
Kehadiran Chen Santian sama sekali tidak mengubah kebiasaan hidup Jin Dan, dia masih tetap fokus berkultivasi setiap hari.
Dalam sekejap mata, satu tahun berlalu dengan cepat.
Saat ini herbal spiritual itu sudah mulai tumbuh yang menyebabkan energi spiritual di guanya menjadi jauh lebih padat. Potensi Budidaya Gunturnya juga berhasil mencapai Tingkat 4 Alam Inti Emas.
Chen Santian saat ini sudah mulai tenang, meski terkadang ia masih merasa cemas.
Meskipun Jin Dan tidak pernah mempersulitnya, dia sama sekali tidak berani melarikan diri. Jadi, dia hanya bisa ikut berkultivasi bersama.
Jin Dan telah berkultivasi terus menerus dan tidak pernah pergi keluar gua. Hal ini membuat Chen Santian semakin cemas.
Chen Santian menatap Jin Dan yang sedang berkultivasi sambil mengerutkan kening dan berpikir.
"Aku adalah murid inti tertua. Jika aku tidak kembali setelah sekian lama, orang-orang di sekte pasti akan khawatir dan bahkan panik. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menyerangnya? Tapi perbedaan kekuatannya terlalu besar. " Chen Santian berada dalam dilema. Ketika dia memikirkan kekalahannya tahun lalu, dia segera bergidik ketakutan.
Perbedaan kekuatannya memang terlalu besar. Karena Jin Dan berani berkultivasi tanpa khawatir kalau ia akan menyerangnya, dia pasti sangat kuat.
"Brengsek…Apa yang orang ini coba lakukan, untuk apa dia menjebakku di sini? Jika saja aku cukup kuat, aku pasti akan membuatmu membayarnya seratus kali lipat!" Mata Chen Santian berkilat dingin.
Siapa aku? Aku adalah iblis tangguh dari Sekte Hutan Jahat! Berani-beraninya kau mengurungku disini!
[Kebencian Chen Santian padamu telah meningkat. Kebencian Saat Ini: 4 bintang]
Jin Dan langsung terganggu dari kultivasinya oleh pemberitahuan ini dan segera merasa marah.
Brengsek! Kebencian anak ini kembali bertambah!
Selama ini dia bahkan tidak pernah menyiksanya. Meskipun Chen Santian tampak patuh, tetapi kebenciannya padanya terus meningkat. Sekarang, kebenciannya telah mencapai empat bintang.
"Dengan kebencian sebesar ini, dia pasti ingin melawanku sampai mati, sebelum itu terjadi aku harus segera membunuhnya!"
Chen Santian tidak tahu apa yang dia pikirkan. Dia masih memikirkan bagaimana caranya untuk membalas dendam.
"Aku hanya bisa menunggu saat dia pergi keluar. Dengan kultivasi seperti itu, dia pastinya seorang penatua disekte ini. Baru-baru ini, Sekte telah melancarkan berbagai serangan ke Sekte Gunung Perak. Jadi tidak mungkin baginya untuk terus berkultivasi dengan damai."
"Ketika aku berhasil melarikan diri nanti, aku pasti akan langsung memimpin Sekte untuk meratakan Sekte Gunung Perak. Pada saat itu, aku pasti akan merobek tubuh anak nakal ini menjadi beberapa bagian lalu memberikan tubuhnya kepada binatang buas untuk dimakan serta mengekstrak jiwanya!" Chen Santian dipenuhi dengan niat membunuh, tetapi dia tidak berani menunjukkannya.
Namun sebelum ia selesai bangkit dari fantasi liarnya, tiba-tiba saja suara tusukan yang akrab terdengar mecapai telinganya!
Swish! Swish! Swish!
Bahkan sebelum Chen Santian sempat bereaksi, tiga bayangan pedang langsung menembus dadanya yang membuat darah segar segera berceceran di tanah.
Chen Santian melebarkan matanya tak percaya ketika ia berbalik dan menatap kearah Jin Dan.
Jin Dan kemudian melambaikan tangan kanannya tanpa ekspresi.
Tiga bayangan pedang itu segera berbalik dan langsung meledakkan kepalanya.
Chen Santian sang Inkarnasi Kejahatan sudah mati!
Ketika ia menyerang kali ini, itu bahkan lebih mudah daripada serangan yang dilancarkannya setahun yang lalu. Chen Santian bahkan tidak punya waktu untuk menghindar.
Sampai saat Chen Santian meninggal, Jin Dan bahkan tidak tahu seberapa kuatnya orang ini, karena ia langsung kalah hanya dalam sekali serangan yang membuat perbedaan kekuatan mereka menjadi tidak jelas.
Ketika mayat Chen Santian jatuh ke tanah, sebuah cahaya berbentuk bola keluar dari tubuhnya.
Jin Dan langsung mengangkat alisnya waspada.
__ADS_1
Mungkinkah…
Bola cahaya itu lalu dengan cepat dan berubah menjadi sesosok manusia. Orang ini memiliki wajah tua dan matanya dipenuhi dengan kejahatan.
Petama-tama dia melirik kearah mayat Chen Santian sebelum menatap kearah Jin Dan dengan dingin.
Gua itu langsung jatuh kedalam kesunyian.
Jin Dan kemudian menghela nafas panjang, dia langsung teringat sebuah pepatah yang ada didunia kultivasi, 'Ketika yang muda terbunuh, yang tua pasti akan datang.'
Pria tua itu mendengus dingin. “Huh! kenapa kau menghela nafas bocah? Apakah kau menghela nafas karena kau menyesali perbuatanmu? Huh, tapi sekarang penyesalanmu itu sama sekali tidak berguna, karena kau berani membunuh muridku kau pasti sudah siap mati. Sebutkan namamu!”
Jin Dan kemudian berkata tanpa ekspresi, "Namaku Cao Cao, bagaimana denganmu?"
"Sekte Hutan Jahat, Yang Lou!"
"Oh."
"Hmph, tunggu saja kematianmu!" Setelah Yang Lou selesai berbicara, dia segera menghilang.
[Yang Lou membencimu. Kebencian Saat Ini: 5 bintang]
5 bintang! Sangat tinggi!
Jin Dan panik, ia dengan cepat memeriksa hubungan antarpribadinya sebelum menghela nafas lega.
Untung dia hanya berada di Tingkat 8 Alam Jiwa Baru Lahir!
Dari nada suaranya tadi, Jin Dan mengira kalau dia adalah seorang kultivator Alam Formasi Jiwa.
'Ternyata hanya Jiwa Baru Lahir! tidak ada yang perlu ditakutkan.' Jin Dan segera berdiri dan mulai mencari tas penyimpanan dan cincin penyimpanan Chen Santian.
Bocah ini cukup kaya. Ada batu roh dan pil spiritual yang tak terhitung jumlahnya, serta beberapa jimat dan peralatan, tapi tidak satupun manual kultivasi.
Merasa senang, Jin Dan segera memindahkan semua isinya ke dalam Ikat Pinggang Dunia-nya.
Dia kemudian melambaikan tangan kanannya, dan energi spiritual apinya langsung berubah menjadi kobaran api yang langsung melilit mayat Chen Santian dan membakarnya menjadi abu.
Setelah itu, Jin Dan kembali ke tempat tidurnya dan terus berkultivasi.
…
Waktu berlalu dengan cepat, delapan tahun telah berlalu.
Saat ini Jin Dan akhirnya mencapai Tingkat 9 Alam Inti Emas. Selain potensi budidaya guntur, lima potensi lainnya masih di Tingkat 1 Alam Inti Emas.
Tidak ada yang akan percaya jika berita tentang kecepatan terobosan ini menyebar.
Jin Dan kemudian mulai mengolah potensi budidaya anginnya.
Dia memilih potensi ini terlebih dahulu karena energi spiritual angin bisa meningkatkan kecepatan terbangnya yang sangat cocok untuk melarikan diri ketika ia sedang dalam bahaya.
...
__ADS_1
Setengah bulan kemudian seseorang datang berkunjung.
Itu adalah Xu Yifei.
"Suamiku, apakah kamu ada didalam?"
Mendengar suaranya yang riang, mulut Jin Dan segera berkedut.
Setelah bertahun-tahun, tingkat kultivasi Xu Yifei telah mencapai Alam Pembangunan Fondasi Tingkat 3. Sepertinya Taois Xusin memperlakukannya dengan baik.
Kembali ketika dia masih di Alam Pemurnian Qi, kecepatan terobosannya tidak secepat ini, butuh waktu 20 tahun baginya hanya untuk naik dari Tingkat 7 ke Tingkat 9 Alam Pemurnian Qi, tapi sekarang ia hanya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk naik dari tingkat 1 ke Tingkat 3 Alam Pembangunan Fondasi.
Jin Dan berpikir sejenak sebelum melambaikan tangannya untuk membuka formasi susunan di pintu masuk. Pintu batu itu kemudian langsung terbuka lebar.
Xu Yifei dengan cepat masuk. Setelah melihat Jin Dan yang sedang berkultivasi, wajahnya langsung terlihat gembira.
Dia pertama-pertama menilai situasi di dalam gua tempat tinggal itu, lalu berjalan ke sisi Jin Dan dan duduk disampingnya sebelum kemudian bersandar dibahunya.
Jin Dan mengerutkan kening dan berkata dengan dingin, "Nona Xu tolong bersikaplah yang sepantasnya. Aku belum setuju untuk menjadi suamimu.”
Xu Yifei mengercutkan bibirnya dan membalas. "Bukankah kamu terlihat sangat bersemangat ketika aku mengatakan kalau kamu akan menjadi suamiku dulu?"
Jin Dan segera merasa canggung, tetapi ekspresinya tidak berubah dia masih terlihat dingin.
Merasakan situasi yang canggung, Xu Yifei segera melambaikan tangan kanannya dan sepuluh botol obat kemudian muncul di atas tanah.
"Ini adalah Pil Giok Murni," Kata Xu Yifei dengan senyum bangga. "Aku telah mengumpulkannya selama bertahun-tahun."
'Suami, aku tidak percaya kalau kamu tidak akan tergoda dengan pil sebanyak ini!' Xu Yifei berpikir sambil tersenyum.
Melihat ini, ekspresi Jin Dan segera melunak. "Ambillah kembali. Aku tidak membutuhkannya lagi.”
Senyum Xing Hongxuan segera membeku, namun setelah itu ekspresinya langsung berubah, dia kemudian bertanya dengan suara gemetar, “Mungkinkah kamu sudah…”
Jin Dan tersenyum.
Xu Yifei segera ingin memeluknya, tetapi Jin Dan langsung memblokirnya dengan energi spiritualnya.
“Nona Xu, jika kamu ingin menjadi aku menjadi suamimu, kamu harus berkultivasi lebih keras. Jika tidak, setelah ratusan tahun, aku akan menjadi abadi dan kamu akan menjadi tulang putih. Cintamu yang dalam hanya akan menjadi sebuah penyesalan nanti ," Jin Dan berkata dengan serius.
Xu Yifei menjadi tenang setelah mendengar ini.
Suami ada benarnya…
Dia segera berdiri dan berkata, “Kamu benar suami. Aku tidak bisa menjadi bebanmu, setelah ini aku pasti akan berkultivasi dengan rajin. ”
Setelah itu dia mengambil kembali botol obat di tanah dan berjalan menuju pintu masuk gua.
"Nona Xu, jangan beri tahu siapa pun tentang terobosanku." Jin Dan mengingatkannya. Kecepatan kultivasinya terlalu mencengangkan. Jika berita ini keluar, dia tidak akan bisa berkultivasi dengan damai.
Xu Yifei berbalik dan tersenyum. "Jangan khawatir. Aku juga takut kamu akan menarik perhatian gadis-gadis lain.” Senyumnya seindah bunga dan itu terlihat sangat mengharukan.
Jin Dan dengan cepat menekan degupan jantungnya.
Haish..sungguh wanita yang menakutkan! Hati Daoku hampir saja jatuh karenanya!
Setelah Xu Yifei pergi, Jin Dan segera melambaikan tangannya dan kembali mengaktifkan formasi susunan. Setelah pintu gerbang tertutup dia kembali melanjutkan kultivasinya.
__ADS_1