benar-benar mungkin untuk dapat hidup selamanya!