
Jin Dan saat ini sedang menggunakan Tiruan Langit dan Bumi dan menatap dunia di bawahnya. Meskipun awan menutupi sebagian besar penglihatannya, dia masih sangat bersemangat.
'Kekuatan mistik ini sangat luar biasa!'
Tinggi Jin Dan saat ini setidaknya seribu meter dan badannya yang besar itu sama sekali bukan ilusi. Tubuh fisiknya memang membesar bersama dengan jubah Taoisnya yang ikut tumbuh lebih besar juga, bahkan kekuatan fisiknya juga ikut berlipat ganda.
Saat ini Jin Dan merasa bahwa dia bisa menjatuhkan gunung hanya dengan satu tendangan. Perasaan yang kuat ini memberikannya banyak kepercayaan diri.
"Tiruan Langit dan Bumi ini memang kuat! Dengan tubuh setinggi seribu meter. Aku yakin kalau kultivator Alam Jiwa Baru Lahir bahkan tidak akan dapat merusakku sama sekali!" Jin Dan berseru senang.
Dia sudah bersiap untuk pergi ketika dia mendengar suara pertempuran datang dari bawahnya, dia kemudian berbalik dan melihat sekelompok semut di pegunungan yang tidak jauh darinya.
"Oh, ternyata itu bukan semut. Mereka adalah orang-orang!" Jin Dan awalnya tidak peduli, tapi kemudian dia merasa bahwa salah satu aura dari meraka terasa familiar baginya.
"eh...Bukankah itu Yang Mo?"
Dia kemudian melihatnya lebih dekat dan melihat kalau Yang Mo saat ini sedang ditikam.
"Apa-apaan! Siapa yang berani-beraninya menyakiti murid sekte tepat di luar sektenya itu sendiri?" Sebagai Penatua Pembunuh Dewa dari Sekte Gunung Perak, Jin Dan tentu saja harus melakukan sesuatu.
Dia segera berubah kembali kebentuknya yang semula dan siluuet raksasa di awan langsung menghilang ke udara tipis.
Pada waktu bersamaan.
Orang-orang berjubah merah segera pulih dari keterkejutan mereka.
Salah satu dari mereka bergumam, "Apakah kita tadi sedang berhalusinasi?"
Yang lain segera menjawab, "Mungkin saja."
Para murid baru dari Sekte Gunung Perak juga tercengang.
Yang Mo memiliki firasat aneh kalau sosok raksasa itu tampak familier.
"Hmph...!!"
Angin kencang tiba-tiba bertiup kencang disekitarnya.
Hanya dalam sekejap mata, kedua pria berjubah merah itu langsung dikirim terbang mundur. Keduanya muntah darah.
Dalam keadaan linglung, Yang Mo segera melihat seseorang terbang kearahnya. "Ternyata itu memang dia!"
Dalam sekejap mata, Jin Dan dan kedua pria berjubah merah itu sudah menghilang.
Yang lainnya juga tercengang di tempat. Mereka tidak dapat pulih dari keterkejutan mereka untuk waktu yang lama.
Setelah sekian lama…Yang Mo segera berteriak kepada para murid baru itu, "Hei! apa yang kalian menungkan!?cepat datang dan bantu aku!"
Para murid baru itu segera berkumpul di sekelilingnya.
"Senior Yang, apakah kamu baik-baik saja?"
"Siapa orang itu barusan?"
"Kamu bahkan tidak perlu bertanya. Itu pasti Penatua Pembunuh Dewa kita!"
"Untuk bisa melukai Senior Yang, penyerang pastilah seorang ahli dari Alam Inti Emas. Satu-satunya orang yang bisa mengalahkan dua kultivator Alam Inti Emas dalam sekejap adalah Penatua Pembunuh Dewa."
"Penatua Pembunuh Dewa? Sosok perkasa dari Sekte Gunung Perak yang mengejutkan seluruh dunia kultivasi itu?"
"Iya betul..."
__ADS_1
…
~Puncak Utama. Aula Master Sekte~
Jin Dan bergegas ke pintu aula dan membangunkan Di Siman yang sedang berkultivasi.
Tanpa menunggu Di Siman berbicara, Jin Dan dengan santai melemparkan kedua pria yang tidak sadarkan diri itu ke lantai aula.
Dia menggunakan indra ilahi untuk menyerang jiwa mereka, mencegah mereka untuk bangun dalam waktu dekat.
"Kedua orang ini ingin menangkap Yang Mo, jadi sekarang aku akan menyerahkan mereka padamu." Setelah mengatakan ini, Jin Dan segera pergi meninggalkan aula.
Di Siman tertegun sejenak sebelum dia perlahan menatap kearah dua pria yang sedang tidak sadarkan diri tersebut.
Di sisi lain.
Jin Dan segera kembali ke gua tempat tinggalnya, dia kemudian duduk di ranjang kayu sambil meregangkan tubuhnya.
'Jika mereka berani menangkap seorang murid tepat di luar sekte, maka mereka pasti musuh baru kita. Karena mereka berani muncul bahkan setelah kehancuran Sekte Hutan Jahat, mereka pasti lebih kuat.' Jin Dan berpikir dalam hati dan mendesah panjang.
'Haish...kenapa masalah selalu datang ya? Apakah ini yang namanya hidup? Aku memang harus menerobos ke Alam Formasi Jiwa sesegera mungkin!' Jin Dan tiba-tiba merasa kalau berada di Alam Jiwa Baru Lahir sudah tidak begitu aman lagi.
....
Pagi selanjutnya, Di Siman dan Penatua Agung datang mencarinya.
Jin Dan segera membuka pintu masuk guanya dan membiarkan mereka masuk.
Di Siman lalu tersenyum kepada Jin Dan dan berkata, "Penatua Jin, Gua tempat tinggalmu ini masih agak kecil. Haruskah kita meminta seseorang untuk membuatnya lebih besar?"
Jin Dan segera menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu tidak perlu, menurutku sebesar ini saja sudah cukup bagus. Gua ini akan terlalu kosong jika dibuat menjadi lebih besar."
"Katakan saja. Apa kita dalam masalah lagi?" Jin Dan bertanya langsung to the point.
Di Siman menghela nafas dan segera menjelaskan, "Kedua pria itu berasal dari Sekte Banteng Merah. Meskipun sekte kami telah berdiri selama hampir seribu tahun, Sekte Banteng Merah itu telah ada selama ribuan tahun. Keberadaan mereka bisa dibilang misterius. Seribu tahun yang lalu, mereka mencoba untuk menaklukkan seluruh dunia kultivasi Xia yang Agung. Tetapi mereka dikalahkan oleh persatuan sekte ortodoks. Setelah itu, mereka bersembunyi di kegelapan. Sekarang mereka kembali lagi. Baru-baru ini, mereka menangkap beberapa murid berbakat kita. Mereka tampaknya memiliki banyak informasi tentang kami karena mereka tahu betul siapa target mereka."
Penatua Agung segera mendengus. "Pasti ada mata-mata diantara kita. Mata-mata dari Sekte Hutan Jahat bahkan belum dilenyapkan, saat ini yang paling mengkhawatirkan adalah mata-mata yang tersembunyi di antara para penatua. Aku curiga kalau mereka pergi mencari Sekte Banteng Merah untuk membantu mereka membalas dendam."
'Sekte Banteng Merah? Sungguh nama yang sangat familiar.'
Jin Dan lalu kembali bertanya, "Apakah ada kultivator alam Formasi Jiwa atau Alam Kekosongan di Sekte Banteng Merah ini?"
Di Siman segera menjawab, "Pasti ada kultivator Alam Formasi Jiwa, tapi aku tidak yakin apakah mereka memiliki kultivaor alam Kekosongan."
"Oh." Jin Dan tiba-tiba merasa ingin melarikan diri lagi. Tapi tentu saja itu hanya sebuah pemikiran. Lagi pula kemana dia bisa lari?
Penatua Agung segera menambahkan, "Penatua Jin, Kami berencana untuk melakukan kunjungan pribadi ke setiap sekte dan menyatukan semua sekte ortodoks bersama-sama. Selama periode waktu ini, kami harap kamu dapat melindungi Sekte Murni Giok."
[Kamu menerima permintaan dari Master Sekte dan Penatua Agung. Kamu memiliki pilihan sebagai berikut:
[1] Tolak permintaan mereka dan segera tinggalkan Sekte Gunung Perak. Kamu akan mendapatkan sebotol pil biasa.
[2] Terima permintaan mereka dan lindungi Sekte Gunung Perak dengan sepenuh hati. Kamu akan mendapatkan sebuah manual mantra dan sebotol pil kultivasi Alam Formasi Jiwa.]
Sudah lama sejak Jin Dan dipaksa untuk membuat pilihan yang bertentangan dengan hatinya, dia secara naluriah ingin lari, tapi ada lebih banyak hadiah untuk opsi kedua!
Ada juga pil kultivasi Alam Formasi Jiwa!
__ADS_1
"Tidak masalah!" Jin Dan segera setuju setelah berpikir beberapa saat. Selama dia tidak diminta untuk keluar, semuanya pasti akan baik-baik saja.
Di Siman dan Penatua Agung terkejut ketika mendengar kata setuju keluar dari mulut Jin Dan . Kesan mereka terhadap Jin Dan meningkat sekali lagi, kedsukaan mereka berdua saat ini sudah mencapai angka 4 bintang.
Setelah mereka berdua pergi, Jin Dan segera memasuki kondisi kultivasinya.
'Situasi saat ini terlalu berbahaya! Aku harus segera mempercepat kultivasiku!' Jin Dan berpikir dalam hatinya.
Meskipun dia sudah bisa menyerap enam jenis energi spiritual secara bersamaan, masih butuh beberapa dekade baginya untuk mencapai Alam Formasi Jiwa.
…
Dalam sekejap mata, enam tahun telah berlalu.
Jin Dan saat ini sudah berhasil menerobos ke Tingkat 5 Alam Jiwa Baru Lahir dan umurnya meningkat menjadi 1.080 tahun!
'Aku suka dengan perkembangan seperti ini!' Jin Dan merasa sangat puas.
Dia tiba-tiba teringat sesuatu. 'Mengapa Zhuo Fan belum kembali juga?'
Dia kemudian segera membuka hubungan antarpribadinya dan melihat spanduk merah berkedip di kotak pesannya.
Dia segera membuka kotak pesannya tersebut.
[Teman baikmu Di Siman telah diserang oleh Sekte Banteng Merah] x14
[Teman baikmu Penatua Agung telah diserang oleh Sekte Banteng Merah] x26
[Muridmu Zhuo Fan telah diserang oleh Sekte Banteng Merah] x2
[Muridmu Zhuo Fan telah ditangkap oleh Sekte Banteng Merah.]
[Temanmu An Jing telah diserang oleh Sekte Banteng Merah] x8
…
Jin Dan segera memperhatikan kalau muridnya sudah ditangkap oleh Sekte Banteng Merah.
Berbicara secara logis, sebagai masternya dia harus segera keluar dari pengasingan dan pergi menyelamatkannya.
Tapi Jin Dan merasa kalau ini adalah jebakan. Sebuah kekuatan misterius sepertinya sedang memanipulasi hidupnya dan memaksanya masuk ke dalam bahaya.
Jin Dan tiba-tiba memikirkan sesuatu kemungkinan. "Mungkinkah ada mata-mata dari Sekte Banteng Merah di Sekte Gunung Perak?"
Dia segera menggunakan fungsi Percobaan Simulasi untuk mendeteksi orang-orang di sekte tersebut.
Pertama-tama dia mencari orang terkuat di sekte selain dirinya sendiri.
[Taois Petir Tua: Tingkat 7 Alam Jiwa Baru Lahir, penatua pengajar dari Puncak Guntur Surgawi di Sekte Gunung Perak, Penatua rahasia dari Sekte Banteng Merah.]
Jin Dan langsung tercengang ketika dia melihat sebaris kata didepan matanya ini.
Taois Petir Tua tidak pernah mengembangkan kesukaan atau kebencian apa pun terhadapnya, jadi dia hanya tahu sedikit tentangnya.
Siapa yang akan menyangka kalau Taois Petir Tua adalah mata-mata di antara kita!
__ADS_1