Abadi

Abadi
Tengu yang arogan


__ADS_3

Master Sekte dari Sekte Banteng Merah, Huang Zuntian bersama seorang penatua yang bernama Guru Spiritual Shan Kui pergi menuju ke Sekte Gunung Perak. Namun, tidak ada kabar dari mereka selama beberapa tahun.


Sekte Banteng Merah mulai merasa panik karena serangan yang dilancarkan secara terus menerus oleh Sekte Gunung Perak dan Sekte Pedang Api.


Terutama para Penatua.


Dengan kemampuan Huang Zuntian dan Guru Spiritual Shan Kui, mereka pasti bisa segera kembali. Mengapa butuh waktu begitu lama?


Apakah sesuatu telah terjadi?


Mereka tiba-tiba mengingat kekhawatiran yang diutarakan kepada mereka oleh Huang Zuntian waktu itu dan tidak bisa untuk tidak merasa panik.


Setelah itu, mereka mulai memerintahkan semua murid yang ada diluar sekte untuk bergegas kembali ke sekte dan bertahan dari serangan Sekte Gunung Perak dan Sekte Pedang Api.


Sebelumnya ketika berhadapan dengan dua sekte ini, Sekte Banteng Merah tampak sangat santai. Hanya para kultivator yang menjaga sekte itu saja sudah cukup.


Sekarang mereka takut. Mereka takut musuh misterius yang dipikirkan Huang Zuntian itu akan muncul.


Setelah waktu yang lama, Sekte Gunung Perak dan Sekte Pedang Api menerima tawaran damai dari Sekte Banteng Merah. Mereka dengan cepat menerima tawaran damai tersebut dengan syarat Sekte Banteng Merah harus membebaskan semua tawanan dari dua sekte, termasuk Li Qingzi. Setelah serah terima tawaran damai, kedua sekte tersebut akhirnya menarik pasukan mereka dan kembali ke rumah masing-masing.


Setelah berjuang selama bertahun-tahun, mereka memang lelah.


 



 


Sudah lima tahun sejak dia mengalahkan Huang Zuntian.


Dengan mengandalkan pil yang diberikan oleh Xuan Qingjun, Jin Dan dengan cepat menerobos ke Tingkat 3 Alam Formasi Jiwa.


Dia juga telah menghabiskan semua pilnya sekarang.


Tanpa pil kultivasi Alam Formasi Jiwa, Jin Dan menemukan kalau energi spiritual di guanya ini sebenarnya sedikit kurang baginya.


Berapa tahun yang dibutuhkan baginya untuk menerobos ke Alam Kekosongan?


Tidak peduli seberapa kuat teknik kultivasi yang dia gunakan, itu masih tergantung pada energi spiritual di sekitar tempatnya berkultivasi.


Disaat Jin Dan sedang memikirkan berbagai cara untuk berkultivasi kedepannya, Zhuo Fan tiba-tiba kembali dan mengetuk pintu guanya.


Setelah memasuki gua, dia segera berlari kearah Jin Dan, bersujud dan mulai menangis.


"Master! Setelah bertahun-tahun, saya akhirnya melihat anda lagi!


"Apakah master tahu betapa menderitanya saya selama bertahun-tahun ini?


"Master, saya selalu percaya kalau anda pasti akan datang dan menyelamatkan saya. Tapi Master Sekte mengatakan kepada saya kalau anda sedang menjaga sekte ini dan tidak bisa pergi untuk menyelamatkan muridnya ini, dan master sekte juga bilang, jika bukan karena anda yang menjaga Sekte Gunung Perak, dia pasti tidak akan berani datang untuk menyelamatkan kita!" Zhuo Fan menangis dengan sangat lebay.


Ayam Hitam memiringkan kepalanya dan berkedip sambil menatap orang asing didepannya itu.


Jin Dan merasa malu. Dia tidak pergi menyelamatkan Zhuo Fan bukan karena apa, tapi karena dia takut.


Jin Dan lalu menatapnya dengan dalam sebelum berkata dengan dramatis, "Murid, kamu melakukannya dengan baik. Setelah ini, aku pasti akan mengajarimu sebuah mantra yang hebat."

__ADS_1


[Kesan Zhuo Fan terhadapmu telah meningkat. Kesukaan saat ini: 3 bintang]


Zhuo Fan meneteskan air mata dan terus bersujud.


Kemudian, Jin Dan mulai memperkenalkan Ayam Hitam kepadanya.


Zhuo Fan telah melihat Ayam Hitam ketika memasuki gua, tetapi dia tidak punya waktu untuk bertanya.


"Kamu pasti murid Tuan. Mulai sekarang kamu bisa memanggilku Saudara Ayam."


Saudara Ayam?


Jin Dan tercengang.


Zhuo Fan juga tercengang.


Ayam Hitam kembali melanjutkan perkataannya dengan nada bangga. "Aku ini sebenarnya phoenix! Cepat atau lambat, aku akan pasti akan membawa tuan terbang kesurga!"


Ini adalah pertama kalinya Zhuo Fan melihat ayam sebesar itu. Dia sedikit bingung, takut dia akan mengatakan sesuatu yang salah dan menyinggung Jin Dan.


"Baiklah, Fan'er pergilah berkultivasi terlebih dahulu. Dalam beberapa hari, aku akan mengajarimu sebuah mantra," Kata Jin Dan.


Zhuo Fan langsung merasa senang ketika mendengar ini, dia dengan cepat mengangguk patuh dan buru-buru berjalan ke samping untuk bermeditasi.


Jin Dan terus berkultivasi sambil berpikir. 'Tampaknya Di Siman dan yang lainnya telah kembali.'


Memang, keesokan harinya pada siang hari, Di Siman datang berkunjung.


"Hahaha. Penatua Jin, mata-mata yang aku tanam di Sekte Banteng Merah mengatakan kepadaku kalau master sekte mereka hilang. Apakah dia datang ke Sekte Gunung Perak dan kamu membunuhnya?" Di Siman bertanya dengan penuh semangat.


Jin Dan ragu-ragu sejenak sebelum menganggukkan kepalanya sedikit.


"Seperti yang diharapkan dari Penatua Jin, kamu adalah kontributor terbesar untuk Sekte Gunung Perak kami. Master sekte dari Sekte Banteng Merah sudah mati. Mereka mungkin tidak akan berani lagi menimbulkan masalah untuk waktu yang lama!"


Di Siman sangat senang dan tidak bisa berhenti berbicara.


Sebagian besar waktu, Jin Dan hanya merespons dengan sopan.


Setelah dia selesai berbicara, Jin Dan tersenyum kepadanya dan berkata, "Sudah waktunya bagi Sekte Gunung Perak untuk berkultivasi dengan damai. Master Sekte, berhentilah berlarian dan kultivasi dengan benar."


Di Siman mengangguk dengan cepat dan tersenyum sebelum kembali berkata, "Tentu saja Penatua Jin, aku pasti akan berkultivasi dengan baik."


"Oh ya ada satu hal lagi. Paling lama setengah tahun, leluhur pendiri akan kembali."


"Dan juga dalam lima tahun lagi akan menjadi Upacara Milenium Sekte Gunung Perak kami. Ini akan menjadi kesempatan yang menggembirakan bagi sekte meskipun harus tertunda selama dua tahun, tapi itu tidak masalah. Aku akan mengundang semua sekte untuk berpartisipasi dan membangun hubungan yang baik dengan mereka."


"Pada saat itu, apakah kamu ingin muncul? Aku dapat membantu memperkenalkanmu kepada seluruh dunia kultivasi dan memberi tahu mereka siapa Penatua Pembunuh Dewa yang paling kuat dari Sekte Gunung Perak sehingga namamu dapat mengguncang dunia kultivasi!"


Mendengar ini, Jin Dan dengan cepat menggelengkan kepalanya dan buru-buru berkata, "Tidak! Tidak! Kamu tidak bisa memberi tahu siapa pun kalau aku membunuh pemimpin Sekte Banteng Merah. Anggap saja kita tidak tahu tentang ini. Aku juga tidak ingin menunjukkan wajahku, aku hanya ingin berkultivasi dengan tenang."


"Aku tahu kalau kamu hanya ingin membuat hype untukku, tapi yang kamu lakukan itu malah akan membuatku merasa tidak senang. Aku telah membunuh begitu banyak musuh untuk Sekte Gunung Perak. Jika berita ini keluar, aku pasti akan menjadi incaran banyak orang kuat, sehingga aku tidak lagi bisa berkultivasi dengan tenang. Pada saat itu terjadi aku hanya bisa pergi dan meninggalkan sekte untuk mencari tempat baru!"


Di Siman setuju setelah mendengar kata-kata yang masuk akal ini.


Sebelum dia pergi, Jin Dan mengungkapkan masalahnya baru-baru ini dan meminta Di Siman untuk membantu meningkatkan konsentrasi energi spiritual di gua tempat tinggalnya.

__ADS_1


Di Siman segera mengangguk setuju.


Setelah meninggalkan Guanya Jin Dan, Di Siman mulai merasa khawatir.


"Bagaimana lagi caranya agar aku bisa meningkatkannya? Energi spiritual di sini sudah yang terpadat di seluruh sekte ... haish...aku hanya bisa menunggu leluhur kembali."


Di Siman merasa kesal, dia sudah menyerahkan semua harta alam terbaik yang didapatnya kedalam guanya Jin Dan, tapi Jin Dan masih belum puas.


Haish....Kecepatan terobosan orang ini memang terlalu cepat!


 


....


 


Begitu Di Siman pergi, tujuh baris pemberitahuan segera muncul di depan Jin Dan.


 


[Kamu berhasil melindungi Sekte Gunung Perak dan mengalahkan Sekte Banteng Merah. Kamu memperoleh Harta Karun Numinous, manual teknik pedang, dan sebuah telur binatang ilahi.]


[Selamat! kamu telah mendapatkan Harta Karun Numinous kelas lima—Sembilan Bintang Spirit Trampling Boots]


[Selamat! kamu telah mendapatkan sebuah manual teknik pedang—Pedang Terbang Tanpa Hati]


[Selamat! kamu telah mendapatkan Tengu.]


[Sepatu Penginjak Sembilan Bintang: Harta Karun Numinous Kelas Lima. Sepatu ini bisa menginjak dan menyerap energi spiritual. Kecepatan terbangnya sangat cepat. Sepatu ini juga dapat meningkatkan efek gerakan Kekuatan Mistik dan teknik gerakan.]


[Pedang Terbang Tanpa Hati: Teknik Pedang Tanpa Hati, setelah mengolah teknik pedang ini, emosi dan ***** seseorang akan berkurang. Tingkat kematian dari teknik pedang ini sangat tinggi.]


[Tengu: Salah satu dari Binatang Ilahi dari zaman kuno yang berbentuk Anjing Kekacauan Surga. Legenda mengatakan kalau Anjing Kekacaun Surga dapat melahap bulan. Saat ini dalam keadaan telur.]


 


Jin Dan tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat ini. 'Akhirnya....Hartu Nominous lainnya dan juga Sepatu Penginjak Sembilan Bintang ini sangat cocok untuk melarikan diri!'


Setelah itu, Jin Dan kembali melanjutkan kultivasinya dengan perasaan senang.


 



 


Dalam sekejap mata tiga tahun berlalu.


Jin Dan masih berada di Tingkat 3 Alam Formasi Jiwa. Selama periode waktu ini, dia telah memberikan Teknik Pedang Terbang Tanpa Hati kepada Zhuo Fan tanpa mengolahnya sendiri.


Zhuo Fan sangat menyukainya. Dengan bakatnya yang luar biasa, ia sudah menjadi mahir dalam menggunakan Pedang Terbang Tanpa Hati selama tiga tahun ini dan membuat nama untuk dirinya sendiri di sekte dalam. Dia bahkan telah murid inti setengah tahun yang lalu dan saat ini dia akan segera menerobos ke Alam Inti Emas!


Saat ini Tengu juga sudah menetas. Anjing itu bahkan ditetaskan oleh Ayam Hitam.


Tengu saat ini sudah seukuran anak sapi, anjing itu memiliki bulu perak dan tampak seperti serigala gemuk.

__ADS_1


Meskipun anjing itu gemuk, tapi dia sangat arogan. Ia bahkan berani menantang Ayam Hitam yang sudah menetaskannya untuk berkelahi ketika dia baru berusia dua tahun. Hal ini sering menyebabkan Ayam Hitam mengamuk, sehingga gua tempat tinggalnya sering kacau.


__ADS_2