
Burung Vermilion?
Jin Dan dengan cepat menenangkan dirinya kembali, dia lalu dengan hati-hati segera membuka hubungan antarpribadinya.
[Burung Vermilion: Alam Abadi Bumi Persatuan Agung Tingkat Menengah, Binatang Ilahi bawaan. Dia memiliki takdir yang kuat dan dipenuhi dengan kebencian terhadapmu karena telah membunuh putranya. Ketika nanti kamu naik kedunia atas, dia pasti akan segera membalas dendam kepadamu. Poin Kebencian Saat Ini: 5 bintang]
Alam Abadi Bumi Persatuan Agung!
Jin Dan tidak bisa menahan rasa terkejutnya setelah melihat ini. 'Burung ini ternyata sangat kuat?'
Dia bahkan tidak tahu seberapa jauh perbedaan kekuatan antara Alam Mahayana dan Alam Abadi Bumi Persatuan Agung. Bagaimanapun juga, mereka bukanlah eksistensi yang bisa dilawan olehnya saat ini.
Tapi mengapa Burung Vermilion ini hanya membalas dendam setelah aku naik? Kenapa tidak sekarang saja?
Mungkinkah...dia tidak bisa turun ke dunia fana ya? Ya, itu sangat mungkin menjadi alasannya!
Dia pasti terikat oleh aturan yang ada di dunia abadi...
Tampaknya jika aku ingin naik di masa depan, aku setidaknya harus lebih kuat dari Burung Vermilion ini. Jika tidak, aku pasti akan berada dalam bahaya besar.
Jin Dan berpikir sambil diam-diam mengeluarkan Kitab Kemalangan.
Dia bertanya-tanya apakah kitab ini bisa mengutuk binatang ilahi seperti Burung Vermilion.
Jin Dan lalu mengutuknya untuk sementara waktu dan tidak mengalami reaksi balik apa pun. Tampaknya kutukannya berhasil.
Saat ini, Jin Dan langsung memutuskan bahwa di masa depan, disela-sela kultivasinya, dia pasti akan mengutuk Monster Tua yang Tercerahkan dan Burung Vermilion!
...
Keesokan paginya, Chou Loude kembali ke Pohon Fusang dalam keadaan linglung.
Tadi malam, dia mabuk berat di penginapan. Kemabukan ini lalu menyebabkan Chou Loude jatuh sepenuhnya ke dalam kesengsaraan cintanya.
Setelah merasakan auranya, Jin Dan segera keluar dari gua tempat tinggalnya dan berhenti tepat di depannya.
Chou Loude yang sedang kesurupan sama sekali tidak menyadari kedatangannya.
Jin Dan mengerutkan keningnya ketika melihat ini, dia tidak bisa untuk tidak kembali mengingat latar belakang yang dimiliki oleh Chou Loude.
Dia adalah Ginseng Spiritual Kuno yang bereinkarnasi. Dalam kehidupan sebelumnya, dia dipelihara oleh umat Buddha. Karena nasibnya dengan seorang iblis wanita, ia jatuh ke dalam perangkap cinta. Para Buddha sangat marah dan melemparkannya ke dunia fana untuk mengalami kesengsaraan cinta.
__ADS_1
Hanya dengan benar-benar melupakan dirinya sendiri dan memutuskan emosinya, dia akan dapat lepas dari rasa sakitnya reinkarnasi. Ini adalah reinkarnasinya yang ketiga puluh sembilan. Chou Loude dilahirkan di dalam keluarga kultivasi dan sangat berbakat. Namun, dia jelek dan tidak disukai oleh Qian'er. Setelah ditolak berkali-kali, dia patah hati dan akhirnya menjadi biksu.
Jin Dan menghela nafas panjang setelah beberapa saat.
Dia lalu menepuk-nepuk bahu Chou Loude dan memanggil namanya, "Muridku Chou Loude."
Chou Loude tertegun sejenak. Ketika dia melihat Jin Dan berdiri tepat didepannya, dia perlahan bangkit dan segera berlutut di depannya. Saat ini emosinya tiba-tiba meledak dan dia menangis, "Master! Saya merasa sangat pahit ...huhuhu..."
Untuk beberapa alasan, ketika dia melihat muridnya ini, Jin Dan tiba-tiba saja memikirkan Zhu Bajie yang di film perjalanan ke barat.
Keduanya memiliki sifat yang sama, sama-sama tulus dan setia.
Mereka berdua juga sama-sama jelek.
Jin Dan menghela nafas dan berkata, "Murid, hubungan antara pria dan wanita itu memang pahit. Inilah alasan mengapa selama ini aku selalu berada dalam pengasingan."
"Tapi kenapa... kenapa begitu banyak wanita cantik datang kepadamu atas kemauan mereka sendiri master? saya hanya menyukai satu wanita, tapi dia..." Chou Loude menangis dengan getir.
Jin Dan berkata dengan tenang, "Itu hanya karena aku kuat murid. Di dunia ini, yang kuat dihormati. Jika kamu sangat kuat, bagaimana mungkin wanita itu bisa menolakmu? Saat ini kultivasimu masih rata-rata dan wajahmu juga tidak terlihat baik. Apa yang dia inginkan darimu? Ketulusanmu?
"Ingat perkataanku yang satu ini murid, ketulusan itu adalah hal yang paling tidak berharga di dunia ini!
"Rajin-rajinlah mengolah Teknik Pedang Terbang Tanpa Hati yang aku ajarkan padamu. Teknik ini bisa membantumu menjadi kultivator nomor satu di dunia ini!"
Chou Loude langsung mendongakakkan kepalanya setelah mendengar ini. Wajahnya yang tertutup ingus dan air mata membuatnya terlihat lebih jelek. Jin Dan bahkan hampir memalingkan kepalanya dengan jijik.
Namun, semua ini adalah kesalahan para Buddha. Mereka sengaja membuat Chou Loude terlihat sangat jelek.
Mata Chou Loude melebar. "Betulkah?"
"Tentu saja, untuk apa pula aku berbohong padamu?"
Jika orang lain mengatakan ini, Chou Loude pasti tidak akan mempercayai mereka. Tapi karena yang mengatakan itu adalah Jin Dan, dia percaya padanya.
Saat ini, Jin Dan memang eksistensi terkuat yang dia tahu.
Memikirkan sikap Xu Yifei terhadap Jin Dan, semangatnya langsung tersulut.
Pedang Terbang Tanpa Hati! Aku pasti akan mengolahmu sampai akhir!
…
__ADS_1
Tiga tahun kemudian.
Masalah Binatang Ilahi Zhu Dou yang menyerang Sekte Gunung Perak telah diselesaikan sepenuhnya, saat ini sangat sedikit orang di sekte yang masih membicarakannya,
Meski di sekte ini orang sudah sangat jarang membicarakannya, tetapi di luar sekte hal itu masih menjadi pembicaraan hangat para kultivator.
Ketika Zhu Dou menyapu Xia yang Agung, dampak yang ditimbulkannya sangat besar, banyak orang yang melihatnya.
Ketika mata-mata dari berbagai sekte yang ada di Sekte Gunung Perak melihat bahwa Zhu Dou telah dibunuh secara instan oleh Penatua Pembunuh Dewa, mereka sangat ketakutan sehingga mereka tidak lagi berani memiliki niat buruk.
Mereka hanya bisa mencoba berteman dengan Sekte Gunung Perak dan berusaha untuk tidak menimbulkan dendam.
...
Pada hari ini, Di Siman datang berkunjung.
Setelah memasuki gua, dia segera berjalan kearah Jin Dan dan hendak berbicara, namun sebelum dia sempat berbicara, Jin Dan sudah duluan berkata, "Master sekte, jangan mencariku untuk peluang keberuntungan. Aku tidak akan pergi!"
Di Siman langsung terbatuk, "Uhukhm, Penatua Jin aku tidak membawa kabar baik."
Jin Dan langsung mengerutkan keningnya setelah mendengar ini dan segera membuka matanya.
Di Siman menghela nafas dan berkata, "Sekte Api Darah dari Wei yang Agung dan Sekte Tanpa Bentuk dari Negara Guyuan telah memulai perang. Kedua sekte ini adalah entitas besar, dengan Xia yang Agung dan Negara Bagian Barat di tengah-tengahnya. Begitu perang dimulai, dua negara ini kemungkinan besar akan jatuh dalam kehancuran Penatua Jin."
"Dikatakan bahwa jenius teratas dari Sekte Tanpa Bentuk, Dong Wangxian, telah membunuh putra dari master sekte Sekte Api Darah."
"Sekte Api Darah saat ini sedang semangat-semangatnya, jadi bagaimana mereka bisa mentolerirnya? Mereka segera saja mulai bertarung. Saat ini Penatua tamu yang ada di Alam Penguatan Tubuh itu telah memimpin Sekte Api Darah untuk pergi menyerang Sekte Tanpa Bentuk."
Setelah mendengar ini, Jin Dan langsung merasa rileks dan segera melambai-lambaikan tangannya santai. "Kamu tidak usah khawatir master sekte, barkan saja mereka bertarung satu sama lain. Selama mereka tidak mengancam Sekte Gunung Perak, itu akan baik-baik saja. Tapi jika mereka ingin menghancurkan kita, kamu dapat yakin dengan kekuatanku ini master sekte."
Di Siman langsung merasa lega setelah mendengar ini.
"Oh ya Penatua Jin, seorang lelaki tua buta muncul di reruntuhan sekte kuno yang kami temukan sebelumnya. Kekuatannya tidak terduga. Kami sudah mencoba untuk membuatnya bergabung dengan sekte ini, tetapi dia tidak pernah setuju."
"Dia saat ini tinggal di kota sekte dalam. Penatua Jin, b-bisakah kamu membantu kami untuk meyakinkannya?" Di Siman berkata dengan malu.
Setelah mendengar ini, Jin Dan segera memeriksa orang terkuat yang ada di sekte selain dirinya.
[Xiao Yan: Alam Kekosongan Tingkat 9. Keajaiban nomor satu dari Manor Surga Abadi lima ribu tahun yang lalu. Dia satu-satunya yang selamat dari pemusnahan Sekte Cakrawala Spiritual Kuno. Kedua matanya dibutakan oleh hukuman surgawi.]
__ADS_1