Abadi

Abadi
Burung Vermilion


__ADS_3

"Apa itu?" Qian'er berteriak dengan ngeri, ini adalah pertama kalinya dia melihat pemandangan yang begitu menakutkan seperti ini.


Bukan hanya dia, bahkan delapan belas puncak sekte dalam dan sekte luar juga memperhatikan pemandangan yang mengerikan ini.


"Apa itu?"


"Matahari?"


"Ya Tuhan, apa ras iblis menyerang?"


"Sungguh panas yang menakutkan. Ketika makhluk itu datang, bukankah sekte ini akan langsung dihancurkan?"


"Sudah berakhir. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Disaat para murid berdiskusi dengan ngeri, para penatua masih bisa menjaga ketenangan mereka dan segera mengaktifkan formasi pelindung sekte.


Di Siman yang baru saja keluar dari Gunung RBMGA melihat Zhu Dou yang melesat dengan cepat kearah Sekte Gunung Perak, langsung melebarkan matanya tak percaya.


Pada saat yang sama, dua baris pemberitahuan tiba-tiba muncul di depan Jin Dan.


[Binatang Ilahi Zhu Dou sedang menyerang. Dia ingin menempati Pohon Fusang.]


[Zhu Dou: Alam Penguatan Tubuh tingkat 5, Binatang Ilahi pembawa bencana, putra burung vermilion. Dengan api mataharinya, dia mampu menghancurkan dunia.]


Jin Dan tidak bisa menahan rasa terkejutnya setelah melihat ini. 'Zhu Dou? Binatang Ilahi pembawa bencana?'


Jin Dan buru-buru keluar dari gua tempat tinggalnya dan melihat kearah langit, saat ini langit sudah diwarnai oleh warna merah membara seolah-olah sang senja telah memilih untuk turun kedunia.


Ketika Jin Dan merasakan panas yang mengerikan ini, dia langsung memutuskan bahwa formasi pelindung Sekte Gunung Perak mungkin tidak akan dapat menahannya walau hanya sedikitpun.


Begitu Zhu Dou ini mendarat di Gunung RBMGA, semua yang ada di gunung itu akan langsung berubah menjadi abu. Tidak hanya itu, seluruh Sekte Gunung Perak juga akan hancur dilalap api yang begitu panas.


"Tuan! Ayo kita lari!" Ayam Hitam terbang ke sisi Jin Dan dan berteriak gugup.


Jin Dan mengerutkan keningnya dan tidak menjawab, dia segera mengirim transmisi suara ke Zhu Dou untuk menyuruhnya berhenti.


Namun, Zhu Dou benar-benar mengabaikannya dan malah mempercepat lajunya menuju Sekte Gunung Perak.


Panas yang mengerikan langsung membakar hutan di sekeliling sekte, dan panas tersebut segera menjalar kearah Sekte Gunung Perak dengan kecepatan yang luar biasa.


Pada saat ini, semua murid sekte ketakutan. Di Siman tanpa sadar terbang menuju Gunung RBMGA, ingin mencari bantuan Jin Dan.


Namun, sebelum dia sempat memasuki gunung, sebuah siluet sinar pedang melesat terbang keluar dari gunung dan langsung merobek langit.


Sinar pedang itu terlihat sangat mencolok di langit yang berapi-api, seperti bintang jatuh di malam hari. Banyak murid yang ketakutan menyaksikan adegan ini dengan tatapan takjub.


Sinar pedang itu adalah Jin Dan yang sedang melesat terbang menuju Zhu Dou dengan kecepatan penuh.


Jin Dan segera mengeluarkan Pedang Penghakiman Purba dan mengaktifkan semua Harta Karun Numinous yang ada di tubuhnya.


Jubah Ilahi Mystic Cicada Emas, diaktifkan!


Sepatu Sembilan Bintang, diaktifkan!


Mahkota Raja Berilau, diaktifkan!


Pengikat Jiwa Kaisar Bumi, diaktifkan!

__ADS_1


Rantai Abadi Pelindung Jantung, diaktifkan!


Bel Penghancur Kejahatan, diaktifkan!


Dalam sekejap, Jin Dan tidak lagi merasakan panasnya api Zhu Dou.


Ketika Zhu Dou melihat Jin Dan yang dengan cepat terbang kearahnya, dia langsung membuka mulutnya yang besar seolah ingin menelan Jin Dan secara utuh.


[Binatang Ilahi Zhu Dou telah mengembangkan kebencian terhadapmu. Poin Kebencian Saat Ini: 5 bintang]


Brengsek! Kita bahkan baru saja bertemu, tapu kau sudah sangat membenciku ya dasar binatang!


Mati saja lah kau!


Niat membunuh terlihat keluar dari mata Jin Dan saat ini.


Niat Pedang Reinkarnasi segera menyatu ke dalam bilah pedangnya. Segera setalah itu, energi spiritual Enam Jalan berubah menjadi sebuah Pedang Qi bewarna hitam dan muncul di langit seperti bulan sabit hitam.


Pedang Dewa Hantu Hukuman Surgawi!


Boom!


Pedang Qi itu langsung bertabrakan dengan Zhu Dou dan membuatnya tercampak sejauh beberapa kilometer jauhnya.


Meskipun Zhuo Duo hanya berada di tingkat 5 Alam Penguatan Tubuh, dia adalah seekor binatang ilahi yang kekuatan fisiknya jauh melebihi kekuatan spiritualnya.


Namun meski begitu, ketika dia menghadapi pedang Jin Dan yang sangat mendominasi, Zhu Dou masihlah terluka parah dibuatnya.


Ketika Jin Dan melihat bahwa Zhu Duo tidak mati dan masih hidup, dia segera mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke langit.


Segera setelah itu, Pedang Qi yang mengerikan melesat ke langit, membentuk sebuah pusaran besar yang dengan cepat mengeluarkan lebih dari sepuluh ribu bayangan pedang dari dalamnya.


Dalam waktu kurang dari satu detik, lebih dari sepuluh ribu bayangan pedang melesat ke arah Zhu Dou dari segala arah!


Pada saat ini juga, tiga buah pemberitahuan muncul didepan mata Jin Dan.


[Karena ini adalah pertama kalinya kamu membunuh Binatang Ilahi, Kamu telah memperoleh warisan Kekuatan Mistik Dao Pedang.]


[Selamat! kamu telah memperoleh Kekuatan Mistik— Jari Pedang Penusuk Dunia.]


[Jari Pedang Penusuk Dunia: Menggunakan jari untuk menembakkan Pedang Qi yang dapat embunuh musuh sepuluh ribu mil jauhnya. Kekuatan dan jangkauan Pedang Qi tergantung pada tingkat kultivasi pengguna.]


Melihat tiga baris kata didepannya ini, Jin Dan langsung menghela nafas lega dan menutup matanya sejenak.


Huuf...Zhu Dou ini akhirnya mati juga!


 


...


 


Jin Dan kembali membuka matanya dan melihat mayat Zhu Dou jatuh dari ketinggian. Api matahari di tubuhnya dengan cepat menyusut, memperlihatkan kulit yang penuh lubang.


Boom!


Tidak lama berselang, mayat Zhu Dou segera mencapai permukaan tanah dan menyebabkan tanah yang ada disekitarnya langsung berhamburan.

__ADS_1


Jin Dan memandangi mayat itu, tidak tahu harus berbuat apa.


Pada saat ini,dia tiba-tiba saja merasakan sebah aura yang akrab dengan cepat datang kearahnya.


Jin Dan berbalik dan melihat Ayam Hitam dengan cepat terbang kearahnya.


"Tuan, jangan hancurkan mayatnya! Serahkan saja padaku!" Ayam Hitam berteriak dengan penuh semangat.


Jin Dan langsung tercengang setelah mendengar permintaannya itu. 'Apa pula yang diinginkan ayam bodoh ini dengan mayat Zhu Duo?'


Ayam Hitam lalu mendarat di depan mayat Zhu Dou dan mulai mematuk-matuk mayatnya.


eh...ayam ini makan binatang ilahi?


Jin Dan menggeleng-gelengkan kepalanya heran dan tertawa sejenak sebelum dengan cepat terbang kembali ke gua tempat tinggalnya untuk segera mewarisi Jari Pedang Penusuk Dunia.


Melihat Jin Dan yang sudah kembali, Di Siman langsung bergegas kearahnya dan bertanya dengan gugup, "Penatua Jin, makhluk apa itu?"


Jin Dan menjawab, "Aku juga tidak yakin, tapi makhluk itu sudah mati sekarang. Ayamku sedang memakan mayatnya. Katakan pada para penatua untuk tidak mengganggunya."


Jin Dan memilih untuk tidak mengungkapkan kalau Zhu Duo itu adalah seekor binatang ilahi, karena jika berita ini menyebar, semua kultivator yang ada diseluruh penjuru dunia pasti akan segera berkerumun di sekte ini, Jin Dan tidak ingin hal-hal yang merepotkan seperti itu mengganggu hari-hari tenangnya nanti.


Di Siman segera mengangguk dan dengan cepat pergi untuk menenangkan para murid yang ketakutan.


Setelah masuk kedalam guanya, Jin Dan segera saja mulai mewarisi Jari Pedang Penusuk Dunia.


 


...


 


Di penginapan, Chuo Loude menyeka keringat di dahinya dan tersenyum. "Huuf...yang tadi itu pasti masterku, Qian'er sepertinya bencana ini telah diselesaikan. Terlepas dari bencana tadi, perasaanku kepadamu tidak akan pernah berubah Qian'er."


Qian'er tidak bisa menahan rasa terkejut ketika mendengar ini. "Apakah mastermu adalah Penatua Pembunuh Dewa dari Sekte Gunung Perak yang legendaris itu?"


Chuo Loude mengangguk.


"Kudengar dia sangat tampan?"


Senyum di wajah Chuo Loude seketika membeku setelah mendengar ini.


 


...


 


Beberapa jam kemudian, Jin Dan akhirnya selesai mewarisi Jari Pedang Penusuk Dunia.


Sekte Gunung Perak mendapatkan kembali ketenangannya. Setelah memakan Zhu Duo, Ayam Hitam kembali ke hutan yang ada dibagian belakang gunung, dia tampaknya sedang menyempurnakan daging dan darah Zhu Dou.


Jin Dan mengamati sekeliling sekte dengan indra ilahinya dan menghela nafas lega sambil tersenyum. 'Betapa berbahayanya! Untung saja bencana ini berakhir dengan cepat.'


Pada saat ini sebaris kata kembali muncul didepan matanya.


[Binatang Ilahi Burung Vermilion telah mengembangkan kebencian terhadapmu. Poin Kebencian Saat Ini: 5 bintang]

__ADS_1


Melihat sederet kata di depannya ini, senyum diwajah Jin Dan langsung membeku.


__ADS_2