Abadi

Abadi
Labu Abadi Bumi


__ADS_3

Jin Dan langsung memilih opsi kedua tanpa ragu-ragu.


Keluar sekarang? Mustahil!


Bahkan dengan mencapai Alam Mahayana pun mungkin tidak akan bisa menjamin keamanannya di dunia ini! Jika tidak mengapa An Jing bisa mati dikehidupannya yang sebelumnya?


[Kamu memilih untuk melanjutkan pengasinganmu dan terus berkultivasi . Jauhi dunia sekuler dan dapatkan harta karun alami.]


[Selamat! kamu telah mendapatkan Benih Labu Abadi Bumi.]


[Benih Labu Abadi Bumi: Benih ini akan mekar dalam seribu tahun dan menghasilkan buah dalam sepuluh ribu tahun. Buahnya bisa dimakan atau digunakan untuk memurnikan harta Dharma. Jika buahnya dipelihara dalam waktu yang lama, buah tersebut akan secara otomatis berubah menjadi harta Dharma dan melahirkan kehidupan.]


Mata Jin Dan berkedip beberapa kali setelah melihat informasi dari Labu Abadi Bumi ini, baginya 10.000 tahun itu bisa dibilang kurun waktu yang sangat lama, usianya saat ini bahkan belum mencapai 500 tahun.


Jin Dan memilih untuk mengabaikan benih ini sekarang dan memtuskan untuk terus mengkonsolidasikan kultivasinya sambil membuka panel atributnya.


[Nama: Jin Dan]


[Umur hidup: 356 / 27.900]


[Ras: Manusia (Tahap Transendensi Fana)]


[Kultivasi: Alam Penguatan Tubuh Tingkat 1]


[Teknik: Enam Jalan Reinkarnasi (Dapat diwariskan)]


[Sihir: Jari Pedang Ilahi Tak Tertandingi, Teknik Langkah Bayangan, Tiga Pedang Bayangan Murni, Segel Pengusir Iblis Sembilan Naga, Mantra Badai Petir, Teknik Dewa Angin, Teknik Pengungkap Kebenaran]


[Kekuatan Mistik: Penyerapan Jiwa Enam Jalan, Pedang Dewa Hantu Hukuman Surgawi, Tiruan Langit dan Bumi, Awan Jungkir Balik, Sepuluh Ribu Pedang (Dapat diwariskan), Mantra Tathagata, Segel Utama Enam Jalan.]


[Peralatan: Jubah Ilahi Mystic Cicada Emas (Harta Karun Numinous Kelas Tujuh), Ikat Pinggang Dunia, Pedang Qilin, Tali Pengikat Iblis, Bel Penghancur Kejahatan (Harta Karun Numinous Kelas Enam), Sepatu Sembilan Bintang (Harta Karun Numinous Kelas Lima) , Mahkota Raja Berkilau (Harta Karun Numinous Kelas Empat), Kitab Kemalangan (Harta Karun Numinous Kelas Tertinggi), Pengikat Jiwa Kaisar Bumi (Harta Karun Numinous Kelas Tiga), Rantai Abadi Pelindung Jantung (Harta Karun Numinous Kelas Tiga), Tikar Meditasi Tenang  (Harta Karun Numinous Kelas Enam tingkat Persatuan Agung)]


[Niat Pedang: Niat Pedang Reinkarnasi (Persatuan Agung)]


[Kekuatan Mistik yang Dibuat Sendiri: Tiga Pembersihan Dunia Murni (Abadi)]


[Harta Karun Dharma Kelahiran: Pedang Penghakiman Purba]


[Potensi Budidaya: Fisik Spiritual dari Enam Jalan. Potensi ini berisi potensi budidaya angin, api, air, tanah, kayu, dan guntur terbaik. Dapat meningkatkan kultivasi sampai batas tertentu.]


[Takdir bawaan adalah sebagai berikut: Ketuk untuk melihat.]


[Periksa hubungan antarpribadi.]


 



 


Aku sekarang memiliki rentang umur selama 27.900 tahun!


Luar biasa!


Seperti yang diharapkan dari Teknik Enam Jalan Reinkarnasi. Semakin tinggi ranah kultivasi seseorang, semakin cepat umur mereka akan meningkat!


Jin Dan merasa sangat senang sekarang. Baginya peningkatan umur terasa lebih baik daripada peningkatan kultivasi.


Pada saat yang sama, dia juga merasakan rasa aman yang lebih besar. Dengan kultivasi Alam Penguatan Tubuh-nya, belum lagi di Xia yang Agung, di dunia ini dia pasti sudah bisa dikatakan sebagai seorang ahli terkemuka.

__ADS_1


Tapi itu tidak cukup! Aku masih harus terus berkultivasi!


Adapun pergi keluar untuk bersenang-senang, untuk apa terburu-buru! Berapa lama rentang umurnya ketika dia mencapai Alam Mahayana nanti?


Pada saat itu, dia pasti akan punya banyak waktu untuk bersenang-senang. Kultivasi pahit yang dilakukannya hari ini akan menjadi fondasi baginya untuk menjadi bahagia di masa depan.


 


...


 


Beberapa hari kemudian.


Setelah kultivasi Jin Dan benar-benar stabil, dia segera berdiri dan pergi dengan cepat.


Dia memutuskan untuk tidak menyapa para penatua yang ada di kejauhan untuk menghindari masalah.


Para penatua ini sama sekali tidak keberatan dengan sikapnya itu. Sebaliknya, mereka menjadi lebih mengaguminya.


Seperti yang diharapkan dari Penatua Pembunuh Dewa, Hati Dao-nya benar-benar teguh. Jika orang seperti itu tidak menjadi abadi, siapa lagi yang layak menjadi abadi?


Setelah kembali ke pintu masuk guanya, Jin Dan melihat Xu Yifei yang sedang duduk dan mengobrol bersama Ayam Hitam didepan pintu gua.


Ayam gemuk itu sekarang sudah bisa mengembang dan menyusut sesuka hatinya setelah mengolah Tiruan Langit dan Bumi.


Saat ini ayam gemuk itu memakai ukuran ayam jantan normal untuk berbicara dengan Xu Yifei.


Chuo Loude masih bermeditasi di bawah Pohon Fusang, dia tidak berani mendekati Xu Yifei sedikitpun.


Begitu Xu Yifei melihatnya kembali, dia langsung berlari kedalam pelukannya.


Jin Dan jarang meninggalkan gua tempat tinggalnya. Selama dia pergi, itu pasti untuk menerobos.


Jin Dan mengangguk dan berkata, "Ayo masuk dulu."


Keduanya segera masuk kedalam gua. Ayam Hitam juga ingin masuk tetapi langsung terhalang oleh formasi susunan yang ada dipintu gua.


Karena tidak bisa masuk, ayam itu memutuskan untuk mengalihkan pandangannya kearah Chuo Loude dan bertanya. "Hei! Apakah menurutmu Xu Yifei itu akan memakan tuanku?"


Wajah Chuo Loude berkedut saat dia menjawab. "Mungkin."


Sesaat kemudian, Chuo Loude tiba-tiba saja teringat kepada orang yang dicintainya dulu, nyala api yang telah lama padam kembali berkobar didalam hatinya.


Brengsek! Apakah ayam busuk ini menanyakan itu dengan sengaja?


Kalimat ini terlalu menyakitkan!


Hati Chuo Loude yang sudah kering seperti sumur, kembali terisi lagi. Segel kesengsaraan cinta yang ada dihatinya mulai mengendur.


"Meskipun tuanku itu tidak suka keluar, selalu ada wanita yang datang mencarinya dan ingin memakannya. Menurutmu apa yang akan terjadi jika mereka berduaan di tempat yang sama? Akankah tuan kita dalam bahaya?"


Chuo Loude langsung memelototinya dan mengutuk, "Pergilah! Pergi berkultivasi sana!"


Ayam Hitam langsung merasa bingung setelah mendengar perkataannya. 'Apa yang salah dengan anak ini sekarang? Kenapa dia tiba-tiba marah?'


 


__ADS_1


 


~Di dalam Gua Bawaan~


Saat ini Xu Yifei duduk di depan Jin Dan dengan perasaan marah ketika dia berbicara tentang Monster Tua yang Tercerahkan.


Dia sangat tidak senang dengan sikapnya yang sok tinggi dan perkasa, seolah-olah Sekte Gunung Perak adalah sebuah desa terpencil dan Jin Dan hanyalah manusia biasa.


Jin Dan tersenyum dan bertanya, "Apa yang dia katakan itu memang benar. Apakah kamu tidak tergoda?"


Xu Yifei memasang senyum terbaiknya ketika dia menjawab, "Bagaimana bisa? Aku pasti akan terus bersamamu selamanya, Suamiku pasti akan menjadi abadi di masa depan nanti, saat ini aku masih menunggumu untuk bangkit suamiku."


Setelah mengatakan itu, dia segera mengeluarkan sebotol pil dari lengan bajunya dan berkata, "Aku menemukan sebotol pil ini di alam mistik suamiku, energi spiritual yang ada didalamnya sangat kuat. Pada saat itu aku hanya mengendusnya dan Inti Emas-ku langsung menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, pil ini pasti tidak akan cocok untukku. Tapi seharusnya pil ini cocok untukmu, suamiku."


Jin Dan segera mengambil botol itu dan membukanya. 'eh...energi spiritual ini memang berlimpah!'


"Terima kasih ya..." Jin Dan tersenyum.


Xu Yifei juga ikut tersenyum.


Beberapa hari kemudian, dia meninggalkan gua itu dengan perasaan puas bercampur sedikit *****.


 



 


~Di sebuah gurun~


Terlihat An Jing dan Yang Mo sedang duduk di atas sebuah batu besar.


Setelah berhasil menerobos, An Jing bersemangat tinggi. Dari waktu ke waktu, dia akan memelintir lehernya dan mengagumi tubuhnya yang sempurna.


"Senior, izinkan aku membalas dendam untukmu terlebih dahulu. Setelah itu, aku berencana untuk menaklukkan dunia ini dan membuat nama untuk diriku sendiri. Aku ingin menjadi nomor satu di dunia ini!" An Jing berkata dengan bangga, nadanya penuh dengan keyakinan.


Mendengar ini, Yang Mo berkata tanpa daya, "Junior, kamu hanya di Alam Jiwa Baru Lahir. Beraninya kamu begitu sombong?"


An Jing tertawa dan berkata, "Hahaha, aku tidak bodoh senior. Aku pasti akan mulai menantang para kultivator di tingkat kultivasi yang sama terlebih dahulu. Aku ingin membuktikan kepadanya bahwa aku ini layak untuknya!"


Beberapa dekade yang lalu, Yang Mo dan An Jing bertemu dengan seorang wanita. An Jing jatuh cinta dengannya pada pandangan pertama dan ingin mengejarnya.


Namun, wanita ini memiliki latar belakang yang kuat dan mengatakan bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk bersama. Bahkan jika mereka jatuh cinta, ayahnya tidak akan setuju. Jika dia ingin menikah, dia hanya bisa menikahi seorang kultivator yang kuat.


Kata-kata ini langsung merangsang semangat An Jing. Dia benci ketika orang lain memandang rendah dirinya. Karena itu, ia mengambil jalan ekstrem dan menjadi iblis.


Yang Mo sudah sering menasihatinya, tapi itu tidak berguna.


"Mari kita tantang Sekte Bela Diri Sejati dulu senior. Kudengar ada banyak elit di sana." An Jing tersenyum dengan semangat tinggi.


Dia tiba-tiba memikirkan seseorang dan tersenyum. "Senior, apakah kamu masih ingat dengan Jin Dan? Kamu dulu mengatakan kalau dia mungkin adalah Penatua Pembunuh Dewa. Aku pikir dengan kekuatanku saat ini, aku juga dapat menandingi seorang Kultivator Formasi Jiwa. Apakah aku akhirnya berhasil menyusulnya senior? "


Jin Dan?


Yang Mo mengerutkan keningnya dan berkata, "Bakat saudara Jin sangat tinggi dan dia telah berkultivasi dalam pengasingan selama ini. Tingkat kultivasinya mungkin sudah sangat tinggi sekarang. Aku khawatir hanya dengan kekuatan Alam Formasi Jiwa saja tidak akan cukup untuk mengalahkannya."


Setelah meninggalkan Xia yang Agung begitu lama, dia bertanya-tanya bagaimana keadaan Sekte Gunung Perak sekarang.


An Jing menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “Bagaimana mungkin? Hanya orang bodoh yang akan terus berkultivasi dalam pengasingan. Kamu masih harus pergi keluar untuk mencari peluang keberuntungan. Lihatlah aku sebagai contohnya, tingkat kultivasiku telah meningkat dengan pesat hanya dengan berkeliling dunia. Mantan musuhku juga berkultivasi, tapi dia masih terjebak di alam aslinya."

__ADS_1


"Ketika aku kembali ke sekte nanti, aku pasti akan berdebat dengan Jin Dan dan membiarkannya menyadari hal ini. Ketika saatnya tiba, kita akan membawanya pergi berpetualang bersama kita, pada saat itu kita bertiga akan menjelajahi di dunia ini bersama dan membuat nama untuk diri kita masing-masing. Bukankah itu hebat senior?"


__ADS_2