
~Di istana Master Sekte, Sekte Banteng Merah~
Di istana tersebut terlihat beberapa penatua berdiri berdampingan, semuanya memiliki aura yang luar biasa. Mereka mengenakan jubah merah menyala yang membuat mereka tampak sangat ganas.
Di depan mereka, terlihat seorang pria sedang duduk diatas kursi yang dibaluti emas. Pria ini mengenakan jubah putih dengan rambut acak-acakan dan kulitnya putih pucat.
Dia adalah master sekte dari Sekte Banteng Merah, Huang Zuntian!
Huang Zuntian saat ini mengerutkan keningnya dan bertanya kepada para penatua didepannya, "Apakah Sekte Pedang Api benar-benar ingin melawan kita sampai mati?"
Para penatua segera menjawab.
"Itu benar, mereka mencari kematian!"
"Aku menyarankan agar kita segera membunuh Li Qingzi untuk mengintimidasi mereka!"
"Mulut Li Qingzi ini terlalu busuk. Aku juga merasa lebih baik kalau kita membunuhnya. Sekte Pedang Api hanya ingin menyelamatkannya."
"Hanya ada dua Kultivator Formasi Jiwa di Sekte Pedang Api dan hanya ada dua juga di Sekte Gunung Perak. Salah satu dari mereka tidak berani datang. Dengan kekuatan yang hanya segitu, bahkan jika mereka bertarung selama seratus tahun, mereka tidak akan pernah bisa mengalahkan kita!"
"Tepat!"
Mendengar kata-kata para penatua didepannya, alis Huang Zuntian tidak mengendur sedikitpun. Dia kemudian bertanya dengan ragu-ragu, "Jika mereka begitu berani, mungkinkah ada kekuatan misterius yang mendukung mereka?"
Ketika mendengar ini, seorang penatua jangkung tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata, "Master Sekte! Kamu terlalu banyak berpikir! Sekte kami adalah yang terkuat di Dunia kultivasi Xia yang Agung! Jangan terlalu takut, tidak bisakah kamu memiliki sedikit saja kepercayaan diri master sekte?"
Sejak pertempuran besar seribu tahun yang lalu, Huang Zuntian telah berubah total. Dia selalu saja memikirkan kemungkinan yang terburuk dan tidak pernah mau mengambil langkah apapun.
Karena perubahan kepribadiannya, Sekte Banteng Merah tetap tersembunyi selama seribu tahun.
Sekarang sekte mereka telah menjadi lebih kuat, para penatua segera memaksa Huang Zuntian untuk memberikan perintah kepada setiap anggota sekte untuk menyatukan Dunia kultivasi Xia yang Agung.
Namun, Huang Zuntian terlalu berhati-hati. Bahkan, bisa dikatakan kalau dia itu seorang pengecut yang menyebabkan rencana penyatuan mereka menjadi tertunda.
Jika bukan karena perintah Huang Zuntian, murid-murid yang ditangkap itu pasti sudah mati sekarang.
"Aku menyarankan agar kita mengirim dua penatua untuk menyerang Sekte Pedang Api dan Sekte Gunung Perak. Saat ini sekte mereka pasti sedang kekurangan kekuatan tempur. Ini adalah kesempatan bagus." Seorang penatua menyarankan.
Kata-katanya segera disetujui oleh para penatua lainnya.
Ini memang kesempatan yang bagus!
Huang Zuntian mengerutkan kening dan tidak mengatakan apa-apa.
Akhirnya, para penatua lalu memandang kearahnya, menunggunya untuk membuat keputusan.
Huang Zuntian bertanya dengan ragu, "Haruskah kita bertarung?"
"Kita harus bertarung!"
"Baiklah, kalau begitu aku akan melakukannya sendiri. Aku akan pergi ke Sekte Pedang Api dan Sekte Gunung Perak sendiri. Apakah kalian menyutujuinya?"
"Kami setuju! Master Sekte itu adalah rencana yang sangat bijaksana! Biar kami yang menghadapi para keroco itu!"
"Hahaha-"
__ADS_1
…
Beberapa bulan kemudian.
Jin Dan telah menguasai tingkat kelima dari Teknik Enam Jalan Reinkarnasi dan memahami Kekuatan Mistik baru.
Lebih tepatnya, itu adalah versi lanjutan dari Penyerapan Jiwa Enam Jalan.
Versi lanjutan dari Penyerapan Jiwa Enam Jalan ini memungkinkannya untuk bisa menyerap jiwa dan menyimpannya di kedalaman roh primodialnya. Langkah ini juga bisa melindungi jiwa dan juga membatasinya.
Selain itu, dia juga bisa meninggalkan Lambang Enam Jalan di jiwa tersebut.
Lambang Enam Jalan akan ada selamanya dan tidak akan pernah musnah. Tidak peduli berapa kali pihak lain bereinkarnasi, lambang itu akan tetap ada. Hal itu membuatnya bisa melintasi siklus reinkarnasi untuk menemukan pihak lain.
Itu bagus, karena jika dia bertemu seseorang yang dia sayangi di masa depan dan umur orang tersebut sudah habis, dia bisa meninggalkan Lambang Enam Jalan dan bertemu mereka di kehidupan selanjutnya.
....
Saat ini Jin Dan sudah tidak lagi peduli dengan Sekte Banteng Merah. Dia sekarang mulai khawatir tentang Sekte Penjinakan Iblis.
Dia tidak pernah melupakan Hin Dun, karena wajah orang ini masih terpampang di dalam hubungan antarpribadinya. Dia masih saja jelek seperti dulu, kebenciannya kepada Jin Dan masih begitu besar sehingga dia tidak akan bisa tenang sampai Jin Dan mati.
....
Peri Qin Rou jarang mengundangnya untuk bertamu, jadi Jin Dan secara alami harus memberikan wajahnya.
Dia segera keluar dari guanya dan melesat terbang menuju Puncak Gunung Sunyi.
Ketika dia tiba di depan Aula Gunung Sunyi, terlihat sebagian besar murid juga sedang berkumpul di depan aula. Murid tertua Xuan Ling, telah menyelesaikan masa magangnya dan menjadi murid inti. Murid tertua saat ini adalah senior ketujuhnya saat itu yaitu Meng He.
Ketika Meng He melihat Jin Dan lagi dia merasa sedikit malu, tapi dia masih memustuskan untuk membungkuk hormat.
Di bawah komandonya, murid-murid lain segera mengikutinya.
Para murid itu merasa bingung tetapi dengan cepat membuat sebuah tebakan. Mereka pernah mendengar desas-desus kalau Penatua Pembunuh Dewa yang misterius itu sebenarnya berasal dari Puncak Gunung Sunyi mereka. Dia sangat tampan dan tak tertandingi.
Mungkinkah orang ini?
Su Qianqian berdiri disampingnya dengan wajah bangga. Dia bahkan ingin memegang lengan Jin Dan, tapi Jin Dan dengan cepat menghindarinya.
Segera, Peri Qin Rou tiba dan semua murid segera masuk dan duduk didalam aula.
Jin Dan masih memilih untuk duduk di belakang seperti dulu.
__ADS_1
"Penatua Jin, duduklah di sampingku," Melihat Jin Dan yang duduk dibelakang,Peri Qin Rou segera berkata, dia lalu melambaikan tangan kanannya dan sebuah bantal meditasi segera muncul di sampingnya.
Jin Dan ragu-ragu sejenak sebelum berjalan mendekat, dia lalu di samping Peri Qin Rou dengan perasaan bingung.
'Apa yang master coba lakukan?Apakah dia akan memberikan posisinya kepadaku? Tidak mungkin! Terlalu merepotkan untuk mengelola Puncak Gunung Sunyi!' Jin Dan berpikir dengan cemas.
"Master Sekte telah mengirim pesan kembali, dia mengatakan kalau mereka sudah bertemu dengan Sekte Pedang Api dan saat ini sedang menyerang Sekte Banteng Merah. Para murid yang dipenjara juga telah diselamatkan, tetapi dia khawatir kalau Sekte Banteng Merah akan menyerang kita, karena mereka hanya bertemu dengan lima ahli Formasi Jiwa, padahal Sekte Banteng Merah memiliki 10 ahli Formasi Jiwa, lima lainnya pasti memiliki rencana lain. Untuk saat ini, aku harap semua orang bisa meninggalkan pengasingan dan berpatroli di bagian dalam dan luar sekte. " Peri Qin Rou berbicara dengan ekspresi serius.
"Di antara para murid dari delapan belas puncak, Puncak Gunung Sunyi kamilah yang punya kontribusi paling sedikit, jadi saat inilah kita untuk berkonstribusi terhadap sekte ini. Apakah kalian mengerti?!"
Semangat semua murid langsung tersulut! Setelah berkultivasi selama bertahun-tahun, sudah waktunya untuk menghunus pedang mereka!
Jin Dan mengangguk sedikit, tapi dia tidak bersemangat seperti para murid.
Peri Qin Rou lalu meliriknya dan bertanya, "Penatua Jin, apakah kamu memiliki kepercayaan diri dalam berurusan dengan Kultivator Formasi Jiwa dari Sekte Banteng Merah?"
Ketika mendengar suara Peri Qin Rou kembali, para murid segera menjadi tenang dan menatap Jin Dan dengan penuh harap.
Alam Formasi Jiwa terlalu jauh untuk para murid.
Jika mereka benar-benar dikirim untuk berurusan dengan Kultivator Alam Formasi Jiwa, bukankah itu hanya bunuh diri?
Bahkan master mereka, Peri Qin Rou tidak bisa melakukannya!
Jin Dan lalu melihat kearah para murid yang terlihat penuh harap dan akhirnya mengerti mengapa Peri Qin Rou mengundangnya untuk datang.
'Jadi itu untuk menenangkan mereka ya. Haish....aku hanya ingin berkultivasi dengan tenang, tetapi sekte ini terus saja diserang.'
Setelah memikirkannya sejenak, Jin Dan segera berkata dengan tenang. "Hmmm...Aku dulu memiliki pengalaman dalam berurusan dengan Kultivator Formasi Jiwa."
Dia berbicara dengan nada sangat rendah hati, tetapi di telinga para murid itu terdengar sangat mendominasi!
Penatua didepan mereka ini telah membunuh seorang Kultivator Formasi Jiwa sebelumnya!
Bahkan dikatakan kalau itu adalah pembunuhan instan!
Para murid segera bersorak untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada Jin Dan.
"Baiklah, kalian bisa pergi dan bersiap. Masalah ini akan diatur oleh Kakak Senior Tertua kalian, dan juga mengenai identitas Penatua Pembunuh Dewa, kalian tidak boleh menyebarkannya. Hanya Puncak Gunung Sunyi yang boleh tahu tentang ini ..." Peri Qin Rou memberi instruksi kepada para murid.
Para murid segera mengiyakan sebelum membungkuk dan pergi.
Tidak lama kemudian, hanya Jin Dan dan Peri Qin Rou yang tersisa di Aula Gunung Sunyi
Peri Qin Rou memiringkan kepalanya dan menatapnya. Dia bertanya dengan lembut, "Kamu sekarang di tingkat berapa Jin Dan?"
Jin Dan tertegun sejenak sebelum bertanya dengan rasa ingin tahu, "Tingkat berapa?"
"Tingkat kultivasi."
"Oh, Tingkat 1."
"Kenapa kamu masih di Tingkat 1?" Peri Qin Rou mengerutkan keningnya. 'Setelah berada di pengasingan selama bertahun-tahun, bahkan dengan bakat Jin Dan yang tidak normal, Tidak mungkin kan dia masih di tingkat 1?'
Melihat Peri Qin Rou yang bingung, Jin Dan segera terbatuk dan berkata, "Tingkat 1 Alam Formasi Jiwa, master."
__ADS_1
Apakah Di Siman tidak memberitahu master kalau aku akan menerobos?
"........" Peri Qin Rou langsung tidak bisa menahan rasa tercengangnya ketika mendengar ini.