
~Bagian utara Xia yang Agung~
Di sebuah gua, terlihat Zhuo Fan yang sedang berlutut di tanah dan menggigil.
"Ahhhh! Aku sudah tidak tahan! Kenapa ini terus saja terjadi sih!?" Tuan Iblis Ah Su menjambak rambutnya dan meraung. Kekuatan misterius terkutuk itu kembali mengganggu kultivasinya lagi.
Dia sudah bersumpah ke surga, jadi mengapa dia masih menderita seperti ini?
Zhuo Fan juga sangat penasaran siapa yang telah disakiti oleh Tuan Iblis Ah Su sampai-sampai dia terus mengutuknya tanpa henti.
Tuan Iblis Ah Su lalu menatap Zhuo Fan dan berkata dengan suara rendah, "Katakan padaku! Menurutmu apa yang harus aku lakukan?"
Zhuo Fan memutar matanya dan berkata, "Ayah, mungkinkah ... Yang Abadi itu tidak mempercayai kata-katamu? Jika kamu secara pribadi mengunjungi sekte manusia dan berteman dengan mereka, Yang Abadi itu mungkin saja akan mengubah pendapatnya tentangmu yah."
Setelah mendengar ini, mata Tuan Iblis Ah Su langsung berbinar. Ini sepertinya masuk akal.
"Tapi ada begitu banyak sekte di Xia yang Agung. Haruskah aku mengunjungi mereka satu per satu dan tersenyum kepada mereka?"
"Tentu saja tidak. Kamu hanya perlu mengunjungi sekte terkuat!"
"Sekte mana yang terkuat di Xia yang Agung saat ini anakku?"
"Sekte Gunung Perak yah. Aku adalah murid dari sekte ini sebelumnya. Aku bisa jadi juru bicara untukmu dan menyelamatkanmu dari beberapa kesalahpahaman nantinya yah."
"Baiklah! Ayo pergi ke Sekte Gunung Perak besok. Tidak, hari ini saja! Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi!"
…
Kurang dari setengah tahun setelah Jin Dan mengetahui bahwa Hin Dun telah meninggal, Tuan Iblis Ah Su bergegas datang ke Sekte Gunung Perak untuk membuat hubungan baik.
Sesampainya disini, Zhuo Fan meminta Ah Su untuk menunggu sebentar di kaki gunung, karena dia akan mengunjungi masternya terlebih dahulu.
Jin Dan adalah Penatua Pembunuh Dewa dari Sekte Gunung Perak. Sangat mudah baginya untuk berkonflik dengan Tuan Iblis Ah Su jika mereka bertemu tanpa alasan apapun nantinya.
Zhuo Fan mengenal masternya dengan sangat baik. Meskipun dia tetap rendah hati dan mengaku takut mati, jika Sekte Gunung Perak benar-benar mengalami masalah, dia pasti tidak akan membiarkannya pergi.
Namun, Ah Su juga bukanlah orang yang lemah. Zhuo Fan tidak ingin mereka berdua bertarung.
~Di dalam Gua Bawaan~
Ketika Jin Dan mengetahui bahwa Raja Iblis Dian Su ada di sini, reaksi pertamanya adalah segera memasuki percobaan simulasi dan bertarung melawannya.
Tuan Iblis Ah Su ini ternyata sangat kuat!
Jin Dan bahkan membutuhkan sepuluh detik untuk membunuhnya di pertarungan pertama.
Tidak mungkin!
Sebagai seorang kultivator di Tingkat 8 Alam Kekosongan, dia sebenarnya membutuhkan waktu sepuluh detik untuk membunuh seorang iblis yang hanya berada di Tingkat 4 Alam Penguatan Tubuh?
Jin Dan mengabaikan Zhuo Fan dan melanjutkan simulasi.
__ADS_1
Kali ini, dia langsung mengaktifkan kartu as keduanya. Pedang Penghakiman Purba disertai dengan Niat Pedang Reinkarnasi dan energi spiritual Enam Jalan digunakan untuk mengeksekusi Pedang Dewa Hantu Hukuman Surgawi, dengan kombo yang menakutkan ini dia akhirnya berhasil membunuh Ah Su dalam satu serangan.
Jin Dan merasa lega sekarang. 'Meskipun ini tampak sedikit tidak low profil, itu tidak apa-apa selama aku bisa membunuhnya secara instan.'
Dia kemudian membuka matanya, menatap Zhuo Fan dan bertanya dengan santai, "Mengapa Tuan Iblis Ah Su ada di sini?"
Zhuo Fan mulai menceritakan apa yang terjadi pada Ah Su selama ini kepadanya.
Jin Dan hampir tertawa terbahak-bahak setelah mendengarnya.
Tuan Iblis Ah Su ini sebenarnya curiga kalau dia bisa menjadi seperti ini karena perbuatan yang abadi, tapi tak apalah, Ini juga bagus. Memiliki sekutu lebih baik daripada memiliki musuh.
"Ya, bawalah Tuan Iblis Ah Su ini untuk pergi menemui Master Sekte. Aku akan mengirimkan transmisi suara kepadanya sekarang," kata Jin Dan dengan tenang.
Zhuo Fan sangat gembira setelah mendengar ini. Dia dengan cepat membungkuk dan pergi.
Jin Dan lalu mengirim transmisi suara ke Di Siman.
Meski dia telah mendengar penjelasan Jin Dan, Di Siman tetap saja tidak bisa menahan rasa gugupnya, itu karena legenda tentang Tuan Iblis Ah Su ini sudah sangat terkenal sejak lama! Bagaimana dia tidak gugup, ketika seorang tokoh yang hanya pernah dia baca dalam legenda tiba-tiba saja datang mengunjunginya.
Berita tentang kunjungan Tuan Iblis Ah Su dengan cepat menyebar ke seluruh sekte.
Para murid sangat gugup, mereka tidak tahu kalau Tuan Iblis Ah Su sebenarnya datang ke Sekte Gunung Perak denga iktikad baik dan berpikir kalau perang akan segera pecah.
Jin Dan tidak kembali berkultivasi dan memutuskan untuk terus memperhatikan situasi di puncak utama.
Untungnya, Tuan Iblis Ah Su tidak melakukan apapun, dia berbicara dengan Di Siman dengan sangat tenang. Keduanya hanya mengobrol santai dan tidak membahas kondisi apa pun.
Tuan Iblis Ah Su hanya datang untuk mengungkapkan niat baiknya. Ia berharap kalau kedua kekuatan tersebut dapat menjalin hubungan persahabatan dan tidak menjadi musuh di kemudian hari.
Setelah mengobrol selama empat jam, Tuan Iblis Ah Su akhirnya pergi bersama dengan Zhuo Fan.
Sebelum pergi, Zhuo Fan terlebih dahulu pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Jin Dan.
Setelah dia pergi, Jin Dan masih sedikit tidak senang.
Tapi ini juga merupaka hal yang bagus, muridnya ini sekarang sudah memiliki seseorang yang dapat diandalkannya dan tidak perlu lagi untuk merepotkannya di masa depan.
Jin Dan memutuskan untuk tidak mengutuk Tuan Iblis Ah Su lagi kecuali dia membuat masalah.
"Haish...Tuan Iblis Ah Su telah menyerah. Hin Dun sudah mati. Sekarang aku tidak lagi memiliki target untuk dikutuk." Jin Dan menghela nafas dan merasa sedikit menyesal.
Lupakan, Kultivasi adalah satu-satunya pendamping di jalan panjang kehidupan, mengutuk orang itu hanya sekedar hobi.
Tujuanku sekarang adalah untuk menerobos ke Tingkat 9 Alam Kekosongan sesegera mungkin!
…
Tujuh tahun kemudian.
Jin Dan akhirnya berhasil menerobos ke Tingkat 9 Alam Kekosongan.
__ADS_1
Setelah mencapai tingkat 9, dia hanya perlu mengumpulkan energi spiritual Enam Jalannya secara terus menerus untuk mencapai kesempurnaan Alam Kekosongan. Itu hanya akan memakan waktu paling lama 5 tahun saja.
Karena Jin Dan sedang senggang, dia memutuskan untuk membuka hubungan antarpribadinya dan memeriksa pesan-pesannya.
[Teman baikmu An Jing diserang oleh seorang kultivator ortodoks.] x8932
[Teman baikmu An Jing telah tewas.]
[Teman baikmu Peri Qin Rou mendapatkan pertemuan kebetulan. Dia memperoleh pencerahan dari Dao Besar dan tingkat kultivasinya meningkat.]
[Teman baikmu An Jing telah merekonstruksi tubuhnya melalui bantuan seorang sosok perkasa. Dia telah berhasil dihidupkan kembali dan kultivasinya telah meningkat pesat.]
[Hewan peliharaanmu Tengu diserang oleh binatang buas] x7843
[Hewan peliharaanmu Tengu terluka parah. Untungnya, dia memiliki keberuntungan dan berhasil bertahan.]
[Teman baikmu Huang Zuntian telah menghabiskan harta karun alam. Potensi kultivasinya telah meningkat.]
…
Hah? An Jing ini meninggal dan kemudian dihidupkan kembali?
Betapa konyolnya!
Jin Dan merasa jika dia tidak datang ke dunia ini, An Jing inilah yang pasti akan menjadi protagonisnya dunia ini.
Dia bertanya-tanya apa yang akan terjadi kepada An Jing jika dia bertemu dengan Su Qi nantinya.
Perlu disebutkan bahwa dia tidak lagi melihat pesan apa pun yang berhubungan dengan Su Qi dalam tujuh tahun ini. Jin Dan menduga bahwa anak ini pasti tengah berkultivasi dalam pengasingan untuk meningkatkan kultivasinya.
Ketika Su Qi berada di pengasingan. Disaat itulah dunia akan damai!
Selain itu, Jin Dan juga memperhatikan kalau anjing gemuknya ini terlalu tidak terkendali sekarang. Dia tiba-tiba saja merasa tidak berani lagi menjadi tuan dari anjing ini. Berapa banyak musuh yang telah dibuatnya sampai saat ini?
Huang Zuntian sepertinya memiliki keberuntungan yang baik. Harta karun yang dapat meningkatkan potensi kultivasi seseorang pastilah harta karun legendaris.
Tapi itu masuk akal, dengan Sekte Sembilan Naga di tangannya, tentu saja tidak sulit bagi Huang Zuntian untuk mengumpulkan berbagai sumber daya.
Dunia kultivasi sama menariknya seperti biasanya. An Jing dan Tengu mungkin sudah membuat tanda dan menimbulkan masalah di seluruh dunia.
Hanya dengan membaca pesan-pesan yang masuk ini saja, Jin Dan merasa kalau dirinya telah membaca banyak novel dan mendapat banyak manfaat.
Logikanya masih sama. Jika dia tidak mencari kematian, dia tidak akan mati.
Disaat Jin Dan masih asyik-asyiknya membaca pesan-pesannya, sebuah pemberitahuan tiba-tiba muncul didepannya.
[Monster Tua yang Tercerahkan memiliki kebencian terhadapmu. Poin Kebencian Saat Ini: 4 bintang]
Jin Dan bingung.
Siapa Monster Tua yang Tercerahkan ini, kenapa dia tiba-tiba membenciku?
__ADS_1
Tapi tak apalah, tadinya aku masih bingung mau diapakanlah Kitab Kemalangan ini, tapi dengan kau yang tiba-tiba muncul dan membenciku, Kitab Kemalangan tidak akan menganggur lagi, Hahaha!